Anda di halaman 1dari 17

A.

Kelas Nematoda
Ciri khas Nematoda:
-Tidak bersegmen, slindiris, simetris bilateral
-Memiliki sistem pencernaan
-Mempunyai rongga tubuh
-Umumnya berkelamin terpisah
-Reproduksi: Ovipar, larvaparus
-Infeksi dengan : Telur termakan atau larva yang menembus kulit
Contoh spesies :
Ascaris lumbricoides, Trichris trichiura, Enterobius vermicularis Toxocara canis, Toxocara
cati, Trichinela spiralis, Necator americanus, Ancylostoma duodenale, Brugia malayi,
Wuchereria brancofti
1. Ascaris lumbricoides
a. Ciri morfologi :
1) Telur Acaris lumbricoides (Fertil)
-Ukuran: 60x45 mikron
-Warna kuning kecoklatan
-Dinding tebal, 3 lapisan, lapisan luar albuminoid hyaline dan vitelein
-Isi telur berupa sel tunggal yang belum membelah

Gambar : Telur Acaris lumbricoides fertil


2) Telur Acaris lumbricoides (Infertil)
-Ukuran : 90x40 mikron
-Bentuk panjang
-Dinding lebih tipis
-Lapisan albuminoid tidak rata
-Isi telur berupa protoplasma mati bersifat granula/tidak teratur

Gambar : Telur Acaris lumbricoides infertil

3) Telur Acaris lumbricoides (decorticated)


-Telur dibuahi
-kehilangan lapisan albuminoid
-Dinding tebal mulus

Gambar : Acaris lumbricoides dekorticated


4) Telur Acaris lumbricoides (berembrio)
-Didalam telur berisi embrio/larva
-Embrio bersifat infektif
-Bentuk kira-kira 2-3 minggu ditanah

Gambar : Telur Acaris lumbricoides berembrio


5) Acaris lumbricoides Dewasa Jantan
-Bentuk slindris/bulat panjang
-Panjang 10-30
-Ekor melingkar kearah ventral berupa papilla mempunyai 2 spikula
-Lapisan kutikula rata

Gambar : Ekor dari Ascaris lumbrisoides jantan dewasa


6) Ascaris lumbrisoides betina dewasa

- Bentuk bulat memanjang


-Panjang 20-35 cm
- Ekor lurus dan runcing
-Mempunya cincin kopulasi pada 1/3 bagian anterior panjang badan

Gambar : Ascaris lumbrisoides betina dewasa


b. Patologi Klinik
Nama penyakit : Ascariasis
Menyebabkan:
-Sindrom Loeffler, bronkopneumonia, ileusobtruktif (jika cacing dewasa dalam usus),
-Infeksi optopik : Cacing berada ditempat yang tidak biasa (Apendiks, peritoneum, saluran
empedu,trakea)
c. Diagnosis
-Adanya telur dalam tinja
-Cacing dewasa bisa keluar dari hidung, mulut atau tinja
2. Trichuris trichiura
a. Ciri Morfologi :
1) Telur

Gambar : Telur Trichuris trichiura


- Ukuran : 50x22 mikron
- Bentuk seperti tong
-Pada kedua ujungnya terdapat kutub
-Kulit telur 2 lapis
-Kulit luar berwarna kuning, kulit dalam berwarna jenih
- Isi telur berupa inti sel telur
Telur berembrio : berisi embrio/larva, bersifat infektif, dibentuk kira-kira 3 minggu ditanah

Gambar : Trichuris trichiura jantan dewasa (kiri) dan Trichuris trichiura betina dewasa
(kanan)
2). Trichuris trichiura jantan dewasa
-Panjang kurang lebih 4 cm
-3/5 bagian anterior halus seperti cambuk
-2/5 bagian posterior menggelembung
-bagian ekor melingkar
3) Trichuris trichiura betina dewasa

- Panjang kurang lebih 4 cm


-3/5 bagian anterior halus seperti cambuk
-2/5 bagian posterior menggelembung
-bagian ekor lurus
b. Patologi Klinis
Nama penyakit : Trikuriasis
Menyebabkan :
-Infeksi ringan tidak menimbulkan gejala
-Infeksi berat dan menahun menyebabkan disentri, anemia berat, sakit perut, muntah, dan
mual
c. Diagnosis
-Menemukan Telur dalam tinja
3. Cacing Tambang
3.1 Ancylostoma duodenale
a. Ciri Morfologi:
1) Telur
-Ukuran : 60x40 mikron
-Bentuk lonjong, kedua ujungnya membulat
-Kulit telur satu lapis
-Isi telur antara 4-8 sel, kadang berisi embrio
-Telur kadang menetas ditanah keluar menjadi larva rabditiform kemudian berkembang
menjadi larfa filariform

Gambar : Telur cacing tambang


2) Ancylostoma diodenale Jantan Dewasa
-Bentuk slindris berbentuk C atau koma
- Lengkung kepala searah dengan lengkung badan dan ekor
-Ujung ekor melebar disebut bursa kopulatrik tampak tumpul, digunakan untuk proses
kopulasi
-Rusuk dorsal celah dangkal, ujung tiap cabang bercelah 3, speculum ujungnya tidak
menyatu.
3) Ancylostoma diodenale Betina Dewasa
-Bentuk slindris berbentuk C atau koma
-Warna putih kelabu
- Lengkung kepala searah dengan lengkung badan dan ekor
-Ujung ekor meruncing, mukron ujung kaudal
-Panjang 10-13 mm, lebih panjang dari cacing Enterobius vemicularis
4) Kepala Ancylostoma diodenale Dewasa
- Mulut dilengapi dengan gigi tambahan untuk melekatkan diri pada mukosa proximal usus
-Terdapat dua pasang gigi ventral, gigi tambahan kecil ditepi dalam gigi ventral, dua lanset
subventral beerbentuk segitiga]

Gambar : Kepala Ancylostoma duodenale


5) Larva Rhabditiform
-Esofagus dengan rongga mulut mulut besar/lebar
-Promordium genital kecil
-Menetas dari telur pada waktu 24-48 jam
-Keadaan obtimum dengan kelembapan tinggi, teduh, panas, lebih dari 25 c tanah lepas
berpasir
-Aktif makan bahan organik
-Mengalami pergantian kulit 2x pada hari ketiga dan kelima

Gambar :Larva Rhabditiform


6) Larva filariform
-Esofagus memanjang sampai panjang tubuh
-Bersarung, ujung runcing
-Tombak esophagus tidak menonjol, sering tertutup pada ujung anterior,sarung bergaris nyata
pada ujung posterior.
-Tidak makan, bergerak aktif merupakan bentuk infektif parsit.

Gambar:Larva filariform

b. Patologi Klinis
Nama penyakit : Ankilostomasiasis
Stadium larva : Ground itch, berupa bintik-bintik merah dan gatal
Stadium dewasa : anemia hipokromik mikrositer, dan eosinofilia
c. Larva dan telur dalam feses
3.2 Necator Americanus
a. Ciri Morfologi :
1)Telur
- Sama dengan morfologi telur Ancylostoma duodenale
2) Necator Americanus Jantan Dewasa
-Bentuk slindris berbentuk S
- Lengkung kepala berlawanan dengan lengkung badan dan ekor
-Panjang 5-9 mm
-Ujung ekor melebar disebut bursa kopulatrik tampak tumpul, digunakan untuk proses
kopulasi
-Rusuk dorsal celah dalam, ujung tiap cabang bercelah 2, speculum ujungnya tidak menyatu
membentuk kait.
3) Necator americanus Betina Dewasa
-Bentuk slindris berbentuk S
- Lengkung kepala berlawanan dengan lengkung badan dan ekor
-Panjang 9-11 mm
-Ujung ekor meruncing, mukron tidak ada
4) Kepala Necator americanus Dewasa
- Mulut dilengapi dengan alat lempeng pemotong untuk melekatkan diri pada mukosa usus
-Terdapat sepasang bendakitin menggantikan gigi, dari lateral tampak sepasang

Gambar : Kepala Necator americanus


5) Larva Rhabditiform
- Sama seperti Larva Rhabditiform Ancylostoma duodenale
6) Larva filariform
Hampir sama seperti larva filariform pda Ancylostoma duodenale tapi Tombak esophagus
menonjol.
b. Patologi Klinis
Nama penyakit : Necatoriasis
Stadium larva : Ground itch, berupa bintik-bintik merah dan gatal
Stadium dewasa : anemia hipokromik mikrositer, dan eosinofilia
c. Diagnosis
Menemukan Telur dan larva dalam tinja
4. Toxocara sp (Nematoda usus)
a. Ciri morfologi:
1) Telur
-Ukuran 80x70 mikron, seperti telur ascaris tapi ukuranya lebih kecil
-Bentuk bulat, dinding memiliki renda

Gambar : Telur Toxocara sp


2) Toxocara canis Jantan dan Betina dewaasa
-Toxocara canis jantan dewasa berukuran 3,6-8,5 cm, ekor melingkar
- Toxocara canis betina dewasa berukuran 5,7-10 cm, ekor lurus
-Cervical alae seperti lanset
3) Toxocara cati dewasa
-Toxocara canis jantan dewasa berukuran 2,5-7,8 cm, ekor melingkar
- Toxocara canis betina dewasa berukuran 2,5-14 cm, ekor lurus
b.Patologi Klinis:
Nama penyakit Virseral larva migrans ,
Gejala penyakit : Demam, eosinofil tinggi, dan hepatomegali
c. Diagnosis : Reaksi imunologi, menemukan larva dalam jaringan biopsy.
5. Enterobium vermicularis (Nematoda usus)
a. Ciri morfologi
1) Telur
-Ukuran 55x25 mikron
-Bentuk lonjong asimetrik, lebih datar salah satu sisi

-Isi telur berupa larva


-Paling banyak ditemukan pada anus penderita

Gambar: Telur E. vermicularis


2) Enterobium vermicularis dewasa jantan
-Panjang 2-5 mm, ekor melengkung dan memiliki 1 spikula
-Memiliki cephalic alae

Gambar : E. vermicularis jantan


3) Enterobium vermicularis betina dewasa

-Panjang 10 mm, ekor runcing dan memiliki 2 uterus yang melingkar hampir mengisi seluruh
badan
-Memiliki cephalic alae

Gambar : E. vemicularis betina


6. Trichinela Spiralis (Nematoda usus)
a. Ciri morfologi Telur:
-Berisi potongan larva dalam jaringan otot
-Stadium kista berisi larva melingkar seperti spiral

Gambar : Telur Trichinela Spiralis


b.Patologi Klinis:
Penyakit : Trikiniasis

-Cacing dewasa masuk mukosa usus menyebabkan sakit perut, diare, mual, dan muntah darah
-Larva pada otot menyebabkan nyeri otot/mialgia dan mitosis/rdang otot disertai demam,
hipereosinofilia, leukkositosis
-Timbul pengapuran dan pembentukan jaringan fibrotic pada fase ekskistasi
c. Diagnosis
Anamnese, teskulit, tes ikatan komplemen, flokulasi
7. Brugia Malayi (Nematoda Jaringan)
a. Morfologi Mikrofilaria :
-Panjang kurang lebih 230 mikron, bersarung merah dalam pewarnaan giemsa, lekuk badan
kaku, panjang ruang kepala 2x lebarnya, badan mempunya inti-inti tidak teratur, akor
memiliki satu atau dua inti tambahan

Gambar : Mikrofilaria Brugia Malayi


b. Patologi klinis
Nama penyakit : Filariasis malayi
-Limfadenopati superfisiasl, eosinofil yang tinggi, elephantiasis tungkai/lengan bawah
c. Diagnnosis
-Gejala klinis
-Menemukan microfilaria, biopsy, imunologi

8. Wuchereria Brancofti (Nematoda Jaringan)


Ciri Morfologi Mikrofilaria :
Panjang kurang lebih 250 mikron, bersarung pucat dalam pewarnaan giemsa, lekuk badan
halus, panjang ruang kepala sama dengan lebarnya, badan mempunya inti-inti teratur, akor
tidak memiliki inti tambahan

Gambar: Mikrofilaria Wuchereria Brancofti


b. Patologi Klinis :
Nama penyakit Wucheresiasis
Menyebabkan :
-Cacing dewasa menyebabkan Limfadenitis, limfangitis retrograde, demam, funikulitis,
hidrokel, elephantiasis mammae dan alat kelamin
-Mikrofilaria menyebabkan Occut filariasis
c. Diagnosis
-berdasarkan gejala

-Menemukan microfilaria, biopsy, imonologi