Anda di halaman 1dari 46

KEAMANAN

KOMPUTER
ADITYO NUGROHO,ST
TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS
PGRI RONGGOLAWE TUBAN
PERTEMUAN 3 LANDASAN MATEMATIKA

Ada Apa Dengan Landasan


Matematika ?
Memahami kriptografi dan kriptanalisis
memerlukan pemahaman
MATEMATIKA.
Matematika memberikan landasan
penting pada sebagian besar konsep
dalam kriptografi.
Matematika yang diperlukan untuk

Fungsi
Relasi dari A ke B merupakan
FUNGSI jika setiap elemen dalam A
dihubungkan dengan
tepat satu
A
B
f
elemen di dalam B.
a

f:AB
f memetakan A ke B

Fungsi

f
a

Nama lain dari FUNGSI adalah


PEMETAAN atau TRANSFORMASI.
Himpunan A disebut DAERAH ASAL
(DOMAIN) dari f dan himpunan B
disebut DAERAH HASIL
(CODOMAIN) dari f.

B
b

Fungsi

f
a

Kita menuliskan f(a)=b


jika
elemen a didalam A dihubungkan
dengan elemen b didalam B.
b dinamakan BAYANGAN (IMAGE)
dari a
a dinamakan PRA_BAYANGAN
(PRE-IMAGE) dari b

B
b

Fungsi

Himpunan yang berisi semua nilai


pemetaan f disebut JELAJAH
(RANGE) dari f.
Fungsi adalah relasi yang khusus.
Kekhususan ini tercakup pada dua hal
penting yaitu :

Fungsi

1. Tiap elemen dalam himpunan A,


yang merupakan daerah asal f,
harus digunakan oleh prosedur
atau kaidah yang mendefinisikan f.
2. Frasa dihubungkan dengan tepat
satu elemen didalam B berarti
bahwa jika (a,b) f dan (a,c) f,
maka b=c

Fungsi
Fungsi Satu-ke-Satu

Fungsi f dari himpunan A ke B


dikatakan SATU-KE-SATU (ONE-TOONE) atau INJEKTIF (INJECTIVE)
jika tidak ada duaAelemen himpunan
A
B
f
yang memiliki bayangan sama.
a
b
c

1
2
3

Fungsi
Fungsi Pada

Fungsi f dari himpunan A ke B


dikatakan PADA (ONTO) atau
SURJEKTIF (SURJECTIVE) jika
setiap elemen B merupakan
A
bayangan dari SATU atau fLEBIH
a
elemen A.
b
c
d

B
1
2
3

Fungsi
Fungsi Berkoresponden Satu-ke-Satu

Fungsi f dari himpunan A ke B


dikatakan BERKORESPONDEN
SATU-KE-SATU atau BIJEKSI
(BIJECTION) jika Amerupakan fungsi
B
SATU-KE-SATU sekaligusf fungsi
a
1
PADA.
b
2
c

Fungsi
Fungsi Inversi

Fungsi INVERSI (INVERS) atau


BALIKAN adalah fungsi yang
memetakan kembali B ke A.
-1 f
Dilambangkan dengan
f
A
a

B
1

f-1

Fungsi
Fungsi Satu Arah

Fungsi f dari himpunan A ke B


dikatakan FUNGSI SATU ARAH jika
f(x) mudah untuk dihitung untuk
semua x A tetapi sangat sukar
atau bahkan hampir tidak mungkin
secara komputasi menemukan
inversinya, yaitu menemukan x
sedemikian hingga f(x) = y untuk
semua y jelajah f

Fungsi
Fungsi Satu Arah

Contoh :
Perkalian bilangan prima p=48611
dan q=53993 akan menghasilkan
n=2624653723
Tetapi sangat sulit untuk menemukan
faktor prima dari 2624653723, apalagi
bila bilangan yang digunakan cukup
besar.

Fungsi
Fungsi Pintu-Kolong

Fungsi f dari himpunan A ke B


dikatakan FUNGSI PINTU-KOLONG
(TRAPDOOR FUNCTION) jika f(x)
mudah dihitung untuk semua x A
tetapi sangat sukar secara
komputasi menemukan inversinya
tanpa INFORMASI TAMBAHAN yang
disebut PINTU-KOLONG
(TRAPDOOR).

Fungsi
Fungsi Pintu-Kolong

Jika f adalah fungsi pintu-kolong,


maka terdapat INFORMASI RAHASIA
k sedemikian hingga bila diberikan f(x)
dan k maka x lebih mudah dihitung.
Dalam kriptografi, fungsi pintu-kolong
dan fungsi satu-arah banyak
digunakan pada kriptografi kuncipublik.

Permutasi dan Kombinasi


Permutasi

Adalah jumlah urutan berbeda dari


pengaturan objek-objek. Permutasi
dari n objek adalah :

Permutasi dan Kombinasi


Permutasi

Permutasi r dari n objek disimbolkan


dengan P(n,r), adalah kemungkinan
urutan r buah objek yang dipilih dari n
buah objek, dengan r n. Yang dalam
hal ini pada setiap kemungkinan
urutan tidak ada objekyang sama.

Permutasi dan Kombinasi


Permutasi

Contoh : Ada 26 huruf dalam alfabet.


Jika huruf-huruf disusun, maka ada
26! Urutan susunan yang dihasilkan.
Jika menyusun 5 huruf dari alfabet,
maka kemungkinan susunan huruf
yang terbentuk :

Permutasi dan Kombinasi


Kombinasi

Bentuk khusus dari permutasi adalah


KOMBINASI.
Jika pada permutasi urutan
kemunculan diperhitungkan, maka
pada kombinasi urutan kemunculan
DIABAIKAN.
Contoh urutan abc,cba,acb dianggap
sama dan dihitung sekali.

Permutasi dan Kombinasi


Kombinasi

Kombinasi r elemen dari n elemen


disimbolkan dengan C(n,r) adalah
jumlah pemilihan yang tidak terurut r
elemen yang diambil dari n buan
elemen, yang banyaknya adalah :

Permutasi dan Kombinasi


Kombinasi

Contoh :
Setiap karakter ASCII panjangnya 1
byte. Jumlah byte yang mengandung
3 buah bit 1 adalah

Teori Informasi
Teori yang mendefinisikan jumlah
informasi di dalam pesan sebagai
jumlah minimum bit yang dibutuhkan
untuk mengkodekan pesan
Contoh : 1 bit untuk mengkodekan
jenis kelamin, 3 bit untuk nama hari.

Teori Informasi
Entropi (entropy) adalah ukuran yang
menyatakan jumlah informasi di dalam
pesan. (Biasanya dinyatakan dalam
satuan bit)
Entropi digunakan untuk
memperkirakan jumlah bit rata-rata
untuk mengkodekan elemen dari
pesan.

Teori Informasi
Contoh : entropi untuk pesan yang
menyatakan jenis kelamin = 1 bit untu,
entropi untuk pesan yang menyatakan
nama hari = 3 bit.

Teori Informasi
Shannon merumuskan entropi pesan,
disimbolkan dengan H, yang dihitung
dengan persamaan :

X=pesan, n=jumlah simbol berbeda di


dalam pesan, pi=peluang kemunculan

Teori Informasi
Misalkan pesan X adalah string
AABBCBDB. Jumlah simbol berbeda
di dalam pesan adalah n=4 (yaitu
A,B,C,D).
Sehingga p(A)=2/8, p(B)=4/8,
p(C)=1/8 dan p(D)=1/8.
Entropi pesan X adalah :

Teori Informasi

Entropi 1,75 berarti setiap simbol


dikodekan sebanyak 1,75 bit.

Teori Informasi
Sifat-sifat entropi adalah :
1. 0 H(X) log2(n)
2. H(X) = 0 jika dan hanya jika pi = 1
untuk semua i dan pj = 0 untuk
semua j i
3. H(X) = log2(n) jika dan hanya jika
pi = 1/n untuk setiap i, 1 i n

Teori Informasi
Entropi juga menyatakan
ketidaktentuan (uncertainty) dari
pesan.
Contohnya, bila kriptogram Y6RuPZ
menyatakan plainteks MALE atau
FEMALE, maka uncertainty pesan =
1.
Kriptanalis harus mempelajari hanya 1
bit yang dipilih secara tepat untuk

Teori Informasi
Entropi sistem kriptografi adalah
ukuran ruang kunci K. Misal sistem
kriptografi dengan kunci 64-bit
mempunyai entropi 64 bit. Semakin
besar entropi, semakin sulit
memecahkan cipherteks.

Teori Informasi
Laju bahasa (rate of a language)
didefinisikan sebagai berikut :

N = panjang pesan. Contohnya, laju


normal Bahasa Inggris adalah 1,0
bit/huruf sampai dengan 1,5 bit/huruf
untuk N besar

Teori Informasi
Laju mutlak (absolute rate)
didefinisikan sebagai berikut :
L = jumlah karakter didalam bahasa.
Contohnya, dalam bahasa Inggris (26
huruf), R = log226 = 4,7 bit/huruf.

Teori Informasi
Redundansi bahasa (D) didefinisikan
sebagai berikut :

Contoh, di dalam bahasa Inggris


(ambil r = 1,3) D = 4,7 1,3 = 3,4
bit/huruf. Artinya setiap huruf dalam
bahasa Inggris membawa 3,4 bit

Teori Informasi
Contoh lain, pada pesan ASCII (256
karakter),
R = log2256 = 8 dan r = 1,3 (sama
seperti bahasa Inggris), sehingga D =
8 1,3 = 6,7 bit/karakter.
Kriptanalis menggunakan redundansi
alami dari bahasa untuk mengurangi

Teori Informasi
Contoh, kata dan dalam bahasa
Indonesia redundan. Misal jika dalam
cipherteks banyak muncul kriptogram
ftY (3 huruf) maka kemungkinan
besar itu adalah dan.
Semakin besar redundansi bahasa,
semakin mudah melakukan
kriptanalisis.

Teori Informasi
Dalam dunia nyata, implementasi
kriptografi dilengkapi dengan program
KOMPRESI sebelum mengenkripsi
pesan.
KOMPRESI mengurangi mengurangi
redundansi pesan.

Teori Bilangan
Number theory adalah teori yang
mendasar dalam memahami
kriptografi. Khususnya sistem
kriptografi kunci-publik.
Bilangan yang dimaksud di sini
hanyalah bilangan bulat (integer).

Teori Bilangan
Sifat pembagian pada Bilangan Bulat

Misal a dan b adalah dua bilanga


bulat dengan syarat a 0, dapat
dinyatakan bahwa a HABIS
MEMBAGI b (a divides b) jika terdapat
bilangan bulat c sedemikian hingga b
= ac.

Teori Bilangan
Sifat pembagian pada Bilangan Bulat

TEOREMA EUCLIDAN. Misal m dan n


adalah dua bilangan bulat dengan
syarat n > 0. Jika m dibagi dengan n
maka terdapat dua bilangan bulat unik
q (quotient) dan r (remainder)
sedemikian hingga :
Contoh : 1987 dibagi 97 memberikan
hasil bagi 20 dan sisa 47. Atau ditulis

Teori Bilangan
PBB (Pembagi Bersama Terbesar)

Misal a dan b adalah dua bilangan


bulat tidak nol. Pembagi bersama
terbesar dari a dan b adalah bilangan
bulat terbesar d sedemikan hingga d |
a dan d | b. Dalam hal ini dinyatakan
PBB(a,b) = d.
Contoh : Faktor pembagi 45 : 1,3,5,9,15 ;
36 : 1,2,3,4,9,12,18,36. FPB dari 45 dan 36

Teori Bilangan
Algoritma Euclidan

Adalah algoritma untuk mencari PBB


dari dua buah bilangan bulat.
Euclid, penemu algoritma Euclidan
adlah seorang matematikawan Yunani
yang menuliskan algoritmanya dalam
bukunya Element .

Teori Bilangan
Algoritma Euclidan

Diberikan dua buah bilangan bulat


tak-negatif m dan n
(m n).
Algoritma Euclidan berikut mencari
pembagi bersama terbesar dari m dan
n:
1.Jika n=0 maka m adalah PBB(m,n);stop;
Kalau tidak, (yaitu n 0) lanjutkan ke langkah 2
2.Bagilah m dengan n dan misalkan r adalah
sisanya
3.Ganti nilai m dengan nilai n dan nilai n dengan

Teori Bilangan
Algoritma Euclidan

Misalkan m=80, n=12 dan dipenuhi


syarat m n, maka PBB(80,12)
dihitung dengan algoritma Euclidan
sbb :
80 = 6 . 12 + 8
12 = 1 . 8 + 4

8=2.4+0

Teori Bilangan
Relatif Prima
Dua buah bilangan bulat a dan b dikatakan
relatif prima jika PBB (a,b) = 1. Jika a dan b
relatif prima, maka terdapat bilangan bulat
m dan n sedemikian hingga :
ma + nb = 1
Contoh : 20 dan 3 relatif prima
(PBB(20,3)=1), 20 dan 5 TIDAK relatif

Teori Bilangan
Aritmetika Modulo
Misalkan a adalah bilangan bulat dan m
adalah bilangan bulat > 0. Operasi a mod
m (dibaca a modulo m) memberikan sisa
jika a dibagi dengan m. Bilangan m disebut
MODULUS atau MODULO, dan hasil
aritmetika modulo m terletak dalam
himpunan {0,1,2,,m-1}
Notasi : a mod m = r sedemikian hingga
a=mq + r, dengan 0 r < m

Teori Bilangan
Aritmetika Modulo dan Kriptografi
Aritmetika modulo cocok digunakan untuk
kriptografi :
1. Oleh karena nilai-nilai aritmetika modulo
berada dalam himpunan berhingga (0
sampai modulus m-1), maka kita tidak
perlu khawatir hasil perhitungan berada
di luar himpunan
2. Karena kita bekerja dengan bilangan
bulat, maka kita tidak khawatir
kehilangan informasi akibat pembulatan