Anda di halaman 1dari 2

DEFINISI

1. Hiperplasia prostat adalah pembesanan prostat yang jinak bervariasi berupa hiperplasia
kelenjar atauhiperplasia fibromuskular. Namun orang sering menyebutnya dengan
hipertropi prostat namun secarahistologi yang dominan adalah hyperplasia (Long, 2006).
2. Hiperplasia prostat jinak adalah pembesaran kelenjar prostat nonkanker (Basuki, 2000).
3. Hiperplasia prostat jinak (BPH) adalah penyakit yang disebabkan oleh penuaan
(Soeparman, 2000).
4. Hiperplasi prostat adalah pembesaran progresif dari kelenjar prostat (secara umum pada
pria > 50 tahun) yang menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretra (Hardjowidjoto,
2000).
5. BPH adalah suatu keadaan dimana prostat mengalami pembesaran memanjang keatas
kedalam kandungkemih dan menyumbat aliran urin dengan cara menutupi orifisium
uretra. (Schwartz, 2000).
Kesimpulan BPH (benign prostatic hyperplasia) adalah suatu penyakit yang disebabkan
oleh faktor penuaan, dimana prostat mengalami pembesaran memanjang keatas kedalam
kandung kemih dan menyumbat aliran urin dengan cara menutupi orifisium uretra.
Menurut Syamsul Hidayat dan Wim De Jong tahun 1998 etiologi dari BPH adalah
o Adanya hyperplasia periuretral yang disebabkan karena adanya perubahan
keseimbangan testosterone dan estrogen
o Ketidak seimbangan endokrin
o Faktor umur dan usia lanjut
o Unknown/ tidak diketahui secara pasti
Beberapa teori telah dikemukakan berdasarkan faktor histologi, hormon, dan
faktor perubahan usia, di antaranya:
1. Teori DHT (dihidrotestosteron): testosteron dengan bantuan enzim 5-a reduktase
dikonversi menjadi DHT yang merangsang pertumbuhan kelenjar prostat.
2. Teori Reawakening. Teori ini berdasarkan kemampuan stroma untuk merangsang
pertumbuhan epitel. Menurut Mc Neal, seperti pada embrio, lesi primer BPH adalah

penonjolan kelenjar yang kemudian bercabang menghasilkan kelenjar-kelenjar baru di


sekitar prostat. Ia menyimpulkan bahwa hal ini merupakan reawakening dari induksi
stroma yang terjadi pada usia dewasa.
3. Teori stem cell hypotesis. Isaac dan Coffey mengajukan teori ini berdasarkan asumsi
bahwa pada kelenjar prostat, selain ada hubungannya dengan stroma dan epitel, juga ada
hubungan antara jenis-jenis sel epitel yang ada di dalam jaringan prostat. Stem sel akan
berkembang menjadi sel aplifying. Keduanya tidak tergantung pada androgen. Sel
aplifying akan berkembang menjadi sel transit yang tergantung secara mutlak pada
androgen, sehingga dengan adanya androgen sel ini akan berproliferasi dan menghasilkan
pertumbuhan prostat yang normal.
4. Teori growth factors. Teori ini berdasarkan adanya hubungan interaksi antara unsur
stroma dan unsur epitel prostat yang berakibat BPH. Faktor pertumbuhan ini dibuat oleh
sel-sel stroma di bawah pengaruh androgen. Adanya ekspresi berlebihan dari epidermis
growth factor (EGF) dan atau fibroblast growth factor (FGF) dan atau adanya penurunan
ekspresi transforming growth factor- b (TGF - b, akan menyebabkan terjadinya
ketidakseimbangan pertumbuhan prostat dan menghasilkan pembesaran prostat.