Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KIMIA

Sifat Koligatif Larutan

Oleh:
Anita ChanisyaRahmah (03 / XI IPA 2)
Hana Putri (11 / XI IPA 2)
PrasetyoKurniawan (26 / XI IPA 2)
RatyaPrabaswara R (29/ XI IPA 2)
Triska Prakarsa (34 / XI IPA 2)

PEMERINTAH KOTA MALANG


DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MALANG
Jalan Tugu Utara No. 1, Telp. (0341) 366454, Fax. (0341) 329487 Malang
Website : http://www.sman1-mlg.sch.id
Email : mitrekasatata@sman1-mlg.sch.id

MALANG, JANUARI 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya kami telah diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas penyusunan
laporan hasil pengamatan tentang koloid.
Adapun tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam
menyelesaikan tugas mata pelajaran Kimia. Selain itu, juga untuk mengetahui serta menambah
cakrawala atau wawasan pengetahuan tentang koloid.
Penulis menyadari, bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca, karena masih banyaknya
kesalahan dan kekurangan yang terdapat pada laporan ini. Penulis juga mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca,demi kesempurnaan di laporan berikutnya.

Penulis,

12 Mei 2014

Percobaan Cara Pembuatan Dan Sifat Koloid

I.

TUJUAN :
a. Siswa dapat membedakan larutan,koloid,dan suspensi.
b. Siswa dapat membuat koloid dengan cara kondensasi dan cara dispersi.
c. Siswa dapat melakukan percobaan mengenai sifat-sifat koloid.

II.

DASAR TEORI :
A. Pembuatan Koloid dapat dilakukan dengan cara:
a. Cara Dispersi
Secara prinsip cara dispersi adalah pembuatan koloid dari partikel yang lebih kasar.
1) Dispersi mekanik: partikel besar digerus menjadi partikel koloid.
2) Dispersi elektrolitik: sol platina emas atau perak dibuat dengan cara mencelupkan
dua kawat ke dalam air, dan diberi potensial tinggi. Suhu yang tinggi menyebabkan
uap logam mengkondensasi dan membentuk partikel koloid.
3) Peptisasi: partikel kasar diubah menjadi partikel koloid dengan penambahan zat
seperti air atau zat lain yang disebut zat untuk peptisasi.

b. Cara Kondensasi
Secara prinsip, cara kondensasi adalah pembuatan koloid dari partikel yang lebih halus
(larutan).
1) Dengan reaksi kimia

Cara reduksi(pembuatan sol emas)

Cara oksidasi (pembuatan sol belerang)

Cara hidrolisis(pembuatan sol feri hidroksida)

Dekomposisi rangkap(koloid As2S3)

2) Pertukaran pelarut atau penurunan kelarutan


Contoh :
Menuangkan larutan jenuh belerang dalam alkohol ke dalam air. (Belerang lebih larut
dalam alkohol, sedangkan dalam air bisa membentuk koloid).
3) Pendinginan berlebih

Koloid es dapat dibuat dengan mendinginkan campuran pelarut organik seperti eter atau
kloroform dengan air.
B. Sifat Koloid
a. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Efek ini
dikemukakan oleh John Tyndall, ahli fisika berkebangsaan Inggris. Partikel dalam
sistem koloid dapat berupa molekul atau ion yang berukuran cukup besar akan
menghamburkan cahaya ke segala arah. Larutan sejati/larutan tidak menunjukkan efek
Tyndall, karena ukuran partikelnya terlalu kecil untuk menghamburkan cahaya.
Di lingkungan kita sering terjadi efek Tyndall, diantaranya :
1) Terjadinya warna biru di langit pada siang hari dan warna merah atau jingga di
langit pada saat matahari terbenam di ufuk barat.
2) Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok.
3) Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut.
4) Berkas sinar matahari yang melalui celah daun pepohonan pada pagi hari yang
berkabut.
b. Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak (zig-zag) partikel koloid dalam medium pendispersinya
Gerak ini ditemukan oleh Robert Brown. Gerak Brown terjadi karena adanya tumbukan
yang tidak seimbang antara molekul-molekul medium terhadap partikel koloid. Semakin
tinggi suhu semakin cepat gerak Brown berlangsung karena energi kinetik molekul
medium meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat.Gerak Brown
dalam sistem koloid menyebabkan partikel koloid tersebar merata dalam medium
pendispersinya dan tidak memisah meskipun didiamkan (stabil).

c. Elektroforesis
Elektroforesis adalah pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik.
Partikel-partikel koloid dapat bermuatan listrik karena terjadi penyerapan ion pada
permukaan koloid. Kestabilan sistem koloid disebabkan adanya muatan listrik pada
permukaan partikel koloid, selain karena adanya gerak Brown. Pada peristiwa
elektroforesis, partikel koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan pada
elektroda. Kegunaan dari sifat ini adalah untuk menentukan muatan yang dimiliki
oleh suatu partikel koloid.
d. Koagulasi
Koagulasi atau penggumpalan adalah peristiwa pengendapan partikel-partikel
koloid sehingga fase terdispersi terpisah dari medium pendispersinya. Koagulasi
disebabkan hilangnya kestabilan untuk mempertahankan partikel-partikel agar tetap
tersebar di dalam medium pendispersinya. Koagulasi dapat dilakukan secara mekanis,
fisis dan kimia
1) Mekanik
Koagulasi koloid secara mekanik dengan pemanasan, pengadukan, dan pendinginan.
Proses ini akan mengurangi air atau ion di sekeliling koloid sehingga koloid akan
mengendap.Contohnya : protein, agar-agar dalam air akan menggumpal bila didinginka.
2) Fisis
Pengaplikasian koagulasi koloid secara fisik contohnya terdapat dalam penggunakan alat
cottrel. Alat Cottrel biasanya dipakai pada cerobong asap di industri-industri besar, untuk
menggumpalkan asap dan debu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran asap
dan debu yang berbahaya. Caranya dengan melewatkan asap atau debu pada Cottrel
sebelum keluar dari cerobong pabrik. Alat ini terdiri dari dua pelat elektrode listrik
bertegangan tinggi. Bila sudah jenuh elektrode tersebut dibersihkan.
3) Kimia

Cara ini dilakukan dengan penambahan zat elektrolit ke dalam koloid.Contohnya


adalah Proses pengolahan karet dari bahan mentah (lateks) dengan menambahkan asam
formiat atau cuka,pembentukan delta di muara sungai,Proses penjernihan air dengan
menambahkan tawas yang mana berfungsi menggumpalkan partikel koloid dalam air.
e. Koloid Pelindung
Koloid pelindung adalah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain
dari proses koagulasi. Koloid pelindung biasanya ditambahkan pada suatu sistem koloid
yang kurang stabil. Koloid pelindung ini akan membungkus atau membentuk lapisan
disekeliling partikel koloid yang dilindungi dan mencegahnya agar tidak terkoagulasi.
Koloid pelindung ini sering digunakan pada sistem koloid tinta, cat, es krim.Salah satu
contoh dari koloid pelindung adalah kasein. Kasein adalah sejenis protein yang
terkandung dalam susu dan berfungsi sebagai emulsi. Koloid pelindung yang berfungsi
untuk menstabilkan emulsi disebut Emulgator (zat pengelmusi)
f. Adsorpsi
Adsorpsi adalah proses penyerapan suatu zat di permukaan zat lain. Zat yang diserap
disebut fase terserap dan zat yang menyerap disebut adsorpen. Peristiwa adsorpsi
disebabkan gaya tarik molekul-molekul pada permukaan adsorpen.Contoh pemanfaatan
adsorpsi adalah penjernihan air keruh dengan tawas Al2(SO4)3. Dalam air tawas
terhidrolisis menjadi Al(OH)3 yang berbentuk koloid dan mampu mengadsorpsi kotoran
dalam air khususnya zat warna
III.

ALAT DAN BAHAN :

Alat
Batang pengaduk
Kertas saring
Bunsen
Laser
Kaki tiga
Spatula
Kawat Kasa
Mortar
Rak tabung reaksi
Gelas ukur
Pipet
Tabung reaksi
Penjepit

Bahan
Gula tebu
Minyak Tanah
terigu
Na2SO4
Susu instan
Aquades
urea
Gelatin
Serbuk deterjen
K2CrO4
Serbuk belerang
Agar-Agar bubuk

IV.

LANGKAH KERJA :
1. Sistem Koloid
a. Mengisi 6 tabung reaksi masing-masing dengan 5 ml akuades.
b. Menambahkan :
Seujung spatula gula tebu ke dalam tabung ke-1
Seujung spatula terigu ke dalam tabung ke-2
Seujung spatula susu instan ke dalam tabung ke-3
Seujung spatula urea ke dalam tabung ke-4
Seujung spatula serbuk detergen ke dalam tabung ke-5
Seujung spatula serbuk belerang ke dalam tabung ke-6
c. Mengaduk setiap campuran.Memperhatikan dan mencatat zat yang dilarutkan larut
dan tidak larut.
d. Mendiamkan campuran-campuran itu.Memperhatikan dan mencatat apakah campuran
stabil (tidak memisah) atau tidak stabil (memisah),bening atau keruh.
e. Menyaring campuran pada setiap tabung reaksi yang bersih.Memperhatikan dan
mencatat,campuran manakah yang meninggalkan residu.Apakah hasil penyaringan
bening atau keruh.
2. Pembuatan koloid
1) Cara kondensasi
Pembuatan Sol Fe(OH)3
a. Memanaskan 50 ml akuades di dalam gelas kimia sampai mendidih .
b. Menambahkan 5 ml larutan FeCl3 jenuh dan aduk sambil meneruskan memanaskan
campuran hingga campuran berwarna coklat merah
2) Cara dispersi
A.
a.
b.
c.
d.

Pembuatan Sol / gel agar-agar


Mengisi sebuah tabung reaksi dengan akuades hingga kira-kira sepertiga tabung.
Menambahkan1 spatula agar-agar dan aduk
Memanaskan tabung beserta isinya sampai mendidih ( ini adalah sol agar-agar )
Mendinginkan campuran untuk memperoleh gel agar-agar .
Pembuatan gel gelatin

a. Memasukkan 1 sendok gelatin ke dalam 50 ml akuades di dalam gelas kimia.


b. Memanaskan campuran tersebut.

Pembuatan sol belerang


a. Mencampur seujung spatula gula dab seujung spatula belerang dalam lumpang.
b. Menggerus campuran sampai halus
c. Mengambil seujung spatula campuran itu dan mencampurkan dengan seujung
spatula gula lalu menggerus gula sampai halus.
d. Melajutkan percobaan tersebut 4 kali.
e. Menuangkan sedikit dari campuran terakhir ke dalam gelas kimia berisi 50 ml
akuades dan aduk (saring jika masih ada endapan )
Pembuatan emulsi minyak dalam air
a. Memasukkan 5 ml air dab 1 ml minyak tanah ke dalam sebuah tabung reaksi.
b. Mengguncangkan tabung dengan keras kemudian meletakkan tabung tersebut pada
rak tabung.Memperhatikan apa yang terjadi .
c. Memasukkan 5 ml air , 1 ml minyak tanah ,dan 1 ml larutan detergen ke dalam
tabung reaksi lain.
d. Mengguncangkan tabung dengan keras kemudian meletakkan tabung tersebut pada
rak tabung.Memperhatikan apa yang terjadi .
Efek Tyndall
a. Menggambil koloid Fe(OH)3 dan gelatin dari percobaan sebelumnya,serta larutan
K2CrO4 0,05 M , kemudian memasukkan dalam 3 tabung reaksi yang berbeda
hingga tingginya 4 cm.
b. Menyinari Koloid dengan laser pointer dari salah satu sisi,kemudian memberi layar
pada sisi yang berlawanan.
c. Membandingkan koloid itu dengan larutan K2CrO4.
Koagulasi Koloid
a. Mengambil koloid Fe(OH)3 dan gelatin dari percobaan sebelumnya,kemudian
memasukkan dalam 2 tabung reaksi yang berbeda hingga tingginya 2 cm.
b. Menambahkan 5 tetes larutan Na2SO4 2M. Tunggu selama 15 menit.
c. Jika tidak terjadi apa-apa,maka menambahkan 10 tetes larutan Na2SO4 2 M lagi .
d. Mengamati apa yang terjadi.
Koloid pelindung
a. Mengambil koloid Fe(OH)3 ke dalam tabung reaksi hingga setinggi 2 cm.
b. Menambahkan 5 tetes larutan gelatin. Kemudian,Menambahkan 5 tetes larutan
Na2SO4 2 M.
c. Menunggu selama 15 menit dan membadingkan dengan percoban

V.

TABEL HASIL PENGAMATAN

VI.

VII.

HASIL ANALISIS

Pertanyaan

1) Perkiraan apakah larutan x tersebut?


2) Perkiraan apakah larutan y tersebut?
VIII.

Jawab

IX.
X.

Kesimpulan :
Literatur :