Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam nomor satu di dunia, yang
sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi negara maju. tapi sayangnya banyak hambatanhambatan yang menghalangi kemajuan tersebut. Salah satu faktornya adalah kondisi
keuangan yang sampai saat ini menjadi masalah yang sangat serius.Perbankan sendiri
merupakan perantara keuangan dari dua pihak, yakni pihak yang kelebihan dana dan pihak
yang kekurangan dana. Hal tersebut tercermin pada UU RI no. 10 tahun 1998, tanggal 10
November 1998 yang menjelaskan mengenai Perbankan. Menurut UU RI no. 10 tahun 1998
yang dimaksud dengan BANK adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana dari masyarakat dalam bentuk
kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Seperti pada pengertiannya, yang pada intinya perbankan merupakan badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat

Page 1

BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Bank
Bank berasal dari bahasa Italia yang berarti bantu atau pembantu. Namun seiring
berjalannya waktu, pengertian bank meluas menjadi suatu bentuk pranata sosial yang bersifat
finansial, yang melakukan kegiatan keuangan dan melaksanakan jasa-jasa keuangan. Secara
umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk
menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana
tersebut.
Agar pengertian bank menjadi jelas, berikut beberapa definisi menurut para ahli :
Undang-undang Repuplik Indonesia no 7 tahun 1992 tentang Perbankan yang telah
diubah dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998 :
-Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
-Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup
kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan
usahanya.
-Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak membeikan jasa dalam
lalu lintas pembayaran.1

Page 2

Drs. H. Malayu S.P Hasibuan


Bank adalah lembaga keuangan berarti bank adalah badan usaha yang kekayaannya
terutama dalam bentuk asset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit dan
juga sosial, jadi bukan hanya mencari keuntungan saja.
Bank selaku stabilitator moneter diartikan bahwa bank mempunyai kewajiban ikut serta
menstabilkan nilai tukar uang, nilai kurs, atau harga barang-barang relatif stabil atau tetap,
baik secara langsung maupun mekanisme Giro Wajib Minimum (GWM), Operasi Pasar
Terbuka, atau pun Kebijakan Diskonto.
Sedangkan bank sebagai dinamisator perekonomian maksudnya bahwa bank merupakan
pusat perekonomian, sumber dana, pelaksanaan lalu lintas pembayaran, memproduktifkan
tabungan, dan mendorong kemajuan perdagangan nasional dan internasional. Tanpa peranan
perbankan, tidak mungkin dilakukan globalisasi perekonomian.
Bank memiliki asas dalam melaksanakan kegiatan usahanya yakni demokrasi ekonomi
dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah
sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat (finacial intermediary). Dalam
menjalankan fungsinya, bank harus memperhatikan hal hal berikut
Rentabilitas, yaitu kemampuan bank untuk memperoleh keuntungan.
Likuiditas, yaitu kemampuan bank untuk melunasi kewajibannya pada saat jatuh
tempo
Solvabilitas, yaitu kemampuan bank untuk memenuhi kewajibannya saat bank
tersebut di likuidasi.
Selain fungsi utama, ada beberapa fungsi perbankan lainnya, antara lain :
Berdasarkan Perundang-Undangan Pasal 3 UU No.7 Tahun 1992, yaitu :
1) Bank sebagai penyalur kredit, baik kredit produktif maupun kredit konsumtif.
Dana yang digunakan untuk menyalurkan kredit tersebut berasal dari dana
pihak ketiga, berupa tabungan, giro dan deposito maupun dana bank itu
sendiri.
2) Bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan
pembayaran.
Yang tujuannya Perbankan Indonesia adalah untuk menunjung pelaksanaan
pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan
stabilisasi nasional ke arah peningkatan rakyat banyak.
Penggolongan Bank
Pembagian jenis-jenis bank dapat dikelompokkan menurut fungsinya, kepemilikannya,
bentuk hukum, dan organisasinya. Berikut ini akan dijelaskan penggolongan bank menurut
fungsinya :
A. Bank Sentral / Bank Indonesia
merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia
perbankan dan dunia keuangan disuatu negara. Disetiap negara hanya ada satu bank sentral
yang dibantu oleh cabang-cabangnya. Indonesia memiliki Bank Sentral yaitu Bank Indonesia
yang merupakan bank yang dapat membuat uang kartal baik dalam bentuk kertas atupun
logam. Bank Indonesia memiliki tugas-tugas sebagai Bank Sentral Indonesia yaitu:

Page 3

Mengatur peredaran uang di Indonesia ( Bank Sirkulasi )


Sebagai tempat penyimpanan terakhir (Lender of the last resort)
Mengatur perbankan Indonesia (Bank to Bank)
Mengatur perkreditan
Menjaga stabilitas mata uang
Mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah, dll

B. Bank Umum
merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau
berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran. Tetapi lepas dari itu Bank Umum merupakan suatu lembaga profit yang tujuan
utamanya adalah mencari keuntungan. Bank umum menawarkan berbagai layanan produk
dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari
masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang
membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek,
menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.
Yang membedakan Bank Umum dengan Bank Sentral adalah Bank Sentral dapat
menerbitkan Uang Kartal sedangkan Bank Umum hanya dapat menerbitkan Uang Giral.
C. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau
berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
Serta Bank Perkreditan Rakyat juga merupakan bank penunjang yang memilik
keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula
seperti memberikan kredit pinjaman dengan jumlah yang terbatas, menerima simpanan
masyarakat umum, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, penempatan dana
dalam sbi / sertifikat bank indonesia, deposito berjangka, sertifikat / surat berharga, tabungan,
dan lain sebagainya.
Pada Bank Perkreditan Rakyat, sistem yang digunakan hampir sama dengan sistem yang
digunakan pada koperasi yaitu dengan cara bagi hasil pada setiap bulannya kepada setiap
anggotanya. Serta yang membedakan Bank Perkreditan Rakyat dengan Bank Umum yaitu
pada Bank Umun dapat menerbitkan Uang Giral sedangkan untuk BPR tidak dapat
menerbitkan Uang Giral baik itu dalam bentuk rekening atau giro.

Sumber Dana Bank


Bank merupakan jantung dan urat nadinya perdagangan dan pembangunan ekonomi suatu
negara. Bank baru dapat melakukan operasionalnya jika dananya telah ada. Semakin banyak
dana yang dimiliki suatu bank. Semakin besar pula peluangnya untuk melakukan kegiatannya
dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, setiap bank selalu berusaha untuk memperoleh dana
yang optimal tetapi dengan cost of money yang wajar.

Page 4

Dana bank (leonable found) adalah sejumlah uang yang dimiliki dan dikuasai suatu bank
dalam kegiatan operasionalnya. Dana bank ini terdiri dari dana sendiri dan dana asing. Dana
bank ini digolongkan menjadi beberapa, antara lain :
- Dana Sendiri (Intern), yaitu dana yang bersumber dari dalam bank, seperti setoran
modal/penjualan saham,pemupukan cadangan, laba yang ditahan, dan lain-lain. Dana
ini sifatnya tetap.
- Dana Asing (Ekstern), yaitu dana yang bersumber dari pihak ketiga, seperti deposito,
giro, call money, dan lain-lain. Dana ini sifatnya sementara atau harus dikembalikan.
Penggabungan Usaha Bank
Dalam dunia perbankan, faktor kepercayaan merupakan suatu hal yang sangat penting.
Penilaian tingkat kesehatan bank juga akan mempengaruhi penilaian calon nasabah terhadap
suatu bank. Bagi bank yang dinyatakan sehat, akan sangat menguntungkan. Tapi bagi yang
tidak sehat disarankan untuk melaksanakan penggabungan usaha bank. Jenis penggabungan
yang dapat dipilih dan yang biasa dilakukan di Indonesia adalah:
a. Merger, merupakan penggabungan dua bank atau lebih dengan cara tetap
mempertahankan berdirinya salah satu dari bank yang ikut merger dan membubarkan
bank-bank lainnya tanpa melikuidasi terlebih dahulu.
b. Konsolidasi, merupakan penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikan
bank baru dan membubarkan bank-bank yang ikut konsolidasi tanpa proses likuidasi
c. Akuisisi, merupakan penggabungan dengan Akuisisi ini merupakan pengambil-alihan
kepemilikan suatu bank yang berakibat beralihnya pengendalian terhadap bank. Dalam
penggabungan dengan bentuk akuisisi biasanya nama bank yang diakuisisi tidak
berubah, yang berubah hanyalah kepemilikannya.
Peranan Perbankan Bagi Perekonomian
Pada bagian pendahuluan telah dijelaskan sekilas mengenai perbankan. Dari yang telah
dibahas diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa peranan Bank tersebut antara lain sebagai
berikut:
a. Peranan Bank Dalam Pembangunan Nasional
Kegiatan bank dalam menghimpun atau memobilisasi dana yang menganggur dari
masyarakat dan perusahaan-perusahaan kemudian disalurkan ke dalam usaha-usaha yang
produktif untuk berbagai sektor ekonomi seperti pertanian, pertambangan, perindustrian,
pengangkutan, perdagangan dan jasa-jasa lainnya akan meningkatkan pendapatan
nasional dan pendapatan masyarakat.
Demikian pula akan membuka dan memperluas lapangan atau kesempatan kerja.
Sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang menganggur di dalam masyarakat. Kegiatan
dalam pemberian jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang dapat
membantu memperbesar dan memperlancar arus barang-barang dan jasa-jasa dalam
masyarakat.
b. Peranan Bank dalam Pembagian Pendapatan Masyarakat

Page 5

Dalam kebijakan pemberian kredit bank mempunyai peranan yang sangat penting
karena turut menentukan pembagian pendapatan masyarakat.
Kredit merupakan sarana yang ampuh bagi mereka yang memperolehnya, sebab
dengan memperoleh kredit seseorang dapat menguasai faktor-faktor produksi untuk
kegiatan usahanya. Makin besar kredit yang diperoleh, makin besar pula faktor produksi
yang dikuasai, sehingga makin besar pula bagian pendapatan masyarakat yang dapat
diraihnya. Sehubungan dengan itu melalui sistem perbankan yang kita miliki dan
kebijakan perkreditan yang tepat bank dapat melaksanakan fungsinya dalam membantu
pemerintah untuk memeratakan kesempatan berusaha dan pendapatan di dalam
masyarakat. Dengan demikian kita dapat turut mewujudkan masyarakat yang kita citacitakan, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.
c.

Peranan Bank Indonesia Dalam Stabilitas Keuangan


Sebagai otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank
Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan
(perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan Bank Indonesia dalam menjaga
stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya
dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilitas moneter dan
stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan
moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan begitu pula
sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan
moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter,
sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter
tidak dapat berjalan secara normal. Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara
fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya
fungsi sistem keuangan. Inilah yang menjadi latar belakang mengapa stabilitas sistem
keuangan juga masih merupakan tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia.
Peranan Bank Sentral
Bagaimana peranan Bank Indonesia dalam memelihara stabilitas sistem keuangan?
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima peran utama dalam menjaga
stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang mencakup kebijakan dan instrumen
dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu adalah:
Pertama, Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara
lain melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut
untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat dan berimbang. Hal ini
mengingat gangguan stabilitas moneter memiliki dampak langsung terhadap berbagai
aspek ekonomi. Kebijakan moneter melalui penerapan suku bunga yang terlalu ketat,
akan cenderung bersifat mematikan kegiatan ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Oleh
karena itu, untuk menciptakan stabilitas moneter, Bank Indonesia telah menerapkan
suatu kebijakan yang disebut inflation targeting framework.
Kedua, Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga
keuangan yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan
seperti itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi. Seperti halnya di

Page 6

negara-negara lain, sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem
keuangan. Oleh sebab itu, kegagalan di sektor ini dapat menimbulkan ketidakstabilan
keuangan dan mengganggu perekonomian. Untuk mencegah terjadinya kegagalan
tersebut, sistem pengawasan dan kebijakan perbankan yang efektif haruslah ditegakkan.
Selain itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuat kebijakan
serta penegakan hukum (law enforcement) harus dijalankan. Bukti yang ada
menunjukkan bahwa negara-negara yang menerapkan disiplin pasar, memiliki stabilitas
sistem keuangan yang kokoh. Sementara itu, upaya penegakan hukum (law enforcement)
dimaksudkan untuk melindungi perbankan dan stakeholder serta sekaligus mendorong
kepercayaan terhadap sistem keuangan. Untuk menciptakan stabilitas di sektor
perbankan secara berkelanjutan, Bank Indonesia telah menyusun Arsitektur Perbankan
Indonesia dan rencana implementasi Basel II.
Ketiga, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga
kelancaran sistem pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu
peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang cukup
serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut dapat
menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion risk) sehingga menimbulkan
gangguan yang bersifat sistemik. Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan
pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin
meningkat. Antara lain dengan menerapkan sistem pembayaran yang bersifat real time
atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang dapat lebih
meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Sebagai otoritas dalam
sistem pembayaran, Bank Indonesia memiliki informasi dan keahlian untuk
mengidentifikasi risiko potensial dalam sistem pembayaran.
Keempat, melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat
mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui
pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor
keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak /pada
stabilitas sistem keuangan. Melalui riset, Bank Indonesia dapat mengembangkan
instrumen dan indikator macroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan.
Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas
terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam
sektor keuangan.
Kelima, Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan
melalui fungsi bank sentral sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR
merupakan peran tradisional Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mengelola krisis
guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR
mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini hanya
diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu
terjadinya krisis yang bersifat sistemik. Pada kondisi normal, fungsi LoLR dapat
diterapkan pada bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih
memiliki kemampuan untuk membayar kembali. Dalam menjalankan fungsinya sebagai
LoLR, Bank Indonesia harus menghindari terjadinya moral hazard. Oleh karena itu,

Page 7

pertimbangan risiko sistemik dan persyaratan yang ketat harus diterapkan dalam
penyediaan likuiditas tersebut.
Peranan Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran
Bank Indonesia sebagai bank sentral mempunyai peranan penting dalam sistem
pembayaran. Ada beberapa pihak yang terlibat di dalam sistem pembayaran yaitu pihak
yang menyelenggarakan sistem pembayaran, pihak yang mendukung sistem pembayaran,
pihak yang memberikan jasa dalam sistem pembayaran, dan pihak yang mengatur serta
mengawasi sistem pembayaran.
Peranan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran sangat luas, karena sebagai
operator, regulator, dan sekaligus sebagai pengawas. Hubungan bank sentral dengan
sistem pembayaran setiap Negara memiliki kadar yang berbeda
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Berdasarkan UU. No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, wewenang mengatur,
mengawasi, dan memberi atau mencabut izin berdirinya bank mutlak menjadi wewenang
Bank Indonesia. Luasnya cakupan tugas dan wewenang BankIndonesia menimbulkan
kerentanan akan keefektifan khususnya tugas pengawasan. Mengingat begitu banyaknya
bank-bank umum dan Bank Prekreditan Rakyat yang harus diawasi. Maraknya kasus
perbankan seperti kasus Bank Century, City Bank, dan pembobolan bank oleh orang
dalam menunjukkan lemahnya system intern bank itu sendiri dan pengawasan oleh
Bank Indonesia.
Oleh sebab itu, timbul gagasan tugas pengawasan perbankan diserahkan ke lembaga
khusus. Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawas sektor jasa
keuangan yang independen, dan dibentuk dengan undang-undang yang pembentukannya
dilaksanakan selambat-lambatnya 31 Desember 2010. Tetapi sampai dengan akhir tahun
2010, lembaga yang rencananya akan diberi nama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum
terbentuk.
Tarik menarik kepentingan antara Bank Indonesia dengan pihak-pihak lain terus
terjadi, sehingga terbentuknya OJK berjalan dengan alot. Rencanana OJK tidak hanya
bertugas mengawasi sektor perbankan, tetapi juga jasa keuangan lainnya seperti:
asuransi, dana pensiun, bursa efek, bursa berjangka, dan badan penyelenggara program
jaminan sosial.
CONTOH KASUS PERBANKAN INDONESIA

TEMPO.CO, Jakarta -Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Budi


Satria mengatakan pihaknya akan menghormati keputusan Lembaga Penjamin Simpanan
(LPS), jika LPS menunjuk J Trust Co. Ltd sebagai pemenang dalam pembelian Bank
Mutiara. "Tentu LPS punya pertimbangan komprehensif dan kami menghormatinya,"
tuturnya kepada Tempo, Ahad 14 September 2014.
Menurut dia, wajar jika nanti LPS memenangkan J Trust Co karena J Trust Co

Page 8

memberikan harga penawaran yang lebih baik.


Seperti dilansir dari situs J Trust Co, perusahaan keuangan asal Jepang itu
menyatakan bahwa pihaknya menjadi pemenang tender divestasi 99,996% saham Bank
Mutiara. Namun J Trust tidak menyebutkan berapa dana yang dikeluarkan untuk
membeli saham Bank Mutiara tersebut.
Padahal BRI juga berminat untuk membeli Bank Mutiara dengan nilai di bawah Rp 3
triliun. Kalau pembelian Bank Mutiara oleh BRI berhasil, maka BRI berencana untuk
menggabungkan Bank Mutiara dengan BRI Agro.

Page 9

Bab III
Penutup
Kesimpulan
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan
kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan banyak lagi produk
bank lain yang diterbitkan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank
Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syariah, dan juga Bank Pembiayaan
Rakyat Syariah (BPRS). Fungsi bank sangat krusial bagi perekonomian suatu negara.Dimana
bank sangat berperan penting dalam sendi-sendi perekonomian di Indonesia baik secara
nasional maupun dalam perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan aset bank
dalam bentuk kepercayaan masyarakat sangat penting dijaga guna meningkatkan efisiensi
penggunaan bank dan efisiensi intermediasi serta untuk mencegah terjadinya bank runs and
panics. Agar terjaganya stabilitas perbankan yang ada.
Perbankan merupakan salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam
menunjang kegiatan pembangunan nasional atau regional.

Page 10

Daftar Pustaka
Sumber Buku :
Hasibuan, Malayu, 2005, Dasar-Dasar Perbankan, Jakarta: Bumi Aksara
Simurangkir, O.P, 2001, Dasar dan Mekanisme Perbankan, Jakarta : Yagraf
Arthesa, Ade dan Edia Hendiman, 2006, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,
Jakarta
Kasmir, 2008, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta

Page 11