Anda di halaman 1dari 4

Halo, namaku Ratna, tanggal 16 Maret 2012 ini aku berencana akan

pergi ke gunung Bromo. Aku pergi bersama ayah dan kakakku. Aku pergi
naik kereta api eksekutif. Aku pergi ke stasiun Kebon Kawung, Bandung
aku berangkat pukul 18.00.
Aku melihat ke jendela, ternyata lampu-lampu kendaraan berlatar
belakang malam hari sangat indah. Katanya kereta api akan sampai pada
pukul 06.00. Aku sampai, lalu turun di stasiun Mojokerto. Mojokerto adalah
kota yang terletak yang dekat dengan kota Surabaya. Sebelum sampai di
musium Trowulan aku melihat kolam Segaran. Kolam Segaran dulunya
dipakai untuk berlabuhnya kapal kapal Majapahit dan para ahli sempat
menemukan peninggalan peninggalan bersejarah Majapahit. Akhirnya
aku sampai musium Trowulan. Disana ada banyak patung batu yang
sudah lama umurnya.
Di dalam musium terdapat peninggalan-peninggalan bersejarah
kerajaan Majapahit, misalnya koleksi fosil, koleksi peralatan, koleksi arca
dan koleksi benda khusus. Pertama-tama aku memasuki ruangan fosil.
Disana aku melihat fosil gajah purba yang tingginya hanya setengah
tubuhku, fosil tengkorak, gigi manusia dan beberapa fosil tumbuhan.
Setelah itu aku memasuki ruangan peralatan, aku melihat patung
penghias rumah, alat rumah tangga, genteng, guci dan lain-lain. Setelah
itu aku masuk ruangan arca yang besar sekali. Aku melihat batu-batu
dengan tulisan-tulisan bahasa lain yang terukir, patung arca yang besar
dan beberapa batu yang bertuliskan angka tahun.
Setelah itu aku pergi ke candi Bajang Ratu. Candi Bajang Ratu
sangat aneh karena hanya berbentuk Gapura. Tetapi mekipun hanya
berbentuk Gapura ia sangat tinggi. Dia juga memiliki 16 lapisan batu bata
merah. Candi Bajang Ratu konon dibuat untuk memperingati kematian
raja kedua Majapahit, yaitu raja Prabu Jayawijaya. Selain itu, Candi Bajang
Ratu juga di lambangkan dengan tokoh utama dalam agama Hindu, yaitu
Dewa Ruci. Candi Bajang Ratu dibuat oleh Pendeta Sabdo Palon. Dan para
ahli telah mencari bangunan lain di sekitar gapura tetapi memang hanya
gapura saja!.
Yang terakhir aku pergi ke candi Tikus. Konon Candi Tikus dulunya
adalah sebuah sawah yang dimiliki oleh seorang petani. Saat petani itu
sedang mencangkul tibatiba cangkulnya mengenai batu besar, lalu
petani itu menggalinya terus dan terus dan ternyata batu besar itu adalah
salah satu dari ke-13 pilar Candi Tikus. Tetapi di dalamnya tedapat banyak
sarang tikus dan akhirnya candi itu menjadi Candi Tikus. Candi Tikus lalu
dipakai khusus untuk pemandian para putri. Di Pojok atas dan bawah
terdapat dua kolam yang dulu di pakai para putri untuk berendam. Di saat

musim kemarau kita dapat turun untuk melihat-lihat bagian dalamnya,


tetapi karena sekarang musim hujan bagian bawahnya tergenangi air dan
akhirnya dijadikan kolam ikan.
Akhirnya aku istirahat di penginapan Cemoro Lawang. Cemoro
Lawang adalah nama daerah di lereng gunung Bromo. Saat malam hari di
sana sangat dingin. Aku harus bangun pada pukul 03.00 malam karena
aku harus sampai di pananjakan (pinggiran Kaldera gunung Bromo) pada
waktu subuh. Jika aku dapat sampai di puncak Panajakan pada waktu
subuh aku akan dapat melihat matahari terbit. Matahari terbit sering
disebut juga Sunrise. Di puncak pananjakan sangat dingin dan berkabut
hingga asap keluar dari mulut kita karena dingin. Tetapi aku langsung
turun karena agak kecewa tidak dapat melihat matahari terbit.
Katanya dulu sekali gunung Bromo adalah gunung super (super
volcano) \gunung purba raksasa. Tetapi karena gunung Bromo sempat
meletus dashyat, akhirnya ia membuat Kaldera (padang pasir yang sangat
luas) yang juga menutupi kawahnya. Tetapi kawah Bromo muncul kembali.
Lalu letusannya juga membuat pinggiran Kaldera yang tinggi sekali, salah
satunya adalah Pananjakan.
Setelah itu aku pergi ke Kawah baru gunung Bromo. Aku melewati
Kaldera terlebih dahulu dengan mobil Jeep.Saat aku disana aku melihat
Kawah baru gunung Bromo lebih rendah. Di sana terdapat tangga yang
memiliki 300-450 anak tangga. Kondisi tangganya cukup rusak karena
sempat meletusnya gunung Bromo setelah selesainya pembangunan
tangga. Aku sangat lelah tetapi aku ingin melihat pemandangannya dari
atas. Saat diatas aku langsung turun karena aku takut jatuh.
Aku agak sulit turun karena licin. Di bawah sangat banyak kudakuda dan penjual bunga serta penjual makanan. Aku sempat juga
membeli seikat bunga edelweiss, yaitu bunga abadi yang cantik untuk
oleh-oleh ibuku. Setelah itu aku kembali ke penginapan karena aku akan
pulang.
Pertama-tama aku mengemas barang-barangku lalu aku masuk elf.
Dan aku akan pergi ke stasiun Gubeng, Surabaya. Sebelum sampai di
stasiun aku sepat mampir ke rumah makan untuk makan siang.
Aku pulang kembali dengan kereta eksekutif. Pada jam 07.00 aku
turun di stasiun Kebon Kawung, Bandung.
Lalu sampailah aku di rumah. Sesampainya di rumah badanku
pegal-pegal dan lelah. Tetapi ini adalah pengalaman yang tak akan
terlupakan.

----------TAMAT----------