Anda di halaman 1dari 2

SEBUAH KABAR DARI NEGERI PECUNDANG

By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos.

Suatu ketika saya pernah berimajinasi, bahwa saya tengah berada di sebuah negeri yang bernama “negeri Pecundang”. Negeri yang penuh dengan para pemalas dan orang- orang yang hopeless (hidup tanpa harapan). Banyak orang disana yang menggantungkan hidupnya hanya dengan keberuntungan, mereka malas bekerja, mereka malas berusaha, dan tentunya semakin hari kondisi negara ini semakin terpuruk karena dihuni oleh orang- orang yang pemalas. Para penduduk yang malas ini seakan enak-enakan saja dengan kondisi seperti ini, malah mereka punya semboyan “Gampang! Santai saja dalam menghadapi hidup”, nah, anda bisa bayangkan bila seluruh penduduk di dunia ini mempunyai slogan seperti penduduk di negeri pecundang, mungkin dunia ini akan lumpuh dan hancur perlahan namun pasti!. Etos kerja mereka sangatlah rendah, yang mereka tahu hanyalah tidur, makan, dan hidup walaupun dengan kondisi yang bisa dibilang serba pas-pasan. Mereka selalu bertopeng “Takdir” untuk mengakui kekalahan mereka dalam memperjuangkan suatu tujuna dalam hidup mereka, semisal “ ah! Sudah takdir kita untuk gagal dalam berbisnis!”tanpa melanjutkan usaha yang lebih baik dari sebelumnya. Mungkin saja Tuhan murka dengan keadaan masyarakat seperti ini, karena sebenarnya Tuhan telah memberi kita 2 opsi penting bagi kita, yang pertama adalah jadi orang berguna dan yang kedua adalah jadi orang yang tidak berguna sama sekali, toh oleh Tuhan kita diberi cipta, rasa , dan karsa yang notabene membedakan kita dengan makhluk-makhluk lain selain manusia. Namun apa yang terjadi? Orang-orang dari negeri pecundang lupa akan hal tersebut.mereka mengira apa yang dinamakan rezekiakan datang sendiri, karena rezeki itu Tuhanlah yang mengaturnya untuk kita. HEY! EXCUSME! Di dunia ini tidak yang gratis, man! No game without pain! Para pecundang selalu mengarahkan kekalahan mereka kepada sisi positif dari kekalahan tersebut, contohnya mungkin kita sudah tidak asing lagi saat mendengar seseorang pengangguran yang kerjanya hanya makan, tidur di rumah saja berkata “ saya ambil hikmah.sisi positifnya aja mas, saya disini bisa bantu-bantu rumah” yang jadi pertanyaan adalah… mana ada sisi positifnya, Sisi negatif? Banyak. Beberapa contoh yang saya ungkapkan sejak dari pertama tadi adalah kesalahan-kesalahan individu sejak awal dalam menanamkan doktrin-doktrin tentang kehidupan. Kita semua melupakan satu hal penting dalam pencapaian tujuan hidup kita, dan sebenarnya hal inilah yang dapat memacu semangat anda dalam mengejar cita-cita, menjadi pendamping anda dan mengangkat tangan anda saat anda terjatuh dalam suatu pengejaran harapan. Apakah itu?…IMAJINASI/KHAYALAN, ya!, dengan imajinasi/khayalan kita dapat menentukan lebih jelas arah dan tujuan kita. Anda mungkin saja sering mendengar kalimat “ Jangan terlalu berkhayal!” sebenarnya menurut pendapat saya, kalimat tersebut tidak perlu diucapkan pada orang yang sedang atau saat menceritakan imajinasinya itu kepada orang lain. Biarkan imajinasi berkembang setinggi-tingginya, hingga mencapai

saat menceritakan imajinasinya itu kepada orang lain. Biarkan imajinasi berkembang setinggi-tingginya, hingga mencapai

suatu titik puncak dimana anda harus berhenti dan menyerahkan tongkat estafet imajinasi anda kepada sebuah planning yang matang dan mencoba sampai dimana kekuatan anda dalam meraih apa yang anda imajinasikan tersebut, tetapi dengan suatu catatan! Bahwa bila anda gagal nanti, jangan merasa bahwa anda benar-benar “berakhir” atau kembali lagi pada hal yang klasik, yaitu mengambing hitamkan takdir, cobalah terus hingga suatu saat anda sudah sampai pada jalan yang bernama kemenangan. Karena sebenarnya imajinasi memainkan peranan penting dalam tahap awal pencapaian tujuan hidup.

yang bernama kemenangan. Karena sebenarnya imajinasi memainkan peranan penting dalam tahap awal pencapaian tujuan hidup.