Anda di halaman 1dari 7

BUDIDAYA SIRIH MERAH

MENGENAL SIRIH MERAH


Sejak jaman nenek moyang kita dahulu kala tanaman sirih telah diketahui memiliki
berbagai khasiat ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit,
disamping itu sirih ini memiliki nilai nilai spiritual yang tinggi, oleh karena
itu sirih termasuk dalam salah satu elemen penting yang harus disediakan
dalam setiap upacara adat. Air rebusannya yang mengandung antiseptik
digunakan untuk kumur guna menjaga kesehatan rongga mulut, selain itu
dapat pula dipakai untuk mencuci organ kewanitaan guna menyembuhkan
penyakit keputihan dan bau tak sedap.
Tanaman sirih terdiri dari dari berbagai species dan memiliki istilah sebutan nama
yang beragam pula, kita tentu pernah mendengar nama nama sirih gading,
sirih hijau, sirih hitam. sirih kuning dan banyak lagi yang lainnya . Semua
jenis tanaman sirih ini memiliki ciri yang hampir sama , yakni berupa
tanaman merambat dengan bentuk daun yang menyerupai hearth , yang
tumbuh langsung dari batangmya itu rata rata berwarna hijau, kehijauan
sampai dengan kuning dan kehitaman itu memiliki khasiat pengobatan
yang sangat manjur.
Tanaman sirih akrab sekali dengan kehidupan masyarakat kita sejak dahulu kala.
Akhir akhir ini muncul tanaman sirih merah yang dipopulerkan oleh seorang akhli
pengobatan herbal ternama Bambang Sudewo dari Jogyakarta, setelah
dalam penelitian dan percobaan yang panjang diketahui ternyata Sirih
Merah memiliki khasiat penyembuhan yang sangat ampuh untuk berbagai
penyakit bandel. Upaya yang sangat ulet dalam meneliti khasiat Sirih
Merah oleh Bapak Bambang Sudewo telah banyak membantu masyarakat
yang
tersembuhkan
dari
derita
berbagai
penyakit
yang
dideritanya.Sekarang ini mulai banyak orang yang melirik tanaman Sirih
Merah untuk mencoba membudidayakannya.
Untuk membantu mereka yang berminat mebudidayakan tanaman obat Sirih Merah
itu,berikut kami sajikan cara cara melakukan budi daya Sirih Merah mulai
dari pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan pohon tanaman obat Sirih
Merah tersebut, yang kami kutip dari tulisan Bapak Bambang Sudewo pada
bukunya "Basmi Penyakit dengan Sirih Merah"

CARA PEMBIBITAN dan PERBANYAKAN

Sirih merah kini sedang jadi primadona. Daunnya terlihat eksotis dengan warna
merah yang mencuri perhatian. Selain indah untuk hiasan, tanaman ini
diyakini membawa kebahagiaan, dan bisa menyembuhkan aneka penyakit.
Ternyata, tanaman sirih sangat banyak macamnya. Tak hanya yang berdaun hijau,
tetapi juga yang hitam, merah, kuning, bahkan perak. Sekarang, sirih
merah (Piper crocatum)-lah yang sedang diburu orang.
Seperti halnya sirih hijau, tanaman sirih merah tumbuh merambat di pagar atau
pohon. Ciri khas tanaman sirih merah, batangnya bulat berwarna hijau
keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung
hati dan bagian atasnya meruncing. Permukan daun mengilap dan tidak
merata.
Yang membedakan dengan sirih hijau adalah bila daunnya disobek maka akan
berlendir. Seperti sirih hijau, rasa sirih merah pun rasanya pahit getir.
Namun aromanya lebih wangi dibandingkan sirih hijau.
Selain bersifat antiseptik seperti sirih hijau, sirih merah juga bisa dipakai mengobati
diabetes, kanker, peradangan, hipertensi, hepatitis, dan ambeien. Jika
dibuat teh herbal bisa mengobati asam urat, darah tinggi, kencing manis,
maag, atau kelelahan. "Saya sudah membuktikan sendiri," tutur Bambang
Sudewa dari Klinik Herbal Center (KHC), Yogyakarta, yang sembuh dari
diabetes karena rajin mengunyah sirih merah dan kini memproduksinya
menjadi teh herbal.
TEMPAT TEDUH Tanaman sirih merah lebih suka tumbuh di tempat teduh. Misalnya di
bawah pohon besar yang rindang. Bisa juga tumbuh subur di tempat yang
berhawa sejuk. "Hanya butuh 60 - 75 persen cahaya matahari, " tegas pria
yang biasa dipanggil Dewo.
Dengan tumbuh di tempat teduh, daunnya akan melebar. Warna merah marunnya
yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun
tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat
mengering. Sebaliknya bila terlalu banyak kena air akar dan batangnya
akan membusuk.
Hal ini diamini oleh Akhief Nastain dari PJ Sekar Kedathon perwakilan Bekasi. "Jika
kebanyakan air, tanaman akan mati. Kena panas terus pun akan mati juga.
Artinya, jika di pot tidak boleh langsung kena matahari. Sangat baik jika
menggunakan penutup (net) sehingga tak langsung kena hujan."
Budidaya sirih merah bisa lewat pembibitan atau perbanyakan. Bisa melalui stek,
cangkok, dan memanfaatkan setiap runduk batang. Bagi para pemula,
sebaiknya memilih cara pertama dan kedua. Sedangkan runduk batang
bisa dilakukan bila tanaman sirih merah sudah mulai menjalar atau
berkembang pesat.
Musuh utama sirih merah adalah keong, bekicot kecil, dan semut. Kalau daunnya
akan dipakai obat, hendaknya jangan menggunakan pestisida untuk
menghalau hama. Yang jelas, hama tersebut harus segera dibuang. Saat
menyiram pun tidak boleh sembarang memakai air, misalnya air kali.

"Karena banyak mengandung binatang kecil yang bisa merusak tanaman,"


tandas Akhief.
PEMBAWA BAHAGIA
Jika dalam sebuah daun guratannya berbentuk hati dipercaya bisa mendatangkan
kebahagiaan bagi pemiliknya. Tapi tak mudah menemukan guratan seperti
itu. 2. Sirih merah juga bisa dipakai untuk menghaluskan kulit. 3. Pemilihan
daun sangat penting. Biasanya di usia sebulan daunnya sudah cukup lebar,
bersih, mengkilap, umurnya sedang sehingga kadar zat aktifnya tinggi. Jika
dipegang daunnya tebal dan kaku. 4. Perbanyakan sirih merah biasanya
dilakukan dengan pencangkokan. Media tanamnya berupa tanah, pasir,
dan kompos.

STEK PALING GAMPANG


Bagi Anda yang ingin mencoba menanam sirih merah, cobalah dengan cara stek.
Cara ini adalah yang paling mudah bagi pemula. Caranya: 1.Sediakan
media tanam stek berupa pasir, tanah dan kompos. Perbandingannya
1:1:1. Masukkan ke dalam polybag berdiameter 10 cm yang bagian
bawahnya sudah dilubangi. 2.Pilih batang sirih merah yang sudah tua.
3.Potong batang sirih kira-kira dua ruas. Jangan asal potong. Sebaiknya
batang yang diplih sudah memiliki 2 -3 lembar daun. 4.Rendam potongan
batang ini ke dalam air biasa kira-kira 15 menit lalu angkat. 5.Masukkan
setek ke dalam media tanam yang sudah disediakan. 6.Letakkan setek
yang sudah ditanam di tempat teduh. Sinar matahari kira-kira 60 persen
saja.
Koleksi: Akhief Nastain, Perum Permata Hijau Bekasi Utara, Bambang Sudewa
Sumber Majalah Nova

CARA PEMANENAN DAUN SIRIH MERAH

Tanaman Sirih MerahTanaman siap panen minimal berumur 4 bulan. Saat


itu sirih merah terdiri atas 16 sampai 20 daun. Pada saat itu daun sudah
relatif lebar, dengan panjang 15 sampai 20 cm. Daun siap petik harus
berumur 1 bulan, bersih, dan warna mengkilap. Daun yang dipetik berumur
sedang, tidak terlalu tua atau muda, karena kadar zat aktifnya tinggi.
Daun yang subur berukuran 10 cm dan 5 cm. Bila dipegang, daun terasa tebal dan
kaku (tidak lemas). Semakin tua warna daun, semakin tebal. Semakin
tebal daun, semakin kaku, kata Soekardipengelola kebun pembibitan

tanaman obat di Bogor. Aroma daun tajam dan rasanya pahit. Dalam
sepekan panen sekali, tapi bila tanaman rimbun panen setiap hari juga
memungkinkan. Hindari memetik daun yang terkena cipratan tanah,
terutama pada waktu musim hujan.
Pemetikan dimulai dari tanaman bagian bawah menuju atas. Daun dipetik sekitar 60
cm dari permukaan tanah , dengan tujuan meminimalkan bila ada kotoran
atau debu yang menempel, ujar Bambang Sudewo. Bila daun dipetik
sekitar 10 cm dari permukaan tanah, kotoran terlalu banyak sehingga
kurang layak panen. Semakin sering daun dipanen, semakin cepat tunas
tumbuh, lanjutnya. Pemetikan sebaiknya pada pagi hingga pukul 11.00.
Bila dipetik pada sore hari, menghambat proses pengeringan. Pemetikan
dengan pisau tajam dan steril. Pascapanen.
Selesai dipetik, daun
mengkilap.
air selama
menempel.

disortir dengan standar mutu : daun bersih, segar, tebal, dan


Daun kotor, cacat, dan kusam dibuang. Daun direndam dalam
1530 menit untuk membersihkan kotoran dan debu yang
Kemudian dibilas hingga bersih, dan ditiriskan.

Langkah berikutnya daun dirajang dengan alat yang bersih, steril, dan tajam. Lebar
irisan sekitar 1 cm, langsung dikeringanginkan di atas tampah beralas
kertas selama 1 jam. Rajangan yang telah kering 60% ditutup dengan kain
hitam transparan untuk menghindari debu, serangga, atau kemungkinan
terbang karena tertiup angin.
Setelah kering, daun dimasukkan ke kantong plastik tebal transparan. Bila perlu
berikan silica gel untuk menyerap kadar air. Tutup rapat kantong, beri label,
dan tanggal kering. Kemudian simpan di tempat bersih, tidak lembap, dan
mudah dijangkau, misalnya stoples kaca. Dengan cara ini kualitas sirih
merah tetap terjaga hingga setahun. Ketika hendak mengkonsumsi, ambil
rajangan kering sirih merah 34 lembar, dan rebus hingga mendidih.
Minumlah setelah rebusan dingin dan melalui penyaringan.

PASCA PANEN
Tanaman Obat Sirih MerahSelesai dipetik, daun disortir dengan standar mutu : daun
bersih, segar, tebal, dan mengkilap. Daun kotor, cacat, dan kusam dibuang.
Daun direndam dalam air selama 15-30 menit untuk membersihkan
kotoran dan debu yang menempel. Kemudian dibilas hingga bersih, dan
ditiriskan.
Langkah berikutnya daun dirajang dengan alat yang bersih, steril, dan tajam. Lebar
irisan sekitar 1 cm, langsung dikeringanginkan di atas tampah beralas
kertas selama 1 jam. Rajangan yang telah kering 60% ditutup dengan kain
hitam transparan untuk menghindari debu, serangga, atau kemungkinan
terbang karena tertiup angin
Setelah kering, daun dimasukkan ke kantong plastik tebal transparan. Bila perlu
berikan silica gel untuk menyerap kadar air. Tutup rapat kantong, beri label,
dan tanggal kering. Kemudian simpan di tempat bersih, tidak lembab, dan
mudah dijangkau, misalnya stoples kaca. Dengan cara ini kualitas sirih
merah tetap terjaga hingga setahun. Ketika hendak mengkonsumsi, ambil

rajangan kering sirih merah 3-4 lembar, dan rebus hingga mendidih.
Minumlah setelah rebusan dingin dan melalui penyaringan.
Sumber: TRUBUS

SIRIH MERAH SIAP MEMBASMI BERBAGAI PENYAKIT


Ampuh Mengempiskan Benjolan di Payudara

Kapsul Ekstrak Sirih Merah obat "ajaib"


Alangkah enaknya bila tak ada rasa sakit yang mengganjal. Tetapi, bisa saja
seseorang merasakan sedih, murung dan tak bergairah karena ada
penyakit dalam tubuhnya. Untunglah, ada beberapa pengalaman yang
menarik setelah menggunakan sirih merah. .
Ada yang batall diamputasi karena sirih merah dan ada yang hilang benjolan pada
payudaranya karena sirih merah.
Jadi, sirih merah juga bermanfaat jika kita tahu khasiatnya.
SEHABIS pengajian Ahad pagi, Pak Zuhad, Pak Kinjeng, Pak Gulali, Pak Seno dan
Pak Bontang, berdiskusi soal sirih merah. Ada yang sudah membaca bukubuku tentang jamu, ada yang pernah mencoba menggunakan sirih merah
untuk menyembuhkan suatu penyakit. "Tetapi sembuh to?" tanya Pak
Kinjeng. Dan, Pak Gulali yang mencoba menggunakan sirih merah untuk
menolak amputasi keponakannya, memang mengejutkan. Ini di luar
dugaan Pak Kinjeng. "Lalu, bagaimana ceritanya?" desak Pak Bontang.
Beberapa bulan yang lalu, keponakannya menyerah. Karena mengidap
diabetes, ia menyadari ini karena keturunan yang tak bisa ditolak. Pada
usia 40, kadar gula darahnya mencapai angka di atas 500.
Persoalannya muncul ketika hendak pensiun. Artinya, ketika pensiun tak ada lagi
aktivitas yang rutin seperti dulu. Mungkin, kadar gulanya yang tinggi itu tak
dirasakan karena terhibur oleh kerja rutinnya. Tetapi, tak bisa
disembunyikan bahwa pada sebelah kiri payudaranya terdapat benjolan
kecil. "Benjolan itu tak berubah selama dua tahun," cerita Pak Gulali.
Tapi, justru menunjukkan gejala membesar seperti telur bebek. Oleh pertimbangan
dokter, harus operasi. Sebelum operasi, ia harus menurunkan dulu kadar
gula darahnya. Setelah operasi, gula darahnya agak terkontrol dengan
minum obat Gilbenclamide dan Metformin. Namun, akibatnya rasa kebal di
telapak kakinya semakin meluas, sehingga ia sering jalan kaki tanpa alas
kaki.

KEBIASAAN meminum obat itu justru membuat luka kecil membengkak dan
bernanah. Lukanya lantas diobati dengan bubuk dan salep. Obat yang
dipakai tak bisa menyembuhkan hingga akhirnya diputuskan untuk operasi
pemotongan kaki alias amputasi.
Mendengar kalimat amputasi hatinya miris. Untunglah melalui sebuah informasi, sirih
merah bisa menolak amputasi. "Tanpa harus diamputasi, kaki keponakan
saya bisa disembuhkan dengan sirih merah," kata Pak Gulali. Dan, ajaib.
Dua minggu minum kapsul sirih merah kondisi kesehatannya membaik.
"Allah memang menciptakan sesuatu di dunia ini untuk dimanfaatkan.
Kalau Allah menciptakan penyakit, tentu Allah juga menciptakan obatnya.
Karena itu kita tidak boleh putus asa," ungkap Pak Zuhad.
Sebab, dengan menggunakan sirih merah ternyata derita yang dialami keponakan
Pak Gulali bisa diatasi. Sejak mengenal obat tradisional, ia tidak lagi
menggunakan obat-obat kimia. Sebab, obat tradisional ini lebih menjamin.
"Selain sirih merah, penyembuhan keponakan saya itu dikombinasi dengan
virgin coconut oil," sambung Pak Gulali sambil nyeruput teh.
PENGALAMAN lain dialami Desi dari Cilacap. Cerita ini bisa dibaca di dalam buku
Bambang Sudewo tentang Basmi Penyakit dengan Sirih Merah (2005).
Beberapa bulan sebelum melahirkan anak pertamanya, Desi merasakan
nyeri di payudaranya bagian kanan. Tetapi nyeri-nyeri di payudaranya itu
tak dihiraukan dan tak pernah diduganya jika beberapa bulan kemudian di
tempat rasa nyeri itu akan muncul benjolan sebesar ibu jari kaki. "Benjolan
itu seperti daging keras dan muncul secara tiba-tiba dua bulan setelah
melahirkan," jelas Bambang Sudewo. Kondisi yang dialaminya membuat
Desi tak bisa menyusui anaknya dengan baik.
Tersenggol saja sakit. Tidak menyusui, ia merasa dirinya bersalah. Jika anak bayinya
merengek, apa yang harus dilakukan? Akhirnya susu formula sebagai
pengganti air susu ibu. Tetapi, seiring dengan hal itu kekhawatirannya kian
melanda. Neneknya pernah terkena kanker payudara, sekarang dirinya
sendiri mengalami. Akhirnya, ada petunjuk. Suatu hari ibunya bertemu
dengan Bambang Sudewo, lalu menceritakan keadaan anaknya. Lantas
Bambang memberi saran agar mengonsumsi ekstrak sirih merah. Untuk
mengawali pengobatan itu, Bambang mengirim lewat jasa paket. "Dalam
lima hari pertama setelah meminum ekstrak sirih merah, belum ada tandatanda sakitnya berkurang," tutur Bambang.
Namun, setelah sekitar sebulan Bambang sempat bertemu langsung dengan Desi,
diceritakan bahwa benjolan di payudaranya sudah hilang. "Sudah menipis
dan hanya tinggal bekas keriput memerah setengah mengelupas,"
katanya. Dan Desi sudah bisa menggendong anaknya, sudah bisa
menyusui, mata Desi berkaca-kaca ketika bertemu langsung dengan
Bambang Sudewo, sebab tak bisa membayangkan ia bisa sembuh lantaran
menggunakan sirih merah. "Kembali, Tuhan yang memberikan kesembuhan
pada hambaNya. Bila hambaNya tak henti-hentinya memohon, Tuhan pasti
mengabulkan," ungkap Bambang.(Arwan Tuti Artha)-k
SUMBER: Merapi on line.

SIRIH MERAH Ramuan Pusaka Para Raja

Sirih Merah ( Piper crocatum )


Adalah tanaman jenis sirih sirihan yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan
berbagai penyakit
Tanaman ini sudah sejak lama dikenal dilingkungan terbatas Kraton guna dijadikan
bahan obat ampuh untuk Raja Raja dan keluarganya serta para anggota
kraton lainnya,berbagai penyakit kronis banyak disembuhkan dengan
pengobatan Sirih Merah ini
Kini Obat Pusaka para Raja ini dipadu dengan bahan obat herbal lainnya guna
memperkuat daya sembuhnya, telah diproduksi dalam bentuk Ekatrak
Kapsul Sirih Merah oleh seorang akhli yang sangat berpengalaman dan
telah membuktikan sendiri keampuhan daya sembuhnya.Dialah Bapak
Bambang Sudewo.
Dengan penggunaan yang tepat dan teratur Ekstrak Kapsul Sirih Merah Plus ini dapat
menyembuhkan penyakit penyakit kronis antara lain:
= Jantung
= Hepatitis
= Kanker Rahim

= Diabetes
= Ginjal

= Prostat

= Asam Urat .

= Ambeien

= Kanker Payudara

= Keputihan akut = Gurah Vagina = T B C

Dosis Pencegahan...............2 x 2 kapsul perhari


Dosis penyembuhan.............3 x 2 kapsul perhari