Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan

hal

yang tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumber daya


manusia. Keselamatan dan kesehatan kerja tidak saja sangat penting dalam
meningkatkan jaminan social dan kesejahteraan para pekerjanya, tapi juga
berdampak positif atas keberlanjutan produktivitas kerjanya.
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah
satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas
dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat
meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. (Dinkes, 2010).
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu
metode pencegahan kecelakaan kerja, yang digunakan pada saat bekerja,
dimana terdapat dalam waktu singkat dan pada jarak dekat dengan bahan
pencemar dalam konsentrasi yang membahayakan (Sumamur, 1996).
Menurut H.W. Heinrich (1980) yang dikutip oleh Haryono (2007)
mengungkapkan bahwa 80% kecelakaan kerja disebabkan oleh perbuatan
yang tidak aman, sehingga pengendaliannya harus bertitik tolak dari perbuatan
yang tidak aman dalam hal ini adalah perilaku tenaga kerja terhadap
penggunaan APD.

International Labor Organitation (ILO) mengungkapkan bahwa


setiap tahun terjadi 2,2 juta kematian yang disebabkan karena penyakit atau
kecelakaan akibat hubungan tenaga kerjaan. Sekitar 270 juta kasus kecelakaan
kerja dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan tenaga
kerjaan baru setiap tahunnya. Berdasarkan data Jamsostek 2006 kasus
kecelakaan yang menyebabkan luka sebesar 95.624 orang, cacat tubuh 122
orang, cacat sebagian 2.918 orang, meninggal 1.784 orang (Haryono, 2007).
Pengetahuan dalam penggunaan APD pada saat bekerja merupakan
suatu keharusan bagi pekerja dalam melakukan pekerjaan demi menjaga
kesehatan dan keselamatan kerja. Sikap penggunaan APD yang kurang baik
kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti

tingkat

pengetahuan, apabila pekerja tidak mengetahui tentang APD dapat


berpengaruh terhadap perubahan perilaku dan sikap.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yana (2011) di
PLTD Poka menunjukkan bahwa tenaga kerja yang menggunakan APD secara
lengkap sebanyak 13 orang (75,9%), sedangkan yang tidak menggunakan
APD secara lengkap sebanyak 41 orang (24,1%).
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sukarso (2005) pada
penggilingan padi di wilayah kerja puskesmas kedawung II kecamatan
kedawung Kabupaten Sragen pada tenaga kerja yang mempunyai masa kerja
lama 9 tahun diperoleh bahwa 53,1 % tenaga kerja memiliki pengetahuan
kurang mengenai pengertian APD masker, 59,3% tenaga kerja tidak memakai
APD masker selama bekerja di penggilingan padi. Hasil analisa bivariat

menunjukkan adanya pengaruh antara pengetahuan dan sikap terhadap


kedisiplinan pemakaian APD masker.
Sehubungan dengan hal diatas maka perlu diakukan penelitian
yang berjudul Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku
Keselamataan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD) Pada Para Pekerja Industri Pengolahan Tebu Di UD. Sholy Desa
Miri Gambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di bagian latar belakang diatas dapat diketahui
bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku sangaat mempengaruhi akan
keselamatan dan kesehatan kerja dalam penggunaan alat pelindung diri oleh
para pekerja. Adapun pertanyaan penelitian yang akan digunakan dalam
penelitian ini sebagai berikut :
a. Bagaimana tingkat pegetahuan, sikap dan perilaku terhadap pelaksanaan
keselamatan dan kesehatan kerja dalam penggunaan alat pelindung diri
pada pekerja.
b. Apa manfaat pelaksanaan progam keselamatan dan kesehatan kerja
terhadap penggunaan alat pelindung diri pada pekerja.
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1

Tujuan Umum
Untuk mengetahui Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Sikap
dan Perilaku Keselamataan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Para Pekerja Industri

Pengolahan Tebu Di UD. Sholy Desa Miri Gambar Kecamatan


Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.
1.3.2

Tujuan Khusus
a. Menganalisis tingkat pegetahuan, sikap dan perilaku terhadap
pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja dalam penggunaan
alat pelindung diri pada pekerja.
b. Menganalisis manfaat pelaksanaan progam keselamatan dan
kesehatan kerja terhadap penggunaan alat pelindung diri pada
pekerja.

1.4 Manfaat Penelitian


1. Bagi Tenaga Kerja
Dapat memberikan informasi pada para pekerja mengenai keselamatan dan
kesehatan kerja terhadap penggunaan alat pelindung diri.
2. Bagi Tempat Kerja
Dapat menjadikan masukan bagi perusahaan untuk lebih meningkatkan
derajat kesehatan pekerjaa, sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja,
produktifitas dan derajat kesehatan tenaga kerja secara optimal.
3. Bagi Peneliti
Dapat memperdalam dan mengembangkan pengetahuan di bidang
kesehatan dan keselamatan kerja.
4. Bagi Progam Ilmu Keperawatan S1
Dapat menambah kepustakaan yang diharapkan yang bermanfaat untuk
memperdalam dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan peningkatan
progam belajar mengajar.