Anda di halaman 1dari 5

OXYGENASI

O2 diperlukan untuk pembentukan energi yang digunakan untuk aktivitas sel.


Tanpa O2 —- energi didapat melalui glikolisis anaerob.

C6H12O6 (GLUKOSA)

ATP
ADP

G. 6 PHOSPHAT

FRUKTOSA 6 PHOSPAT

GLYCERALDEHID 3P (2)

2Pi
2NAD

3 PHOSPHOGLYCEROL P (2)

2 PHOSPHOGLYCERAT (2)
2 NADH+ 2H

PHOSPHOENOL PYRUVAT (2)

2ADP
2 ATP

PYRUVAT (2)

2 NAD

2 LAKTAT

O2 —- SEL MELALUI 3 TAHAP

1.Ventilasi paru
O2 atm —- alveoli
CO2 alveoli —- atm
Faktor yang mempengaruhi:
Tekanan O2 atm
Jalan nafas
Complience dan recoil
Pusat nafas
2.Difusi gas
O2 alveoli —- kapiler paru
CO2 kapiler —-alveoli
Faktor yang mempengaruhi :
Luas permukaan paru
Tebal membran respirasi
Jumlah hb / erytrosyt
Jumlah kapiler paru yang aktif
Perbedaan tekanan dan konsentrasi
Waktu difusi
Afinitas gas
3.Transportasi gas
O2 kapiler —- sel
Co2 sel —- kapiler

Transport O2
Berikatan dengan h oxyhemoglobin (97%)→
Larut dalam plasma (3%)

Transport CO2
Larut dalam plasma ( 5%)
Berikatan dengan hb
—- carbanominohemoglobin (30%)
* berikatan dengan H2O sebagai Hco3 (65%)

Faktor yang mempengaruhi :


Cardiac output
Kondisi pembuluh darah
Exercise
Hematokrit
Erytrocyt
Hemoglobin

Dampak penurunan supply O2 ke sel

Penurunan supply O2 terjadi oleh karena gangguan :


Ventilasi
Difusi
Transportasi

—- hypoxia —- cyanosis

Tanda dan gejala hypoxia akut :


Nausea
Vomitung
Oliguri/anuria
Headache
Apathes
Dizzines
Irritability
Memory loss
Wajah tampak :
Cemas
Lelah
Ngantuk
Hypoxia kronik
Tampak :
Fatigue
Lethargi
Clubbing finger

Adaptasi tubuh terhadap penurunan o2 :


Peningkatan ventilasi paru
Peningkatan rbc
Peningkatan hct

Faktor yang mempengaruhi oxygenasi


System cardiovascular
System respirasi

1.Environment
Panas —- pembuluh darah perifer dilatasi —- perfusi jaringan meningkat, penguapan
meningkat, resistensi menurun.
—- untuk mempertahankan tekanan darah jantung meningkatkan cardiac output —-
kebutuhan o2 meningkat —- peningkatan heart rate, peningkatan respirasi rate.
Dingin —-pembuluh darah perifer konstriksi —-tekanan darah meningkat.
Altitude dataran tinggi po2 kurang —- resp.rate meningkat, heart rate meningkat.

2.Exercise
Peningkatan exercise /aktivitas —- HR meningkat, RR meningkat.

3.Emosi
Takut, cemas dan marah —- meningkatkan rangsang sympatis —- RR meningkat, HR
meningkat.

4.Gaya hidup
5.Status kesehatan
6.Narkotik

Formula untuk menentukan enfractional inspired O2 (f1o2)


F1o2 = aa do2 + 100
barometer pressure

Aa do2 = alveolar –arterial difference o2


N = < 50 mmhg

Barometric pressure = 760 mmhg


Perkiraan konsentrasi o2 yang diterima
flow rate f1o2
Low flow syst.
Nasal canule 1 l/m 22-24%
2 l/m 24-28%
3 l/m 28-32 %
4 l/m 32-36 %
5 l/m 36-40 %
6 l/m 40-44 %

Partial re-
Breath with 8 l/m 40-50 %
Reservoir 10-12 l/m 60 %
Simple face 5-6 l/m 40 %
Mask 6-7 l/m 50%
7-8 l/m 60 %

High flow syst


Venturi mask 3-8 l/m 24-50%

Campuran
Oxygen tent 4-8 l/m 30-55 %
Oxygen hood 10-12 l/m diukur dg o2
analyzer

Cara mengukur aa do2


1.Berikan O2 100 % selama semenit
2.Ambil sampel darah —- periksa analysa gas darah
3.Ukur suhu ps —- lihat tekanan uap air pada suhu tsb
4.Kurangai tek. Barometric dg tek. Uap air = tek. Co2 + tek.O2 dalam alveoli
5.Diasumsikan : PCO2 alv. = pco2 arteri
6.Hasil pd point 4 dikurangi dg pco2 alv. =po2 alv.
7.Po2 alv. – po2 arteri = aa do2

Monitor adanya shunting dengan formula :


(barometric pressure – water vapor) x inpired o2 – (pco2 x 1,25) = alveolar o2

Alveolar 02 – arterial o2 = shunt, value


Jika 10 / 10 —- shunt is present

Ukuran ett,laryngoscope blade


Dan catheter suction

Usia ett blade cath.suc.


Neonat 3,0 0-1 6f
6 bln 3,5 1 8f
3 thn 4,5 2 8f
5 thn 5,0 2 10f
6 thn 5,5 2 10f
8 thn 6,0 2 10f
12thn 6,5 2 10f
16thn 7,0 3 12f
Dws 7,5-8 3 12f
8,0-8,5 3 14f

Siapkan 1 nomor >/ 2 x 24 jam


2.Latihan batuk efektif
3.Pengisapan lender
4.Pemberian obat bronchodilator

2.Mobilisasi sekresi paru


1.Hidrasi
2.Humidifikasi :
Inhalasi uap panas
Nebulasi
3.Physiotherapy dada dan postural drainage

MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN BERKEMBANGNYA PARU

1.Mengatur posisi —- semi fowler / fowler


2.Latihan nafas dalam
a.Nafas dalam dan batuk
b.Pursed lips breathing
c.Pernafasan diafragma / abdomen

3.Pemasangan chest tube dan chest drainage


4.Pemasangan ventilasi mekanik
Therapy oksigen→Mengurangi / mengoreksi hypoxia dan kompensasi tubuh akibat
hypoxia
Tranfusi darah→Meningkatkan transportasi gas & adekuat diet
Spesifik tergantung faktor penyebab→Meningkatkan cardiac output