Anda di halaman 1dari 9

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos. and Friends BAB I
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos. and Friends BAB I

By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos. and Friends

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan manusia tidak lepas dari factor ekstern dan intern yang

mempengaruhinya. Seperti yang kita ketahui bahwa factor intern yang sering

dipelajari adalah gen dalam tubuh manusia, dan faktorn ekstern adalah

lingkungan

fisik

maupun

social

budaya

di

sekitar

tempat

tumbuh

kembangnya. Yang akan kami ungkapkan disini adalah factor-faktor ekstern

yang mempengaruhi taha[p tumbuh kembang masyarakat dusun Kliyur, desa

Dayakan, Kecamatan badegan, Kabupaten Ponorogo.

Kondisi tanah yang kering dan tandus, membuat lahan pertanian

hanya bias ditanami dua kali dalam setahun. Ditambah lagi dengan lokasi

dusun yang cukup jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Distribusi makanan dan

mobilitas

masyarakat

dari

luar

sangatlah

kurang.

Hal

ini

disebabkan

sedikitnya angklutan yang melewati daerah tersebut.

Distribusi bahan pangan yang kurang dan lokasi yang jauh dari

sumber-sumber kebutuhan membuat mereka sedikit mengalami kekurangan

bahan

makanan

yang

bergizi,

sedangkan

lahan

mereka

sendiri

hanya

menghasilkan jagung dan ketela pohon. Sedangkan untuk konsumsi lauk

pauk mereka hanya mengkonsumsi tahu dan tempe, untuk mendapatkan

ikan atau daging harus berjalan jauh dan harga yang tidak terjangkau oleh

kebanyakan dari mereka.

1

untuk mendapatkan ikan atau daging harus berjalan jauh dan harga yang tidak terjangkau oleh kebanyakan dari

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Karena idealnya dalam makanan kita tidak hanya terkandung
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Karena idealnya dalam makanan kita tidak hanya terkandung

Karena

idealnya

dalam

makanan

kita

tidak

hanya

terkandung

karbohidrat dan vitamin, namun juga protein dan lemak hewani dan kalsium

sehingga pertumbuhan badan bias optimal.

Berdasarkan data yang kami dapat pada penelitian kami di dusun

Kliyur, Desa Dayakan, kecamatan Badegan, kabupaten Ponorogo. Rata-rata

tumbuh kembang berada di bawah standart ECHS 1 .

!.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan apa yang kami utarakan diatas, maka rumusan masalah yang

muncul adalah:

Factor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi tumbuh kembang masyarakat

dusun Kliyur, desa Dayakan, kecamatan Badegan, kabupaten Ponorogo?

1.3 Tujuan Penelitian

Meneliti Factor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi tumbuh kembang

masyarakat dusun Kliyur, desa Dayakan, kecamatan Badegan, kabupaten

Ponorogo

1.4 Kerangka Teori

Pengertian Gizi buruk

Gizi buruk adalah salah satu masalah gizi akibat konsumsi makanan

yang tidak cukup mengandung energi dan protein serta karena adanya

gangguan kesehatan.

Gizi buruk dapat diketahui dan ditentukan dengan mengukur status

gizi anak atau orang yang menderita gizi buruk.

Jenis masalah gizi ini

1 Standart International yang ditetapkan untuk menjadi indicator tumbuh kembang manusia

2

buruk. Jenis masalah gizi ini 1 Standart International yang ditetapkan untuk menjadi indicator tumbuh kembang manusia

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo banyak dijumpai di negara-negara miskin, bisa diderita oleh
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo banyak dijumpai di negara-negara miskin, bisa diderita oleh

banyak dijumpai di negara-negara miskin, bisa diderita oleh orang dewasa

terutama wanita maupun anak-anak.

Sejak sebelum merdeka sampai sekitar tahun 1960-an, masalah gizi

buruk merupakan masalah besar di Indonesia.

Saat ini masalah gizi buruk

pada orang dewasa tidak lagi sebesar masa lalu, kecuali pada wanita

terutama di daerah-daerah miskin. Namun pada anak-anak, khususnya anak

dibawah usia lima tahun (balita), sampai sekarang (tahun 2000), gizi buruk

masih merupakan masalah yang memprihatinkan.

Pada

orang

dewasa

memperkenalkan

istilah gizi buruk

Organisasi

Kesehatan

Dunia/WHO

tergantung pada jenis penyebabnya;

apabila penyebabnya akibat kurang energi yang lebih menonjol daripada

kurang protein maka dipakai istilah KEK (Kurang Energi Kronik). Untuk

keperluan di klinik WHO menggunakan istilah Wasting atau “berat badan

rendah”

menurut

tinggi

badan

karena

kelaparan

dan

penderita

dalam

keadaan sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Bila gejala terdapat gejala

pembengkakan karena timbunan cairan tubuh (Oedeem) disebagian badan

terutama

kaki, perut dan muka penderita tidak hanya menderita kurang

energi tetapi juga kurang protein. Keadaan ini dimasyarakat dikenal sebagai

penderita ”busung lapar” atau HO (Honger oedeem).

Busung lapar yang terjadi pada orang dewasa timbul akibat kelaparan

karena dimasyarakat terjadi kekurangan pangan akibat bencana alam seperti

kemarau

panjang

atau

karena

perang.

Pada

masa

paceklik

banyak

penduduk yang kelaparan. Penduduk yang biasanya makan nasi sebagai

makanan pokok, pada masa paceklik terpaksa harus mencampur atau

menggantinya dengan ubi kayu atau umbi-umbian lainnya.

3

makanan pokok, pada masa paceklik terpaksa harus mencampur atau menggantinya dengan ubi kayu atau umbi-umbian lainnya.

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Selain karena bencana alam, Gizi buruk pada orang dewasa
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Selain karena bencana alam, Gizi buruk pada orang dewasa

Selain karena bencana alam, Gizi buruk pada orang dewasa erat

kaitannya dengan masalah kemiskinan.

Angka gizi buruk pada orang

dewasa umumnya meningkat pada saat ekonomi masyarakat terpuruk, dan

menurun bila keadaan ekonomi membaik.

anak balita.

Hal ini tidak selalu terjadi pada

Gizi buruk pada anak balita sangat berbeda sifatnya dengan gizi buruk

pada orang dewasa.

Pertama gizi buruk balita tidak mudah dikenali oleh

pemerintah atau masyarakat bahkan oleh keluarga.

Artinya, andaikata di

suatu desa terdapat sejumlah anak yang menderita gizi buruk tidak segera

menjadi perhatian karena anak kadang tidak tampak sakit. Kedua, terjadinya

bencana gizi buruk anak tidak selalu didahului oleh terjadinya bencana

kurang pangan dan kelaparan seperti halnya pada orang dewasa.

Artinya

pada keadaan pangan di pasar berlimpah pun masih mungkin anak terjadi

kausus gizi buruk. Ketiga, oleh karena faktor penyebab timbulnya gizi buruk

pada

anak

balita

lebih

komplek,

maka

upaya

penanggulangannya

memerlukan pendekatan dari berbagai segi kehidupan anak , misalnya tidak

cukup

memperbaiki

segi

makanannya

namun

perlu

juga

diperbaiki

lingkungan hidup seperti pola pengasuhan, pendidikan ibu, air bersih dan

kesehatan lingkungan, mutu pelayanan kesehatan.

Keempat, pencegahan

dan penanggulangan balita yang menderita gizi buruk memerlukan partisipasi

aktif orang tua dan masyarakat setempat. Sedangkan pencegahan dan

penanggulangan gizi buruk deasa lebih banyak tergantung pada upaya

perbaikan ekonomi keluarga, misalnya dengan memberikan lapangan kerja

dan meningkatkan daya belinya.

4

pada upaya perbaikan ekonomi keluarga, misalnya dengan memberikan lapangan kerja dan meningkatkan daya belinya. 4

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Penentuan status Gizi Ada beberapa cara mengukur
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Penentuan status Gizi Ada beberapa cara mengukur

Penentuan status Gizi

Ada

beberapa

cara

mengukur

status

gizi

anak,

yaitu

dengan

pengukuran

antropometrik,

klinik

dan

laboratorik.

Diantara

ketiganya,

pengukuran antropometrik adalah yang relatif paling sederhana dan banyak

dilakukan.

Pengukuran klinik biasanya dilakukan oleh dokter di klinik untuk

melihat adanya kelainan-kelainan organ tubuh akibat gizi buruk, misalnya

adanya pembengkakan

(oedeem), perubahan warna dan sifat rambut,

kelainan kulit dan sebagainya.

Sedang pengukuran laboratorik dilakukan

pemeriksaan darah dan urine, untuk mengetahuiadanya kelainan kimiawai

darah dan urine akibat gizi buruk.

Adakalanya ketiga pengukuran dilakukan

untuk saling meyakinkan hasil pengukuran yang satu dengan pengukuran

yang lain

Di masyarakat pengukuran yang dilaksanakan menggunakan metode

antropometri, dengan melakukan pengukuran berat badan dibandingkan

umur anak.

Dari pengukuran antropometri yang membandingkan antara BB/U,

dapat diketahui status gizi anak, yang dibedakan menjadi:

1. Status Gizi lebih

2. Status Gizi Baik

3. Status Gizi kurang

4. Status Gizi Buruk

Untuk pemantauan di Posyandu dengan menggunakan KMS, dapat

dilihat

garis

pertumbuhannya

jika

bulan

lalu

juga

ditimbang.

Dengan

membandingkan berat badan bulan ini. Bagaimana cara menilai status

pertumbuhan anak?

5

Penilaian disini tidak hanya berdasarkan asal berat

badan bulan ini. Bagaimana cara menilai status pertumbuhan anak? 5 Penilaian disini tidak hanya berdasarkan asal

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo badan naik, namun dengan melihat garis pertumbuhan anak
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo badan naik, namun dengan melihat garis pertumbuhan anak

badan naik, namun dengan melihat garis pertumbuhan anak dalam grafik

KMS;

a. Anak yang naik berat badannya (N)

Garis pertumbuhan naik mengikuti salah satu pita warna

Garis Pertumbuhan naik dan pindah ke pita warna

diatasnya

Seperti dapat diamati pada gambar 1.

1
1
2
2

Gambar 1.

Garis pertumbuhan yang menyatakan berat badannya naik (N)

b. Anak yang tidak naik berat badannya (T)

Garis pertumbuhan menurun, atau lebih rendah dari bulan lalu

Garis pertumbuhan mendatar, atau sama dengan bulan lalu

Garis pertumbuhan naik, tetapi pindah ke pita warna

6

dibawahnya

pertumbuhan mendatar, atau sama dengan bulan lalu  Garis pertumbuhan naik, tetapi pindah ke pita warna

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo 3 4 5 c. Anak BGM ; anak yang
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo 3 4 5 c. Anak BGM ; anak yang
3
3
4
4
5
5

c. Anak

BGM

;

anak yang hasil

penimbangannya

pada

garis

pertumbuhan dibawah garis merah

Apa yang perlu dilakukan, jika diketemukan anak pada garis

pertumbuhan ini ?

b a
b
a

a. Anak MENJADI BGM

b. BGM yang T

*) Harus dirujuk ke Puskesmas/RS untuk dieriksa dan mempe- roleh perawatan

Dan

pertumbuhan

membawa

putranya

ke

7

Dan pertumbuhan membawa putranya ke 7 Anak PERTAMA KALI ditimbang dan BGM *) Harus dirujuk ke
Dan pertumbuhan membawa putranya ke 7 Anak PERTAMA KALI ditimbang dan BGM *) Harus dirujuk ke

Anak PERTAMA KALI ditimbang dan BGM *) Harus dirujuk ke Pus- kesmas utk konfirma- si apakah anak GIZI BURUK atau TIDAK *) Harus dirujuk ke Puskesmas/RS untuk diperiksa dan mempe-

anak

roleh perawatan

hanya

bisa

posyandu,

pusat

dipantau

apabila

ibu

rajin

pelayanan

kesehatan

untuk

anak roleh perawatan hanya bisa posyandu, pusat dipantau apabila ibu rajin pelayanan kesehatan untuk

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo dilakukan penimbangan dan pemeriksaan rutin, karena tujuan
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo dilakukan penimbangan dan pemeriksaan rutin, karena tujuan

dilakukan

penimbangan

dan

pemeriksaan

rutin,

karena

tujuan

dari

pemantauan pertumbuhan :

a. Mengetahui status pertumbuhan individu balita dari waktu ke waktu

secara teratur

b. Mengetahui secara lebih dini (awal) terjadinya gangguan pertumbuhan

pada individu balita

c. Memberikan tindakan penanggulangan (intervensi) segera pada anak

yang mengalami gangguan pertumbuhan agar dapat dikembalikan ke

jalur pertumbuhan normalnya

d. Memberikan

konseling

pada

ibu

/

pengasuh

anak

dalam

upaya

mempertahankan atau meningkatkan keadaan gizi dan kesehatan

anak

Sehingga anak akan terhindar atau dapat diketahui sedini mungkin

apabila terjagi gizi buruk.

Efek endogami lokal

Di polandia Wolanski, Jarosz dan Pyzuk (1970 kutipan Schwidetzky 1971)

meneliti anak berumur 4, 8 dan 16 tahun menurut tempat lahir orang tua.

Mereka menentukan adanya korelasi positif yang cukup tinggi antara jarak

tempat kelahiran orang tua Dan tinggi badan, lingkar dada serta berat badan

anak, padahal korelasi antara orang tua tidak berbeda meononjol dalam

ukuran ini. Hasil serupa didapati oleh Furusho (1965

kutipan Schwidetzky

1971) di Jepang utnuk tinggi badan. Dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa

penambahan

gen-gen

baru

menguntungkannya.

ke

dalam

gene

pool

populasi

sangat

Di Prancis ditemukan bahwa tinggi badan pemuda dari daerah yang terisolasi

(lembah dengan kurang komunikasi) jauh di bawah rata-rata seluruh negeri.

8

badan pemuda dari daerah yang terisolasi (lembah dengan kurang komunikasi) jauh di bawah rata-rata seluruh negeri.

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Masyarakat Dusun Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo

Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Pada waktu dibuka sarana komunikasi, makin banyak orang
Kliyur, Desa dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo Pada waktu dibuka sarana komunikasi, makin banyak orang

Pada waktu dibuka sarana komunikasi, makin banyak orang menikah dengan

jodoh dari luar populasi sendiri, lantas tinnggi badan anak mereka naik

(Schwidetzky 1971)

Dari penelitian di berbagai negara (Brazil, Prancis, Swiss) diketahui bahwa

jumlah perkawinan endogami- baik kerabat maupun lokal-turun, pada waktu

isolat dibuka dengan kemudahan komunikasi/ tansportasi. Dari penelitian

yang sama diketahui juga bahwa endogami jauh lebih sering terjadi di desa

daripada di kota. Di Mallorca dan di kepulauan Baleares, Spaniol, jumlah

endogami bertambah dari pantai ke arah pedalaman pulau (Scwidetzky

1971). Dari situ dapat ditarik kesimpulan, betapa pentingnya komunikasi

dalam perbaikan gene pool populasi.

9

(Scwidetzky 1971). Dari situ dapat ditarik kesimpulan, betapa pentingnya komunikasi dalam perbaikan gene pool populasi. 9