Anda di halaman 1dari 4

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

No. : 0737/HR/AWI-BC/X/2014

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (Perjanjian) ini dibuat di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 31
bulan Oktober tahun 2014, oleh dan antara :
I

Nama
Jabatan

: Ratu Fitri Zainab


: Human Resources Manager

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Akasha Wira Internasional, Tbk. yang berkedudukan
di Perkantoran Hijau Arkadia Tower C Lantai 15, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88 Jakarta Selatan 12520,
selanjutnya disebut Pihak Pertama.
II

Nama
Tempat/Tgl. Lahir
Alamat

: Devi Dalmawati
: Palembang, 21 Mei 1987
: Jl. Sentot Ali Basyah RT. 07 RW. 03 Kecamatan Jambi Timur,
Kelurahan Payo Selincah, Jambi

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri, selanjutnya disebut Pihak Kedua.
Pertama-tama Para Pihak menerangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa untuk melaksanakan tugas sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) di atas,
Pihak Pertama membutuhkan Pekerja Waktu Tertentu.
2. Bahwa Pihak Kedua mampu dan bersedia bekerja pada Pihak Pertama untuk melaksanakan
tugas tersebut.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Para Pihak sepakat untuk membuat dan menandatangani
Perjanjian ini, di mana Pihak Pertama memberi pekerjaan kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua
menerima pekerjaan dari Pihak Pertama, untuk melakukan pekerjaan di Perusahaan Pihak Pertama,
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1
Status, Tempat Kerja dan Tugas
1. Status Pihak Kedua adalah Pekerja Waktu Tertentu yang ditugaskan sebagai BC - BEST Reguler
Consumer.
2. Kota Jambi ditetapkan sebagai tempat penerimaan Pihak Kedua karena itu ditegaskan disini bahwa
Jambi ditentukan sebagai tempat domisili Pihak Kedua.
3. Dalam pelaksanaan tugas pada Pihak Pertama, Pihak Kedua dapat dipindahkan ke daerah operasi
atau bagian lain sesuai dengan kebutuhan Pihak Pertama. Dan dalam melaksanakan tugas tersebut

Halaman 1 dari 4

Pihak Kedua harus mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan berdasarkan pada
pedoman kerja serta norma-norma tingkah laku yang ditetapkan oleh Pihak Pertama.

Pasal 2
Jangka Waktu
1. Perjanjian Kerja ini berlangsung selama 12 ( dua belas ) bulan, yaitu terhitung efektif sejak
tanggal 1 November 2014 sampai dengan 31 Oktober 2015.
2. Apabila pada saat berakhirnya Perjanjian ini ternyata tugas Pihak Pertama belum selesai, maka
atas kesepakatan Para Pihak, Perjanjian ini dapat diperpanjang.

Pasal 3
Upah
1. Pihak Kedua diberikan hak-hak oleh Pihak Pertama :
a) Upah Pokok

b) Tunjangan

: Rp. 1.502.300, - gross (penghitungan menggunakan


sistem harian sesuai dengan jumlah kehadiran/no work
no pay)
: - Incentive sesuai dengan penjualan

2. Jamsostek sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.


3. Pajak pendapatan Pihak kedua akan dipotongkan secara langsung oleh Pihak Pertama.
4. Apabila jangka waktu yang diperjanjikan berakhir, hubungan kerja antara Pihak Pertama dengan
Pihak Kedua putus demi hukum dan tanpa adanya kewajiban bagi Pihak Pertama untuk memberi
uang pesangon dan/atau pemberian lain kepada Pihak Kedua.

Pasal 4
Waktu Kerja dan Tata Tertib
1.

Hari kerja adalah 6 (enam) hari dan jam kerja yang ditetapkan adalah 40 (empat puluh) jam per
minggu dan sewaktuwaktu dapat berubah sesuai dengan peraturan perusahaan dan/atau
perjanjian yang berlaku.

2.

Tata tertib, peraturan disiplin serta ketentuan lainnya diatur sesuai dengan ketentuan Petunjuk
Perilaku Bisnis serta Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan yang berlaku (Petunjuk
Perilaku Bisnis serta Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan yang berlaku tersebut
selanjutnya secara bersama-sama disebut Perjanjian Kerja) .

3.

Selama Jangka Waktu Perjanjian, Pihak Kedua wajib mentaati seluruh ketentuan mengenai tata
tertib, kedisiplinan dan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya, termasuk mentaati
segala perintah yang layak dari Pihak Pertama atau atasannya, sesuai yang tercantum dalam
Perjanjian Kerja.

Halaman 2 dari 4

4.

Tindakan pelanggaran disiplin akan dikenakan kepada Pihak Kedua oleh Pihak Pertama apabila
Pihak Kedua melanggar ketentuan dalam Perjanian Kerja.

5.

Tindakan disiplin dapat dilakukan dalam bentuk teguran lisan, tertulis (dengan melalui surat
peringatan), skorsing ataupun pemutusan hubungan kerja.

Pasal 5
Pemutusan Hubungan Kerja
Dengan mengindahkan Ketentuan Peraturan dan Perundang-undangan Ketenagakerjaan, Pihak
Pertama berhak memutuskan Perjanjian ini, walaupun waktu yang diperjanjikan sebagaimana diatur
dalam Pasal 2 belum berakhir, dengan terjadinya salah satu dari peristiwa-peristiwa sebagaimana
berikut:
a. Melakukan penipuan, pencurian dan penggelapan barang dan/atau uang milik perusahaan.
b. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan.
c. Mabuk, meminum minuman keras yang memabukan, memakai dan/atau mengedarkan
narkotika, psikotropika, dan adiktif lainnya di lingkungan kerja.
d. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja.
e. Menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja atau pengusaha
di lingkungan kerja
f.

Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan

g. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang
milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
h. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha dalam keadaan
bahaya di tempat kerja.
i.

Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya di rahasiakan kecuali


untuk kepentingan negara

j.

Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam pidana penjara 5


(lima) tahun atau lebih.

k. Menggunakan aset perusahaan dimana dia bekerja untuk kepentingan perusahaan lain
l.

Pihak Kedua tidak memenuhi target pekerjaan sebagaimana ditetapkan oleh Pihak Pertama
dalam Pasal 4

m. Pihak Kedua menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari pihak ketiga, yang dapat
mempengaruhi atau diduga dapat mempengaruhi obyektivitas dalam pekerjaan.

Halaman 3 dari 4

Apabila terjadi hal sebagaimana disebut dalam butir di atas Pasal ini, maka atas penghentian
Perjanjian lebih awal tersebut Pihak Pertama tidak berkewajiban untuk memberikan uang pesangon
atau ganti kerugian dan atau yang sejenis dengan itu kepada Pihak Kedua.
Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang
ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1) UU Ketenakerjaan Thn 2003, pihak yang
mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah
pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja, Kecuali untuk
pengakhiran perjanjian berdasarkan pasal 5 ayat c.

Pasal 6
Penutup
Hal-hal yang belum dan atau tidak cukup diatur dalam Perjanjian ini akan diatur lebih lanjut dengan
Keputusan Pihak Pertama sesuai dengan Ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.
Demikian Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak tanpa ada paksaan dari Pihak
manapun dan oleh karenanya mengikat bagi Para Pihak untuk dilaksanakan.

Pihak Pertama

Pihak Kedua

PT. Akasha Wira International, Tbk.

Ratu Fitri Zainab


Human Resources Manager

Devi Dalmawati

Halaman 4 dari 4