Anda di halaman 1dari 4

Human Evolution Chain

By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos.

Miocene Sahelanthropus Tchadensis (7-6 jt th Y.L.)


(24 jt – 5 jt Thn. Y.L.)

Orrorin Tugenensis (6 jt th Y.L.)

Pliocene Australopithecus Ramidus…….5-4 jt th Y.L.

Australopithecus Anamensis…..4 jt. Thn. Y.L.


( 5 jt – 1,6 jt thn. Y.l. )
Australopithecus Afarensis…….3,9-3 jt. Thn. Y.L.

Australopithecus Africanus…….3,3-2,5 jt Thn. Y.L.

Kenyanthropus Platyops……….3,5 jt Thn. Y.L.

Australopithecus Garhi………..3-2 jt Thn. Y.L.

Australophitecus Aethiopicus….2,7 jt Thn. Y.L.

Australopithecus Boisei………..2,3 jt – 1,4 jt Thn. Y.L.

Homo Habilis…………………..1,9 – 1,6 jt Thn. Y.L.

Homo Rudolfensis……………..1,9 jt Thn. Y.L.

Homo Ergaster…………………2 jt Thn. Y.L.

Homo Erectus………………….!,8 – 1,5 Jt Thn. Y.L.

Pleistocene Australopithecus Robustus…….1,5 jt Thn. Y.L.


( 1,6 jt – 12.000 th. Y.L.)
Homo Heidelbergenensis……….500.000 Thn. Y.L.

Homo Neanderthal………………200.000 – 28.000 Thn. Y.L.

Homo Sapiens…………………..195.000 Thn Y.L.

Human Evolution
Profile Manusia Purba

Australopithecus Afarensis : Hidup berkelompok dan mempunyai ketergantungan pada


satu pemimpin, perkawinannya ditengarai masih berbentuk promiskuitas, kekuatan pemimpinlah
yang menyatukan mereka. Walaupun sudah bisa berjalan dengan menggunakan kedua kakinya
(bipedal), namun mereka masih suka menghabiskan waktu di atas pohon.

Australopithecus Boisei : Hidup berkelompok, punya ketergantungan pada satu


pemimpin utama, pemakan sejenis rayap dan tumbuh-tumbuhan seperti contohnya akar bambu.
Mempunyai 4 gigi molar dengan ukuran yang 4 kali lebih besar dari ukuran molar manusia
modern.

Homo Habilis : Pemakan daging dan sumsum tulang dari hewan,


pemimpin paing dominan, hidup berkelompok dan berburu untuk mendapatkan makanan, lebih
keras dalam berpikir memecahkan misteri alam seperti contohnya bagaimana mereka membuka
suatu tulang untuk mendapatkan sumsumnya, mereka harus memecah tulang tersebut dengan
benda yang strukturnya lebih keras daripada tulang hewan. Akhirnya mereka membuat alat batu
yang pertama kali secara kasar yang ditengrai digunakan untuk memecah tulang belulang hewan.
Selalu mengutamakan kerjasama kelompok dalam berburu makanan. Lebih mudah untuk
beraptasi menghadapi perubahan iklim, dan kemungkinan besar survive berkembang biak
daripada jenis manusia kera lain yang hidup bersamaan dengannya, karena mereka mampu
memakan apa saja yang ditemukan. Maka para ilmuwan menjuluki mereka dengan julukan si
pemakan sampah.

Homo Ergaster : Hidup berkelompok dengan satu pemimpin, struktur


tubuh tanpa bulu di sekujur tubuh, lebih adaptif terhadap cuaca panas dengan mengeluarkan
banyak keringat., otaknya 2 /3 dari besar otak manusia modern, sehingga pikirannya lebih maju
dari manusia purba sebelumnya. Homo Ergaster yang pertama kali mengeluarkan suara-suara
(lebih ke arah suara manusia) dalam berkomunikasi satu sama lain, yang menjadi embrio bahasa
manusia. Sudah dapat melihat dan mengukur apa yang terjadi dari gejala alam seperti contohnya,
awan yang kelabu (mendung) menandakan sebentar lagi akan turun hujan. Menciptakan kapak
batu untuk pertama kalinya dan menjadi alat tercanggih di dunia pada waktu itu. Hidup
berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pola perkawinan sudah mulai monogami.
Spesies yang pertama kali keluar dari benua Afrika, menuju ke benua lain.

Homo Erectus : Masih menggunakan kapak batu seperti H.


Ergaster, homo Erectus yang ditemukan di daerah Asia menggunakan semacam tombak bambu
sebagai senjata. Mereka pemakan segala daging. Hidup berkelompok dengan tubuh yang tanpa
ditumbuhi bulu. Mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia. Mengenal api

Homo Heidelbergensis : hidup berkelompok, berpindah-pindah, mulai mengenal


pengibatan dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Membuat tombak sebagai senjata untuk
memertahankan diri dan berburu dari kayu yang ujungnya dilancipkan. Mengnal api untuk
membakar makanan dan menghangatkan tubuh. Pemggunaan bahasa manusia rutin.

Homo Neanderthal : Sudah mengenal tradisi penguburan mayat, mengenal


pakaian yang terbuat dari kulit hewan sebagai bagian dari adaptasi dari cuaca dingin. Membuat
tombak yang mata tomaknya terbuat dari batu yang lancipkan. Pemakan daging, hidup
berkelompok dengan satu pemimpin. Menggunakan api untuk membakar makanan dan
menghangatkan badan. Biasanya hidup di goa-goa. Penggunaan bahasa manusia sudah rutin
dipakai.

Homo Sapiens : manusia modern yang struktur fisiknya berbeda


dengan manusia-manusia pendahulunya, struktur kelompoknya lebih jelas, mobilitasnya akan
semakin merata ke seluruh penjuru dunia. Mengenal api untuk segala jenis penggunaan. Lebih
bisa menganalisa alam dengan kapasitas otak yang lebih besar dan modern. Lebih bisa mengolah
makanan. Penggunaan bahasa semakin sempurna dan terbentuk yang baku atau tiodak baku.

Sumber:
BBC : Walking With Cavemen
Ensiklopedia Encarta Premium
Tugas M.K. Antropogenese

Human Evolution Chain


Oleh:
Darundiyo Pandupitoyo 070417391

Jurusan Antropologi Sosial


Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Airlangga