Anda di halaman 1dari 19

Dewi Kurniasti

Umi Nadhiro
Ihda Thoyyibah
Randi C.D.P
Irfan Muzakki
Nailul Muthiati
Lita Anggraeni
Anggi Setiya Aji
Kristian Widi
Shabrina Dimas

141211132009
141211132133
141211132129
141211132122
141211132011
141211133024
141211132029
141211132022
141211132004
141211133091

DEFINISI

RUMUS
STRUKTUR

GEJALA

EFEK / DAMPAK

CARA MENGATASI

c
Ciguatoxin merupakan toxin
yang ditemukan
pada beberapa jenis ikan yang hidup berasosiasi
dengan terumbu karang di daerah tropik dan
subtropik.

Penyakit atau keracunan yang disebabkan oleh


ciguatoxin disebut ciguatera.
Pada umumnya ciguatera tidak merupakan
penyakit yang fatal. Keracunan timbul karena
memakan ikan-ikan tersebut (Colwell. 1986).

Tim peneliti Jepang Dr. Yasumoto menemukan


ciguatoksin pada dinoflagelata motil fotosintesis yang
disebut Diplopsalis. Organisme tersebut kemudian
diberi nama Gambierdiscus toxicus setelah
penemuan awalnya di pulau Gambier di Polonesia,
Prancis.
Selain berasal dari Gambierdiscus toxicus. Toksin Cigutera
juga ditemukan pada Ostreopsis lenticularis, O. siamensis,
Prorocentrum lima, P. concavum, P. mexicanum,
Amphidinium carterae, dan A. klebsii, yang dapat tumbuh
pada berbagai spesies makroalga merah, coklat, dan hijau
(Widiarti, 2012). Yang hidup menempel pada makroalga.

PENYEBARAN CIGUATOXIN PADA MANUSIA

Gambar di mikroskop
elektron

Ciguatoxin dapat
menembus selaput lendir
dan kulit

Dapat ditularkan pada


bayi melalui ASI

Racun Ciguatera disimpan dalam sel ciguatoxin, pada tubuh


manusia disimpan dalam sel lemak dan protein
Gejala terkena racun ciguatoxin:
1. Mual
2. Muntah
3. Diare
4. kram pada perut
5. sakit kepala (Neurologis) termasuk kelelahan
6. Vertigo
7. pingsan
8. mengalami rasa gatal
9. nyeri pada sendi
10. nyeri otot
11. Berkeringat
12. dan nyeri buang air kecil

Kardiovaskular

Tekanan darah semakin


menurun

Pembalikan Suhu

Kelumpuhan otot dan


kesulitan bernapas

Audio visual dan


halusinasi

Kejang- kejang hingga


mati rasa

Kematian

Menghindari mengkonsumsi ikan


pemangsa yang tergolong karang
dan memiliki risiko yang tinggi.
2. Hindari makan ikan karang berat
secara berlebihan, terutama jangan
makan jeroan ikan, kepala, kulit, dan
ovarium.
1.

Cara mengatasi:
A. Hyperosmotic manitol infusions, dapat
mengurangi edema sel Schwann yang
merupakan fitur dari ciguatera akut.
Diberikan dalam waktu 48 jam dari
timbulnya gejala.

Dosis manitol yang dianjurkan adalah 10


ml / kg larutan standar 20%, infus
perlahan selama tidak kurang dari 30-45
menit.
Kemudian berikan dosis tersebut pada
waktu 3-4 jam
Dst.

Larutan standar 20% manitol kompetitif


dapat memblokir saluran natrium
terbuka, meredakan gejala sistem saraf,
berdasarkan pada kebutuhan untuk
membuat volume dapat digunakan dan
akan digunakan pada awal penyakit
dalam waktu 24 jam

B. Menggunakan ekstrak tanaman


(dalam penelitian)
Roine,et.al., (2009) melakukan melaporkan
penelitian tentang ekstraksi 28 tanaman yang
diasumsikan dapat menjadi kandidat sebgai
bahan pengobatan untuk CFP. Diantara 28
tanaman tersebut,
Euphorbia hirta (Euphorbiaceae)
Syzygium malaccense (Myrtaceae)
Schinus terebenthifolius (Anacardiaceae)
Punica granatum (Punicaceae)
manghas Cerbera (Apocynaceae)
Vitex trifolia (Labiateae)
Ximenia americana (Olacaceae)