Anda di halaman 1dari 13

ISOLASI TERNAK

SAKIT
oleh
DRH E.NIA S, MP

TEORY FUNGSIONAL
Isolasi
merupakan langkah
pengawasan penyakit menular , sebelum
menyebar kepada hewan yang sehat
dengan cara memisahkan hewan sakit
dengan yang sehat
Tujuan
untuk menghindari
penyebarluasan suatu penyakit dari daerah
tertular ke daerah terancam

KUMPULAN TERNAK

Seleksi
HEWAN SEHAT

OBATI

HEWAN TERSANGKA
SAKIT

ISOLASI PADA KANDANG


KHUSUS

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM


MELAKUKAN ISOLASI PADA TERNAK

Penyebab hewan Sakit


Sifat Perjalanan Penyakit
Tingkat morbitan dan mortalitas
Sifat penyebaran penyakit
Gejala klinis dan masa incubasi penyakit
Pengamatan dan diagnosa
Sejarah Penyakit

Hal Hal yang perlu


diperhatikan dalam Isolasi
BIOSECURYTI
( Ruangan )
BIOSAFETI
( Personil )

BIOSECURITAS
( Evalusi )

Biosecuritas Konseptual

Biosecuritas Struktural

Biosecuritas Operasional

Pelaksanaan Isolasi dilakukan


pendekatan
BIOSECURITY ( Ruangan Isolasi )
- Terpisah, terbuat dari bahan yang aman
bagi ternak
- Aman dari gangguan rodensia,insekta
- Tersedia desinfektan pada pintu masuk
kandang isolasi
- Tidak boleh keluar masuk kandang isolasi
selain petugas
- Setiap pemberian obat harus dicatat gbaik dosis maupun
waktu
pemberian
- Kesehatan lingkukan terkendali
- Pada kandang isolasi sebaiknya ternak harus seumur

Biosafety ( Personil )
- Sehat Jasmani dan Rohani
- Lakukan Vaksinasi pada
Penyakit tertentu
- Selalu mencuci tangan
dengan desinfektan sebelum
dan sesudah menangani
hewan sakit
- Gunakan pakaian khusus, sarung
tangan dan masker

Biosecuritas Struktural
Pengamanan Areal Peternakan ( Harus dipagar)
Ketersediaan Air , harus bebas dari bakteri
patogenik
Fasilitas harus teredia Seperti Kantor, gudang
Pakan , kamar mandi, dan Peralatan kandang
Tersedia instalasi untuk tempat pembuangan
/pembakaran hewan yang mati
Kandang harus aman dari gangguan binatang buas
Peralatan sehabis dipakai harus selalu dibersihkan

Biosecuritas Konseptual
Meliputi :

Perencanaan kawasan peternakan


Penentuan lokasi Kandang
Akses Tranportasi
Areal Peternakan harus bebas dari penyakit
menular dan jauh dari lingkungan pemukiman

Biosekuritas meliputi :
1. Biosecurytas Konseptual meliputi :
- penentuan lokasi peternakan
- lokasi keluar masuk peternakan
- jarak tempuh ke lokasi pemasaran
- keadaan topograpi
- keadaan lingkungan disekitarnya
- Sumber permodalan

Biosecurytas Operasional

Petunjuk operasional tentang prosedur rutin yang


harus dilaksanakan dalam suatu peternakan
Prosedur standar pekerjaan yang harus diarahkan
pada aspek-aspek khusus operasional meliputi :
- Dekontaminasi / deasinfeksi meliputi :
- prosedur khusus keluar masuk kandang
- pengawasan penyakit
- prosedur
penyimpanan,pencampuran,pemberian
obat /vaksin yang aman .
Penangan pasca panen

Pencegahan terhadap ternak


Sehat

Perawat ternak harus di perketat


Kebersihan harus dijaga
Kebersihan dan ketrapilan pekerja harus diperhatikan
Penanganan pasca panen harus dijaga
Kepadatan kandang harus diperhatikan
Pengangkutan harus diperhatikan kesejahtraan ternak
Umur ternak dalam satu kandang harus seragam
Pemeriksaan terhadap ternak dilakukan secara rutin
pemberian obat harus sesuai dengan dosis
Kebersihan kandang, peralatan dan gudang pakan harus
selalu bersih
Jangan mencampur hewan yang baru datang dengan yang
lama

Penangan hewan sakit


Pisahkan hewan sakit dengan yang sehat
( kandang karantina).
Lakukan pemeriksaan terhadap hewan sakit
( diagnosa ) secara menyeluruh
Berikan pengobatan yang teratur, sesuai
dengan dosis
Amati perkembangan kesehatan ternak
Berikan pakan yang berkualitas baik
dll