Anda di halaman 1dari 6

TEORI RESIPROSITAS

By: Darundiyo Pandupitoyo, S. Sos.

Fenomena pertukaran dalam masyarakat memang sangat


menarik untuk dipelajari, karena resiprositas menyangkut pertukaran
timbal balik antar individu atau antar kelompok yang selalu ada dalam
setiap lapisan masyarakat, bahkan menurut Polanyi, seorang ahli yang
concern dalam meneliti klasifikasi pertukaran.menyebut rasa timbal balik
(resiprokal sangat besar yang difasilitasi oleh bentuk simetri
instisional.cirri utama organisasi orang- orang yang tidak terpelajar.
Berpijak dari batasan tersebut ,maka dapat disimpulkan
bahwa tanpa adanya hubungan simetris antar kelompok atau antar
individu ,maka resiprositas cenderung tidak akan berlangsung. Hubungan
simetris ini adalah hubungan sosial, dengan masing-masing pihak
menempatkan diri dalam kedudukan dan peranan yang sama ketika
proses pertukaran berlangsung.contohnya adalah dalam waktu yang sama
dan di sebuah lingkungan yang sama terdapat dua orang yang
mengadakan selamatan, namun salah satunya punya kedudukan lebih
tinggi dalam stratifikasi sosial di masyarakat. Dalam aktivitas tersebut
mereka tidak menempatkan diri pada kedudukan sosial yang
berbeda.mereka sejajar sebagai warga kelompok keagamaan, meskipun
sebagai warga desa mereka mempunyai derajat kekayaan dan prestise
sosial yang berbeda-beda.Peristiwa tersebut menunjukkan adanya posisi
sosial yang sama, pada suatu saat menjadi pengundang dan yang
diundang.
Konsep resiprositas berbeda dengan konsep redistribusi
karena adanya hubungan simetris tersebut sebagai syarat timbulnya
aktivitas resiprositas.Sebaliknya,aktivitas redistribusi memerlukan adanya
individu-individu tertentu yang tampil sebagai pengorganisir

-1-
Tugas reading report teori resiprositas

pengumpulan barang atau jasa dari anggota-anggota kelompok.Setelah


dikumpulkan kemudian barang atau jasa tersebut didistribusikan kembali
kedalam kelompok tersebut dalam bentuk barang atau jasa yang sama
atau berbeda.Contoh redistribusi ,misalnya, kewajiban warga masyarakat
untuk membiayai pesta desa dan melakukan kerja bakti.Masyarakat
menyediakan dana dan tenaga untuk aktivitas tersebut,kemudian mereka
menikmati hasil partisipasi mereka bersama.Dalam aktivitas tersebut
kelompok sebagai suatu organisasi mendelegasikan wewenang kepada
individu tertentu untuk mengontrol pelaksanaan dari aktivitas tersebut.
Karakteristik lain yang menjadi syarat sekelompok individu
atau beberapa kelompok dapat melakukan aktivitas resiprositas adalah
adanya hubungan personel diantara mereka.Pola hubungan ini terutama
terjadi di dalam komunitas kecil dimana anggota-anggotanya menempati
lapangan hidup yang sama. Dalam komunitas kecil itu kontrol sosial
sangat kuat dan hubungan sosial yang intensif mendorong orang untuk
berbuat untuk mematuhi adat kebiasaan.Sebaliknya,hubungan impersonal
tidak bisa menjamin berlakunya resiprositas karena interksi antar pelaku
kerjasama resiprositas sangat rendah sehingga pengingkaran pun semakin
mudah muncul.
Proses pertukaran resiprositas lebih panjang daripada jual
beli.Proses jual beli biasanya terjadi dalam waktu yang sangat
pendek,misalnya jual beli barang di pasar.Kalau pembeli telah menawar
barang dan mampu membayar kontan, maka kalau barang telah dibayar
berarti proses jual beli tersebut berakhir.Proses pertukaran resiprositas
ada yang relatif pendek,namun juga ada yang panjang.Dikatakan
pendek,kalau proses tukar menukar barang atau jasa dilakukan dalam
jangka waktu tidak lebih dari satu tahun, misalnya tolong menolang antar
petani dalam mengerjakn tanah.Tolong menolong ini dapat berlangsung
hanya dalam satu musim tanam,dan kalau kedua belah pihak telah

-2-
Tugas reading report teori resiprositas

memberikan bantuan dan menerima kembali bantuan yang diberikan,


maka proses resiprositas tersebut dapat dikatakan telah berakhir.
Proses resiprositas yang panjang jangka waktunya sampai
lebih dari satu tahun ,misalnya sumbang-menyumbang dalam peristiwa
perkawinan. Tidak setiap rumah tangga yang membudayakan tradisi
sumbang menyumbang. Dalam kenyataannya,proses resiprositas dapat
berlangsung sepanjang hidup seorang individu dalam masyarakat, bahkan
mungkin sampai diteruskan oleh anak keturunannya. Seorang petani,
misalnya, sejak kecil dia mewakili orang tuanya ikut gotong-royong
dengan tetangganya serta keturunam mereka. Situasi seperti ini dapat
terjadi karena komunitas tempat hidup petani tersebut merupakan
perwujudan dari nilai-nilai kebersamaan.
Pentingnya syarat adanya hubungan personal bagi aktivitas
resiprositas adalah berkaitan dengan motif-motif dari orang melakukan
resiprositas. Motif tersebut adalah harapan untuk mendapatkan prestise
sosial seperti,misalnya: penghargaan, kemuliaan, kewibawaan ,
popularitas ,sanjungan ,dan berkah. Motif tersebut tidak hanya ditujukan
kepad pihak-pihak yang melakukan kerjasama resiprositas, tetapi juga
lingkungan dimana mereka berada.
Keberadaan resiprositas juga ditunjang oleh struktur
masyarakat yang egaliter yaitu suatu masyarakat yang ditandai oleh
rendahnya tingkat stratifikasi sosial, sedangkan kekuasaan politik relatif
terdistribusi merata dikalangan warganya. Struktur masayarakat yang
egaliter ini memberikan kemudahan bagi warganya untuk menempatkan
diri dalm kategori sosial yang sama ketika mengadakan kontak
resiprositas.
Menurut Sahlins(1974),ada tiga macam resiprositas umum
,resiprositas sebanding ,dan resiprositas negatif . resiprositas yang
terakhir ini sebenarnya kata lain dari pertukaran pasar atau jual beli dan

-3-
Tugas reading report teori resiprositas

lebih tepat dibicarakan diluar kesempatan ini. Secara umum dapat


dikatakan bahwa jenis-jenis resiprositas tersebut berhubungan dengan
pola-pola organisasi sosial ,ukuran kekayaan ,dan tipe barang yang
dipertukarkan .
Dalam resiprositas umum tersebut tidak ada hukum –hukum
yang dengan ketat mengontrol seseorang untuk memberi atau
mengembalikan. Hanya moral saja yang mengontrol dan mendorong
pribadi-pribadi untuk menerima resiprositas umum sebagai kebenaran
yang tidak boleh dilanggar .Orang yang melanggar kerjasma resiprositas
ini bisa mendapat tekanan moral dari “masyarakat” atau “kelompok”
yang mungkin berupa umpatan, peringatan lisan,atau gunjingan yang
dapat menurunkan martabat dalam pergaulan di masyarakat atau
kelompoknya.
Sistem resiprositas umum dapat menjamin individu-individu
terpenuhi kebutuhannya pada waktu mereka tidak mampu”membayar”
atau mengembalikan atas apa yang mereka terima dan pakai . Sejak lahir
manusia telah tergantung dari orang lain ,missal ibunya. Manusia
membutuhkan teman untuk berbagi rasa dalam memecahkan masalah
hidup dan menikmati kebahagiaan .
Tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat industri yang
relatif baik membuat corak resiprositas umum menjauh dari fungsi
pemenuhan kebutuhan pokok. Masyarakat nampaknya menempatkan
resiprositas ini sebagai sarana maupun produk dan simbol dari hubungan
kesetiakawanan atau cinta kasih. Bentuk resiprositas yang cocok untuk
memenuhi kebutuhan tersebut adalah resiprositas simbolik.
Resiprositas simbolik sebagai salah satu bentuk resiprositas
umum merupakan suatu adat kebiasaan memberi dan menerima sebagai
sarana untuk menjalin hubungan persahabatan semata, tanpa mempunyai
makna yang dekat dengan usaha memenuhi kebutuhan ekonomi. Dalam

-4-
Tugas reading report teori resiprositas

masyarakat sederhana, resiprositas umum cenderung memusat di


kalangan orang yang mempunyai hubungan kerabat dekat. Dalam
masyarakat desa agraris, meskipun struktur keluarga yang berlaku
misalnya keluarga kecil, namun resiprositas di kalangan keluarga dekat
nampak lebih kuat dibanding masyarakat kota.
Golongan masyarakat yang nafkahnya dekat dengan batas
substansi seringkali melembagakan resiprositas umum sebagai
mekanisme untuk mengatasi kondisi tersebut.Dalam masyarakat ini
,orang memberi nilai tinggi terhadap teman dan kerabat. Saling memberi
hasil buruan merupakn kebiasaan yang lazim dalam masyarakat pemburu.
Kebiasaan tersebut dapat berfungsi sebagai alat untuk distribusi pangan
yang merata. Namun demikian, kebiasaan tersebut dapat memacu
aktivitas kegiatan berburu dan meramu di kalangan kelompok pemburu.
Resiprositas sebanding menghendaki barang atau jasa yang
dipertukarkan mempunyai nilai yang sebanding.kecuali itu dalam
pertukaran tersebut disertai pula dengan kapan pertukaran itu
berlangsung. Dalam pertukaran ini, masing-masing pihak membutuhkan
barang atau jasa dari pertnernya, namun masing-masing tidak
menghendaki untuk memberi dengan nilai lebih dibandingkan dengan
yang akan diterima.Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa individu-
individu atau kelompok-kelompok yang melakukan transaksi bukan
sebagai satu unit-unit sosial, melainkan sebagai unit-unit sosial yang
otonom.
Resiprositas sebanding berada di tengah-tengah antara
resiprositas umum dengan resiprositas negatif, kalau resiprositas
sebanding bergerak ke arah resiprositas umum, maka hubungan sosial
yang terjadi mengarah ke hubungan kesetiakawanan dan ke arah
hubungan yang lebih intim, sebaliknya kalau bergerak ke arah resiprositas
negatif maka hubungan sosial yang terjadi bersifat tidak setia kawan,

-5-
Tugas reading report teori resiprositas

yakni masing-masing pihak mencoba untuk mengambil keuntungan dari


lawannya.
Resiprositas negatif , transformasi ekonomi di bidang system
pertukaran yang terjadi dinegara berkembang merupakan suatu proses
yang terus berjalan. Proses ini sementara menggambarkan dua pola besar.
Pertama, hilangnya bentuk-bentuk pertukaran tradisisonal diganti oleh
bentuk pertukaran modern. Kedua, adalah munculnya dualisme
pertukaran. Denngan berkembangnya uang sebagaia alat ukar, maka
barang dan jasa akan kehilangan nilsi simbolik yang luas dan beragam
maknanya karena uang dapat berfungsi memebrikan nilai standart obyekti
terhadap barang dan jasa yang dipertukarkan. Hal inilah yang disebut
negatif, karena dapat menghilangkan suatu tatanan pertukaran yang telah
ada. Tingkat gotong royongpun sekarang semakin berkurang karena
kegiatan masyarakat yang semakin money oriented membuat nilai nilai
keikhlasan untuk saling membantupun berkurang.

-6-