Anda di halaman 1dari 2

Nama

: Rizka Yusrina

Nomor

: 13/348948/HK/19622

Pertanyaan :
Apakah Hubungan antara Pengawasan aparatur Negara dengan walfare state ?

Jawaban :
Pengawasan

aparatur

Negara

secara

sederhana

dapat

diartikan

sebagai

pengawasan terhadap fungsional Negara. Dalam fungsional Negara, pemerintah


akan turut campur dalam segala aspek kehidupan masyarakat terutama yang
menyangkut hajat kehidupan orang

banyak untuk menyelenggarakan dan

mewujudkan kesejahteraan umum.


Oleh karena itu dalam proses fungsional Negara tersebut rawan akan adanya
penyalahgunaan fungsi penyelenggaraan Negara. Yang seharusnya bertujuan
mensejahterakan masayarakat umum malah justru berupaya menguntungkan dirinya
(penyelenggara pemerintahan) sendiri dan mengabaikan kehidupan rakyatnya.
Sehingga perlu adanya pengawasan terhadap kinerja aparatur Negara tersebut
untuk menjamin bahwa kesewenang-wenangan aparatur Negara ini tidak terjadi.
Pengawasan aparatur Negara dapat digolongkan sebagai berikut :
Pengawasan menurut sifat
1.

Pengawasan preventif : Pengawasan yang dilakukan sebelum dilakukan


tindakan

2.

Pengawasan represif

: Pengawasan yang dilakukan setelah dilakukan suatu


tindakan

Pengawasan menurut perilaku


1. Political control, seperti MPR dan DPR, yaitu sesuai dengan UUD 1945 DPr
memiliki hak untu melakukan pengawasan terhadap eksekutif

Negara dalam

proses penyelenggaraan Negara. Demikian juga dengan BPK yang melalkukan


pengawasan terhadap penggunaan keuangan Negara oleh pemerintah.

2. Social control, pengwasan yang dilakukan oleh masyarakat baik secara


langsung maupun tidak langsung. Pengawasan masyarakat diperlukan untuk
mewujudkan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam penyelenggaraan
pemerintahan.
3. Pengawasan internal, pengawasa yang dilakukan oleh lembaga itu sendiri.
Yaitu pengawasan langsung yang dilakukan oleh atasan atau pinpinan
lembaga/instansi itu terhadap bawahannya.
Pengawasan aparatur negara dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pengawasan
yang dilakukan oleh lembaga/badan/unit yang mempunyai tugas melakukan
pengawasan melalui pemeriksaan, pengujian, pengusutan, dan penilaian dalam
penyelenggaraan Negara. Pengawasan ini dinilai sangat penting terutama dalam
menciptakan dan atau mendukung dalam penyelenggaraan Negara yang bertujuan
mencapai walfare state.
Walfare state adalah gagasan yang lahir dan dirintis oleh Prusia dibawah Otto von
Bismark. Walfare state adalah bentuk pemerintahan dimana Negara diangaap
bertanggung jawab untuk menjamin standar hidup minimum bagi setiap warga
negaranya. Konsep walfare state muncul sebagai pengganti konsep penjaga malam.
Ciri utama walfare state adalah munculnya keawajiban pemerintah untuk
mewujudkan kesejahteraan umum bagi warga negaranya. Dengan kata lain, dalam
walfare state menghendaki Negara dan pemerintah terlibat aktif dalam berbagai
aspek

kehidupan.

penyalahgunaan

Konsekuensi

kekuasaan.

inilah

Sehingga

yang
perlunya

menyebabkan
pengawasan

rawannya
terhadap

penyelenggaraan Negara.
Dari penjelasan-penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam
mencapai suatu tujuan Negara sebagai walfare state perlu adanya pengawasan
aparatur Negara. Karena pengawasan aparatur Negara penting adanya dalam
walfare state, mengingat tujuannya untuk menjamin terselenggaranya kesejahteraan
umum pada masyarakat dapat tercipta dengan baik dan merata.