Anda di halaman 1dari 12

Kelompok Dua (2) :

Trio N
Hanif Samba
Wawin Prabawa (10070112084)
M Iqbal
Firman Syah
Eggy Maulana Putra
Ridho Qurniawan (10070112124)
Ahmad Khairul (10070112133)
Nida Ul Ghina
Pandang
Fiqri

Kerajaan Turki Usmani merupakan kerajaan Islam yang paling


besar dan paling lama berkuasa, kerajaan tersebut didirikan oleh
bangsa pengembara Turki dari kabilah OrguzatauOghuj .
Kerajaan ini terkenal ahli berperang.. Kerajaan ini dapat
mengembalikan kerajaan Arab yang terpecah belah menjadi satu
komando kepemimpinannya serta dapat menaklukkan kerajaan
Mamluk dan Kerajaan Romawi Timur (Byzantium). Tujuh abad
Turki Usmani memimpin Muslimin. Tentu, itu bukanlah waktu
singkat untuk berdirinya sebuah imperium. Wilayah kekuasaan
Turki begitu luas yang dengannya penyebaran agama Islam pun
mendunia. Dengan usia yang panjang, Turki Usmani telah
berhasil menancapkan sejarah yang brilian dan peninggalan
yang cemerlang

Sejak generasi awal Islam, semua pemimpin berasal dari bangsa Arab. Hingga,
kemudian keruntuhan Bani Abasiyyah mengakibatkan kesatuan Muslimin
terpecah belah. Sejak itulah muncul kekuatan baru dari tanah Asia, yaitu
Turki. Turki Usmani (Ottoman) bukanlah Muslimin dari kalangan Arab,
melainkan dari Asia Tengah. Meski demikian, merekalah yang berhasil
meneruskan estafet kepemimpinan Islam dari tangan bangsa Arab dan
mempersatukan kembali Muslimin di bawah satu panji kekhalifahan. Menurut
Mahayudin Yahya dan Ahmad Jaelani Halimi dalam Sejarah Islam, sekitar abad ke13 Masehi muncul kekuatan baru dari barat daya Asia Kecil yang berbangsa Turki.
Kemunculan ini menjadi pemimpin umat Islam dari abad 13 hingga 20 Masehi.
Habitat bangsa turki ini sangat luas yang terhampar dari Mongolia sampai dengan
Ukraina, namun kekuasaan turki yang disebut dengan Tujueh ini terbelah
menjadi beberapa kawasan kecil, disebelah timur misalnya, telah jatuh kedalam
kekuasaan Dinasti Thangdari Cina, sementara kawasan barat jatuh ketangan
Binzamtium. Mereka masuk islam sekitar abad ke-9 atau ke-10. Pada abad ke-13, di
karenakan adanya tekanan Bangsa Mongol, atas perintah kepala kabilah Sulaiman
Syah, sejumlah kira-kira 400 kepala keluarga yang di pimpin oleh putranya
Ertoghul
mengungsi ke saudara mereka Turki Saljuk yang berpusat di
Konya Anatolia daerah dataran tinggi Asia Kecil, dan merekapun mengabdikan
diri kepada Sultan Turki Saljuk Alauddin II yang kebetulan sedang berperang
melawan kemaharajaan Romawi Timur Bizantim.

Dengan bantuan mereka, Sultan


Alauddin II dapat meraih
kemenangan dan Sultan menghadiahkan untuk mereka sebidang
tanah di Asia kecil, yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak saat itu
merekapun membangun daerahnya dan menjadikan Syukud sebagai
ibu kota.Pada tahun 1289 M Erthoghul meninggal, di gantikan oleh
putranya Usman sebagai penerus kepemimpinan yang Sebagaimana
ayahnya Usman juga banyak berjasa kepada sultan Alauddin II dengan
keberhasilanya menduduki benteng-benteng Bizamtium yang
berdekatan dengan kota Broessa. Kemenangan
dalam setiap
pertempuran banyak di raih Usman sehingga Sultan pun
semakin bersimpati dan banyak memberi hak istimewa pada
Usman. Hingga pada tahun 1300 M,
bangsa Mongol
menyerang dan mengakibatkan Sultan Alauddin II terbunuh dengan
tampa meninggalkan putra sebagai pewaris tahta, Sebab itu Usman
pun memproklamirkan kemerdekaan sebagai Padisyah Al Usman
dalam
kesultanan Usmani. Dalam kepemimpinannya, Kerajaan
semakin luas dan kuat sehingga dapat menduduki benteng-benteng
Bizantium dan menaklukan kota Broessa yang pada tahun 1326
M menjadi ibu kota kerajaan.

Peta Daerah Kekuasaan Turki Usmani

Sultan Alauddin ( 1300 1326 M)


Bayazid I
( 1326 1403 M)
Murad II
( 1421 1451 M)
Muhammad II
( 1451-1484 M )
Sulaiman Agung (1520-1566 M)
Salim II
(1566-1573 M)
Sultan Murad III (1574-1595 M)
Sultan Muhammad III (1595-1603M)
Sultan Ahmad I (1603-1617 M)
Mustafa I (1617-1618 M)
Usman II (1618-1622 M).
Sultan Murad IV (1623 1640 M)
Sultan Mustafa III (1757-1774 M)

Bidang Militer dan Pemerintahan


Para pemimpin kerajaan Utsmani pada masa-masa pertama, adalah orangorang yang kuat, sehingga kerajaan dapat memelakukan ekspansi dengan cepat
dan luas.Meskipun demikain, Kemajuan Kerajaan Usmani mencapai masa
keemasanya itu, bukan semat-mata karena keunggula Politik para
Pemimpinya. Masih banyak factor lain yang mendukung keberhasilan ekspansi
itu. Yang terpenting diantaranya adalah keberanian, keterampilan,
ketangguhan, dan kekuatan.
Bidang ilmu Pengetahuan dan Budaya
Kebudayaan Turki Utsmani merupakan perpaduan macam-macam
kebudayaan, diantaranya adalah kebudayaah Persia, Bizantium, dan Arab.Dari
kebudayaan Persia, mereka banyak mengambil ajaran-ajaran tentang etika dan
tatakrama dalam istana raja-raja.Organisasi pemerintahan dan kemiliteran
banyak mereka serap dari Bizantium.Sedangkan, ajaran-ajaran tentang prinsip

Ekonomi, Sosial, dan Kemasyarakatan, Keilmuan, dan huruf mereka terima


dari bahasa Arab.

Bidang Keagamaan

Agama dalam tradisi masyarakat Turki mempunyai peranan besar


dalam lapangan sosial dan politik.Masyarakat digolongkan
berdasarkan agama, dan kerajaan sendiri sangat terikat dengan syariat,
sehingga fatwa ulama menjadi hukum yang berlaku.Karena itu ulama
mempunyai tempat tersendiri dan berperan besar dalam kerajaan dan
masyarakat.Mufti, sebagai pejabat ursan Agama tertinggi, berwenang
memberi fatwa resmi terhadap problema keagamaan yang dihadapi
masyarakat taanpa legitimasi Mufti, keputusan hokum kerajaaan tidak
bisa berjalan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan runtuhnya


kerajaan turki Usmani pada zaman peradaban,seperti :
Penjajahan Barat membawa semangat gold, glory, dan
gospel, Sejak jatuhnya Konstantinopel di abad 15, EropaKristen melihatnya sebagai awal Masalah Ketimuran,
sampai abad 16 saat penaklukan

Balkan, seperti Bosnia, Albania, Yunani dan kepulauan Ionia. Ini


membuat Paus Paulus V (1566-1572) menyatukan Eropa yang dilanda
perang antar agama-sesama Kristen, yakni Protestan dan Katolik.
Konflik ini berakhir setelah adanya Konferensi Westafalia (1667). Saat
itu, penaklukan khilafah terhenti. Memang setelah kalahnya khilafah
atas Eropa dalam perang Lepanto (1571), khilafah hanya
mempertahankan wilayahnya. Ini dimanfaatkan Austria dan Venezia
untuk memukul khilafah. Pada Perjanjian Carlowitz (1699), wilayah
Hongaria, Slovenia, Kroasia, Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan
sebagian Dalmatia lepas; masing-masing ke tangan Venezia dan
Habsburg. Malah khilafah harus kehilangan wilayahnya di Eropa pada
Perang Krim (abad ke-19), dan tambah tragis setelah Perjanjian San
Stefano (1878) dan Berlin (1887).
Pemberotakan Tentara Jenissari, Pemberontakan Jenissari ini terjadi
sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1525 M, 1632 M, 1727 M dan 1826
M. Pada masa belakangan pihak Jenissari tidak lagi menerapkan
prinsip seleksi dan prestasi, keberadaannya didominasi oleh keturunan
dan golongan tertentu yang mengakibatkan adanya pemberontakanpemberontakan.

Wilayah kekuasaan yang terlalu luas,perluasan wilayah yang begitu cepat yang
terjadi pada kerajaan Usmani, menyebabkan pemerintahan merasa kesulitan
dalam melakukan administrasi pemerintahan, terutama pasca pemerintahan
Sultan Sulaiman.Sehingga administrasi pemerintahan kerajaan Usmani tidak
beres.Tampaknya penguasa Turki Usmani hanya mengadakan ekspansi, tanpa
mengabaikan penataan sistem pemerintahan. Hal ini menyebabkan wilayahwilayah yang jauh dari pusat mudah direbut oleh musuh dan sebagian
berusaha melepaskan diri.
Buruknya pemahaman tentang islam,Lemahnya pemahaman Islam membuat
reformasi gagal. Sebab saat itu khilafah tak bisa membedakan IPTEK dengan
peradaban dan pemikiran. Ini membuat munculnya struktur baru dalam
negara, yakni perdana menteri, yang tak dikenal sejarah Islam kecuali setelah
terpengaruh demokrasi Barat yang mulai merasuk ke tubuh khilafah. Saat itu,
penguasa dan syaikhul Islam mulai terbuka terhadap demokrasi lewat fatwa
syaikhul Islam yang kontroversi. Malah, setelah terbentuk Dewan Tanzimat
(1839 M) semakin kokohlah pemikiran Barat, setelah disusunnya beberapa UU,
seperti UU Acara Pidana (1840), dan UU Dagang (1850), tambah rumusan
Konstitusi 1876 oleh Gerakan Turki Muda, yang berusaha membatasi fungsi
dan kewenangan kholifah.