Anda di halaman 1dari 3

1.

Manajemen Persediaan PT Nippon Indosari Corpindo


a. Jenis-jenis persediaan (bahan mentah, bahan setengah jadi, produk jadi)
PT Nippon Indosari Corpindo Semarang adalah pabrik keempat
yang didirikan oleh PT Nippon Indosari Corpindo pada tahun 2011. Sejak
tahun 2005 PT Nippon Indosari Corpindo sudah menerapkan System
Application and Product in data processing (SAP ) untuk manajemen
persediaannya. SAP (System Application and Product in data processing )
adalah suatu software yang dikembangkan untuk mendukung suatu
organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien
dan efektif. SAP merupakan software Enterprise Resources Planning
(ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan
merencanakan dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. SAP terdiri
dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung
semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi
bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi
di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang satu dengan
lainnya. SAP sangat membanti PT Nippon Indosari Corpindo dalam
menentukan jumlah produksi setiap harinya. Hal ini dikarenakan PT
Nippon Indosari Corpindo tidak mempunyai persediaan produk jadi di
pabrik atau produk setengah jadi karena hasil produksi langsung
didistribusikan. Tidak adanya persediaan produk jadi ini disebabkan umur
produk yang dihasilkan oleh PT Nippon Indosari Corpindo hanya maksimal
berumur lima hari saja.
Bahan baku yang digunakan dalam sekali proses produksi PT
Nippon Indosari Corpindo

berjumlah ratusan. Persediaan barang baku

sendiri dari PT Nippon Indosari Corpindo seperti tepung terigu, mentega,


telur dll. Semua persediaan bahan baku ini tersimpan baik didalam gudang
bahan baku yang selalu digaja kualitasnya. Tidak hanya itu sebelum masuk
kegudang juga dilakukan pengujian terlebih dahulu. Hal ini karena kualitas
bahan baku yang ada akan mempengaruhi dari kualitas roti yang akan
dihasilkan pula.
b. Biaya-biaya persediaan

PT Nippon Indosari Corpindo sendiri tidak memiliki persediaan


produk jadi jadi tidak memerlukan gudang produk jadi. Tidak adanya
gudang untuk produk jadi ini akan mengurangi biaya produksi yang harus
dikeluarkan perusahaan untuk perawatan selama produk digudang. PT
Nippon Indosari Corpindo tetap meliki gudang yang digunakan untuk
penyimpanan bahan baku. PT Nippon Indosari Corpindo melakukan kerja
sama dengan beberapa suplayer bahan baku atau menerapkan sistem
subtitusi suplayer. Hal ini untuk menjaga ketersediaan dari bahan baku
yang harus ada.
Penemuan terbaru dari PT Nippon Indosari Corpindo untuk menjaga
kualitas dari bahan baku yang mereka miliki adalah Cello. Cello adalah
tabung besar yang digunakan untuk menampung tepung yang digunakan
sebagai bahan baku. Cello ini ditempatkan diluar pabrik dan berjumalah 2
tabung besar yang dihubungkan dengan alat produksi langsung. Penemuan
ini berguna menjaga kualitas bahan baku tetapi juga menimbulkan biaya
perawatan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Perawatan Cello
sendiri dilakukan setiap enam bulan sekali dan dengan biaya 20 juta per
tabungnya.
c. Faktor-faktor dalam penentuan jumlah persediaan
PT Nippon Indosari Corpindo tidak memiliki persediaan produk jadi
maupun produk setengah jadi yang ada hanya persediaan bahan baku
produksi. Tidak adanya persediaan ini dikarenakan produk dari PT Nippon
Indosari Corpindo hanya bisa bertahan maksimal lima hari saja. Proses
produksi yang dilakukan setiap harinya sudah dirancang minimal 2 hari
sebelum produksi. Perencangan produksi ini berdasarkan permintaan dari
setiap distributor per wilayah pemasaran yang dilaporkan kepada
manajemen perencanaan dan kemudian dibuat rancangan dan diberikan
pada bagian manajemen produksi.
PT Nippon Indosari Corpindo merupakan perusahaan yang
menggunakan hasil pertanian untuk proses produksinya. Jadi persediaan
bahan baku yang digunakan jumlahnya bisa berubah-ubah berdasarkan
musimnya. Namun dengan ada COA dan substitusi supaler. COA yaitu

sertifikat keaslian produk yang mereka miliki sudah masuk dalam standrat
yang ditetapkan. Maka perusahaan tidak akan kekurangan bahan baku
untuk proses produksi meskipun tidak musim dari buah atau bahan baku
lainnya yang dibutuhkan.
d. Hambatan dan solusi dalam manajemen persediaan
PT Nippon Indosari Corpindo merupakan perusahaan yang melakukan
produksi kemudian produk jadi tersebut langsung dipasarkan. Hambatanhambatan yang sering terjadi dalam proses pemasaran adalah terjadinya
bencana alam yang melanda suatu wilayah tujuan pemasaran. Produk yang
tidak sampai tepat waktu maka tidak bisa lagi dikonsumsi. Resiko kerusakan
dan kerugian inilah yang harus ditanggung oleh PT Nippon Indosari
Corpindo. Solusi yang bisa dilakukan dengan mengembalikan produk yang
tidak layak konsumsi tersebut untuk dirusak agar tidak disalah gunakan oleh
pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hambatan yang sering dihadapi untuk persediaan bahan baku sendiri
adalah musim. Bahan baku produksi dari PT Nippon Indosari Corpindo
adalah hasil pertanian yang tidak sepanjang tahun tersedia. Mengatasi
masalah tersebut maka perusahaan melakukan subtitusi supply agar
ketersediaan bahan baku bisa tetap tersedia.