Anda di halaman 1dari 4

1.

Batas Konvergen
Batas konvergen ialah batas lempeng-lempeng yang saling mendekat dan menyebabkan
tumbukan dimana...salah satu dari lempeng akan mengalami penunjaman (menyusup) ke bawah
lempeng yang lain masuk ke selubung. Daerah penunjaman lempeng membentuk suatu palung
yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Dalam pergerakan lempeng
ini, lempeng bergerak hanya beberapa sentimeter setiap tahun, sehingga benturan yang terjadi
sangatlah lambat dan berlangsung selama berjuta-juta tahun.

a. Batas menunjam (subduction)


Subduksi adalah batas antar lempeng, dimana kerak samodera menunjam di bawah kerak benua
ataupun kerak samodera. Jika kerak samodera menunjam di bawah kerak samodera, maka akan
menghasilkan suatu sistem busur kepulauan (island arc system) atau disebut juga busur
magmatik dan juga terbentuk melange serta busur cekungan.
Busur kepulauan adalah rangkaian aktifitas gunung api yang berkaitan dengan penunjaman
lempeng. Melange adalah salah satu karakteristik batas konvergen, yang merupakan campuran
pecahan berbagai batuan teranjakkan.
Busur cekungan, palung , dan busur magmatik merupakan bentuk topografi utama pada batas
konvergen. Pada umumnya diantarany terdapat punggungan dan cekungan yang disebut busur
punggungan depan dan busur cekungan depan. Busur punggungan depan terbentuk oleh
penebalan kerak akibat sesar-sesar anjakan pada ujung lempeng yang ditabrak. Busur cekungan
depan merupakan dataran rendah yang terletak diantara palung samudra dan busur magmatik.
Pada sistem busur kepulauan terdapat aktivitas gempabumi yang sangat padat. Di bawah busur
kepulauan, pusat-pusat gempabumi yang dijumpai membentuk suatu bidang yang mempunyai
kemiringan sebesar 45o dan bisa mencapai kedalaman sampai dengan 680 km. Bidang itu
disebut bidang Wadati-Benioff
Pada lempeng yang menunjam dijumpai variasi temperatur yang dikontrol oleh beberapa hal,
yaitu:

Bagus Putra Mahardika 1206101004 Teknik Eksplorasi

Kecepatan subduksi; semakin cepat menunjam, semakin kecil temperatur mantel di


sekitarnya yang mampu diserap secara konduksi.
Ketebalan lempeng itu sendiri; semakin tebal semakin membutuhkan waktu lebih banyak
untuk mencapai kesetimbangan temperatur dengan astenosfer yang melingkupinya.
Panas akibet gesekan antara lempeng dengan astenosfer.
Konduksi panas astenosfer terhadap lempeng
Panas dari peluruhan unsur radioaktif (kandungan mineral radioaktif kerak samudra
sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali).
Panas akibat perubahan fase mineral dikarenakan pertambahan kedalaman

b. Batas anjakan (obduction)


Obduksi adalah batas antar lempeng yang saling mendekat dengan kenampakan kerak benua
menunjam di bawah kerak samodera. Ada beberapa hipotesis tentang mula terjadi obduksi, yang
paling memungkinkan adalah bahwa diawali oleh penunjaman kerak samodera dengan kerak
benua di belakangnya, di bawah kerak samodera. Penunjaman bisa terjadi karena perubahan dari
batas lempeng divergen menjadi konvergen. Kelanjutan penunjaman membawa kerak benua
berbenturan dengan kerak samodera dan pada awalnya, kerak samodera naik ke atas kerak
benua, sebelum akhirnya penunjaman di tempat itu berhenti dan berpindah ke tempat lain yang
dapat mengakomodasi konvergensi antar lempeng.
c. Batas tumbukan (collision)
Pada penunjaman kerak samodera yang membawa kerak benua di belakangnya ke bawah kerak
benua, jika hal ini berlanjut, maka akan terjadi tumbukan antar kerak benua. Tumbukan tersebut
dapat mengakibatkan terbentuknya suatu relief.
Tumbukan pada zona konvergen dipengaruhi oleh tipe material yang terlibat dan pada daerah
konvergen terjadi perusakan litosfer yang berlebihan. Tumbukan tersebut berupa :
1. Tumbukan lempeng benua lempeng samudra
Ketika suatu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke
lapisan astenosfer yang suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di
atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range). Sementara di dasar laut
tepat di bagian terjadi penunjaman, terbentuklah parit samudra (oceanic trench).
Pegunungan Andes di Amerika Selatan adalah salah satu pegunungan yang terbentuk dari proses
ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan Lempeng Amerika
Selatan.

Bagus Putra Mahardika 1206101004 Teknik Eksplorasi

Konvergen lempeng Benua-Samudra

2. Tumbukan lempeng samudra lempeng samudra


Salah satu lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng samudra lainnya, menyebabkan
terbentuknya parit di dasar laut, dan deretan gunung berapi yang pararel terhadap parit tersebut,
juga di dasar laut. Puncak sebagian gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan,
membentuk gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain).
Pulau Aleutian di Alaska adalah salah satu contoh pulau vulkanik dari proses ini. Pulau ini
terbentuk dari konvergensi Lempeng Pasifik dan Lempeng Amerika Utara.

Konvergen lempeng Samudra-samudra

3. Tumbukan lempeng benua lempeng benua


Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya adalah
lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke
astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras dan menebal,
membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain range).

Bagus Putra Mahardika 1206101004 Teknik Eksplorasi

Pegunungan Himalaya dan Plato Tibet adalah salah satu contoh pegunungan yang terbentuk dari
proses ini. Pegunungan ini terbentuk dari konvergensi antara Lempeng India dan Lempeng Euras
ia.

Konvergen lempeng Benua-Benua

Bagus Putra Mahardika 1206101004 Teknik Eksplorasi