Anda di halaman 1dari 9

Sakit mempunyai beberapa tingkat atau gradasi.

Secara
umum dapat dibagi dalam 3 tingkat, yakni sakit ringan
(mild), sakit sedang (moderate) dan sakit parah
(severe).
3 tingkatan penyakit bentuk pelayanan kesehatan
yang berbeda pula.
Penyakit ringan tidak memerlukan pelayanan canggih.
Namun sebaliknya untuk penyakit yang sudah parah
memerlukan pelayanan yang sangat spesifik.
Oleh sebab itu, dibedakan adanya 3 bentuk pelayanan :
a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary
health care)
b. Pelayanan kesehatan tingkat kedua (secondary
health services)
c. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health
services)

a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primer)


* Sakit ringan & masyarakat yg sehat utk meningkatkan kesehatan
atau promosi kesehatan.
* 85% dari populasi
* Pelayanan kesehatan dasar atau pelayanan kesehatan primer .
* Puskesmas, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, dan balkesmas.

b. Pelayanan kesehatan tingkat kedua (sekunder)


* Perawatan nginap, tidak dapat ditangani oleh Yankes tk I
* Bentuk pelayanan ini misalnya rumah sakit tipe C dan D,
* memerlukan tersedianya tenaga-tenaga spesialis.

c. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tersier)


* Pasien yg sudah tidak dapat ditangani oleh Yankes sekunder.
* Pelayanan kompleks & memerlukan tenaga-tenaga super spesialis.
* Rumah sakit tipe A dan B.

Dalam suatu sistem pelayanan kesehatan,


ketiga strata atau jenis pelayanan tersebut tidak
berdiri sendiri-sendiri namun berada didalam
suatu sistem dan saling berhubungan. Apabila
pelayanan kesehatan primer tidak dapat
melakukan tindakan medis tingkat primer
maka ia menyerahkan tanggung jawab tersebut
ke tingkat pelayanan diatasnya, demikian
seterusnya. Penyerahan tanggung jawab dari
satu pelayanan kesehatan ke pelayanan
kesehatan yang lain ini disebut rujukan.

Sistem rujukan ialah suatu sistem


penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
melaksanakan pelimpahan tanggung jawab
timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau
masalah kesehatan secara vertikal (dari unit
yang lebih mampu menangani), atau secara
horizontal (antar unit-unit yang setingkat
kemampuannya).

Yang dirujuk bukan hanya pasien saja tapi juga


masalah-masalah kesehatan lain, teknologi,
sarana, bahan-bahan laboratorium, dan
sebagainya.
Disamping itu rujukan tidak berarti berasal
dari fasilitas yang lebih rendah ke fasilitas yang
lebih tinggi tetapi juga dapat dilakukan
diantara fasilitas-fasilitas kesehatan yang
setingkat.

Secara garis besar rujukan dibedakan menjadi 2, yakni :


a. Rujukan medik
Rujukan ini berkaitan dengan upaya penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan pasien.
Disamping itu juga mencakup rujukan pengetahuan
(konsultasi medis) dan bahan-bahan pemeriksaan.
b. Rujukan kesehatan masyarakat
Rujukan ini berkaitan dengan upaya pencegahan
penyakit (preventif) dan peningkatan kesehatan
(promosi). Rujukan ini mencakup rujukan teknologi,
sarana dan operasional.