Anda di halaman 1dari 7

POHON INDUSTRI TERNAK KAMBING

ANALISA USAHA TERNAK KAMBING

Berikut adalah beberapa manfaat susu kambing untuk kecantikan kulit, antara lain :

Melembutkan dan melembabkan kulit. Tingkat pH sama dengan kulit. Sabun susu kambing sangat
menguntungkan kulit kita karena memiliki tingkat pH yang sama mirip dengan kulit kita. Sehingga
menjadikan susu kambing lembut untuk kulit. Susu kambing juga memiliki kandungan protein, lemak, zat
besi, vitamin C dan vitamin D, vitamin B, dan vitamin A yang tinggi, yang mampu membuat kulit menjadi
lembut.

Mengatasi jerawat. Manfaat lain dari sabun susu kambing adalah mengandung alpha hydroxy acid alami,
yang merupakan elemen exfoliant alami yang menghilangkan sel-sel kulit mati dari kulit Anda. Oleh karena
itu, secara tidak langsung juga mampu memperbaiki kondisi jerawat. Vitamin yang terkandung pada susu
kambing memiliki beberapa sifat anti-peradangan yang dapat membantu mengurangi kemerahan jerawat.
Kandungan beberapa zat aktif dalam formula sabun susu kambing mampu mengatasi dengan optimal gejalagejala jerawat kemudian menghilangkan secara alami flek-flek bekas jerawat.

Mencerahkan kulit. Manfaat susu kambing selain untuk melembutkan kulit, juga digunakan secara luas
untuk mencerahkan kulit.

Cocok untuk kulit kering, sensitif, eksim, psoriasis. Sabun


susu kambing cocok untuk orang yang mempunyai jenis kulit kering atau sensitif, atau juga mempunyai
masalah kulit seperti eksim dan psoriasis. Formula yang terdapat dalam sabun susu kambing mampu
menetralisir kulit dari kekeringan dan juga bisa menormalkan kulit yang cenderung berminyak. Sabun susu
kambing juga diyakini mengandung bahan alami yang bisa mengatasi kulit akibat tersengat sinar matahari
terutama untuk kulit pada iklim tropis. Penggunaan sabun susu kambing secara rutin bisa mencegah kulit
kasar, kering dan kusam.

Regenerasi kulit. Susu kambing mengandung alpha-hydroxy asam seperti asam laktat yang membantu
menghilangkan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit Anda. Aneka kandungan vitamin yang terdapat di
dalam lulur susu kambing dapat di pergunakan untuk melakukan proses perbaikan sel-sel kulit yang sudah
rusak, sehingga lulur susu kambing dapat membantu untuk menyehatkan kulit, memecah ikatan sel kulit
mati, menghapus sel-sel kulit mati serta mempercantik kulit tubuh.

Dapat mencegah kanker kulit. Lulur susu kandungan memiliki kandungan mineral yang sangat penting untuk
kesehatan kulit, dan kandungan mineral selenium yang terdapat di dalam lulur susu kambing ini telah
dipercayai dapat mengatasi kerusakan kulit dan mencegah terjadinya kanker kulit

Nah, semoga beberapa manfaat susu kambing yang kami sampaikan bisa membantu Anda untuk memiliki
kulit cantik dan juga sehat. Segera gunakan produk kecantikan susu kambing untuk menjaga kesehatan kulit
Anda. Produk susu kambing sekarang sudah bisa Anda dapatkan dalam berbagai macam bentuk,
seperti sabun susu kambing, aliefa cream zaitun plus susu kambing & Vit-E, serta kapsul susu kambing.

PELUANG PASAR
2.1. Karakteristik Pasar
Pasar bagi daging kambing dapat digolongkan menjadi 2 bagian besar yakni pasar tradisional
bagi masyarakat pedesaan dan sebagian masyarakat kota dan pasar khusus bagi masyarakat kota.
Kedua jenis konsumen daging kambing ini mempunyai karakteristik yang berbeda. Konsumen dari pasar
tradisonal belum memperhatikan aspek-aspek kesehatan hewan, pembangunan jenis daging dan cara
penanganan daging. Sedang konsumen masyarakat kota sangat memperhatikan masalah-masalah
kesehatan hewan/daging, cara penanganan dan pembagian jenis daging. Besarnya pangsa kedua jenis
pasar ini tak dapat ditentukan.
Pada pasar tradisional, daging kambing dibeli oleh pedagang dari ternak, kemudian dipotong di
rumah pemotongan hewan atau dipotong sendiri. Penjualan daging ini dilaksanakan di pasar-pasar
umum. Pasar khusus masyarakat kota umumnya membeli dari pedagang daging yang telah disertifikasi.
Daging dipotong di rumah pemotongan hewan dan dijual di supermarket atau di toko-toko khusus yang
menjual daging. Hotel dan restoran selain membeli dari supermarket juga membeli dari pemasok yang
khusus mengantarkan daging ke restoran sesuai dengan pesanan.
Tingkat permintaan daging kambing tidak terlalu fluktuatif sepanjang tahun, namun permintaan
akan meningkat dengan cepat pada saat Hari raya Idul Adha. Pada hari raya tersebut, biasanya
permintaan daging akan meningkat dan harga akan meningkat pula. Pada Hari raya Idul Adha, dijual
kambing hidup yang sehat untuk digunakan pada kegiatan keagamaan.
Persepsi konsumen.

Dari hasil studi Sukmawati et al. 19.., memperlihatkan tentang posisi susu kambing yang semakin
penting di masyarakat. Dari hasil wawancara tersebut, bahwa sebagian besar konsumen memanfaatkan
susu kambing sebagai obat (56,3%) selebihnya untuk menambah daya tahan tubuh (31,2%) dan sebagai
aprodisiak (12,5%). Susu kambing lebih dikenal sebagai penawar penyakit tertentu disamping sebagai
sumber gizi. Berdasarkan kesimpulan dari berbagai literature tentang kandungan dan khasiat susu
kambing adalah sebagai berikut :

Dari data yang ada, susu kambing ternyata sangat potensial sebagi sumber protein hewani
disamping susu sapi. Bagi anak-anak (bayi) yang alergi terhadap susu sapi, susu kambing dapat
menggantikannya. Oleh sebab itu, tepat sekali kalau pemasyarakatan susu kambing dikaitkan dengan
program gizi keluarga dalam program posyandu. Di Inggris, susu kambing selain dikonsumsi, juga diolah
menjadi berbagai bentuk seperti keju, krim, mentega dan yoghurt (Mackenzie,1970).
Harga yang sangat menarik.
Persepsi tersebut diatas mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap mahalnya harga susu
kambing jika dibandingkan harga susu sapi yang dapat mencapai 10 kali lipat. Harga susu kambing segar
mulai Rp12.000/liter di Jawa Barat, sebaliknya harga susu sapi Rp2500 3000/liter.
Konsumsi Susu Kambing.
Akhir-akhir ini konsumsi susu kambing terus meningkat dari tahun ketahun. Laju peningkatan
populasi yang tidak seimbang dengan laju permintaan kambing tersebut akan menciptakan
ketidakseimbangan antara permintaan dan produksi tersebut. Jika diperkirakan seekor kambing dapat
menghasilkan daging seberat 10 kg, laju permintaan daging kambing 6% per tahun dan laju peningkatan
populasi kambing sebesar 3% per tahun maka proyeksi permintaan dan populasi kambing
tahun 1999 terlihat pada tabel 1.
Tabel 1. Proyeksi Permintaan dan Produksi Kambing Indonesia (000 ekor)
Tahun

1991

1993

1995

1997

1999

Populasi kambing
Permintaan kambing

11,609
7,966

12,316
8,951

13,067
10,057

13,862
11,300

14,706
12,697

Keseimbangan Persediaan

3,643

3,365

3,010

2,562

2,009

Sumber : Statistik Peternakan


Dari Tabel 1 diatas terlihat dengan laju permintaan sebesar 6% per tahun dan tingkat produksi
permintaan sebesar 6% pertahun, sedangkan tingkat produksi sebesar 3% per tahun, maka dalam 10
tahun, kebutuhan daging Indonesia mungkin tidak lagi dicukupi.

III.
3.1.

DESKRIPSI USAHA DAN KOEFISIEN TEKNIS PRODUKSI

Faktor Teknis
Populasi kambing di Indonesia saat ini mencapai 7 juta ekor. Jumlah ini 76% diantaranya berada
di Pulau Jawa. Kambing umumnya dipelihara dengan cara yang sangat sederhana di setiap rumah
tangga pedesaan. Setiap keluarga pada umumnya memiliki 4 6 ekor kambing yang dipelihara dengan
dikandangkan di halaman rumah dan digembalakan di areal bekas panen atau lahan beras. Pakan yang
diberikan setiap hari berasal dari rumput yang ada di sekitar rumah.
Jenis kambing yang saat ini banyak dipelihara adalah kambing lokal dan kambing perah. Jenis
kambing perah (PE, SENDURO, SAAPERA, JAWARANDU) merupakan jenis yang memiliki produktivitas
tinggi dan daya tahan yang Iebih baik. Kambing betina jenis ini mencapai kematangan seksual pada

umur 8 9 bulan. Masa kehamilan selama 5 bulan dan masa Iaktasi 4 bulan. Dengan pemeliharaan yang
baik, kambing perah dapat dikawinkan lagi 2 3 bulan setelah melahirkan. Setiap melahirkan kambing
mampu menghasilkan 2 3 ekor cempe (anak), sehingga dalam dua tahun dapat menghasilkan 6 9
ekor cempe. Kambing perah dewasa memiliki berat karkas bersih 20 30 kg untuk kambing jantan dan 15
20 kg untuk betina. Masa subur kambing betina sampai berusia 5 tahun.
Secara sederhana reproduksi kambing perah dapat digambarkan dalam skema berikut :

Secara teoritis, kambing perah dapat menghasilkan 3 6 anak setiap dua tahun. Reproduksi
kambing perah juga dipengaruhi oleh tingkat kecukupan gizi yang ada.
Kebutuhan pakan kambing perah dipenuhi dengan rumput-rumputan 60% dan daun-daunan
40%. Selain rumput dan daun-daunan (Hijauan Makanan Ternak/HMT)), kambing juga memerlukan
makanan tambahan dapat berupa dedak, ampas tahu atau ampas singkong/ongok. Selain itu perlu
ditambahkan vitamin dapat berupa minyak ikan, mineral, atau garam.
Dengan asupan pakan yang baik diatas, masa laktasi kambing perah dapat bertahan baik sampai
dengan 12 bulan.

Perkiraan perkembangan kambing pada ranch didasarkan pada perhitungan berikut:


Kematian tahunan kambing dewasa
:
Daya tahan hidup (survival rate) jantan
:
Daya tahan hidup (survival rate) betina
:
Tingkat pergantian induk
:

(Kematian 10%, penyisihan karena tua 20%, tidak subur dan alasan lain 5%)

Persentasi induk yang disisihkan


Tingkat penggantian induk

:
:

10%
65%
85%
35%

10%
25%

Analisa usaha ternak kambing perah ini menggunakan induk 16 ekor dengan periode
pemeliharaan selama 6 tahun. Ratusan litter size yang diperoleh adalah 2,25 ekor/kelahiran. Pejantan
digunakan selama 2 tahun dan nisbah antara penggunaan jantan terhadap betina sebesar 1 : 8. Setelah
lewat 2 tahun dijual sebagai pejantan afkir dengan harga yang sedang berlaku di pasaran. Anak betina
dipilih sebanyak 2% sebagai replacement stock, sedangkan anak jantan semuanya dijual. Penjualan
ternak dilakukan atas dasar per kg bobot badan hidup.
Beberapa hasil penelitian (Sukmawatu et al.) memperlihatkan keragaan produksi kambing perah
dengan sistem pemeliharaan yang dikandangkan (sistem pemeliharaan intensif) dipelihatkan dalam
Tabel 2.

Tabel 2. Keragaan Produktivitas Kambing Karakteristik

Litter size (ekor/kelahiran)


Berat lahir (kg)

2,25
3

Kematian anak pra-sapih (%)


Pertumbuhan anak harian (g)
- pra sapih
- lepas sapih

8
135
100

Produki susu kambing berkisar 0,7 1,0 kg per hari dengan rata-rata waktu laktasi 140 hari.
Dengan sistem manajemen yang baik maka periode laktasi dapat dilakukan sampai 12 bulan dengan
puncak produksi pada bulan pertama dan bulan kedua, dapat mencapai produksi 2 liter/ekor/hari.