Anda di halaman 1dari 7

BERAT ISI TANAH

Alat

Silinder

Pisau

Jangka sorong

Timbangan

Cawan

Oven

Karet

Kasa

Bahan

Sampel Tanah Utuh (yang diambil ketika praktikum pengambilan sampel)

Langkah Kerja
Timbang sampel tanah utuh kotor (masih dalam ring) = mendapat Massa Total (Mt) +
Massa Ring (Mr)

Keluarkan tanah di dalam ring sampai bersih, letakkan di baki, bersihkan ring sampel dari
sisa tanah

Ukur tinggi (p) dan diameter dalam ring sampel (d) untuk mendapatkan nilai Volume
Total Tanah (Vt), timbang ring sampel untuk mendapatkan Massa Ring (Mr)

Kurangi Massa sampel tanah + Ring dengan Massa Ring, sehingga didapatkan Massa
Total Tanah (Mt, bersih)

Ambil Subsampel tanah dari tanah yang dikeluarkan dari dalam ring (> 30g)

Timbang berat cawan kaleng untuk mendapatkan massa cawan (K) dan letakkan subsampel
yang diambil dalam cawan kaleng. lalu ditimbang lagi untuk mendapat berat basah
subsampel + cawan (Tb+K)

Beri label pada cawan, lalu masukkan cawan yang sudah diisi subsampel ke dalam oven
tanah (suhu 105oC)

biarkan subsampel di dalam oven sekurang-kurangnya 24 jam

Setelah 24 jam atau lebih, keluarkan subsampel dari oven.

Timbang lagi subsampelnya sehingga didapatkan Berat Kering Subsampel + Cawan


(To+K)

Bersihkan semua alat yang dipakai

Mulai lakukan perhitungan untuk mencari Berat Isi Tanah

Tabel Berat Isi


Silinder

Diameter

Tinggi (p)

Massa

Massa

Massa

Kadar Air Sub Sampel

Total

Ring

Total

(W)

Kotor
(Mt +

(d)

(Mr)

(Mt)

Mr

Tanah

Tanah

Kaleng

Basah +

oven +

(K)

Kaleng

Kaleng

(Tb+K)

(To+K)

cm

Cm

4,7

5,6

203,06

50

153,06

280,16

250,36

127,8

Ket :
d

= Diameter ring

= Tinggi ring

Tb

= Massa tanah basah sebelum dioven

To

= Massa tanah oven

= Massa Kaleng

= Kadar air massa

Ma

= Massa air

Mp

= Massa padatan

= 3,14

1. Contoh menghitung volume tanah (Vt)


Dari tabel hasil pengamatan
Volume tanah (Vt)

= 1/4 x x d2 x p
= 0,25 x 3,14 x 4,72 x 5,6
= 97,10 cm3

2. Cara menghitung kadar air sub sampel (W)


Kadar air sub sampel (W)

= Ma/Mp
= (280,16 - 250,36) / (250,36 - 127,8)
= 0,243 g

3. Cara menghitung massa padatan (Mp)


Massa padatan (Mp)

= Berat total / (1 + ka. Sub)


= 153,06 / (1 + 0,243)
= 123,20 g

4. Cara menghitung berat isi (BI)


Berat Isi (BI)

= Mp / Vt
=123,2035 / 97,10
= 1,26 g cm-3

Kadar Air

Vol. Tanah Silinder

Massa Padatan

Berat Isi

(W)

(Vt)

(Mp)

(b)

g g-1

cm3

g cm-3

0,243

97,10

123,2035

1,26

Klasifikasi Berat Isi Tanah


Berat Isi

Kelas Tanah

-3

(g.cm )
1,3 1,5

Manpat

0,8 1,0

Porus

0,08 0,23

Histosol

Sumber: 1. Tanah tanah utama Indonesia Dr. Ir. Moch. Munir MS, 1996
2. Pengantar Fisika Tanah Daniel Hillel (Penerjemah Rubiyanto Hendro Susanto dkk), 1997

Berat Isi

Kelas Tekstur

(g.cm-3)
1,0 1,6

Liat; liat berdebu;


lempung liat
berdebu;lempung berliat

1,2 1,8

Pasir; pasir berlempung;


lempung berpasir

Sumber: Sifat dan ciri ciri tanah Guswono Supardi, 1983

Berat Isi

Kelas

(g.cm-3)
< 0,9

Rendah / ringan

0,9 1,2

Sedang / sedang

1,2 1,4

Tinggi / berat / mampat

> 1,4

Sangat tinggi / sangat


berat/ sangat mampat

Sumber: Lab. Fisika jur. Tanah FP UB, 2006

BERAT JENIS TANAH


Alat:

Piknometer

Mortal

Pistil

Timbangan

Oven

Hotplate

Corong

Botol semprot

Baki

Bahan:

Tanah

Air bebas udara

Langkah kerja:
Tanah dikeringkan di dalam oven (1050 C selama 24 jam)

Tanah dihaluskan dengan mortal dan pistil


Masukkan tanah ke dalam labu ukur 20 g (labu ditimbang lebih dahulu) dan timbang labu dan
isinya.
Isi air dari volume labu ukur dan kocok untuk mengeluarkan udara yang terjerat
Cara mengusir udara : (1) Panaskan diatas hot plate sampai mendidih ; (2) Hisap dengan mesin
vakum; (3) Air direbus sampai titik didih dan ditunggu sampai dingin
Turunkan labu ukur dari hot plate dan tunggu dingin

Isi air yang telah direbus sampai garis minikes (air dingin)

Timbang labu dan isinya

Tabel Pengukuran Berat Jenis


Massa (g)

Massa Padatan

Volume Padatan

BJ
p

L + To

L + To + A

Mp

Vp

cm3

g.cm3

55,90

75,91

167,94

20,01

7,97

2,51

Keterangan:
L

= massa labu

To

= massa tanah oven

= massa air

Mp

= massa padatan

Vp

= volume padatan
= ((L + To) L) g

Mp

= To
100 cm3

= volume labu yang digunakan

*BJ air

= 1 g/cm3, jadi 100 g air volumenya adalah 100 cm3

Vp

= 100 ((L + To + A) (L + To)) cm3

BJ

= Mp / Vp

Contoh Perhitungan Berat Jenis


Melihat data tabel pengamatan BJ
Massa labu

= 55,90 g

Massa labu + tanah kering

= 75,91 g

Massa labu + tanah kering + air

= 167,94 g

Maka akan diperoleh:


Mp

= (75,91 55,90)

= 20,01 g

Vp

= (100 (167,94 75,91)

= 7,91 cm3

BJ

= (20,01 / 7,91)

= 2,51 g cm-3

Klasifikasi Berat Jenis


BJ

BJ

Tanah mineral pada umumnya

Tanah organik

2,5 2,7

> 2,00

Sumber: Pengantar Fisika Tanah, Lab. Fisika Jurusan Tanah FP.UB.2007

Cara Menghitung Porositas (% Volume)


Porositas= (1 (BI / BJ)) x 100%

Tabel Klasifikasi Porositas


Porositas (%)

Kelas

<31

Rendah

31 63

Sedang

>63

Tinggi

Sumber: Lab. Fisika Jurusan Tanah FP. UB. 2007