Anda di halaman 1dari 3

Sosiologi - Bentuk - Bentuk Akomodasi

Bentuk- bentuk akomodasi :


1. Coercion

Coeration merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana terjadi karena adanya
paksaan dari pihak yang dominan atau yang berkuasa terhadap pihak yang minoritas
atau yang lemah, yang dalam pelaksanaannya dapat terjadi baik secara fisik
(langsung) maupun secara psikologis (tidak langsung).
Contoh : perbudakan yang terjadi di benua Amerika yang dilakukan oleh orangorang kulit putih terhadap orang- orang kulit hitam yang ada di sana karena orangorang kulit putih diyakini memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan
orang- orang yang berkulit hitam.
2. Compromise

Compromise merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana pihak- pihak yang
terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap
perselisihan yang ada. Selain itu, compromise dapat dilaksanakan apabila salah satu
pihak bersedia untuk memahami dan merasakan kedaan dari pihak yang lainnya dan
sebaliknya.
Contoh : korban penggusuran bangunan liar yang terjadi di Jakarta dengan pihak
pemerintah daerah setempat di mana pihak dpemerintah setempat ingin menertibkan
kota Jakarta dari bangunan- bangunan liar yang merusak keindahan kota Jakarta. Oleh
karena hal tersebut maka pihak pemerintah daerah tersebut memberikan ganti atas
bangunan- bangunan yang digusur demikian pula dengan para korban penggusuran
yang bersedia pindah dari tempat mereka yang semula dan mulai membangun tempat
tinggal di daerah lain.
3. Arbitration

Arbitration merupakan salah satu cara untuk mencapai compromise apabila pihakpihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri, yaitu dengan dipilihnya
pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau suatu lembaga yang lebih tinggi
kedudukannya dari pada pihak- pihak yang bertentangan tersebut dalam mengambil
keputusan.
Contoh : perselisihan yang terjadi antara Belanda dan Indonesia dalam
memperebutkan Irian Jaya pada waktu yang lalu. Kedua belah pihak tidak dapat
mencapai compromise, maka dipilihlah salah satu badan dari PBB yang memiliki
kedudukan lebih tinggi dari pemerintahan Belanda dan Indonesia sebagai penengah
yang mengambil keputusan.
4. Mediation

Mediation merupakan suatu bentuk dari akomodasi yang menyerupai arbitration


dimana dalam proses ini memerlukan pihak ketiga sebagai penengah yang bertugas

untuk mengusahakan perdamaian di antara kedua belah pihak yang berselisih tetapi
pihak ketiga tersebut hanya bertindak sebagai penengah dan tidak memiliki kekuasaan
untuk mengambil keputusan karena keputusan yang ada tetap berada di tangan pihak
yang berselisih.
Contoh : Badan Penasihat Hukum yang ada di Indonesia, dalam pelaksanaannya
sebagai sebuah lembaga yang hanya bertugas untuk menasihati atas segala
perselisihan- perselisihan yang terjadi di Indonesia namun lembaga ini tidak memiliki
kekuasaan untuk mengambil keputusan dalam setiap perselisihan tersebut.
5. Conciliation

Conciliation merupakan suatu bentuk dari akomodasi dengan mengusahakan segala


sesuatu untuk mempertemukan keinginan- keinginan dari pihak- pihak yang berselisih
demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
Contoh : dibentuknya suatu badan yang menjadi wadah dari setiap agama yang ada di
Indonesia dalam upaya menangani keinginan- keinginan yang ada di setiap agama dan
menyelesaikan konflik agama yang terjadi namun terdapat dalam suatu naungan
Departmen Agama
6. Toleration

Toleration merupakan suatu bentuk dari akomodasi yang terjadi tanpa adanya
persetujuan yang formal yang timbul secara tidak sadar dan tanpa dirncanakan karena
watak dari setiap orang- perorangan atau kelompok- kelompok masyarakat yang ada.
Contoh : Apabila seseorang yang baru berada di sebuah lingkungan sosial yang asing
selama satu hari dengan tidak mengetahui aturan- aturan maupun kebiasaankebiasaan yang ada di daerah asing tersebut. Maka, secara tidak sadar orang- orang
yang berada di lingkungan tersebuat akan mentoleransi setiap kesalahan- kesalahan
yang dilakukan oleh orang baru tersebut.
7. Stalemate

Stalemate merupakan sebuah bentuk dari akomodasi di mana pihak- pihak yang
bertentangan karena memiliki kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik
tertentu dalam melakukan pertentangannya yang disebabkan oleh ketidakmungkinan
yang terjadi untuk maju atau mundur.
Contoh : perang yang terjadi antara Israeldan Irak yang tidak memiliki titik temu dan
juga sama- sama memiliki kekuatan yang sama diantara kedua belah pihak tersebut
sehingga mengakibatkan ketidakmungkinan untuk mundur maupun terus maju yang
berdampak pada sulitnya mencari inti dari segala perselisihan yang ada.
8. Adjudication

Adjudication merupakan suatu bentuk dari akomodasi dimana penyelesaian suatu


perkara atau sengketa di pengadilan.