Anda di halaman 1dari 8

Minahasa

tiwa persatuan diadakan disebut Mahasa yang berarti


bersatu. Mahasa pertama diadakan di Watu Pinawetengan untuk pembagian wilayah pemukiman, Mahasa kedua diadakan untuk melawan ekspansi kerajaan bolaangmongondow, Mahasa ketiga dilakukan untuk menyelesaikan pertikaian antara Walak Kakaskasen yang berkedudukan diLotta(kakaskasen, Lotta dan Tateli) dengan Bantik, yang kesemuanya berasal dari satu garis keturunan
Toar-Lumimuut.

2 Huruf
Tari Maengket

Tulisan kuno Minahasa disebut Aksara Malesung terdapat di beberapa batu prasasti di antaranya berada
di Pinawetengan. Aksara Malesung merupakan tulisan
hieroglif, yang hingga kini masih sulit diterjemahkan.

3 Pemerintahan
Pemerintahan kerajaan di Sulawesi Utara berkembang
menjadi kerajaan besar yang memiliki pengaruh luas ke
luar Sulawesi atau ke Maluku. Pada 670, para pemimpin
suku-suku yang berbeda, yang semua berbicara bahasa
yang berbeda, bertemu dengan sebuah batu yang dikenal
sebagai Watu Pinawetengan. Di sana mereka mendirikan
sebuah komunitas negara merdeka, yang akan membentuk satu unit dan tetap bersama dan akan melawan setiap
musuh luar jika mereka diserang. Bagian anak Suku Minahasa yang mengembangkan pemerintahannya sehingga
memiliki pengaruh luas adalah anak suku Tonsea pada
abad 13, yang pengaruhnya sampai ke Bolaang Mongondow dan daerah lainnya. Kemudian keturunan campuran
anak suku Pasan Ponosakan dan Tombulu yang membangun pemerintahan kerajaan dan terpisah dari ke empat
suku lainnya di Minahasa. Baca tulisan David DS Lumoindong mengenai Kerajaan di Sulawesi Utara.

Tari Kabasaran

Minahasa (dahulu disebut Tanah Malesung) adalah kawasan semenanjung yang berada di provinsi Sulawesi
Utara, Indonesia. Kawasan ini terletak di bagian timur
laut pulau Sulawesi.
Minahasa juga terkenal akan tanahnya yang subur yang
menjadi rumah tinggal untuk berbagai variasi tanaman
dan binatang, darat maupun laut. Terdapat berbagai tumbuhan seperti kelapa dan kebun-kebun cengkeh, dan juga
berbagai variasi buah-buahan dan sayuran. Fauna Sulawesi Utara mencakup antara lain binatang langka seperti burung Maleo, Kuskus, Babirusa, Anoa dan Tangkasi
(Tarsius Spectrum).

4 Minahasa
1

Etimology Minahasa

Minahasa secara etimologi berasal dari kata Mina-Esa


(Minaesa) atau Maesa yang berarti jadi satu atau menyatukan, maksudnya harapan untuk menyatukan berbagai kelompok sub-etnik Minahasa yang terdiri dari Tontemboan, Tombulu, Tonsea, Tolour (Tondano),
Tonsawang, Ponosakan, Pasan, dan Bantik.

sebutan Minahasa sebenarnya berasal dari kata, Mina yang berarti telah diadakan/telah terjadi dan Asa/Esa
yang berarti satu, jadi Minahasa berarti telah diadakan
persatuan atau mereka yang telah bersatu. ketika peris1

5 ASAL USUL ORANG MINAHASA

5 Asal Usul Orang Minahasa


Daerah Minahasa dari Sulawesi Utara diperkirakan telah
pertama kali dihuni oleh manusia dalam ribuan tahun SM
an ketiga dan kedua. [6] orang Austronesia awalnya dihuni China selatan sebelum pindah dan menjajah daerah
di Taiwan, Filipina utara, Filipina selatan, dan ke Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. [7]

WARANEY

Menurut mitologi Minahasa di Minahasa adalah keturunan Toar Lumimuut dan. Awalnya, keturunan Toar
Lumimuut-dibagi menjadi 3 kelompok: Makatelu-pitu
(tiga kali tujuh), Makaru-siuw (dua kali sembilan) dan
Pasiowan-Telu (sembilan kali tiga). Mereka dikalikan
dengan cepat. Tapi segera ada perselisihan antara orangorang. Tona'as pemimpin mereka bernama kemudian
memutuskan untuk bertemu dan berbicara tentang hal
ini. Mereka bertemu di Awuan (utara bukit Tonderukan saat ini). Pertemuan itu disebut Pinawetengan u-nuwu
(membagi bahasa) atau Pinawetengan um-posan (membagi ritual). Pada pertemuan bahwa keturunan dibagi
menjadi tiga kelompok bernama Tonsea, Tombulu, Tontemboan dan sesuai dengan kelompok yang disebutkan
di atas. Di tempat di mana pertemuan ini berlangsung
batu peringatan yang disebut Watu Pinabetengan (Batu
Membagi) kemudian dibangun. Ini adalah tujuan wisata
favorit.

Nama Minahasa sendiri baru digunakan belakangan.


Minahasa umumnya diartikan telah menjadi satu.
Palar mencatat, berdasarkan beberapa dokumen sejarah
disebut bahwa pertama kali yang menggunakan kata minahasa itu adalah J.D. Schierstein, Residen Manado, dalam laporannya kepada Gubernur Maluku pada 8 Oktober 1789. Minahasa dalam laporan itu diartikan sebagai Landraad atau Dewan Negeri (Dewan Negara) atau
Kelompok-kelompok Tonsea, Tombulu, Tontemboan
juga Dewan Daerah.
dan kemudian mendirikan wilayah utama mereka yang
Nama Minaesa pertama kali muncul pada perkumpul- berada Maiesu, Niaranan, dan Tumaratas masingan para "Tonaas" di Watu Pinawetengan (Batu Pina- masing. Segera beberapa desa didirikan di luar wilayah.
betengan). Nama Minahasa yang dipopulerkan oleh Desa-desa baru kemudian menjadi pusat berkuasa dari
orang Belanda pertama kali muncul dalam laporan Re- sekelompok desa disebut Puak, kemudian walak, sebansiden J.D. Schierstein, tanggal 8 Oktober 1789, yaitu ding dengan kabupaten masa kini.
tentang perdamaian yang telah dilakukan oleh kelomSelanjutnya kelompok baru orang tiba di semenanjung
pok sub-etnik Bantik dan Tombulu (Tateli), peristiwa tersebut dikenang sebagai "Perang Tateli". Adapun suku Pulisan. Karena berbagai konik di daerah ini, mereMinahasa terdiri dari berbagai anak suku atau Pakasa- ka kemudian pindah ke pedalaman dan mendirikan desaan yang artinya kesatuan: Tonsea (meliputi Kabupaten desa sekitar danau besar. Orang-orang ini karena itu diMinahasa Utara, Kota Bitung, dan wilayah Tonsea La- sebut Tondano, Toudano atau Toulour (artinya orang air).
ma di Tondano), anak suku Toulour (meliputi Tondano, Danau ini adalah danau Tondano sekarang. Minahasa
Kakas, Remboken, Eris, Lembean Timur dan Kombi), Warriors.
anak suku Tontemboan (meliputi Kabupaten Minahasa Tahun-tahun berikutnya, kelompok lebih datang ke MiSelatan, dan sebagian Kabupaten Minahasa), anak su- nahasa. Ada: orang dari pulau Maju dan Tidore yang
ku Tombulu (meliputi Kota Tomohon, sebagian Kabu- mendarat di Atep. Orang-orang ini merupakan nenek
paten Minahasa, dan Kota Manado), anak suku Tonsa- moyang dari Tonsawang subethnic. orang dari Tomowang (meliputi Tombatu dan Touluaan), anak suku Pono- ri Bay. Ini merupakan nenek moyang dari subethnic
sakan (meliputi Belang), dan Pasan (meliputi Ratahan). Pasam-Bangko (Ratahan Dan pasan) orang dari BolaSatu-satunya anak suku yang mempunyai wilayah yang ang Mangondow yang merupakan nenek moyang Ponotersebar adalah anak suku Bantik yang mendiami negeri sakan (Belang). orang-orang dari kepulauan Bacan dan
Maras, Molas, Bailang, Talawaan Bantik, Bengkol, Buha, Sangi, yang kemudian menduduki Lembeh, Talisei IsSingkil, Malalayang (Minanga), Kalasey, Tanamon dan land, Manado Tua, Bunaken dan Mantehage. Ini adaSomoit (tersebar di perkampungan pantai utara dan barat lah Bobentehu subethnic (Bajo). Mereka mendarat di
Sulawesi Utara). Masing-masing anak suku mempunyai tempat yang sekarang disebut Sindulang. Mereka kemubahasa, kosa kata dan dialek yang berbeda-beda namun dian mendirikan sebuah kerajaan yang disebut Manado
satu dengan yang lain dapat memahami arti kosa kata ter- yang berakhir pada 1670 dan menjadi walak Manado.
tentu misalnya kata kawanua yang artinya sama asal kam- orang dari Toli-toli, yang pada awal abad 18 mendarat
pung.
pertama di Panimburan dan kemudian pergi ke Bolaang

3
Mongondow- dan akhirnya ke tempat Malalayang sekarang berada. Orang-orang ini merupakan nenek moyang
dari Bantik subethnic.
Ini adalah sembilan sub-etnis di Minahasa, yang menjelaskan jumlah 9 di Manguni Maka-9:
Tonsea, Tombulu, Tontemboan, Tondano, Tonsawang,
Ratahan pasan (Bentenan), Ponosakan, Babontehu, Bantik.
Delapan dari kelompok-kelompok etnis juga kelompokkelompok linguistik terpisah.
Nama Minahasa itu sendiri muncul pada saat Minahasa
berperang melawan Bolaang Mongondow. Di antara para
pahlawan Minahasa dalam perang melawan Bolaang Mongondow adalah: Porong, Wenas, Dumanaw dan Lengkong (dalam perang dekat desa Lilang), Gerungan, Korengkeng, Walalangi (dekat Panasen, Tondano), Wungkar, Sayow, Lumi, dan Worotikan (dalam perang bersama Amurang Bay). Dalam peperangan sebelumnya, Tarumetor (Opo Retor) dari Remboken mengalahkan Ramokian dari Bolaang Mongondow di Mangket.

5.1

Kependudukan

Kebanyakan penduduk Minahasa beragama Kristen, dan


juga merupakan salah satu suku-bangsa yang paling dekat hubungannya dengan negara barat. Hubungan pertama dengan orang Eropa terjadi saat pedagang Spanyol
dan Portugal tiba disana. Saat orang Belanda tiba, agama
Kristen tersebar terseluruhnya. Tradisi lama jadi terpengaruh oleh keberadaan orang Belanda. Kata Minahasa
berasal dari konfederasi masing-masing suku-bangsa dan
patung-patung yang ada jadi bukti sistem suku-suku lama.

KAWASARAN

Wiersma. Terdapat tiga tokoh sentral terkait dengan leluhur orang Minahasa, yaitu Lumimuut, Toar dan Karema.
Karema, dimengerti sebagai manusia langit, dan Lumimuut dan Toar adalah leluhur dan cikal bakal dari orangorang Minahasa. Manusia awal di Minahasa yang berasal
dari Lumimuut dan Toar, tempat semula dari Lumimuut dan Toar serta keturunannya disebut Wulur Mahatus.
Kelompok-kelompok awal ini kemudian berkembangan
biak dan bermigrasi ke beberapa wilayah di tanah Minahasa.
Orang minahasa pada waktu itu dibagi dalam 3 (tiga) golongan yaitu : Makarua Siow (2x9) : para pengatur Ibadah dan Adat Makatelu Pitu (3x7) : yang mengatur pemerintahan Pasiowan Telu (9x7) : Rakyat

8 Prasasti Pinawetengan

Taman Laut Bunaken

Di depan pantai kota Manado berada pulau Manado Tua


dengan daerah selam yang sangat indah dimana pulau
Bunaken jadi salah satu pulau yang terkenal di sekitar
lingkungan ini.

Sejarah

Orang minahasa yang dikenal dengan keturunan Toar Lumimuut, pada awalnya para leluhur orang minahasa berPrasasti Pinawetengan
mukim di sekitar pegununggan Wulur Mahatus, wilayah
selatan Minahasa kemudian berkembang dan berpindah Batu Pinawetengan terletak di Kecamatan Tompaso Bake Nietakkan (dekat tompaso baru).
rat. Merupakan batu alam yang diatasnya ditulis deSejarah orang Minahasa umumnya di tulis oleh orang- ngan huruf hieroglif, yang sampai kini masih belum terorang asing yang datang ke tanah ini sebagian besar ada- pecahkan cara membacanya. Batu ini merupakan temlah misionaris. Beberapa antaranya: Pdt.Scwarsch, J. pat diadakannya Musyawarah Perdamaian keturunan ToAlbt. T. Schwarz, Dr. JGF Riedel, Pdt. Wilken, Pdt. J. ar dan menjadi tonggak Sejarah perubahan sistem pe-

11 SISTEM PEMERINTAHAN

merintahan pada keturunan Toar Lumimuut. Menurut 10 Pengembangan Suku {PemePaulus Lumoindong Musyawarah ini terjadi sekitar takaran}
hun 300-400 Masehi. Menurut David DS Lumoindong,
bahkan penulisan Prasasti ini sejajar atau bahkan lebih
tua dari Prasasti Kutai tahun 450 M. Isi tulisan ini menu- Belum dapat ditelusuri pada abad keberapa pakasaan Torut Tuturan Sastra Maeres ini berisi Musyawarah Pemba- untewo pecah dua menjadi Pakasaan Toundanou dan Tounsea hingga Minahasa memiliki empat Pakasaan . Yakgian Wilayah, Deklarasi untuk tetap menjaga kesatuan.
ni Toumpakewa berubah menjadi Tontemboan, Toumbulu', Tonsea dan Toundanou. Kondisi Pakasaan di Minahasa pada zaman Belanda terlihat sudah berubah lagi
dimana Pakasaan Tontemboan telah membelah dua wilayah Pakasaan Toundanouw dan telah lahir pakasaan
Tondano, Touwuntu dan Toundanou. Pakasaan Tondaterdiri dari walak Kakas, Romboken dan Toulour. Pa9 Deklarasi Reformasi Sistem Pe- no
kasaan Touwuntu terdiri dari walak Tousuraya dan Toulumalak yang sekarang disebut Pasan serta Ratahan. Pamerintahan
kasaan Toundanou terdiri dari walak Tombatu dan Tonsawang.
Ketika keturunan Lumimuut-Toar semakin banyak, ma- Walak dan Pakasa'an Wilayah walak Toulour agak lain
ka pada suatu waktu mereka mengadakan rapat di sebuah karena selain meliputi daratan juga membahagi danau
tempat yang ada batu besarnya (batu itu yang kemudian Tondano antara sub-walak Tounour yakni Touliang dan
disebut Watu Pinawetengan). Musyawarah dipimpin To- Toulimambot. Yang tidak memiliki Pakasaan adalah
naas Wangko Kopero dan Tonaas Wangko Muntu-untu walak Bantik yang tersebar di Malalayang, Kema dan RaI(tua/pertama).
tahan bahkan ada di Mongondouw-walaupun etnis Bantik
juga keturunan Toar dan Lumimuut. Menurut legenda
etnis Bantik zaman lampau terlambat datang pada musyawarah di batu Prasasti Pinawetengan. Ada tiga nama
dotu Muntu-Untu dalam legenda Minahasa yakni MuntuUntu abad ke-7 asal Telebusu (Tontemboan). MuntuUntu abad 12 asal Tonsea-menurut istilah Tonsea. Dan
Muntu-Untu abad 15 zaman Spanyol berarti ada tiga kali
musyawarah besar di batu Pinawetengan untuk berikrar
Hasil riset Dr. J.P.G. Riedel, bahwa hal tersebut terjadi
agar tetap bersatu.
sekitar tahun 670 di Minahasa telah terjadi suatu musyawarah di watu Pinawetengan yang dimaksud untuk mene- Dalam Buku Sejarah Lengkap Minahasa oleh David DS
gakkan adat istiadat serta pembagian wilayah Minahasa. Lumoindong dijelaskan suku Tow Bantik adalah keturunan Toar-Lumimuut yang berdiam menjaga perairDisana mereka mendirikan perhimpunan negara yang
an di wilayah utara di kepulauan Sangihe-Talaud, kemerdeka, yang akan membentuk satu kesatuan dan tingmudian terjadi bencana alam Tsunami maka merekagal bersama dan akan memerangi musuh manapun dari
pun mengungsi ke daratan Sulawesi Utara di sekitar
luar jika mereka diserang, Ratahan nanti bergabung deBolaang-Mongondow, kemudian dimasa perang Minahangan perserikatan Minahasa ini sekitar tahun 1690.Pakasa melawan Bolaang-Mongondow mereka menjadi pasaan Tou-Ure kemungkinan tidak ikut dalam musyawasukan Bolaang-Mongondow menyerbu dan menduduki
rah di Pinawetengan untuk berikrar satu keturunan Toar
beberapa wilayah di Minahasa, setelah selesai perang tadan Lumimuut dimana semua Pakasaan menyebut dirihun 1690 an mereka memilih tetap tinggal di Minahasa
nya Mahasa asal kata Esa artinya satu, hingga Tou-Ure
bergabung dengan suku bangsa perserikatan Minahasa.
dilupakan dalam cerita tua Minahasa.
Sistem pemerintahan kemasyarakatan akhirnya berubah
setelah melalui musyawarah yang mendeklarasikan sistem pemilihan umum, pemerintahan negara demokrasi
kuno, hasil musyawarah dituliskan pada sebuah batu prasasti yang kemudian dikenal dengan sebutan Watu Pinawetengan. Menurut Paulus Lumoindong peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 400-500 Masehi.

Pembagian wilayah minahasa tersebut dibagi dalam beberapa anak suku, yaitu:Anak suku Tontewoh (Tonsea)
: wilayahnya ke timur laut Anak suku Tombulu : wilayahnya menuju utara Anak suku Toulour : menuju timur
(atep) Anak suku Tompekawa : ke barat laut, menempati sebelah timur tombasian besarPada saat itu daratan
minahasa belum dipadati penduduk, baru beberapa daerah yang dipadati penduduk, di garisan Sungai Ranoyapo, Gunung Soputan, Gunung Kawatak, Sungai Rumbia,
Kalawatan. Perkembangan anak suku seperti anak suku
Tonsea, Tombulu, Toulour, Tountemboan, Tonsawang,
Ponosakan dan Bantik.

11 Sistem Pemerintahan
Sistem Pemerintahan pada empat suku utama terdiri atas
:Walian :Pemimpin agama / adat serta dukun Tonaas :
Orang keras, yang ahli dibidang pertanian, kewanuaan,
mereka yang dipilih menjadi kepala walak Teterusan :
Panglima perang Potuasan : Penasehat
Dalam Sejarah Ratahan, Pasan, Ponosakan dari data buku terbitan tahun 1871. Pada awal abad 16 wilayah Ratahan ramai dengan perdagangan dengan Ternate dan Ti-

5
dore, pelabuhannya disebut Mandolang Benten (Bentenan) yang sekarang bernama Belang. Pelabuhan ini pada
waktu itu lebih ramai dari pelabuhan Manado. Terbentuknya Ratahan dan Pasan dikisahkan sebagai berikut;
pada zaman raja Mongondouw bernama Mokodompis
menduduki wilayah Tompakewa, lalu Lengsangalu dari
negeri Pontak membawa taranaknya pindah ke wilayah
Pikot di selatan Mandolang-Bentenan (Belang). Lengsangalu punya dua anak lelaki yakni Raliu yang kemudian mendirikan negeri Pelolongan yang kemudian jadi
Ratahan, dan Potangkuman menikah dengan gadis Towuntu lalu mendirikan negri Pasan. Negeri Toulumawak dipimpin oleh kepala negeri seorang wanita bersuami orang Kema Tonsea bernama Londok yang tidak lagi
dapat kembali ke Kema karena dihadang armada perahu orang Tolour. Karena [Kerajaan Ratahan] bersahabat dengan Portugis maka wilayah itu diserang bajak laut
Kerang (Philipina Selatan) dan bajak laut Tobelo.

Pukul Tonaas Wangko Rares-empung Tonaas Wangko


Lumoindong, penguasa Tombulu semasa pusat pemerintahan masih di Kinilow Tua, dimasanya terjadi bencana hebat tapi oleh kebijaksanaan maka masyarakat dapat
diselamatkan, itu sebabnya dimasa lalu sebuah gunung di
Tomohon dimana ia tinggal dinamakan sesuai dengan namanya.

Toumbuluk Masyarakat tombuluk sejak zaman Batu Pinawetengan abad ke7 tetap utuh satu Pakasa'an yang
terdiri dari tiga walak yakni, Tombariri, Tomohon dan
Sarongsong. Dengan demikian istilah WANUA berkembang menjadi dua pengertian yaitu:

nate memiliki pengaruh di Sulawesi Utara, yang sering


dikunjungi pedagang Bugis dari Sulawesi Selatan. Kekayaan sumber daya alam Minahasa menjadikan Manado sebagai pelabuhan strategis bagi pedagang-pedagang
Eropa yang akan menuju dan pulang dari Maluku.

Para kepala pemerintahan,


TonTemboan diantaranya :

Kepala

Negara

di

Tonaas Wangko Kopero pemimpin musyawarah pertama


di Pinawetengan (Tompaso)
Para raja yang pernah berkuasa di Ratahan diantaranya :

Dotu Lensang Alu, Dotu Soputan, kepala walak wilayah


itu. Dotu Watulumanap, Dotu Raliu abad 16 kepala walak kakak beradik Raliu dan Potangkuman. Dotu Antou,
Mayor Maringka, akhir abad 18. Mayor Soputan Baca
Buku : Sejarah Kerajaan dan Pemerintahan di Minahasa
Tountumaratas (TonTemboan) Dengan bertambahnya oleh David DS Lumoindong
penduduk Minahasa, maka Tountumaratas berkembang
menjadi Tounkimbut dan Toumpakewa. Untuk menya- Para kepala pemerintahan, Kepala Negara di TonSea ditakan kedua kelompok itu satu asal, maka dilahirkan su- antaranya :
atu istilah PAKASA'AN yang beraasal dari kata ESA. Tonaas Wangko Maramis Tonaas Wangko Dotulong diPAKASAA'AN berarti satu yakni, Toungkimbut di pe- masanya maka ia membuat surat pengakuan negara Begunungan dan Toumpakewa di dekat pantai. Lalu isti- landa atas kepemilikannya terhadap pulau Lembeh.
lah Walak dimunculkan kembali. Perkembangan selanPara kepala pemerintahan, Kepala Negara di ToLour dijutnya nama walak-walak tua di wilayah Tountemboan
antaranya :
berganti nama menjadi walak Kawangkoan Tombasian,
Tonaas Wangko Singal Tonaas Wangko Gerungan (DoRumoo'ong dan Sonder.
tu Gerungan, hidup kurang lebih antara Tahun 1550Tountewu Kemudian kelompok masyarakat Tountewo
1650-an) adalah pemimpin Tondano, Bahasa Minahamembelah menjadi dua kelompok yakni Tounsea dan Tosa Suku Toulour/Toudano/Tondano yaitu Walak (Kepaundano. Kaum Tondano terbagi lagi menjadi dua yakla Suku) dan Teterusan (Kepala Perang) Tondano pani: Masyarakat yang bermukim di sekitar danau Tondano
da masa hidupnya, dengan tujuan menjaga wilayah sudan Masyarakat Toundanau yang bermukim di wilayah
ku Tondano dan menghalau para musuh yang menyerang.
Tonsawang dan Tombatu Masyarakat di sekitar danau
Dotu Gerungan merupakan salah satu dari pahlawanTondano membentuk tiga walak yakni; Tondano Toulipahlawan atau panglima perang Minahasa yang mengaang, Tondano Toulimambot dan Kakas-Remboken. Delakan musuh-musuh yang menyerang tanah Minahasa
ngan hilangnya istilah Pakasaan Tountewo maka lahirlah
istilah Pakasa'an Tonsea dan Pakasa'an Tondano. Pakasa'an Tonsea terdiri dari tiga walak yakni maumbi, kema
dan Likupang. Abad 18 Tounsea hanya mengenal satu 12 Era Kolonial
hukum besar (Mayor) atau Hukum Mayor, wilayah maumbi, Likupang dan Kema di perintah oleh Hukum ke- Pada akhir abad ke-16, Portugis dan Spanyol tiba di Sudua, sedangkan Tondano memiliki banyak mayor-mayor. lawesi Utara. Saat bangsa Eropa datang, Kesultanan Ter-

Bangsa Spanyol telah menjajah Kepulauan Filipina pada


waktu itu dan Minahasa dijadikan perkebunan kopi yang
11.1 Kepala Pemerintahan
didatangkan dari Amerika Selatan karena tanah Minahasa yang subur. Manado kemudian lebih dikembangkan
Para kepala pemerintahan, Kepala Negara di TomBulu oleh Spanyol untuk menjadi pusat perdagangan kopi badiantaranya :
gi pedagang-pedagang Tiongkok. Dengan bantuan sukuTonaas Wangko Muntu-Untu Tonaas Wangko Pinontoan- suku Minahasa yang menjadi sekutu, Spanyol merebut
Lokon Tonaas Wangko Ahkaimbanua Tonaas Wangko benteng Portugis di Amurang pada 1550-an, dan kolo-

14

PERMESTA

nis Spanyol kemudian membangun benteng di Manado,


sehingga akhirnya Spanyol menguasai seluruh Minahasa. Pada abad ke 16 salah satu komunitas Indo-Eurasia
pertama di Nusantara muncul di Manado. Raja pertama
Manado, Muntu Untu (1630) sebenarnya merupakan keturunan setengah Spanyol.

dap Republik Indonesia.

Pada awal abad ke-17 Belanda telah menumbangkan kesultanan Ternate, dan mulai menutup pengaruh Spanyol
dan Portugis di Nusantara. Pada 1677 Belanda menguasai kepulauan Sangir dan, dua tahun kemudian, Robert Padtbrugge, gubernur Maluku, mengunjungi Manado. Kedatangannya menghasilkan perjanjian dengan para kepala suku Minahasa yang berujung pada dominasi
Belanda selama 300 tahun berikut meskipun pemerintahan langsung oleh Belanda hanya bermula pada 1870.

da Juni 1958, tapi hanya bisa mengakhiri pemberontakan


Permesta pada 1961.

Saat negara baru itu menghadapi krisis demi krisis, Monopoli kopra oleh Jakarta sangat melemahkan ekonomi
Minahasa. Seperti di Sumatra, mulai timbul ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat di Minahasa karena inesiensi, pembangunan tak merata, dan uang yang hanya
Spanyol kemudian menyerahkan Minahasa kepada Por- mengalir ke Jawa.
tugis dengan ganti 350,000 ducat dalam sebuah perjanji- Ekspor illegal bertumbuh subur pada 1956. Jakarta kean. Para penguasa Minahasa mengirim Supit, Paat, dan mudian memerintahkan penutupan pelabuhan Manado,
Lontoh untuk bersekutu dengan Belanda untuk mengu- pelabuhan penyelundup terbesar di Indonesia pada waksir bangsa Portugis dari Minahasa. Pada 1655 mereka tu itu. Tak lama kemudian Permesta menghadapi pemeakhirnya unggul, membangun benteng mereka sendiri pa- rintah pusat meminta reformasi ekonomi, politik, dan reda 1658 dan mengusir orang Portugis terakhir beberapa gional. Jakarta menanggapi dengan membom Manado
tahun kemudian.
pada Februari 1958, kemudian menginvasi Minahasa pa-

14 Permesta
Pada Maret 1957, para pemimpin militer Sulawesi Utara
dan Selatan mengadakan konfrontasi dengan Jawa, dengan tuntutan otonomi daerah yang lebih besar. Mereka meminta pembangunan yang lebih aktif, pembagian
pajak yang lebih adil, bantuan menghadapi pemberontakan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, dan kabinet
pemerintah pusat yang dipimpin oleh Sukarno dan Hatta
dengan seimbang. Pada mulanya pergerakan Permesta
(Piagam Perjuangan Semesta Alam) hanyalah merupakan pergerakan reformasi daripada pergerakan separatis.

Bangsa Belanda membantu mempersatukan konfederasi


Minahasa, dan pada 1693, bangsa Minahasa memperoleh kemenangan militer mutlak melawan suku Mongondow di selatan. Pengaruh Belanda bertumbuh subur seiring dengan berkembangnya agama Kristen dan budaya
Eropa di tanah Minahasa. Sekolah-sekolah misionaris di
Manado pada 1881 merupakan salah satu upaya pertama
pendidikan masal di Indonesia, memberikan kesempatan
Negosiasi antara pemerintah pusat dan para pemimpin
bagi lulusannya memperoleh pekerjaan sebagai pegawai
militer Sulawesi mencegah kekerasan di Sulawesi Selatnegeri, ketentaraan, dan posisi tinggi lainnya dalam pean, tapi para pemimpin Minahasa tak puas dengan hasil
merintahan Hindia Belanda.
perjanjian dan pergerakan tersebut pecah. Khawatir deHubungan Minahasa dengan Belanda seringkali kurang ngan dominasi selatan, para pemimpin Minahasa mendebaik. Terjadi perang antara Belanda dan Tondano pada klarasikan negara otonom Sulawesi Utara mereka sendi1807 dan 1809, dan wilayah Minahasa tak berada di ba- ri pada Juni 1957. Pada saat itu pemerintah pusat telah
wah pemerintahan langsung Belanda hingga 1870. Na- mengontrol Sulawesi Selatan, tapi di Utara tak ada gur
mun pada akhirnya Belanda dan Minahasa menjadi sa- kuat pemerintah pusat dan ada rumor bahwa Amerika Sengat dekat hingga Minahasa seringkali disebut sebagai rikat, dikabarkan mempersenjatai pemberontakan di Suprovinsi ke-12 Belanda. Bahkan pada 1947, di Mana- matera Utara, juga memiliki hubungan dengan para pedo dibentuk pergerakan politis Twapro, singkatan dari mimpin Minahasa.
Twaalfde Proncie (Provinsi Keduabelas) yang memoKemungkinan adanya intervensi luar negeri mendorong
hon integrasi Minahasa secara formal ke dalam Kerajaan
pemerintah pusat meminta bantuan militer dari SulaweBelanda.[1]
si selatan. Pasukan Permesta kemudian dikeluarkan dari
Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sangir, dan Morotai di Maluku. Pesawat-pesawat Permesta (disuplai oleh AS dan
diterbangkan oleh Pilot Filipina, Taiwan, dan Amerika)
13 Masa kemerdekaan
dihancurkan. AS kemudian berpindah pihak, dan pada
Pendudukan Jepang pada 1942-45 merupakan periode Juni 1958 tentara pemerintah pusat mendarat di Minahadeprivasi, dan pasukan sekutu membom Manado dengan sa. Pemberontakan Permesta berakhir pada pertengahan
hebat pada 1945. Selama periode masa kemerdekaan se- 1961.
telah itu, ada perpecahan di antara orang-orang Minahasa
yang pro-Indonesia dan pro-Belanda. Penunjukkan Sam
Ratulangi sebagai gubernur Indonesia Timur pertama kemudian sukses memenangkan dukungan Minahasa terha-

Efek dari pemberontakan Sumatra dan Sulawesi pada akhirnya meningkatkan apa yang ingin dilawan para
pemberontak tersebut. Otoritas pemerintahan pusat meningkat sedangkan otonomi daerah melemah, nasiona-

7
lisme radikal menguat dibandingkan moderasi pragmatis, kekuatan partai komunis dan Sukarno meningkat sedangkan Hatta melemah, dan Sukarno akhirnya menetapkan demokrasi terpimpin pada 1958.
Sejak reformasi 1998, pemerintah Indonesia mulai menetapan undang-undang yang meningkatkan otonomi daerah, ide utama yang diperjuangkan Permesta.

15

Lihat pula

Suku Minahasa
Marga Minahasa
Tokoh Minahasa

16

Rujukan

[1] The Fate of Federalism: North Sulawesi from Persatuan


Minahasa to Permesta

17

Pranala luar

(Indonesia) Minahasa
(Indonesia) Suku Minahasa
(Indonesia) Situs Kab Minahasa
(Indonesia)
(Indonesia)
(Indonesia)
(Indonesia) Kawilarang pernah menempeleng Soeharto
(Indonesia) Biodata Kawilarang

18

18
18.1

TEXT AND IMAGE SOURCES, CONTRIBUTORS, AND LICENSES

Text and image sources, contributors, and licenses


Text

Minahasa Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Minahasa?oldid=8269573 Contributors: Bennylin, Borgx, Borgxbot, Matthew Brian K,


Indocobraone, Relly Komaruzaman, Toubantik, Tjmoel, Punusingon, TjBot, Kenrick95Bot, Rheka, Raengerungan, AABot, MerlIwBot,
Ultima.ramza, Regifauzi, Denny eR Ge, Hanamanteo, SamanthaPuckettIndo, Eluvar dan Anonymous: 27

18.2

Images

Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Erewacht_te_Minahasa_TMnr_10001884.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/


wikipedia/commons/8/8c/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Erewacht_te_Minahasa_TMnr_10001884.jpg License: CC-BY-SA-3.0
Contributors: Tropenmuseum <a href='//commons.wikimedia.org/wiki/Institution:Tropenmuseum' title='Link back to Institution infobox
template'><img alt='Link back to Institution infobox template' src='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.
svg/15px-Blue_pencil.svg.png' width='15' height='15' srcset='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/
23px-Blue_pencil.svg.png 1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/30px-Blue_pencil.svg.png 2x'
data-le-width='600' data-le-height='600' /></a> <a href='//www.wikidata.org/wiki/Q1131589' title='wikidata:Q1131589'><img
alt='wikidata:Q1131589' src='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/ff/Wikidata-logo.svg/20px-Wikidata-logo.svg.png'
width='20' height='11' srcset='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/ff/Wikidata-logo.svg/30px-Wikidata-logo.svg.png
1.5x, //upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/ff/Wikidata-logo.svg/40px-Wikidata-logo.svg.png 2x' data-le-width='1050'
data-le-height='590' /></a> Original artist: tak diketahui
Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Tjakall-dansers_in_Minahasa_Noord-Celebes_TMnr_10003459.jpg
Source:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/01/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Tjakal%C3%A9l%C3%
A9-dansers_in_Minahasa_Noord-Celebes_TMnr_10003459.jpg License:
CC-BY-SA-3.0 Contributors:
Tropenmuseum <a
href='//commons.wikimedia.org/wiki/Institution:Tropenmuseum' title='Link back to Institution infobox template'><img alt='Link back to
Institution infobox template' src='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/15px-Blue_pencil.svg.png'
width='15' height='15' srcset='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/23px-Blue_pencil.svg.png 1.5x,
//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/73/Blue_pencil.svg/30px-Blue_pencil.svg.png 2x' data-le-width='600' datale-height='600' /></a> <a href='//www.wikidata.org/wiki/Q1131589' title='wikidata:Q1131589'><img alt='wikidata:Q1131589'
src='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/ff/Wikidata-logo.svg/20px-Wikidata-logo.svg.png'
width='20'
height='11'
srcset='//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/ff/Wikidata-logo.svg/30px-Wikidata-logo.svg.png
1.5x,
//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/ff/Wikidata-logo.svg/40px-Wikidata-logo.svg.png 2x' data-le-width='1050'
data-le-height='590' /></a> Original artist: tak diketahui
Berkas:Crystal_Clear_app_xmag.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/ec/Crystal_Clear_app_xmag.svg License: LGPL Contributors:
Crystal_Clear_app_xmag.png Original artist: Crystal_Clear_app_xmag.png: Everaldo Coelho and YellowIcon
Berkas:Kabasaran.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/bc/Kabasaran.jpg License: CC-BY-3.0 Contributors:
id:Kota Tomohon Original artist: id:user:Wihelmin
Berkas:Maengket.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/7/72/Maengket.jpg License: Penggunaan wajar Contributors: ?
Original artist: ?
Berkas:PrasastiPinawetengan.jpg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/6a/PrasastiPinawetengan.jpg License: GFDL
Contributors: ? Original artist: ?
Berkas:Question_book-4.svg Source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Question_book-4.svg License: CC-BYSA-3.0 Contributors: Created from scratch in Adobe Illustrator. Originally based on Image:Question book.png created by User:Equazcion.
Original artist: Tkgd2007

18.3

Content license

Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0