Anda di halaman 1dari 13

DATABASE GOOD PRACTICE

Initiatives for Governance


Innovation merupakan
wujud kepedulian civitas
akademika terhadap upaya
mewujudkan tata
pemerintahan dan pelayanan
publik yang lebih baik. Saat
ini terdapat lima institusi
yang tergabung yakni
FISIPOL UGM, FISIP
UNSYIAH, FISIP UNTAN, FISIP
UNAIR, DAN FISIP UNHAS.
Sekretriat
Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio-Justisia Bulaksumur
Yogyakarta 55281
email: igi.fisipol@ugm.ac.id

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Sektor
Sub-sektor
Provinsi
Kota/Kabupaten
Institusi Pelaksana
Kategori Institusi
Kontak

igi.fisipol.ugm.ac.id

Ekonomi
Penyederhanaan Perizinan
Jawa Tengah
Sragen
Badan Perizinan Dan Penanaman Modal Kab. Sragen
(BPTPM)
Pemerintah Kabupaten
Dra. YUNIARTI, MH
Badan Perizinan Dan Penanaman Modal Kab. Sragen
Jl. Raya Sukowati No. 255 Sragen
Telp. (o271) 892348, 891025, Fax (o271) 892348,
E-mail : yoeniex67@yahoo.co.id

Mitra
Peneliti

Dra. Yuniarti, MH

Mengapa program/kebijakan tersebut muncul?


Lambannya pelayanan, sulit dan rumitnya persyaratan yang dipenuhi dan
tidak adanya kejelasan masalah pembiayaan dalam pelayanan perizinan
Apa tujuan program/kebijakan tersebut?
Menyelenggarakan pelayanan perizinan yang baik untuk mewujudkan iklim
investasi di daerah
Bagaimana gagasan tersebut bekerja?
Gagasan tersebut direalisasikan dengan menyelenggaraan Perizinan
Terpadu Satu Pintu (PTSP) dimana seluruh kegiatan penyelenggaraan
perizinan mulai dari tahap permohonan sarnpai ke tahap terbitnya
dokumen dilakukan dalam pada satu tempat.
Siapa inisiatornya? Siapa saja pihak-pihak utama yang terlibat?
Bupati dan Wakil Bupati Sragen, Untung Wiyono dan Agus Fatchurrahman

Apa perubahan utama yang dihasilkan?


Terselenggaranya pelayanan perizinan dengan mekanisme, persyaratan,
pembiayaan dan waktu penyelesaian yang jelas
Siapa yang paling memperoleh manfaat?
Masyarakat dan pelaku usaha

Deskripsi Ringkas
Citra buruk pelayanan publik di Indonesia pada
masa lalu terlanjur melekat di kalangan masyarakat
luas. Lambanya pelayanan, sulit dan rumitnya
persyaratan yang harus dipenuhi dan
tidak
transparannya masalah pembiayaan menimbulkan
keengganan masyarakat untuk mengurus perijinan.
Hal ini tentu saja tidak menguntungkan bagi
perkembangan
perekonomian
sehingga
menghambat proses terwujudnya peningkatan
kesejahteraan masyarakat.

melebihi standar waktu yang telah ditetapkan ,


kepastian biaya pelayanan tidak melebihi dari
ketentuan, kejelasan prosedur pelayanan, dapat
ditelusuri dan diketahui setiap tahapan proses
sesuai dengan urutan prosedur, mengurangi berkas
kelengkapan permohonan perizinan yang sama
untuk dua atau lebih permohonan perizinan,
pemberian hak kepada masyarakat untuk
memperoleh informasi dalam kaitannya dengan
penyelenggaraan pelayanan perizinan.

Bagi Pemerintah Daerah, hal ini menjadi tantangan


tersendiri yang harus diselesaikan sebagaimana
diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 32
Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah. Menurut
undang-undang tersebut bahwa salah satu tujuan
dari kebijakan
Otonomi adalah mewujudkan
peningkatan pelayanan dan kesejahteraan yang
semakin baik kepada masyarakat. Untuk itu kualitas
pelayanan kepada masyarakat merupakan salah
satu indikator penilaian
keberhasilan otonomi
daerah.

Kelembagaan PTSP Kab. Sragen telah mengalami


beberapa peningkatan dimulai tahun 2002 dalam
bentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPT), tahun 2003
menjadi Kantor Pelayanan Terpadu (KPT), tahun
2006 meningkat menjadi Badan Pelayanan Terpadu
(BPT), tahun 2008 terjadi perubahan nomenklatur
menjadi Badan Perizinan Terpadu (BPT) dan
dengan bergabungnya Bidang Penanaman Modal
maka dengan Perda Nomor 5 tahun 2011 terjadi
perubahan nomenklatur menjadi Badan Perizinan
Dan Penanaman Modal (BPTPM).

Sehubungan hal tersebut atas inisiasi Bupati Untung


Wiyono dan Wakil Bupati Agus Fatchurrahman
(2001-2006)
melaksanakan inovasi di bidang
pelayanan perizinan yaitu dengan membentuk
Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP ) Perizinan.
Sebelum mencapai bentuk suatu pelayanan
perizinan di Kab. Sragen ini, telah melalui proses
yang panjang dan mengalami berbagai perubahan
yang dimulai dengan membentuk Perizianan
Terpadu Satu Atap (PTSA) pada tahun 2000.
Keberadaan PTSA Kab. Sragen ini ternyata belum
dapat menjawab harapan masyarakat dan hanya
dapat berjalan selama 1 (satu) tahun. Belajar dari
pengalaman kegagalan penyelenggaraan PTSA
tersebut maka pada tahun 2002 Kab. Sragen
membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP
) Perizinan. Dengan penyelenggaraan PTSP ini
maka kegiatan penyelenggaraan perizinan mulai
dari tahap permohonan sarnpai ke tahap terbitnya
dokumen dilakukan dalam satu tempat. Dengan
pola ini maka proses penyelesaian pelayanan tidak

Atas penyelenggaraan PTSP ini Kab. Sragen telah


menerima berbagai penghargaan dan dipergunakan
sebaagai best practice bagi daerah lain , yaitu :
1. Setya Abadi Praja dari Gubernur jawa tengah
2. Citra pelayanan Prima
3. Terpilih sebagai Best Practice Modul dari LPM
UNS yang ditulis dalam buku Reformasi
Pemerintah Daerah
4. Terpilih sebagai best Practice Modul dari JPIP
Surabaya
5. Terpilih sebagai best Practicemodul dari JICA
Jepang dan dibuat film dan telah Diedarkan ke
berbagai Kabupaten/Kota di indonesia
6. Direkomendasikan oleh ADB dan IFC sebagai
contoh model KTP di buat panduan tentang
OSS yang diedarkan ke berbagai kabupaten
/kota di Indonesia

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

7. Otonomi Award bidang Pelayanan Publik dari


JPIP-Jawa post
8. Penghargaan
sebagai
kabupaten
Model
Program Pelayanan Satu Pintu dari BKKSI
9. Rangking 1 Daerah Pro Investasi Jawa Tengah
Tahun 2005
10. Terpilih sebagai Best Practice Modul dan
internews
11. Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden RI Tahun
2006
12. Terpilih Best Practice Modul JICA Tahun 2007
13. Terpilih best Practice Modul Depdagri Tahun
2007
14. Terpilih sebagai Kabupaten Percontohan di
Bidang Palayanan Tahun 2007
15. Terpilih sebagai Kota Penyelenggara PTSP
Terbaik oleh Presiden
16. Terpilih sebagai Kepala Pemerintah Terbaik dari
PWI Pusat
17. Terpilih sebagai Kabupaten Terbaik Bidang
Investasi (Investment Award) Tahun 2009
18. Terpilih sebagai Kabupaten Terbaik I Bidang
Investasi (Investment Award) Tahun 2010
19. Terpilih sebagai Kabupaten
Terbaik I Self
Assesment se Jawa Tengah 2010
Setelah sukses menyelenggarakan Pelayanan
Perijinan Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Kabupaten
Sragen berusaha menambah dan menyempurnakan

di
bidang
pelayanan
publik.
Selain
menyelenggarakan pelayanan perizinan dengan
standarisasi yang jelas maka mengupayakan
terselenggaranya tempat pelayanan yang lebih
dekat dengan masyarakat, sehingga proses proses
berjalan lebih cepat..
Salah satu terobosan
yang dilakukankan adalah menyelenggarakan
Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan
(PATEN). Penyelenggaraan PATEN di Kabupaten
Sragen dapat segera terwujud karena Bupati
Sragen memiliki Good Will terhadap kebijakan
yang berpihak pada rakyat. Dan kebijakan ini dapat
segera direalisasikan selain banyaknya dukungan
dari semua komponennya juga karena Kab. Sragen
telah
memiliki
success
story
dalam
penyelenggaraan PTSP.
Tidak dipungkiri bahwa berbagai kebijakan
daerah yang dilaksanakan di Kab. Sragen, termasuk
penyelenggaraan PTSP ini merupakan kristalisasi
dari bertemunya pemikiran para aparat birokrasi
dengan saran, masukan dan kritikan dari
masyarakat. Dan ajakan Bupati Sragen untuk tidak
pernah lelah mencintai Sragen nampaknya telah
menjadi energi positif bagi semua kalangan untuk
selalu berpikir dan bertindak kreatif. Keberhasilan
pelaksanaan PTSP Kab. Sragen tidak lepas dari
faktor kepemimpinan yang kratif, visioner dan berani
mengambil
keputusan
dengan
membangun
komitemen seluruh unsur birokrasi dan stakeholder
yang ada. Komitmen tersebut menjadi energi untuk
mewujudkan perbaikan pelayanan publik untuk
mempercepat pemberdayaan dan kesejahteraan
masyarakat , mengubah image, membangun trust
terhadap birokrasi.

Rincian Inovasi
LATAR BELAKANG
Sragen merupakan salah satu Kabupaten di
Propinsi Jawa Tengah , dengan potensi sumber
daya
alam
yang
kurang
menguntungkan
dibandingkan Kabupaten sekitarnya, khususnya di
wilayah Solo Raya. Secara administrasi, Kab.
Sragen terbagi dalam 20 kecamatan, 192 desa dan
16 kelurahan. Secara geografis Kab. Sragen
terbelah oleh Bengawan Solo, yaitu wilayah Utara
Bengawan dengan kondisi alam yang kurang subur
dan wilayah Selatan Bengawan dengan kondisi
alam yang relatif lebih subur.
Pemerintah Kab. Sragen menyadari
bahwa sebagai daerah agraris dengan luasan tanah
kering yang lebih luas daripada luas tanah basah

dengan jumlah penduduk sebanyak 900.000 jiwa,


tidak memungkinkan hanya mengandalkan sektor
pertanian untuk meningkatkan pertumbuhan
perekonomiannya. Untuk itu perlu adanya upaya
untuk menggali potensi dari sektor lain, khususnya
sektor dunia usaha.
Sementara itu kegiatan dunia usaha baik
sektor formal maupun informal dalam menjalankan
kegiatan tidak lepas dari masalah perizinan. Pada
sisi yang lain gambaran yang berkembang di
masyarakat bahwa hal yang berkaitan dengan
pelayanan perizinan adalah sesuatu yang cukup
memprihatinkan.
Sistem pelayanan yang ada
dilaksanakan dengan prosedur yang berbelit tanpa

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

ada stadart
jelas.

waktu, biaya dan persyaratan yang

Penyelenggaraan pelayanan publik di Kab.


Sragen pada era tahun 2000 secara umum
dipandang masih terdapat beberapa kelemahan
yang memerlukan perbaikan, antara lain :
a. Kurang Responsif
Kondisi ini terjadi hampir di semua tingkat
pelayanan, mulai pada tingkat petugas atau
front
line
sampai
pada
tingkat
penanggungjawab instansi. Respon terhadap
keluhan, aspirasi dan saran dari masayarakat
lambat atau bahkan diabaikan sehingga
pelayanan tidak ada perbaikan dari waktu ke
waktu.
b. Kurang Informatif
Berbagai informasi yang seharusnya sampai ke
masyarakat, lambat atau bahkan tidak sampai
sama sekali
c. Kurang Aksesible
Pelaksanaan pelayanan terletak pada tempat
yang jauh atau terpisah-pisah sehingga sulit
dijangkau masyarakat
d. Kurang Koordinasi
Kurang
koordinasinya
penyelenggara
pelayanan yang terkait mengakibatkan sering
terjadinya tumpang tindih atau pertentangan
antara instansi penyelenggara pelayanan.
e. Birokratis
Pelayanan, khususnya pelayanan perijinan,
dilaksanakan dengan melalui proses di
berbagai instansi dan tingkatan sehingga
penyelenggaraan
pelayanan
memerlukan
waktu yang lama
f. Tidak efisien
Berbagai
persyaratan
yang
ditetapkan,
khususnya pelayanan perijinan sering tidak
relevan dengan pelayanan yang diberikan
g. SDM Tidak Profesional
Kelemahan
kelembagaan
dan
struktur
organisasi yang tidak dirancang dalam rangka
memberikan
pelayanan
mengakibatkan
personil melaksanakan fungsi pengaturan
sekaligus fungsi pelayanan .
Lemahnya pelayanan Perizinan tentunya
berdampak kurang baik bagi dunia usaha , baik
sektor formal maupun sektor informal. Terbitnya izin
merupakan hal yang penting bagi pelaku usaha
karena berkaitan dengan kejelasan status. Tidak
adanya izin usaha menjadi kendala, terutama bagi
perkembangan
kelompok
UMKM.
Tanpa
mengantongi perizinan, UMKM
tidak dapat
mengakses kridit dari bank untuk medapatkan
bantuan permodalan, tidak dapat melakukan
transaksi dengan unit usaha yang besar, tidak dapat

melaksanakan ekspor . Padahal kelompok UMKM


secara real telah turut menciptakan lowongan kerja
yang cukup signifikan maka hambatan-hambatan
yang berkaitan dengan masalah perizinan harus
mendapat perhatian.
Untuk menjawab harapan masyarakat mengenai
perbaikan pelayanan di bidang perizinan , Kab.
Sragen telah berusaha merubah paradigma
pelayanan birokrasi yang selama ini terstigma tidak
positif dengan melaksanakan penyederhanaan
pelayanan perizinan .
INISIASI
Penyederhanaan perizinan di Kab. Sragen
mulai dirintis pada tahun 2000 dengan membentuk
Perizinan Terpadu Satu Atap (PTSA). Dengan PTSA
ini,
dalam
penyelenggaraan
perizinan
permohonan dilakukankan pada suatu kantor atau
lokasi tertentu, namun proses penyelesaian
perizinan masih
dilakukan pada SKPD teknis
terkait, setelah dokumen perizinan diterbitkan maka
penyerahan kepada masyarakat
dilakukan di
tempat
dimana
masyarakat
menyerahkan
permohonan. Dengan pola ini, PTSA hanya
bertindak sebagai loket penerimaan permohonan
tanpa ada kewenngan untuk memproses dokumen
perizinan. Pada implementasinya, PTSA dirasakan
tidak efisien karena dalam proses perizinan tidak
terselesaikan pada satu tempat. Untuk mengurus
satu perizinan kadang masyarakat masih harus
mondar-mandir ke beberapa SKPD teknis , selain
itu juga
belum ada kepastian dalam hal
pembiayaan, prosedur dan persyaratan serta waktu
penyelesaian. Keberadaan PTSA Kab. Sragen ini
ternyata
belum
dapat
menjawab
harapan
masyarakat dan hanya dapat berjalan selama satu
(1) tahun.
Belajar
dari
pengalaman
kegagalan
penyelenggaraan PTSA tersebut maka pada tahun
2002 Kab. Sragen mencoba bangkit kembali
melaksanakan
pelayanan perizinan dengan
membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP )
Perizinan. Dengan penyelenggaraan PTSP ini maka
kegiatan penyelenggaraan perizinan
mulai dari
tahap permohonan sarnpai ke tahap terbitnya
dokumen dilakukan dalam satu tempat. Dengan
pola ini
diharapkan
proses penyelesaian
pelayanan tidak melebihi standar waktu yang telah
ditetapkan , kepastian biaya pelayanan, kejelasan
prosedur pelayanan dan persyaratan, serta setiap
tahapan proses dapat ditelusuri dan dimonitor oleh
masayarakat pemohon.
Dalam
upaya
menjajagi
mewujudkan
penyelenggaraan PTSP Perizinan tersebut , Bupati
dan Wakil Bupati Sragen saat itu menyampaikan

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

gagasan itu pada setiap kesempatan baik dalam


forum formal maupun non formal kepada semua
stakeholder yaitu DPRD, Kepala SKPD, Camat,
Lurah/Kepala Desa, tokoh masyarakat, akademisi,
LSM serta para pengusaha. Secara umum gagasan
tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh
lapisan masyarakat. Pada puncaknya muncullah
dukungan resmi dari pihak DPRD yang dituangkan
dalam Surat Ketua DPRD Kabupaten Sragen
Nomor 170/288/15/2002 tanggal 27 September
2002 perihal Persetujuan Operasional UPT
Kabupaten Sragen.
Untuk menindaklanjuti secara teknis pembentukan
PTSP Perizinan ini, Bupati memanggil Kepala
SKPD yang selama ini menangani perizinan, antara
lain DPU, BLH, Disperindakop, Dispenda, DKK,
Dishubkominfo dan lain-lain untuk membangun
komitemen dan menyamakan persepsi atas
penyelenggaraan PTSP. Terbangunnya komitmen
ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi kendala
yang mungkin akan muncul dalam proses
pembentukan maupun penyelenggaraan PTSP
Perizinan.
IMPLEMENTASI
Pada awalnya, PTSP diselenggarakan dalam
bentuk kelembagaan Unit
Pelayanan Terpadu
(UPT) . UPT ini dibentuk dengan Keputusan Sragen
Nomor 17 Tahun 2002 tanggal 24 Mei 2002 tentang
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit
Pelayanan Terpadu Kab. Sragen. Sedangkan
operasional secara resmi dilaksanakan pada
tanggal 1 Oktober 2002 oleh Bupati Sragen .
Selanjutnya pada tahun 2003 dengan
Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2003 UPT
ditingkatkan kelembagaannya menjadi Kantor
Pelayanan Terpadu (KPT) Kab.Sragen. Peningkatan
kelembagaan dari UPT menjadi sebuah kantor
tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan
yaitu selain bertambahnya beban kerja seiring
bertambahnya jumlah perizinan yang dilayani, bila
dalam bentuk UPT maka kepala UPT tidak dapat
menerima
pendelegasian
kewenangan
penandatangan dokumen perizinan dari bupati dan
tidak mempunyai kewenangan mengelola SDM
serta penganggaran, karena segala sesuatunya
masih bergantung kepada instansi induk.
Pada tahap berikutnya, pada tahun 2006
dengan Peraturan Perda Nomor 6 tahub 2006 ,
status KPT ditingkatkan menjadi Badan Pelayanan
Terpadu (BPT) Kab. Sragen. Peningkatan status
kelembagaan ini dilandasi suatu pertimbangan
bahwa sebuah PTSP dalam bentuk kantor yang
dikepalai oleh pejabat eselon III a, pada
implementasinya muncul hambatan spikologi ketika

Kepala KPT harus memimpin rapat koordinasi


Kepala Badan atau Dinas yang eselonisasinya II b.
Sehingga dengan bentuk kelembagaan berupa
Badan ini maka kapasitas koordinasi dapat berjalan
secara optimal.
Perubahan kelembagaan PTSP terakhir yang
dilaksanakan di Kab. Sragen terjadi pada tahun
2011 yaitu berdasarka Perda Nomor 5 Tahun 2022
terjadi penggabungan antara pengelolaan perizinan
dengan pengelolaan investasi atau penanaman
modal. Sehubungan hal tersebut maka nomenklatur
berubah menjadi Badan Perijinan Terpadu dan
Penanaman Modal (BPTPM). Perubahan ini
merupakan tindaklanjut ditetapkannya Peraturan
Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang PTSP
Bidang Investasi. Perpres tersebut mengamanatkan
agar setiap Pemerintah Daerah menyelenggarakan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang Investasi
atau Penanaman Modal. Namun demikian dalam
perpres
tidak
mengatur
mengenai
bentuk
kelembagaan sehingga masing-masing pemerintah
daerah menindaklanjuti dengan menyelenggarakan
PTSP Bidang Investasi atau Penanaman Modal
dalam bentuk kelembagaan yang berbeda-beda,
ada yang berbentuk badan, dinas atapun kantor.
Dalam hal ini Kabupaten Sragen mengambil
kebijakan yang berbeda, dengan tidak membentuk
kelembagaan tersendiri
Bidang Investasi atau
Penanaman Modal, namun menggabungkan
pelayanannya di dalam PTSP perizinan. Kebijakan
ini diambil dengan pertimbangan bahwa investasi
atau penanaman modal dan perizinan ibarat dua
sisi
mata uang,
dimana masyarakat yang
mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan
investasi atau penanaman modal akan selalu
berkaitan dengan masalah perizinan. Sehingga
dirasakan akan lebih memberi kemudahan kepada
masyarakat apabila pelayanan investasi atau
penanaman modal dijadikan satu tempat dengan
pelayanan PTSP Perizinan.
Di Bidang Penanaman Modal pada PTSP Kab.
Sragen ini terdapat tiga (3) item perizinan yang
dilayani yaitu Izin Pendaftaran Penanaman Modal,
Izin Usaha Penanaman Modal dan Izin Prinsip
Penanaman Modal. Dengan penyelenggaraan
pelayanan bidang investasi atau penanaman modal
ini, selain memberikan pelayanan masyarakat
dalam memenuhi kewajiban sebelum melaksanakan
suatu usaha juga sebagai sarana
pemerintah
daerah untuk mengetahui nilai realisasi investasi
dan pemetaan bidang usaha di daerah.
Berkaitan dengan SDM bahwa dalam
menyelenggarakan pelayanan PTSP Kab. Sragen
pada awal pembentukan personil diambil dari SKPD
Teknis yang semula mengurusi perizinan yang

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

dipandang
mempunyai
kompetensi
dan
performance yang baik, menguasai teknis proses
perizinan yang ditangani, dan memahami prinsipprinsip dasar pelayanan yang baik. Sebagian
ditambah dari SKPD lain yang dipilih dengan tetap
mempertimbangkan kompetensi dan performance .
Sebagai dasar untuk melaksanakan tugas para
personil pada PTSP, sebelumnya diterbitkan surat
penugasan yang ditandatangani oleh Bupati
Sragen.
Sebelum melaksanakan tugas pelayanan
personil
tersebut
mendapatkan
beberapa
pembekalan dan pelatihan antara lain operasional
computer, training for success, hipnoterapy,
bimbingan rohani, pelatihan
mengenai cara
berpakaian dan berpenampilan menarik. Dan untuk
mewujudkan pelayanan yang ramah, luwes dan
profesional serta meminimalisir kesan birokrat yang
kaku, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor
500/192/2003 tentang Penggunaan Pakaian
Seragam Khusus Pegawai UPT , maka pakaian
seragam yang dikenakan personil PTSP Perizinan
adalah pakaian layaknya yang dikenakan swasta
profesional, wanita mengenakan blazer dan pria
kemeja berdasi.
Dalam upaya menjamin mutu pelayanan PTSP
Perizinan Kab. Sragen,
sejak tahun 2005
mekanisme pelayanan dilaksanakan dengan
standart ISO 9001 : 2000. Dengan standart ISO
maka dalam melaksananakan system operasional,
mekanisme pelayanan dan standart waktu,
persyaratan dan pembiayaan yang dibakukan dalam
bentuk Standart Operational Procedur (SOP). SOP
bagi PTSP Perizinan Kab, Sragen ditetapkan
dengan Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2007
tentang Standart Operational Procedur (SOP)
Pelayanan Umum di Badan Perizinan Terpadu
(BPT). Dengan SOP ini maka pelayanan akan
memenuhi persyaratan mutu mulai dari penerimaan
berkas permohonan perizinan, pengendalian proses
perizinan sampai dengan menerbitkan surat
keputusan (SK) perizinan dapat terpenuhi sesuai
dengan ketentuan yang ada.
Penyelenggaraan PTSP Kab. Sragen telah
menerapkan dan mengembangkan
Information
Tecnology (IT). Di setiap ruangan dan loket tersedia
perangkat komputer dengan jumlah yang sangat
memadai dengan System Information Manajement
(SIM) PTSP yang dirancang oleh staf Kantor
Pengelolaan Data Elektronik Kab. Sragen. Selain itu
untuk kelancaran koordinasi PTSP dengan SKPD
teknis terkait di Kab. Sragen didukung oleh
keberadaan website yang dimiliki Kab. Sragen yaitu
www.sragen.org yang antara lain berisi fitur Surat
Maya (Surya) dan Kantor Data Maya (Kantaya).

Dengan fitur-fitur tersebut untuk keperluan surat


menyurat dan pertukaran data antar satuan kerja
dapat
dilakukan
melalui
intranet.
Dengan
memanfaatkan keberadaan IT tersebut maka
koordinasi dan komunikasi dapat berjalan lebih
cepat, efisen dan efektif. Demikian juga melalui
website yang dimiliki PTSP Perizinan Kab. Sragen
yaitu www.bpt.sragenkab.go.id masyarakat dapat
mengakses
informasi mengenai jenis-jenis
perizinan, mekanisme pelayanan, standar waktu
penyelesaian, persyaratan dan pembiayaan serta
dapat dipergunakan untuk memantau perjalanan
dokumen- dokumen perizinan.
Di samping itu, pemanfaatan IT digunakan
dalam upaya menjamin kelancaran pelayanan
perizinan PTSP Kab. Sragen dengan merancang
aplikasi Tanda Tangan Elektronik Jarak Jauh.
Dengan aplikasi ini Kepala dapat memonitoring
sekaligus membubuhkan tanda tangan terhadap
dokumen perizinan dari tempat lain tanpa harus
hadir di kantor. Dengan demikian ketidakhadiran
Kepala PTSP di kantor untuk suatu keperluan yang
penting,
tidak akan menghambat
proses
pelayanan.
Inovasi aplikasi Tanda Tangan Elektronik Jarak
Jauh ini secara regulasi tidak ada masalah karena
dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 pasal
11 dijelaskan bahwa tandatangan elektronik adalah
sah. Sementara ini sebagai uji coba, Kab. Sragen
baru memanfaatkan aplikasi ini untuk pelayanan
pada
Bidang
Penanaman
Modal
dengan
pertimbanan resistensi penyalahagunaan bidang ini
cukup ringan. Pemanfaatan aplikasi ini telah
mendapat perhatian dari Menkominfo dan MenPAN
dan RB sehingga pada beberapa kesempatan
telah dilaksanakan diskusi guna mengkaji lebih jauh
kemungkinan pengembangan dan pemanfaatan
aplikasi tersebut untuk daerah lain.
Selain itu untuk mewujudkan kenyamanan
masyarakat , kantor PTSP Kab.Sragen dirancang
layaknya
kantor swasta professional yang
dilengkapi ruang tunggu yang represenatif dan
loket-loket dibuat secara terbuka yang dilengkapi
dengan alat pendingin . Pada ruang tunggu
dilengkapi dengan hot spot area dan touch screen
information yang memberikan fasilitas kepada
masyarakat untuk mengakses berbagai informasi
khususnya yang berkaitan dengan pelayanan
perizinan. Ketika memasuki ruang PTSP Kab.
Sragen pada bagian depan terdapat loket informasi,
personil yang bertugas di sini akan memberikan
petunjuk dan berbagai informasi
bagi yang
membutuhkan pelayanan dan masyarakat akan
diarahkan oleh petugas loket informasi menuju
loket
Bidang
Penanaman
Modal
untuk

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

menyelesaikan berbagai dokumen yang berkaitan


dengan penanaman modal. Setelah itu masyarakat
akan diarahkan menuju loket yang menangani
bidang perizinan tertentu sesuai yang diperlukan
masyarakat. Loket-loket pelayanan diatur dan ditata
berdasarkan pengkategorian jenis-jenis izin, yaitu
Loket Bidang Penanaman Modal, Loket Bidang
Perizinan Jasa Usaha ( melayani SIUP, TDP,
Reklame, Izin Trayek), Loket Bidang Perizinan
Tertentu (melayani HO, IMB, Ijin Produksi Makanan
Minuman) dan Loket Bidang Pengaduan.
Pada PTSP Kab. Sragen terdapat ruang rapat
serba guna yang dapat difungsikan sebagai ruang
karaoke. Dengan sejumlah koleksi lagu-lagu favorite
personil PTSP Kab. Sragen dapat melaksanakan
refreshing sejenak menghilangkan kejenuhan dalam
melaksanakan pelayanan. Selain itu untuk
memantau kinerja personil PTSP, masing-masing
ruangan dan loket dilengkapi CCTV yang tercentral
di ruang kerja kepala. Melalui CCTV ini kepala
dapat melihat setiap gerak dan perilaku para
personil. Dengan demikian alat ini cukup membantu
meminimalisir kemungkinan terjadinya praktik KKN
antara personil dengan masyarakat. Selain itu
keberadaan finger print yang mencatat waktu
kehadiran dan kepulangan personil secara elektrik
cukup membantu mewujudkan kedisiplinan
Sebagai bahan evaluasi kinerja, PTSP Kab.
Sragen memberikan laporan berkala baik bulanan
maupun triwulanan kepada Bupati Sragen. Selain
itu sejak terbentuknya pada tahun 2002 sampai
sekarang,
PTSP Kab. Sragen telah mengikuti
berbagai evaluasi dan penilaian dari berbagai
lembaga pemerintah dan non pemerintah dan telah
menerima banyak penghargaan baik tingkat
provinsi maupun nasional. Selain itu pengawasan
kinerja dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) dan Inspektorat Kab. Sragen,
serta
secara
tahunan
membuat
Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) .
Dan dalam kerangka mendapatkan input dari
masyarakat atas pelayanan PTSP Kab. Sragen
membuka Kotak Saran, SMS, Telpon Pengaduan
dan E-Mail Gateway.
Selanjutnya
untuk
mengetahui
tingkat
keberhasilan dalam memberikan pelayan kepada
masyarakat, PTSP Kab. Sragen melaksanakan
evaluasi survey kepuasan pelanggan yang
dilakukan enam (6) bulan sekali dengan
menggunakan Indeks Kepuasan Pelanggan sesuai
SK
Menpan
Nomor
KEP.25/M.PAN/2/2004.
Adapaun yang menjadi responden pada survey
tersebut adalah masyarakat yang sedang mencari
perizinan ataupun dokumen lainnya.

Penyelenggaran
Pelayanan
Administrasi
Terpadu Kecamatan (PATEN) : Suatu Upaya
Pengembangan
Model
Pelayanan
Untuk
Mendekatkan Pelayanan Perizinan Kepada
Masyarakat
Setelah sukses menyelenggarakan Pelayanan
Perizinan Satu Pintu (PTSP) yang diselenggarakan
oleh Badan Perijinan Terpadu Dan Penanaman
Modal (BPTPM), Pemerintah Kabupaten Sragen
kembali melaksanakan gagasan dan kebijakan baru
di bidang pelayanan publik. Adapun kebijakan
tersebut dilandasi pemikiran bagaimana agar
pelayanan kepada masyarakat
selain dapat
dilaksanakan dengan standar pelayanan yang baku
, juga mengupayakan bagaimana lokasi pelayanan
berada lebih dekat dengan masyarakat sehingga
proses pelayanan berjalan dengan lebih cepat.
Selanjutnya gagasan tersebut diwujudkan
dengan menyelenggarakan Pelayanan Administrasi
Terpadu Kecamatan (PATEN) . Pengertian PATEN
adalah penyelenggaraan pelayanan publik di
Kecamatan yang proses pengelolaannya, mulai
dari permohonan sampai ke terbitnya dokumen
dilakukan dalam satu tempat. Penyelenggaraan
PATEN ini sebenarnya bukan suatu kebijakan baru
karena kebijakan yang dituangkan
dalam
Peraturan Bupati Nomor 85 Tahun 2011 tentang
Pelimpahan Sebagian Wewenang Bupati Sragen
Kepada Camat Di Kab. Sragen tersebut merupakan
penyempurnaan dari kebijakan Bupati Sragen yang
dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Sragen
Nomor 503/186 03/2001 tentang Pemberian
Kewenangan Penandatanganan Surat Keputusan
Bupati Sragen Tentang Perizinan Kepada Camat
Kab. Sragen.
Dengan PATEN ini kecamatan dapat melayani
perizinan skala kecil dan yang tidak memerlukan
kajian teknis. PATEN diselenggarakan dengan
maksud untuk mewujudkan Kecamatan sebagai
pusat pelayanan masyarakat dan menjadi simpul
pelayanan bagi PTSP yang sudah ada di tingkat
kabupaten. Pengalihan pelayanan tersebut disertai
dengan pelimpahan kewenangan dari Bupati
Sragen kepada camat. Dalam penyelenggaraan
PATEN ini, wewenang Bupati yang dilimpahkan
kepada Camat dalam pelayanan perijinan meliputi
pembuatan
rekomendasi
Izin
Perhelatan,
menerbitkan Izin Penggunaan/penutup Jalan,
rekomendasi Izin Pertujukan/Hiburan, menerbitkan
Ijin Tempat Usaha Skala kecil, menerbitkan Tanda
Daftar Perusahaan (TDP) Skala kecil, menerbitkan
Izin Salon Skala Kecil, menerbitkan izin Mendirikan
Bangunan, menerbitkan Izin Pajak Mineral Bukan
Logam dan Batuan Skala Kecil, menerbitkan Izin
Rumah makan/warung Skala Kecil, menerbitkan Izin

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

Reklame Skala Kecil, menerbitkan Surat Izin Usaha


Perdagangan (SIUP) Skala Kecil.
Dari item pelayanan perizinan tersebut di atas
terdapat delapan (8) item pelayanan dari proses
pengajuan sampai terbitnya izin dapat dilayani di
tingkat
kecamatan
yaitu
menerbitkan
Izin
Penggunaan/penutup Jalan, menerbitkan Izin
Tempat Usaha Skala kecil menerbitkan Izin Salon
Skala Kecil, menerbitkan izin Mendirikan Bangunan,
menerbitkan Izin Pajak Mineral Bukan Logam dan
Batuan Skala Kecil, menerbitkan Izin Rumah
makan/warung Skala Kecil, menerbitkan Izin
Reklame Skala Kecil, menerbitkan Surat Izin Usaha
Perdagangan (SIUP) Skala Kecil. Sementara itu
terdapat tiga (3) item pelayanan yang mana
kecamatan hanya berhak memberikan rekomendasi
untuk proses penyelesaian selanjutnya ada di
tingkat kabupate yaitu penerbitab Izin Perhelatan,
penerbitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Skala
Kecil dan penerbitan izin Pertunjukan/hiburan.
Penyelesaian proses perizinan ada di tingkat
kabupaten
karena selain berkaitan dengan
kapasitas kelembagaan juga ketersediaan tenaga
teknis.
Dalam penyelenggaraan PATEN di 20
Kecamatan di Kab. Sragen dilaksanakan dengan
mengefektifkan personil yang ada di kecamatan
yang betindak sebagai Tim Pelaksana Teknis yaitu :
1. Camat sebagai penanggungjawab mempunyai
tugas memimpin, mengkoordinasikan
dan
mengendalikan
penyelenggaraan
PATEN,
menyiapkan rencana anggaran dan biaya,
menetapkan
pelaksanaan
teknis,
mempertanggungjawabkan
kinerja
PATEN
kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah
2. Sekretaris Kecamatan bertugas sebagai
penanggungjawab
kesekretariatan/ketatausahaan
3. Seksi
Pelayanan
Administrasi
bersama
Pelaksanakan Teknis pelayanan akan bertugas
mengarahkan warga yang akan mengurus
pelayanan ke loket / meja pendaftaran,
menerima berkas, memeriksa / melakukan
verifikasi kelengkapan berkas untuk dilanjutkan
pemrosesan berkas, melaksanakan input data,
mencetak surat atau rekomendasi, menerima
pembayaran tarif pelayanan, membukukan dan
membuat laporan keuangan
Pembentukan Tim Pelaksana Teknis PATEN
beserta uraian tugasnya di masing-masing
kecamatn ditetapkan dengan Surat Keputusan
Camat. Sebagai contoh untuk Kecamatan Sragen,
Tim Pelaksana Teknis PATEN ditetapkan dengan
Surat
Keputusan
Camat
Sragen
Nomor

141/01/041/2012
tentang
Pembentukan
Tim
Pelaksana Teknis Pelayanan Administrasi Terpadu
Kecamatan (PATEN) Kec. Sragen Kab. Sragen.
Sebelum dimulai penyelenggaraan PATEN, para
Tim Pelaksana Teknis mendapat pembekalan teknis
dan mengenai tata cara penyelenggaraan
pelayanan prima yang diselenggarakan oleh
Pemkab. Sragen. Tim Tenaga Teknis PATEN dalam
menyelenggarakan peleyanan perpedoman pada
Standar Operational Prosedure (SOP) yang
terdapat pada lampiran dari Peraturan Bupati
Nomor 85 Tahun 2011 tentang Pelimpahan
Sebagian Wewenang Bupati Sragen Kepada Camat
Di kab. Sragen.
Penyelenggaraan PATEN telah dilengkapi
dengan aplikasi System Information Manajement
(SIM) PATEN. SIM tersebut selain dipergunakan
untuk
melakukan
proses
perizinan
juga
menyediakan sejumlah informasi mengenai jenisjenis perizinan, mekanisme pelayanan, standar
waktu penyelesaian, persyaratan dan pembiayaan.
Dan seperti halnya dalam penyelenggaraan
pemerintahan di Kab. Sragen, untuk melaksanakan
koordinasi dengan SKPD teknis terkait di Kab.
Sragen didukung oleh keberadaan website yang
dimiliki Kab. Sragen yaitu www.sragen. Org yang
antara lain berisi fitur Surat Maya (Surya) dan
Kantor Data Maya (Kantaya) .Dengan fitur-fitur
tersebut dalam hal surat menyurat dan pertukaran
data antar satuan kerja dapat dilakukan melalui
intranet sehingga koordinasi dapat berjalan lebih
cepat, efisen dan efektif.
Sedangkan
sarana
prasaran
untuk
penyelenggaraan PATEN seperti Tempat piket / front
office, Loket / meja pendaftaran, tempat
pemrosesan berkas, tempat pengolahan data dan
informasi, tempat finalisasi proses, ruang tunggu,
tempat penyerahan dokumen, tempat pembayaran
masing-masing kecamatan kondisinya cukup variatif
namun secara umum sudah memenuhi standart
minimal untuk penyelenggaraan PATEN.
Pada
prakteknya, sarana prasaran PATEN ini tidak harus
terpisah satu sama lain. Misalnya, tempat
pemrosesan berkas dapat disatukan ruangan
dengan
tempat
pengolahan
data
dan
informasi.Demikian juga loket pendaftaran dapat
juga merupakan satu bagian dengan tempat
penyerahan dokumen dan pembayaran
Dalam sistem evaluasi kinerja PATEN
dilakukan dengan memberikan laporan berkala
bulanan maupun triwulanan kepada Bupati Sragen.
Selain itu karena pelaksanaan PATEN merupakan
sesuatu yang baru maka Bupati dan Tim Teknis
PATEN secara berkala melaksanakan kunjungan
ke 20 kecamatan untuk melihat secara langsung

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

JUMLAH PERIJINAN KABUPATEN SRAGEN

5.400
5.200
5.000
4.800
4.600
4.400
4.200
4.000
2007

2008

2009

2010

2011

NILAI INVESTASI KABUPATEN SRAGEN


2000
1500
1000
500
0
2007

2008

mengevaluasi
penyelenggaraan
PATEN
di
kecamatan-kecamatan.
Dan dalam rangka
mendapatkan in put dari masyarakat atas pelayanan
pengurusan
perijinan,
Penyelnggara
PATEN
membuka Kotak Saran Pengaduan, SMS , Telepon
DAMPAK SUBSTANTIF
Dalam penyelenggaraan PTSP di Kab. Sragen
terdapat dampak Substantif yang dapat dilihat dari
tiga katagori yaitu dampak langsung terhadap
kelompok sasaran, dampak kelembagaan dan
dampak lingkungan sosial. Adapun uraian mengenai
ketiga dampak ini dapat dijelaskan
a. Dampak
Sasaran

Langsung

Terhadap

Kelompok

Dampak langsung yang dapat dirasakan


masyarakat atas keberadaan PTSP ini adalah
semakin sederhana dan cepatnya proses
pelayanan perizinan. Bagi pelaku usaha ,
perubahan ini dapat mendorong terciptanya
iklim usaha yang baik. Kepastian mekanisme,

2009

2010

2011

persyaratan
dan
waktu
penyelesaian
merupakan mendorong masyarakat pelaku
usaha untuk mengajukan permohona perizinan.
Adapun perkembangan jumlah pemohon
perijinan pada tahun 2007 sebanyak 4.548,
tahun 2008 meningkat menjadi sebanyak 5.034,
tahun 2009 sebanyak 4.873, tahun 2010
sebanyak 4.780 da tahun 2011 sebanyak 5.295
b. Dampak Kelembagaan
Dalam penyelenggaraannya pelayanan, PTSP
Kab. Sragen yang berpedoman pada SOP
berhasil memenuhi persyaratan mutu mulai dari
penerimaan berkas permohonan perizinan,
pengendalian proses perizinan sampai dengan
menerbitkan surat keputusan (SK) perizinan
sesuai dengan ketentuan yang ada. Demikian
juga Pembentukan Tim Teknis Pelayanan
Perizinan Kab. Sragen yang beranggotakan
personil PTSP dan SKPD teknis, masingmasing
dapat
memainkan
peran
dan
tanggungjawab secara proporsional.

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

PENYERAPAN TENAGA KERJA DI SEKTOR INDUSTRI KABUPATEN SRAGEN


25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
0
2007

2008

2009

2010

2011

PENYERAPAN TENAGA KERJA DI SEKTOR INDUSTRI KABUPATEN SRAGEN

25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
0
2007

c.

Dampak
Sistemik:
Pertumbuhan Ekonomi

2008

Mendongkrak

2009

Laju

Penyelenggaraan PTSP Perijinan Kab. Sragen


telah mendorong berkembangnya dunia usaha,
khususnya sektor informal seperti UMKM. Hal
ini ditunjang dengan diterbitkannya Instruksi
Bupati Sragen Nomor 02 Tahun 2004 tentang
Kemudahan Pelayanan Perijinan Bagi Investor
Pemula. Dengan demikian pelaksanaan PTSP
Perizinan di Kab. Sragen memiliki dampak
positif terhadap perkembangan dunia usaha
yang dapat dilihat dari nilai investasi dan
penyerapan tenaga. Adapun data realisasi
investasi di Kab. Sragen pada tahun 2007
sebesar 1,3 trilyun, tahun 2008 sebesar 1,2
trilyun, tahun 2009 sebesar 1,35 trilyun, tahun
2010 sebesar 1,56 trilyun, namun tahun 2011
mengalami penurunan menjadi 558 milyar.
Penurunan realisasi investasi yang terjadi pada
tahun 2011 salah satu penyebabnya adalah
belum ditetapkannya perda yang mengatur
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

2010

2011

sehingga pelaku usaha/investor


menunda untuk berinvestasi.

memilih

Selanjutnya perkembangan realisasi investasi


yang ada secara otomatis akan mempengaruhi
ketersediaan lapangan kerja di Kab. Sragen.
Adapun penyerapan tenaga kerja yang ada sebagai
dampak positif perkembangan investasi yaitu pada
tahun 2007 sebanyak
19.190, tahun 2008
sebanyak 20.100 orang, tahun 2009 sebanyak
20.788 orang, tahun 2010 sebanyak 20.536 orang
dan
tahun 2011 sebanyak 11.216 orang.
Penurunan penyerapan tenaga kerja pada tahun
2011 merupakan dampak menurunnya nilai
investasi dikarenakan belum ditetapkannya Perda
RTRW.
Selain itu peningkatan realisasi investasi juga
berdampak adanya peningkatan Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sragen, yaitu
pada tahun 2007 sebesar Rp.2.582.492, tahun 2008
sebesar Rp. 2.729.450, taun 2009 sebesar Rp.
2.893.427, tahun 2010 sebesar Rp. 3.069.751 dan
tahun 2011 sebesar Rp. 3.270.052.

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

10

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

INSTITUSIONAL DAN TANTANGAN


Dalam menyelenggarakan PTSP di Kab.
Sragen telah mengalami beberapa perubahan dan
penyempurnaan
kelembagaan
sesuai
perkembangan dan harapan masyarakat. Setiap
perubahan kelembagaan PTSP
didasari latar
belakang masalah. Agar kebijakan tersebut berjalan
secara efektif maka dituangkan dalam suatu produk
hukum
daerah.
Pada
awalnya,
PTSP
diselenggarakan dalam bentuk kelembagaan Unit
Pelayanan Terpadu (UPT) . UPT ini dibentuk
dengan Keputusan Sragen Nomor 17 Tahun 2002
tanggal 24 Mei 2002 tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Terpadu
Kab. Sragen. Sedangkan operasional secara resmi
dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2002 oleh
Bupati Sragen. Selanjutnya pada tahun 2003
dengan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2003
UPT ditingkatkan kelembagaannya menjadi Kantor
Pelayanan Terpadu (KPT) Kab.Sragen. Untuk tahap
berikutnya dengan Peraturan Perda Nomor 6 Tahun
2006 , status KPT ditingkatkan menjadi Badan
Pelayanan Terpadu (BPT) Kab. Sragen. Perubahan
kelembagaan PTSP terakhir yang dilaksanakan di
Kab. Sragen adalah penggabungan pengelolaan
perizinan dengan pengelolaan investasi atau
penanaman modal dengan Perda Nomor 5 Tahun
2011. Dengan perda tersebut maka nomenklaturnya
berubah menjadi Badan Perijinan Terpadu dan
Penanaman Modal (BPTPM). Perubahan ini
merupakan tindaklanjut ditetapkannya Peraturan
Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang PTSP
Bidang Investasi. Perpres tersebut mengamanatkan
agar setiap Pemerintah Daerah menyelenggarakan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang Investasi
atau Penanaman Modal. Dan pengembangan
pelayanan perizinan, Kab. Sragen selanjutnya
penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu
Kecamatan (PATEN) yang melayani perizinan
skala kecil dan yang tidak memerlukan kajian teknis.
Kebijakan penyelenggaraan PATEN tersebut
dituangkan dalam Peraturan Bupati Nomor 85
Tahun 2011
tentang Pelimpahan Sebagian
Wewenang Bupati Sragen Kepada Camat Di Kab.
Sragen.
Dalam upaya menjamin mutu pelayanan PTSP
Perizinan Kab. Sragen,
sejak tahun 2005
mekanisme pelayanan dilaksanakan dengan
standart ISO 9001 : 2000. Dengan standart ISO
maka dalam melaksananakan system operasional,
mekanisme pelayanan dan standart waktu,
persyaratan dan pembiayaan yang diwujudkan
dalam bentuk Standart Operational Procedur (SOP)
yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati Nomor 15
Tahun 2007 tentang Standart Operational Procedur
(SOP) Pelayanan Umum di Badan Perizinan

Terpadu
(BPT).
Demikian
juga
untuk
penyelenggaraan PATEN berpedoman pada
Standar Operational Prosedure (SOP) yang
terdapat pada lampiran dari Peraturan Bupati
Nomor 85 Tahun 2011 tentang Pelimpahan
Sebagian Wewenang Bupati Sragen Kepada Camat
Di kab. Sragen.
Demikian juga dalam penyelenggaraan PTSP
maupun PATEN Kab. Sragen mengandalkan
Information Tecnology (IT) berbasis computer
dengan System Information Manajement (SIM)
PTSP dan SIM PATEN yang ditunjang dengan
website yang dimiliki Kab. Sragen yaitu
www.sragen. Org yang antara lain berisi fitur Surat
Maya (Surya) dan Kantor Data Maya (Kantaya)
telah memberikan kontribusi dalam kelancaran
pelayanan. Dengan fitur-fitur tersebut dalam hal
surat menyurat dan pertukaran data antar satuan
kerja dapat dilakukan melalui intranet sehingga
koordinasi dapat berjalan lebih cepat, efisen dan
efektif. Agar dukungan IT dapat berkesinambungan
maka penganggaran yang memadai diperlukan
untuk dalam pemeliharaan software, hardware dan
jaringan .
LESSON LEARNED DAN CATATAN KRITIS
Pada era Otonomi Daerah, peningkatan
pelayanan publik merupakan suatu kewajiban yang
harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, untuk
itu diperlukan kepemimpinan yang kreatif, responsif,
visioner dan berani mengambil keputusan
sebagaimana dimiliki oleh Bupati dan Wakil Bupati
Sragen. Perjalanan
panjang
perintisan
penyelenggaran PTSP Kab. Sragen sejak tahun
2002 dalam bentuk kelembagaan UPT sampai
menjadi badan tidak terlepas dari peran
kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sragen
yang kreatif, visioner dan memiliki komitmen kuat
untuk melaksanakan perbaikan di bidang pelayanan
publik. Pencapaian ini juga tidak lepas dari peran
legislatif
sehingga peraturan daerah yang
memberikan kekuatan legal formal dan dasar
hukum terhadap pelaksanaan perizinan maupun
proses kelembagaan berjalan dengan baik.
Hal yang sangat penting lainnya adalah
efektifnya mesin koordinasi dan komunikasi antara
penyelenggara PTSP dan SKPD lain. Koordinasi
dan komunikasi yang baik terbukti dapat mengatasi
permasalahan-permasalahan yang timbul terutama
pada
awal
pembentukan.
Pada
awal
penyelenggaraan PTSP merupakan masa-masa
kritis karena pada umumnya masing-masing SKPD
masih
terpola
mindset
lama
dengan
mengedapankan ego sektoral. Sehubungan hal
tersebut karena kesuksesan penyelenggaraan

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

11

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

PTSP merupakan tanggungjawab bersama maka


diterbitkan
Keputusan Bupati Sragen Nomor
503/233/03/2003 tentang Pembentukan Tim Teknis
Pelayanan Perizinan Kab. Sragen dan Keputusan
Bupati Sragen Nomor 060/159/03/2002 yang
beranggotakan kepala SKPD teknis terkait. Dengan
demikian PTSP dan SKPD teknis sama-sama
bertanggungjawab dan harus selalu menjalin
koordinasi dan komunikasi untuk memberikan
pelayanan perizinan kepada masyarakat.

PELUANG REPLIKASI

Guna mendorong replikasi penyelenggaraan


perizinan di daerah lain sebagaimana yang telah
dilaksanakan di Kab. Sragen maka persyaratan
utama yang harus ada adalah komitemen kepala
daerah dan SKPD terkait serta dorongan dari
stakeholder yang ada. Untuk hal-hal teknis lainnya,
replikasi dapat dimulai dengan mengadopsi apa
yang telah dikembangkan oleh PTSP Kab. Sragen
atau daerah lainnya.
Dari pengalaman panjang pembentukan PTSP
Kab. Sragen dan banyaknya penghargaan yang
diterima
dari Pemerintah Pusat, Pemerintah
Propinsi maupun Lembaga Masyarakat dan Swasta
telah mendorong unsur eksekutif, legislatif, Non
Goverment
Organisation
dari
daerah
lain
berkunjung untuk melaksanakan study banding,
magang kerja dan kajian ke PTSP Perizinan Kab.
Sragen. Selain itu sampai saat ini, Kepala PTSP
Kab. Sragen digandeng oleh Kementrian Dalam
Negeri dan Kementrian PAN dan Reformasi
Birokrasi untuk bertindak sebagai narasumber
dalam
berbagai
kegiatan
sosialisasi
penyelenggaraan PTSP di seluruh Indonesia.
PTSP Kab. Sragen membuka kesempatan
yang luas kepada lembaga dan pemerintah daerah
lain untuk melaksanakan kajian dan pembelajaran
bersama telah disediakan berbagai referensi antara
lain Buku Kumpulan Peraturan Daerah, Contoh
Form Perizian, Buku Standart Operational
Prosedure (SOP), Buku Profil Badan perizinan
Terpadu Kab. Sragen, Brosur/leaflet, CD dan lainlain .
Referensi
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah
PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Daerah
Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2007
tentang PTSP Bidang Investasi.

Permendagri Nomor 24 tahun 2006 tentang


pedoman Penyelenggaraan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu
Permendagri Nomor 24 tahun 2006 tentang
pedoman Penyelenggaraan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu
Permendagri Nomor 4 Tahun 2010 tentang
Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan
Perda Kab . sragen Nomor 15 Tahun 2008
tentang organisasi Dan Tata Kerja Lembaga
Teknis Daerah Kab. Sragen
Perda Kab. Sragen Nomor 15 tahun 2003
tentang Pembentukan Dan Susunan
Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kab.
Sragen
Keputusan Bupati Sragen Nomor
841/07/02/2009 tentang Pemberian Insentif
khusus Kepada pegawai badan pelayanan
terpadu kab. Sragen.
Keputusan Bupati Sragen Nomor
841/07/02/2009 tentang Pemberian Insentif
khusus Kepada pegawai badan pelayanan
terpadu kab. Sragen.
Keputusan Bupati Nomor 503/88/22/2007
tentang Pembentukan tim Teknis Pelayanan
Perijinan Kab. Sragen
Keputusan Bupati Nomor 503/88/22/2007
tentnag Pembentukan tim Teknis Pelayanan
Perijinan Kab. Sragen
Keputusan Bupati Sragen Nomor
500/192/2003 tentang penggunaan Pekaian
Khusus Pegawai Unit Pelayanan Terpadu
kab. Sragen
Keputusan Bupati Sragen nomor
060/159/03/2002 tentang Pembentukan tim
Pembina Unit Pelayanan Terpadu kab.
Sragen
Keputusan Bupati Sragen Nomor 22a Tahun
2002 tentang Pelimpahan Sebagian
Kewenangan Di bidang Perijinan Kepada
Kepala unit pelayanan terpadu kab. Sragen
Keputusan bupati Sragen Nomor 18 Tahun
2002 tentang Pedoman Pelayanan Umum
Di unit Pelayanan Terpadu Kab. Sragen
Surat Keputusan Bupati Nomor 503/186
03/2001 tentang Pemberian Kewenangan
Penandatanganan Surat Keputusan Bupati
Sragen Tentang Perijinan Kepada Camat
Kab. Sragen
Keputusan Bupati Sragen Nomor 17 Tahun
2002 tentang Pembentukan Organisasi Dan
Tata Kerja Unit Pelayanan Terpadu Kab.
Sragen
Peraturan Bupati Sragen Nomor 23 Tahun
2004 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

12

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

Serta Tata Kerja kantor Pelayanan Terpadu


Kab. Sragen
Peraturan Bupati Nomor 11 tahun 2007
tentang Pendelegasian sebagian
Kewenangan di Bidang pelayanan Perijinan
dan Non Perijinan Kepada Badan
pelayanan Terpadu Kab. Sragen
Peraturan Bupati Sragen Nomor 32 Tahun
2006 tentang Penjabaran Tugas dan Fungi

serta Tata Kerja Badan Pelayanan Terpadu


kab. Sragen
Peraturan Bupati Sragen Nomor 23 Tahun
2004 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi
Serta Tata Kerja kantor Pelayanan Terpadu
Kab. Sragen
Profil Badan Perijinan Terpadu Kab. Sragen
tahun 2010

Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)


Kabupaten Sragen

13

http://igi.fisipol.ugm.ac.id