Anda di halaman 1dari 61

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

I.

Kelompok 5 / Kimia B 2012

JUDUL PERCOBAAN
Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi.

II.

HARI/TANGGAL PERCOBAAN
Selasa/28 Oktober 2014 Pukul 13:00 WIB.

III.

SELESAI PERCOBAAN
Selasa/28 Oktober 2014 Pukul 16:00 WIB.

IV.

TUJUAN PERCOBAAN

Mempelajari reaksi-reaksi garam logam transisi.

Mengenal pembentukan ion kompleks logam transisi.

Mengamati perubahan warna karena perubahan bilangan oksidasi dari senyawa


logam transisi.

V.

KAJIAN PUSTAKA
Pengertian Unsur-unsur Transisi
Unsur-unsur transisi adalah:
a. Terletak antara unsur golongan alkali tanah dan golongan boron
b. Merupakan unsur logam
c. Merupakan unsur-unsur blok d dalam sistem periodik
Salah satu yang menarik pada logam transisi adalah kemampuan logam-logam transisi
untuk membentuk senyawa koordinasi. Selain itu karena senyawa kompleks dapat
membentuk warna-warna. Senyawa kompleks dapat berwarna karena senyawa tersebut
menyerap energi pada daerah sinar tampak. Penyerapan energi tersebut digunaan untuk
melakukan promosi atau transisi elektronik pada atom pusat. Pada kompleks yang
berkarakter d1-d9 merupakan kompleks yang memiliki warna dikarenakan adanya transisi
elektronik pada orbital d. Bila kedua orbital molekul yang memungkinkan transisi
memiliki karakter utama d, transisinya disebut transisi d-d.
Pada orbital d terjadi pembelahan atau splitting orbital yang akan menghasilkan dua
tingkat energi yaitu eg dan t2g pada oktahedral. Pada kompleks d0 dan d10 memiliki
keistimewaan karena terdapat senyawa dari kompleks ini yang menghasilkan warna. Hal
ini dikarenakan adanya transisi transfer muatan (Charge Transfer). Transisi transfer
muatan diklasifikasikan atas transfer muatan logam ke ligan [metal (M) to ligand (L)
charge transfers (MLCT)] dan transfer muatan ligan ke logam (LMCT).
Energi elektron dalam orbital (n-1)d isi selalu lebih rendah dibanding dengan energi
2

elektron dalam orbital ns , dengan perkecualian stabilitas lebih tinggi pada konfigurasi penuh

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

atau setengah penuh. Peran orbital (n-1)d ini menentukan tingkat oksidasi yang bervariasi,
pembentukan senyawa kompleks, sifat magnetik spesies yang bersangkutan. Unsur transisi
berperan sebagai katalisator baik dalam bentuk unsurnya maupun dalam bentuk senyawa
kompleksnya. Sifat magnetik senyawa transisi berkaitan dengan elektron nirpasangan dalam
orbital d. Sifat magnetik dibedakan dalam dua macam yaitu diamagnetik dan paramagnetik.

Sifat Unsur-unsur Transisi


1)

Biloks yang bervariasi.


Salah satu sifat logam transisi adalah memiliki biloks yang bervariasi. Walaupun ada
unsur yang bukan logam transisi juga dapat memiliki biloks bervariasi, misalnya S, N,
Cl. Tetapi sifat ini tidak umum untuk logam selain transisi (misal gol IA dan IIA).

2) Sifat-sifat yang khas dari unsur transisi:


a.

Mempunyai berbagai bilangan oksidasi

b.

Kebanyakan senyawaannya bersifat paramagnetik

c.

Kebanyakan senyawaannya berwarna

d.

Unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks

Dalam bentuk logam umumnya bersifat:


a.

Keras, tahan panas

b.

Penghantar panas dan listrik yang baik

c.

Bersifat inert

Beberapa pengecualian:
a.

Tembaga (Cu) bersifat lunak dan mudah ditarik

b.

Mangan (Mn) dan besi (Fe): bersifat sangat reaktif, terutama dengan oksigen,
halogen, sulfur, dan non logam lain (Seperti dengan karbon dan boron)

3) Sifat Fisik
a. Pada suhu kamar berupa padatan (kecuali merkuri)
b. Memiliki titik didih, titik leleh, kerapatan dan kekuatan rentang yang tinggi.
c. Umumnya bersifat paramagnetik (sifat yang disebabkan oleh adanya elektron
tunggal)
4) Sifat Umum
a.

Jari-jari atom berkurang dari Sc ke Zn, hal ini berkaitan dengan semakin
bertambahnya elektron pada kulit 3d, maka semakin besar pula gaya tarik intinya,
Sehingga jarak elektron pada kulit terluar ke inti semakin kecil.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


b.

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Energi ionisasi cenderung bertambah dari Sc ke Zn. Walaupun terjadi sedikit


fluktuatif, namun secara umum Ionization Energy (IE) meningkat dari Sc ke Zn.
Kalau kita perhatikan, ada sesuatu hal yang unik terjadi pada pengisian elektron
pada logam transisi. Setelah pengisian elektron pada subkulit 3s dan 3p, pengisian
dilanjutkan ke kulit 4s tidak langsung ke 3d, sehingga kalium dan kalsium
terlebih dahulu dibanding Sc. Hal ini berdampak pada grafik energi ionisasinya
yang fluktuatif dan selisih nilai energi ionisasi antar atom yang berurutan tidak
terlalu besar. Karena ketika logam menjadi ion, maka elektron pada kulit 4s lah
yang terlebih dahulu terionisasi.

c.

Kecuali unsur Cr dan Cu, semua unsur transisi periode keempat mempunyai
elektron pada kulit terluar 4s2, sedangkan pada Cr dan Cu adalah 4s1.

Senyawa-senyawa koordinasi terbentuk antara atom logam atau ion logam dan
molekul dengan satu atau lebih pasangan elektron bebas yang disebut ligan. Ligan
diklasifikasikan berdasarkan jumlah pasangan atom donor yang dimilikinya dibedakan
menjadi:
a.

Ligan monodentat, yaitu ligan yang mendonorkan satu pasang elektron


bebasnya kepada logam atau ion logam. Contoh: NH3, H2O, NO2-, dan CN-.

b.

Ligan bidentat, yaitu ligan yang mendonorkan dua pasang elektronnya kepada
logam atau ion logam. Contoh: etyhlendiamine, NH2CH2CH2NH2.

Namun demikian, molekul netral seperti H2O dan NH3 dan anion seperti F-,Cl-,Br,CN- dapat bertindak sebagai ligan. Apabila satu atau lebih molekul netral berkoordinasi
dengan ion logam akan menghasilkan spesies ion logam transisi yang bermuatan disebut
ion kompleks. Misalnya ion-ion logam transisi sebagian besar membentuk ion kompleks
dengan molekul-molekul air ketika di dalam larutan air, misalnya [Co(H2O)6]3+ dan
[Ni(H2O)6]2+. Jika satu atau lebih anion berkoordinasi dengan ion logam, dihasilkan ion
kompleks yang bermuatan negatif, contohnya [Co(NO2)6]3- dan [Fe(CN)6]4-.
Logam-logam Golongan Transisi
1.

Besi (Fe)
Besi (Fe) adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 6,2% massa

kerak bumi). Besi jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Besi umumnya
ditemukan dalam bentuk mineral (bijih besi), seperti hematite (Fe2O3), siderite (FeCO3),
dan magnetite (Fe3O4).
Reaksi ion besi dalam larutan:

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Ion heksaaquobesi(II) [Fe(H2O)6]2+.

Ion heksaaquobesi(III) [Fe(H2O)6]3+.

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Keduanya bersifat asam, tetapi ion besi(III) lebih kuat sifat asamnya.
Reaksi ion besi dengan ion hidroksida dapat menghilangkan ion hidrogen dari
ligan air dan kemudian melekat pada ion besi. Setelah ion hidrogen dihilangkan,
maka diperoleh kompleks yang bermuatan kompleks netral. Kompleks netral ini
tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.
Pada kasus besi(II):

Pada kasus besi(III):

Pada kasus besi(II):

Besi sangat mudah di oksidasi pada kondisi yang bersifat basa. Oksigen di udara
mengoksidasi endapan besi(II) hidroksida menjadi besi(III) hidroksida terutama
pada bagian atas tabung reaksi. Warna endapan yang menjadi gelap berasal dari
efek yang sama. Pada kasus besi (III):

Reaksi ion besi dengan larutan amonia Amonia dapat berperan sebagai basa
atau ligan.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Pada kasus besi(III):

Logam Besi bereaksi dengan larutan asam klorida menghasilkan gas hidrogen.
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Fe(s) + 2 H+(aq) > Fe2+(aq) + H2(g)
Larutan asam sulfat pekat dapat mengoksidasi logam Besi menjadi ion Fe3+.
Sementara larutan asam nitrat pekat akan membentuk lapisan oksida Fe3O4 yang
dapat menghambat reaksi lebih lanjut. Umumnya, Besi dijumpai dalam bentuk
senyawa dengan tingkat oksidasi +2 dan +3. Beberapa contoh senyawa Besi (II)
antara lain FeO (hitam), FeSO4. 7H2O (hijau), FeCl2 (kuning), dan FeS (hitam). Ion
Fe2+ dapat dengan mudah teroksidasi menjadi ion Fe3+ bila terdapat gas oksigen
yang cukup dalam larutan Fe2+. Sementara itu, senyawa yang mengandung ion Besi
(III) adalah Fe2O3 (coklat-merah) dan FeCl3 (coklat).

2.

Kromium (Cr)
Kromium adalah elemen yang secara alamiah ditemukan dalam konsentrasi yang

rendah di batuan, hewan, tanaman, tanah, debu vulkanik dan juga gas. Kromium terdapat
di alam dalam beberapa bentuk senyawa yang berbeda. Kromium di alam berada dalam
bentuk senyawa: kromik sulfat, kromik oksida, kromik klorida, kromik trivalent, kalsium
kromat, timbale kromat, kalium dikromat, natrium dikromat, seng kromat.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Ion yang paling sederhana dalam bentuk krom dalam larutan adalah ion
heksaaquokrom(III) [Cr(H2O)6]3+. Ion Cr3+ sendiri berwarna hijau. Ion bereaksi dengan
molekul air dalam larutan. Ion hidrogen terlepas dari salah satu ligan molekul air sesuai
dengan persamaan berikut:

Ion kompleks berperan sebagai asam dengan memberikan ion hidrogen kepada
molekul air dalam larutan. Air, sudah tentu, berperan sebagai basa yang menerima ion
hidrogen.
Karena keberadaan air ada berasal dari dua sumber yang berbeda cukup
membingungkan (dari ligan dan larutan), maka lebih mudah menyederhanakannya seperti
berikut ini:

Reaksi ion heksaaquokrom(III) dengan ion hidroksida.


Ion hidroksida dapat menghilangkan ion hidrogen dari ligan air kemudian
didempetkan pada ion krom. Ion hidrogen dapat dihilangkan dari tiga molekul air,
maka akan memperoleh kompleks yang tidak bermuatan (komplek netral).
Kompleks netral ini tidak larut dalam air dan endapan terbentuk.

Tetapi proses tidak berhenti sampai disini. Ion hidrogen yang lebih benyak akan
dihilangkan untuk menghasilkan ion seperti [Cr(H2O)2(OH)4]- dan [Cr(OH)6]3-.
Sebagai contoh:

Endapan larut kembali karena ion tersebut larut dalam air. Pada tabung reaksi,
perubahan warna yang terjadi adalah:

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi ion heksaaquokrom(III) dengan larutan amonia.


Amonia dapat berperan sebagai basa maupun sebagai ligan. Dengan jumlah amonia
yang sedikit, ion hidrogen tertarik oleh ion heksaaquo seperti pada kasus ion
hidroksida untuk menghasilkan kompleks netral yang sama.

Endapan tersebut larut secara luas jika ditambahkan amonia berlebih (terutama jika
amonianya pekat). Amonia menggantikan air sebagai ligan untuk menghasilkan ion
heksaaminkrom(III).

Reaksi ion heksaaquokrom(III) dengan ion karbonat.


Jika ditambahkan larutan natrium karbonat pada larutan ion heksaaquokrom(III),
maka akan memperoleh endapan yang sama jika menambahkan larutan natrium
hidroksida atau larutan amonia. Pada saat seperti ini, ion karbonat ion yang
menghilangkan ion hidrogen.
Berdasarkan pada proporsi ion karbonat dan ion heksaaqua, maka akan
memperoleh salah satu diantara ion hidrogen karbonat atau gas karbon dioksida
dari reaksi antara ion hidrogen dan ion karbonat.
Persamaan hasil bagi menunjukkan lebih memungkinkan terjadinya pembentukan
karbon dioksida:

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

3.

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Mangan (Mn)
Mangan berwarna putih keabu-abuan, dengan sifat yang keras tapi rapuh. Mangan

sangat reaktif secara kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan. Mangan
digunakan untuk membentuk banyak alloy yang penting. Dalam baja, mangan
meningkatkan kualitas tempaan baik dari segi kekuatan, kekerasan,dan kemampuan
pengerasan.
Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga,
membentuk alloy yang bersifat ferromagnetik. Logam mangan bersifat ferromagnetik
setelah diberi perlakuan. Logam murninya terdapat sebagai bentuk allotropik dengan
empat jenis. Salah satunya, jenis alfa, stabil pada suhu luar biasa tinggi; sedangkan
mangan jenis gamma, yang berubah menjadi alfa pada suhu tinggi, dikatakan fleksibel,
mudah dipotong dan ditempa.
Ion yang paling sederhana dalam bentuk mangan dalam larutan adalah ion
heksaaquomangan(II) [Mn(H2O)6]2+.
Reaksi ion heksaaquomangan(II) dengan ion hidroksida.
Ion hidroksida dapat menghilangkan ion hidrogen dari ligan air dan kemudian
melekat pada ion mangan. Setelah ion hidrogen dihilangkan dari dua molekul air,
maka akan dipeeroleh kompleks tidak bermuatan kompleks netral. Kompleks
netral ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi ion heksaaquomangan(II) dengan larutan amonia.


Amonia dapat berperan sebagai basa maupun sebagai ligan. Pada gambar dibawah
ini, pada konsentrasi laboratorium yang biasa, amonia berperan sebagai basa
dapat menghilangkan ion hidrogen dari kompleks aquo.

4.

Kobalt (Co)
Reaksi ion heksaaquokobalt(II) dengan ion hidroksida.
Ion hidroksida dapat menghilangkan ion hidrogen dari ligan air dan kemudian
melekat ke ion kobal. Setelah ion hidrogen dihilangkan dari dua molekul air, maka
akan diperoleh kompleks tidak bermuatan kompleks netral. Kompleks ini tidak
larut dalam air dan terbentuk endapan.

Reaksi-reaksi ion heksaaquokobalt(II) dengan larutan amonia.


Amonia dapat berperan sebagai basa maupun ligan. Dengan jumlah kecil amonia,
ion hidrogen ditarik ion heksaaquo dengan tepat seperti pada kasus perubahan ion
hidroksida menjadi kompleks netral.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Endapan tersebut melarut jika kamu menambahkan amonia berlebih. Amonia


menggantikan air sebagai ligan untuk menghasilkan ion heksaaminkobal(II).

Perubahan warna yang terjadi adalah:

Kompleks heksaaminkobal(II) sangat mudah teroksidasi menjadi kompleks


kobal(III) yang bersesuaian. Pada tabung reaksi kompleks ini terlihat berubah gelap
dengan cepat

sampai larutan menjadi merah-coklat tua. Faktanya ion

heksaaminkobal(II) berwarna kuning. Apa yang kita lihat adalah campuran dari ion
ini dengan berbagai ion kobal(III) lain yang melibatkan reaksi pertukaran ligan
antara molekul air dengan ion negatif yang terdapat dalam larutan.
Oksidasi ion heksaaquokobal(II) yang lain:
dengan larutan amonia dan hidrogen peroksida.
Kita dapat memperoleh endapan dengan bermacam-macam warna dari kompleks
kobal(II) hidroksida ketika kamu menambahkan larutan natrium hidroksida.
Penambahan hidrogen peroksida menghasilkan banyak gelembung oksigen dan
endapan coklat tua.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi Ion Kobalt (II) dalam air.


Ion yang paling sederhana dalam bentuk kobal dalam larutan adalah ion berwarna
merah muda heksaaquokobal(II) [Co(H2O)6]2+. Reaksi ion heksaaquokobal(II)
dengan ion hidroksida Ion hidroksida dapat menghilangkan ion hidrogen dari ligan
air dan kemudian melekat ke ion kobal. Setelah ion hidrogen dihilangkan dari dua
molekul air, maka akan memperoleh kompleks tidak bermuatan kompleks netral.
Kompleks ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.

Dalam tabung reaksi, perubahan warna yang terjadi adalah:

Reaksi ion heksaaquokobal(II) dengan ion karbonat.


Diperoleh dengan mudah endapan kobal(II) karbonat

Reaksi pertukaran ligan yang melibatkan ion klorida


Jika menambahkan asam klorida pekat ke dalam larutan yang mengandung ion
heksaqauakobal(I), larutan berubah warna dari merah muda menjadi biru. Enam
molekul air digantikan oleh empat ion klorida.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi yang terjadi berlangsung reversibel.

5.

Nikel (Ni)
Sifat Kimia dari logam Nikel (Ni):
Pada suhu kamar, reaksi dengan udara lambat
Jika dibakar reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO
Dengan Cl2 membentuk klorida (NiCl2)
Dengan steam H2O membentuk oksida NiO
Dengan HCl encer dan asam sulfat encer, reaksi berlangsung lambat
Dengan asam nitrat dan akuades, Ni segera larut
Tidak bereaksi dengan basa alkali
Bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam
Dalam larutan akuatik [Ni(H2O)6]2+ berwarna hijau
Nikel memiliki ciri-ciri atom dengan bilangan oksidasi 2 dan 3. Kemudian nikel
memiliki struktur kristal cubic face centered.
Dengan larutan natrium hidroksida
Apabila ditambahkan dalam larutan garam Ni menghasilkan endapan hijau nikel (II)
hidroksida, Ni(OH)2.
Ni2+ + 2OH- Ni(OH)2
Endapan tak larut dalam reagensian berlebih. Tak terjadi endapan jika serta tartrat
atau sitrat, karena terbentuk kompleks.
Dengan larutan amonia
Apabila ditambahkan dalam larutan garam Ni menghasilkan endapan hijau nikel (II)
hidroksida, Ni(OH)2
Ni2+ + 2NH3 + 2OH- Ni(OH)2 + 2NH4+
yang larut dalam reagensia berlebih
Ni(OH)2 + 6NH3 [Ni(NH3)6]2+ + 2OHLarutan berubah menjadi biru tua. Jika ada serta garam amonium tak terjadi
pengendapan, tetapi kompleks tersebut langsung terbentuk dengan segera.

6.

Cuprum (Cu)
Reaksi ion hekasaquotembaga(II) dengan ion hidroksida

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Ion hidroksida menggantikan ion hidrogen dari ligan air dan kemudian melekat
pada ion tembaga. Hal ini dapat dilihat pada persamaan reaksi berikut:
[Cu(H2O)6]2+ + 2OH- [Cu(H2O)4(OH)2] + 2H2O

ion heksaaquotembaga(II) dengan larutan amonia membentuk senyawa kompleks


yang memiliki warna tertentu. Dan timbulnya warna tersebut akibat digantikannya
molekul H2O oleh amonia. Hal tersebut dapat dilihat pada reaksi di bawah ini
[Cu(H2O)6]2+ + 2NH3 [Cu(H2O)4(H2O)2] + 2NH4+
Kemudian amonia menggantikan H2O sebagai ligan untuk menghasilkan ion
tetraamindiaquo tembaga(II). Dengan catatan hanya 4 dari 6 molekul air yang
digantikan. Persamaan reaksinya sebagai berikut:
[Cu(H2O)6]2+ + 4NH3 [Cu(NH3)4(H2O)2]2+ + 4H2O

7.

Zink (Zn)
Zink merupakan logam dari golongan transisi yang sangat reaktif dan strukturnya

lunak. Kemudian garam Zink merupakan garam yang larut dalam air, larutan kompleks
ion Zn merupakan larutan yang tak berwarna. Kemudian, umumnya padatan garamnya
terhidrat. Selanjutnya penambahan basa menyebabkan terbentuknya endapan putih gelatin
zink hidroksida: [Zn(H2O)3(OH)]+ + OH- Zn(OH)2 +3H2O

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Tetapi endapan ini larut kembali dalam basa berlebih oleh karena sifat amfoterik
dengan membentuk ion kompleks: Zn(OH)2 + 2OH- [Zn(OH)4]2Endapan zink hidroksida juga larut dalam amonia membentuk ion kompleks
menurut persamaan berikut: Zn(OH)2 + 4NH3 [Zn(NH3)4]2+ +2OH Reaksi Kompleks
a. Reaksi substitusi ligan: LnMX + Y LnMY + X
Sangat penting untuk preparasi berbagai turunan kompleks.
b. Reaksi konversi ligan
c. Redoks logam
Bilangan oksidasi logam dalam senyawa logam transisi dapat bervariasi dari
rendah ke tinggi. Bilangan oksidasi ini adapt berubah dengan reaksi redoks. Hal ini
mengakibatkan, jarak ikatan dan sudut ikatan antara logam dan unsure yang
terkoordinasi, atau antar logam, berubah pada saat tertentu. Keseluruhan struktur
kompleks dapat terdistorsi atau senyawa dapat terdekompisisi. Rekasi senyawa
logam transisi dengan berbagai zat pengoksidasi atau pereduksi juga penting dalam
sintesis. Khususnya reaksi reduksi yang digunakan dalam preparasi senyawa
organologam, misalnya senyawa kluster atau karbonil logam.
Perubahan bilangan oksidasi ditunjukkan oleh perubahan warna larutan. Sebagai
contoh, saat ion Cr+7 direduksi menjadi ion Cr3+, warna larutan berubah dari orange
(jingga) menjadi hijau.
Cr2O72-(aq) + 14 H+(aq) + 6 e- > 2 Cr3+(aq) + 7 H2O(l)

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


VI.

ALAT DAN BAHAN


Alat-alat:
Alat-alat

Spesifikasi

Tabung reaksi

30 buah

Pembakar spirtus

1 buah

Spatula

1 buah

Pipet tetes

secukupnya

Kaca arloji

1 buah

Penjepit

1 buah

Pembakar spirtus

1 buah

Kaki tiga dan kasa

@ 1 buah

Bahan-bahan:
Aquades

FeCl3(s) 0,1 M

NaOH 0.6M, 1M, 2M, 6M

Amonia pekat & 2 M

FeSO4(s) 0,1 M

Larutan Na2C2O4

CoCl2 0,1 M

Fe(NH3)2SO4 0,1 M

Larutan Na2EDTA

CrCl3.6H2O(s) 0,1 M

Fe(NO3) 0,1 M

NiCl2 0,1 M

CuSO4.5H2O(s) 0,1 M

HCl 2 M & 12 M

NaNO2 jenuh

CuCl2.2H2O(s)

HNO3 2 M, pekat

MnSO4 0,1 M

Dimethilglioxime (DMG)

K2Cr2O7(s) 0,1 M

NH4CNS 0,1 M

Etanol

K4[Fe(CN)6] 0,1 M

1,10-phenantrolin

Ethylendiamin

KSCN jenuh

Butiran Zn / serbuk ZnCl2

Ni(NO3)2

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

VII.

ALUR KERJA
Percobaan I: Reaksi Beberapa Ion Logam Transisi
a. Reaksi dengan NaOH 1 M
Larutan
CrCl3

Larutan
Mn(SO4)

Larutan
Fe(NH3)2SO4

Larutan
FeCl3

Larutan
CoCl2

Larutan
NiCl2

Larutan
CuSO4

Larutan
ZnCl2

Diambil 1 ml
Ditambahkan tetes demi tetes (3 tetes) larutan NaOH 1 M

Endapan
abu-abu biru

Endapan
putih

Endapan
putih

Endapan
merah
kecoklatan

Endapan
biru

Endapan
warna hijau

Endapan
biru

Endapan putih

Ditambahkan lagi NaOH berlebih

Endapan
tidak larut

Terbentuk
endapan
putih(+)

Endapan
larut

Endapan
larut

endapan
warna biru
(++)

Endapan
hijau (+)

Terbentuk
endapan biru
(+)

Endapan
coklat
kemerahan

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


b. Reaksi dengan larutan Amonia 2 M
Larutan
CrCl3

Larutan
Mn(SO4)

Larutan
Fe(NH3)2SO4

Larutan
FeCl3

Larutan
CoCl2

Larutan
NiCl2

Larutan
CuSO4

Larutan
ZnCl2

Diambil 1 ml
Ditambahkan tetes demi tetes larutan Amonia 2 M

Endapan
abu-abu biru

Endapan
putih

Endapan
putih

Endapan
merah
kecoklatan

Endapan
biru

Endapan
warna hijau

Endapan
biru

Endapan putih

Ditambahkan lagi Amonia berlebih

Endapan
tidak larut

Terbentuk
endapan
putih(+)

Endapan
larut

Endapan
larut

endapan
warna biru
(++)

Endapan
hijau (+)

Terbentuk
endapan biru
(+)

Endapan
coklat
kemerahan

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

c. Reaksi dengan larutan Ammonium tiosianat 0,1 M


Larutan
CrCl3

Larutan
Mn(SO4)

Larutan
Fe(NH3)2SO4

Larutan
FeCl3

Larutan
CoCl2

Larutan
NiCl2

Larutan
CuSO4

Larutan
ZnCl2

Diambil 1 mL
Ditambahkan 1mL NH4CNS

Larutan berwarna
biru (hampir sama
dengan semula)

Larutan
tidak
berwarna

Larutan
berwarna
jingga

Larutan
berwarna jingga

Larutan merah
muda

Larutan
berwarna
hijau

Larutan
berwarna
hijau

Larutan tidak
berwarna

d. Blanko
Larutan
CrCl3

Larutan
Mn(SO4)

Larutan
Fe(NH3)2SO4

Larutan
FeCl3

Larutan
CoCl2

Larutan
NiCl2

Larutan
CuSO4

Larutan
ZnCl2

Diambil 1 mL
Ditambahakan 1mL Aquades

Larutan berwarna
biru (+)

Larutan
tidak
berwarna

Larutan warna
kuning (--)

Larutan
berwarna kuning

Larutan merah
muda

Larutan
berwarna hijau
muda (--)

Larutan
berwarna
biru
kehijauan

Larutan tidak
berwarna

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Percobaan II: Pembentukan Ion Kompleks


a. Kompleks Cr(III)
2 ml larutan encer CrCl3
Dimasukkan tabung reaksi
Ditambahkan sedikit Larutan Na2C2O4
dikocok
Larutan berwarna hijau (++)

b. Kompleks Fe(II) dan Fe(III)


1 ml larutan Fe(II)

2 ml lar encer FeCl3

Dimasukkan dalam tabung reaksi

Dimasukkan dalam tabung reaksi

Ditambahkan 2-3 tetes


phenantroline

Ditambahkan larutan NH4CNS

Larutan berwarna kuning (--)

Merah kecoklatan
Ditambahkan natrium oksalat
dikocok
Jingga (+)
Ditambahkan larutan NH4CNS
berlebih
Larutan merah

c. Kompleks Co(II)
1 mL CuCl 0,1 M

1 mL CuCl 0,1 M

Dimasukkan tabung reaksi

Dimasukkan tabung reaksi

Ditambahkan larutan ethylendiamin

Ditambahkan larutan Na2EDTA

Merah muda jernih

Merah muda jernih

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

d. Kompleks Ni(II)
1 ml larutan Ni(II)
Ditambahkan beberapa tetes
ethylendiamin
dikocok
Endapan berwarna merah

1 ml larutan Ni(II)
Ditambahkan beberapa tetes
dimethylglioxime (DMG)
dikocok
Berwarna hijau

1 ml larutan Ni(II)
Ditambahkan beberapa tetes
Na2EDTA
dikocok
Berwarna biru

e. Kompleks Cu(II)
CuSO4.5H2O

CuCl2.2H2O

Diambil seujung spatula

Diambil seujung spatula

Ditempatkan pada kaca arloji

Ditempatkan pada kaca arloji

Kristal berwarna biru


1 ml CuSO4
Dimasukkan tabung reaksi
Dicatat warnanya
Ditambahkan beberapa tetes ethylendiamin
dikocok
Biru kehijauan

Kristal berwarna hijau


1 ml CuSO4
Dimasukkan tabung reaksi
Dicatat warnanya
Ditambahkan sedikit Larutan Na2EDTA
dikocok
Biru kehijauan

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Percobaan III: Perubahan Tingkat Oksidasi


a. Perubahan Fe2+ menjadi Fe3+
1 ml Larutan FeSO4
Dimasukkan tabung reaksi
Ditambahkan 2-3 tetes Larutan HNO3 pekat
Larutan berwarna hijau
Dipanaskan sampai 1-2 menit
Timbul gas
Biarkan Larutan dingin
Ditambahkan Larutan NaOH 2M sedikit demi sedikit
Endapan hijau kotor

b. Perubahan Cr6+ menjadi Cr3+


2 ml K2Cr2O7
dimasukkan dalam tabung reaksi
dipanaskan
Larutan warna jingga
Ditambahkan 1-2 butir padatan Zn
Endapan abu-abu
Ditambahkan 1,5 ml Larutan HCl pekat
Dipanaskan perlahan-lahan sampai mengalami reduksi
Larutan berwarna biru keruh
dituang ke tabung reaksi lain
Ditambahkan HNO3 pekat tetes demi tetes
Dikocok
dipanaskan
Larutan berwarna hijau tua

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


VIII.

HASIL PENGAMATAN
Percobaan 1a: Reaksi Beberapa Ion Logam Transisi dengan Larutan NaOH 1 M
Pengamatan
Larutan
Garam
CrCl3
Mn(SO4)
Fe(NH3)2SO4
FeCl3
CoCl2
NiCl2
CuSO4
ZnCl2

Sebelum reaksi
Larutan berwarna
biru jernih (++)
Larutan tak
berwarna
Larutan berwarna
kuning jernih
Larutan berwarna
kuning (++)
Larutan berwarna
merah muda jernih
Larutan berwarna
hijau toska jernih
Larutan berwarna
biru jernih
Larutan tak
berwarna

Setelah penambahan
tetes demi tetes
NaOH (3 tetes)
Larutan abu-abu
kehijauan keruh
Endapan putih
kekuningan
Larutan kuning jernih
hablur coklat
Hablur jingga
kecoklatan
Hablur biru

Rumus senyawa
yang terbentuk
[Cr(H2O)3(OH)3](s)
[Mn(H2O)4(OH)2](s)
[Fe(H2O)4(OH)2]-(aq)
[Fe(H2O)3(OH)3]-(aq)
[Co(H2O)4(OH)2](s)

Endapan hijau toska

[Ni(H2O)4(OH)2](s)

Endapan biru

[Cu(H2O)4(OH)2](s)

Hablur putih keruh

[Zn(H2O)4(OH)2](s)

Setelah penambahan
berlebih NaOH (10-15
tetes)
Larutan hijau tua
keabuan jernih (++)
Larutan coklat keruh,
lapisan endapan coklat
Larutan coklat jingga,
endapan cepat larut
Larutan jingga
kecoklatan (++)
Biru kekuningan keruh
Larutan berwarna hijau
toska keruh, endapan
hijau toska (++)
Endapan hijau
kecoklatan (+)
Putih jernih/bening

Rumus ion kompleks


yang terbentuk
[Cr(OH)6]3-(aq)
[Mn(H2O)3(OH)3](s)
[Fe(H2O)3(OH)3](s)
[Fe(H2O)2(OH)4](s)
[Co(H2O)3(OH)3](s)
[Ni(OH)3(H2O)3](s)
[Cu(H2O)3(OH)3](s)
[Zn(H2O)3(OH)3](s)

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Percobaan 1b: Reaksi Beberapa Ion Logam Transisi dengan Larutan Amonia 2 M
Pengamatan
Larutan
Garam
CrCl3
Mn(SO4)
Fe(NH3)2SO4
FeCl3
CoCl2
NiCl2
CuSO4
ZnCl2

Sebelum reaksi
Larutan berwarna
biru jernih (++)
Larutan tak
berwarna
Larutan berwarna
kuning jernih
Larutan berwarna
kuning (++)
Larutan berwarna
merah muda jernih
Larutan berwarna
hijau toska jernih
Larutan berwarna
biru jernih
Larutan tak
berwarna

Setelah penambahan
tetes demi tetes NH3
(3 tetes)
Endapan hijau
keabuan (++)
Endapan putih
kekuningan keruh
Larutan hitam
kehijauan keruh
Larutan jingga keruh,
endapan kecoklatan
Larutan hijau tua
kebiruan, endapan (+)
Larutan hijau toska
kebiruan (++) keruh

Rumus senyawa
yang terbentuk
[Cr(H2O)3(OH)3](s)
[Mn(H2O)4(OH)2](s)
[Fe(H2O)(NH3)5]2+(aq)
[Fe(H2O)(NH3)5]3+(aq)
[Co(NH3)6]2+(aq)
[Ni(H2O)(NH3)5]2+(aq)

Biru cerah (++)

[Cu(H2O)(NH3)3]2+(aq)

Hablur putih keruh

[Zn(NHs)(OH)2](s)

Setelah penambahan
berlebih NH3 (10-15
tetes)
Larutan hijau keabuan
keruh
Larutan kuning pekat
(+++)
Larutan hijau
kehitaman pekat (++)
Larutan jingga
kecoklatan keruh (++)
Larutan hijau tua
kebiruan, endapan
Larutan biru tua jernih
(+++)
Larutan biru tua (+++)
jernih, endapan larut
Putih jernih/bening

Rumus ion kompleks


yang terbentuk
[Cr(NH3)6]3+(aq)
[Mn(NH3)4]2+(aq)
[Fe(NH3)6]2+(aq)
[Fe(NH3)6]3+(aq)
[Co(NH3)6]2+(aq)
[Ni(NH3)6]2+(aq)
[Cu(NH3)4]2+(aq)
[Zn(NH3)4]2+(aq)

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Percobaan 1c: Reaksi Beberapa Ion Logam Transisi dengan Larutan Amonium tiosianat 0,1 M
Warna larutan Amonium tiosianat: tak berwarna
Larutan
Garam
CrCl3
Mn(SO4)
Fe(NH3)2SO4
FeCl3
CoCl2
NiCl2
CuSO4
ZnCl2

Pengamatan
Setelah penambahan NH4CNS
Sebelum reaksi
(3 tetes)
Larutan berwarna biru jernih (++)
Larutan biru jernih (+++)
Larutan tak berwarna
Larutan tak berwarna
Larutan berwarna kuning jernih
Larutan jingga (++)
Larutan berwarna kuning (++)
Larutan merah kecoklatan pekat
Larutan berwarna merah muda jernih Larutan merah muda jernih (+)
Larutan berwarna hijau toska jernih
Larutan hijau toska jernih (+)
Larutan berwarna biru jernih
Larutan hijau muda (+++)
Larutan tak berwarna
Larutan tak berwarna

d. Blanko
Garam
CrCl3
Mn(SO4)
Fe(NH3)2SO4
FeCl3
CoCl2
NiCl2
CuSO4
ZnCl2

Pengamatan
Sebelum reaksi
Setelah penambahan 1 mL air
Larutan berwarna biru jernih (++)
Larutan berwarna biru jernih (+)
Larutan tak berwarna
Larutan tak berwarna
Larutan berwarna kuning jernih
Larutan berwarna kuning jernih (-)
Larutan berwarna kuning (++)
Larutan berwarna kuning (++)
Larutan berwarna merah muda jernih Larutan berwarna merah muda jernih (-)
Larutan berwarna hijau toska jernih
Larutan berwarna hijau toska jernih (-)
Larutan berwarna biru jernih
Larutan berwarna biru jernih (-)
Larutan tak berwarna
Larutan tak berwarna

Rumus ion kompleks


[Fe SCN]+
[Fe(SCN)]+
[Cu(SCN)]+
-

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Percobaan 2: Pembentukan Ion Kompleks oleh Ion Logam Transisi


a. Kompleks Cr(III)
Warna larutan CrCl3.6H2O: biru kehijauan (++)
Reagen yang
ditambahkan

Warna reagen yang


ditambahkan

Pengamatan setelah
Rumus ion kompleks
bereaksi (3 tetes)
yang terbentuk
Larutan berwarna biru
Na2C2O4(s)
Larutan tak berwarna
[Cr(C2O4)3]3-(aq)
kehijauan (+++)
Struktur ion kompleks: CrCl3(aq) + Na2C2O4(aq) [Cr(C2O4)3]3-(aq) + 2Na+ + 3Cl-

b. Kompleks Fe(II)
Warna larutan Ferro sulfat: hijau jernih
Garam

FeSO4 + air
Struktur ion kompleks:

Pengamatan
Setelah penambahan kristal
Rumus ion kompleks yang
1,10-phenanthroline
terbentuk
Larutan berwarna hijau (+)
[Fe(H2O)6]2+(aq)

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Kompleks Fe(III)
Warna larutan FeCl3: kuning (++)
Larutan
garam
FeCl3

Setelah penambahan tetes


demi tetes NH4CNS (2 tetes)
Larutan berwarna merah
kecoklatan pekat

Pengamatan
Rumus ion kompleks
Setelah penambahan
yang terbentuk
berlebih Na2C2O4 (11 tetes)
[Fe(CNS)]2+

Larutan berwarna jingga (++)

Setelah penambahan NH4CNS berlebih (4 tetes) warna larutan: merah


Struktur ion kompleks:
[Fe(H2O)4Cl2]Cl + NH4CNS [Fe(H2O)3(CNS)]2+(aq) + NH4Cl + 2Cl
[Fe(H2O)3(CNS)]2+ + Na2CaO4 [Fe(H2O)3(CNS)(C2O4)]+(aq) + 2NaCl

Rumus ion kompleks


yang terbentuk
Fe(C2O4)+(aq)

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

c. Kompleks Co (II)
Warna larutan CoCl2 : merah muda jernih
Reagen yang
ditambahkan

Warna reagen yang


ditambahkan

Larutan Ethylendiamin

Larutan tak berwarna

Larutan Na2EDTA

Larutan tak berwarna

Pengamatan setelah bereaksi


Larutan berwarna merah muda
keunguan (+)
Larutan berwarna merah muda
jingga (+)

Struktur ion kompleks:

1.

[Co(en)2]2+

2.

[Co(EDTA)]

Rumus ion kompleks


yang terbentuk
[Co(en)2]2+
[Co(EDTA)]

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


a. Kompleks Ni (II)
Warna larutan Ni(NO3)2 : hijau (+)
Reagen yang
ditambahkan

Warna reagen yang


ditambahkan

Pengamatan setelah
bereaksi

Ethylendiamin

Larutan tak berwarna

Dimethylglioksim

Larutan tak berwarna

Larutan Na2EDTA
Struktur ion kompleks:

Larutan tak berwarna

Larutan berwarna hijau (+)


Larutan berwarna merah
muda (+)
Larutan berwarna biru (+)

1.

2.

[Ni(NO3)(en)]+

[Ni(DMG)]2+

Rumus ion
kompleks yang
terbentuk
[Ni(NO3)(en)]+
[Ni(DMG)]2+
[Ni(EDTA)2]2+

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

[Ni(EDTA)2]2+

3.

b. Kompleks Cu (II)
Warna CuSO4.5H2O : kristal berwarna biru (++)
Warna CuCl2.2H2O : kristal berbentuk panjang berwarna hijau (+)
Reagen yang
ditambahkan
Ethylendiamin
Larutan Na2EDTA
Struktur ion kompleks:

1.

Warna reagen yang


ditambahkan

Pengamatan setelah bereaksi

Larutan tak berwarna


Larutan tidak berwarna

Larutan berwarna biru kehijauan (+)


Larutan berwarna biru kehijauan (++)

[Cu(en)2]2+.

Rumus ion
kompleks yang
terbentuk
[Cu(en)2]2+
[Cu(EDTA)2]2+

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

[Cu(EDTA)2]2+

2.
Percobaan III: Perubahan tingkat oksidasi
a. Perubahan Fe2+menjadi Fe 3+
Warna larutan ferrosulfat : kuning jernih
Perlakuan
Penambahan HNO3 pekat 3 tetes
Setelah dipanaskan 1-2 menit
Setelah didinginkan
Penambahan larutan NaOH 2M

Pengamatan
Larutan berwarna kuning
kehitaman (++)
Larutan berwarna kuning (+++),
ada gelembung gas NO
Larutan berwarna kuning
Terbentuk endapan coklat

Rumus ion kompleks yang terbentuk / reaksi yang terjadi


Fe2+(aq) + HNO3(aq) + 3H+ Fe3+ + NO(g) + 2H2O(l)
Fe2+(aq) Fe3+(aq) + eFe3+ + NaOH Fe(OH)3(s)

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

b. Perubahan Cr6+ menjadi Cr3+


Warna larutan K2Cr2O7: jingga (++)
Perlakuan
Pemanasan
Penambahan bijih Zn
Penambahan HCl pekat
Pemanasan
Penambahan HNO3 setelah
perubahan warna akhir (hijau
tua kebiruan (++))

Rumus ion kompleks yang terbentuk / reaksi yang


terjadi
2Larutan berwarna jingga (++) [Cr2O7 ]
larutan berwarna jingga (++), Cr2O72- + 3Zn + 14H+ 3Zn2+ + 2Cr3+ + 7H2O
terbentuk endapan berwarna
abu-abu
Larutan berwarna hijau tua Cr3+ + 2HCl CrCl2(aq) + H2(g)
kebiruan
Hijau tua (++) ada gelembung [Cr(H2O)3(Cl)2]+
gas klor
Larutan berwarna hijau tua K2Cr2O7(aq) + 14HCl 2Cr3+ + 3Cl2 + 2K+ + Cl- + 7H2O(l)
jernih
Pengamatan

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


IX.

Kelompok 5 / Kimia B 2012

PEMBAHASAN
1. Percobaan 1: Reaksi beberapa Ion logam Transisi
Pada percobaan pertama bertujuan untuk mengetahui beberapa reaksi logam
transisi. Beberapa logam yang digunakan adalah Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, dan Zn.
Logam-logam tersebut dalam bentuk garam yang akan direaksikan menggunakan
NaOH 1 M, NH3 2 M, dan NH4CNS 0,1 M.
1) Reaksi dengan NaOH
Pada dasarnya semua logam transisi dapat membentuk endapan jika direaksikan
dengan alkali dan menghasilkan endapan hidroksida. Berikut ini uraian beberapa
reaksi antara logam transisi dengan NaOH (tidak berwarna) berdasarkan
percobaan yang telah kami lakukan:
a) Garam CrCl3
Larutan CrCl3 yang berwarna biru jernih diambil 1 mL untuk dimasukkan
dalam tabung reaksi dan ditambahkan larutan NaOH jernih sebanyak 3 tetes
terjadi perubahan warna larutan menjadi abu kehijauan keruh yaitu terbentuk
[Cr(H2O)3(OH)3](s). Kemudian ditambahkan NaOH berlebih sebanyak 12 tetes,
dihasilkan larutan kehijauan jernih dan endapannya melarut kembali sehingga
kompleks yang terbentuk adalah [Cr(OH)6]3-(aq). Hal ini terjadi karena adanya
pergeseran kesetimbangan ke bentuk awal sehingga reaksinya menjadi seperti
berikut:
[Cr(H2O)6]3+(aq) + OH- [Cr(H2O)3(OH)3](s)
[Cr(H2O)3(OH)3](s) + OH-[Cr(OH)6]3-(aq)
b) Garam Mn(SO)4
Larutan MnSO4 yang tidak berwarna diambil 1 mL untuk dimasukkan ke
dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes NaOH menghasilkan endapan putih
kekuningan [Mn(H2O)4(OH)2](s). Kemudian, ditambahkan NaOH berlebih
sebanyak 12 tetes larutan coklat keruh dan endapan tetap ada, tidak larut. Hal ini
menunjukkan bahwa logam Mn jika direaksikan dalam reagen alkali berlebih
endapan tidak larut. Berikut reaksi yang terjadi:
[Mn(H2O)6]2+(aq) + OH- [Mn(H2O)4(OH)2](s)
[Mn(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Mn(H2O)3(OH)3](s)
c) Garam Fe(NH3)2SO4
Larutan Fe(NH3)2SO4 yang berwarna kuning jernih diambil 1 mL untuk
dimasukkan dalam tabung reaksi lalu ditambahkan NaOH 3 tetes kemudian

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

terbentuk larutan kuning dengan hablur coklat yaitu Fe(H2O)4(OH)2](s).


Setelah ditambahkan NaOH berlebih sebanyak 12 tetes dihasilkan larutan
coklat jingga dengan endapan cepat larut saat dikocok. Hal ini sesuai dengan
teori yang ada bahwa besi (II) jika direaksikan dengan NaOH menghasilkan
endapan kotor. Sehingga dapat dituliskan reaksinya sebagai berikut:
[Fe(H2O)6]2+(aq) + OH- Fe(H2O)4(OH)2](s)
[Fe(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Fe(H2O)3(OH)3]-(aq)

d) Garam FeCl3
Larutan FeCl3 yang berwarna kuning jingga jernih diambil 1 mL dan
dimasukkan dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes NaOH
menghasilkan hablur coklat jingga (+)yakni [Fe(H2O)3(OH)3](s). Namun,
setelah ditambahkan NaOH berlebih sebanyak 12 tetes terbentuk dihasilkan
larutan jingga kecoklatan (++). Hal ini sesuai dengan teori yang ada bahwa
besi (III) jika direaksikan dengan NaOH menghasilkan endapan coklat
kemerahan. Sehingga dapat dituliskan reaksinya sebagai berikut:
[Fe(H2O)6]3+(aq) + OH- [Fe(H2O)3(OH)3](s)
[Fe(H2O)3(OH)3](s) + OH-[Fe(H2O)2(OH)4] (aq)
e) Garam CoCl2
Larutan CoCl2 berwarna merah muda jernih diambil 1 mL dan dimasukkan
dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes NaOH menghasilkan hablur biru
yakni [Co(H2O)4(OH)2](s). Seharusnya endapan yang dihasilkan adalah berwarna
merah jambu, ketidaksesuaian ini dikarenakan saat penambahan NaOH terjadi
kontak dengan udara sehingga teroksidasi. Kemudian ditambahkan NaOH
berlebih sebanyak 12 tetes larutan biru kekuningan keruh (++).Adapun
persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut:
[Co(H2O)6]2+(aq) + OH- [Co(H2O)4(OH)2](s)
[Co(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Co(H2O)3(OH)3](s)
f) Garam NiCl2
Larutan NiCl2 yang berwarna hijau toska jernih diambil 1 mL dan
dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 3 tetes NaOH
terbentuk endapan biru kehijauan jernih (toska) yakni [Ni(H2O)4(OH)2](s).
Setelah ditambahkan NaOH berlebih sebanyak 12 tetes pada larutan tersebut
dihasilkan larutan biru kehijauan keruh (++) yaitu [Ni(H2O)3(OH)3](s). Hal ini

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

sesuai dengan teori bahwa Ni akan membentuk endapan berwarna hijau


apabila direaksikan dengan NaOH dan tidak larut dalam reagen berlebih.
Reaksinya dapat ditunjukkan sebagai berikut:
[Ni(H2O)6]2+(aq) + OH- [Ni(H2O)4(OH)2](s)
[Ni(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Ni(H2O)3(OH)3](s)
g) Garam CuSO4
Larutan CuSO4 yang berwarna biru jernih diambil 1 mL dan dimasukkan
dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 3 tetes NaOH terbentuk larutan
biru keruh dan terdapat endapan yaitu [Cu(H2O)4(OH)2](s). Hal ini sesuai
dengan teori bahwa Cu akan membentuk endapan berwarna biru apabila
direaksikan dengan NaOH. Kemudian ditambahkan NaOH berlebih sebanyak
12 tetes pada larutan tersebut dihasilkan larutan hijau kecoklatan (+). Hal ini
menunjukkan bahwa logam Cu jika direaksikan dalam reagen alkali berlebih
endapan tidak larut. Berikut reaksi yang terjadi:
[Cu(H2O)6]2+(aq) + OH- [Cu(H2O)4(OH)2](s)
[Cu(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Cu(H2O)3(OH)3] (s)
h) Garam ZnCl2
Larutan ZnCl2 yang tidak berwarna diambil 1 mL dan dimasukkan dalam
tabung reaksi kemudian ditambahkan 3 tetes NaOH menghasilkan hablur
berwarna putih keruh yaitu [Zn(H2O)4(OH)2](s). Hal ini sesuai dengan teori
bahwa logam Zn akan membentuk hablur berwarna putih apabila direaksikan
dengan NaOH. Setelah ditambahkan NaOH berlebih sebanyak 12 tetes pada
larutan tersebut dihasilkan larutan jernih. Hal ini sesuai dengan teori bahwa
endapan larut dalam reagen alkali berlebih karena zink (II) hidroksida bersifat
amfoter. Berikut reaksi yang terjadi:
[Zn(H2O)6]2+(aq) + OH- [Zn(H2O)4(OH)2](s)
[Zn(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Zn(H2O)3(OH)3]-(aq)
Fungsi penambahan NaOH pada tetesan pertama adalah sebagai penetralisir
asam, dan pada penetesan berikutnya berfungsi untuk mengetahui sifat amfoter
dari suatu larutan. Sehingga dari percobaan I reaksi ion logam transisi dengan
larutan NaOH 1 M, dapat disimpulkan bahwa sifat amfoter logam-logam transisi
tersebut dapat ditunjukkan dengan kelarutan endapan setelah ditambah NaOH
berlebih. Pada hasil percobaan di atas didapatkan hanya larutan CrCl3 dan ZnCl2

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

yang bersifat amfoter, karena dapat larut kembali atau menjadi lebih jernih dari
larutan semula sebelum penambahan NaOH berlebih.

2) Reaksi dengan Amonia


Pada dasarnya semua logam transisi yang mengendap dapat larut kembali apabila
direaksikan dengan amonia (tidak berwarna). Berikut ini uraian beberapa reaksi
logam transisi dengan amonia berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan:
a) Garam CrCl3
Larutan CrCl3 yang berwarna biru jernih diambil 1 mL untuk dimasukkan
dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes amonia terbentuk larutan hijau
keruh (endapan hijau keabuan)

yakni [Cr(H2O)3(OH)3](s). Kemudian

ditambahkan amonia berlebih 12 tetes pada larutan tersebut dihasilkan larutan


hijau keabuan yakni [Cr(NH3)6]3+(aq). Hal ini sesuai dengan teori bahwa logam
Cr apabila direaksikan dengan amonia akan menghasilkan endapan dan akan
larut dalam reagen berlebih. Sehingga reaksinya menjadi seperti berikut:
Cr3+(aq) + 3NH3 + 3H2O Cr(OH)3(s) + 3NH4+(aq)
Cr(OH)3(s) + 6NH3 [Cr(NH3)6]3+(aq)
b) Garam Mn(SO)4
Larutan MnSO4 yang tidak berwarna diambil 1 mL untuk dimasukkan ke
dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes amonia menghasilkan larutan
kuning keruh dengan endapan putih yakni [Mn(H2O)4(OH)2](s). Kemudian,
ditambahkan amonia berlebih sebanyak 12 tetes dihasilkan larutan kuning
pekat (+++) dan endapan larut. Sebab, penambahan amonia berlebih
mengakibatkan reaksi bergeser ke kiri dan membuat konsentrasi ion hidroksil
sangat kecil (menurun) yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk
menghasilkan endapan Mangan(II) hidroksida. Berikut reaksi yang terjadi:
Mn2+(aq) + 2NH3 + 2H2O Mn(OH)2(s) + 2NH4+(aq)
Mn(OH)2(s) + 6NH3 [Mn(NH3)6]2+(aq)
c) Garam Fe(NH3)2SO4
Larutan Fe(NH3)2SO4 yang berwarna kuning jernih diambil 1 mL untuk
dimasukkan dalam tabung reaksi lalu ditambahkan amonia 3 tetes terbentuk
larutan hitam kehijauan keruh yaitu [Fe(H2O)(NH3)5]2+(aq). Kemudian
ditambahkan amonia berlebih 12 tetes pada larutan tersebut dihasilkan larutan
hijau kehitaman pekat (++) yakni [Fe(NH3)6]2+(aq). Hal ini menunjukkan

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

bahwa ion amonium ada dalam jumlah banyak, sehingga disosiasi amonium
hidroksida tertekan dan konsentrasi ion hidroksil menjadi semakin rendah.
Dengan demikian pengendapan tidak terjadi, sehingga dapat dituliskan
reaksinya sebagai berikut:
Fe2+(aq) + 5NH3 + H2O [Fe(H2O)(NH3)5]2+(aq)
[Fe(H2O)(NH3)5]2+(aq) + NH3 [Fe(NH3)6]2+(aq)
d) Garam FeCl3
Larutan FeCl3 yang berwarna kuning diambil 1 mL dan dimasukkan
dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes amonia terbentuk larutan jingga
keruh (+) yakni [Fe(H2O)(NH3)5]3+(aq) dan ada endapan coklat. Hal ini
menunjukkan bahwa endapan mulai terbentuk karena endapan yang dihasilkan
merupakan Besi(III) hidroksida dan Kspnya sangat kecil, sehingga terjadi
pengendapan. Apabila ditambahkan amonia berlebih lagi maka kekeruhan
akan berkurang dan menghilang sehingga larutan menjadi jernih merah
kecoklatan. Namun pada percobaan kami tambahkan sebanyak 12 tetes
amonia berlebih menghasilkan larutan jingga kecoklatan keruh (++) yakni
[Fe(NH3)6]3+(aq) yang mana endapan masih ada dikarenakan kurangnya
penambahan amonia berlebih. Reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut:
Fe3+(aq) + 5NH3 + H2O [Fe(H2O)(NH3)5]3+(aq)
[Fe(H2O)(NH3)5]3+(aq) + NH3 [Fe(NH3)6]3+(aq)
e) Garam CoCl2
Larutan CoCl2 berwarna merah muda jernih diambil 1 mL dan dimasukkan
dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes amonia menghasilkan larutan
hijau tua kebiruan dan ada endapan yakni Co(OH)3(s). Kemudian ditambahkan
amonia berlebih 12 tetes pada larutan tersebut dihasilkan hijau tua kebiruan
dengan endapan lebih sedikit yakni [Co(NH3)6]2+(aq). Hal ini sesuai teori
apabila amonia ditambahkan berlebih sekali lagi maka endapan akan larut
karena jumlah ion ammonium dalam jumlah lebih banyak dan senyawa
kompleks akan terbentuk dalam satu tahap. Sehingga dapat dituliskan reaksi
kesetimbangannya adalah sebagai berikut:
Co2+(aq) + 3NH3 + 2H2O Co(OH)3(s) + 2NH4+(aq)
Co(OH)3(s) + 6NH3(aq) [Co(NH3)6]2+(aq)
[Co(NH3)6]2+(aq) Co2+(s) + 6NH4+(aq)

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Kesetimbangan bergeser ke kanan karena pengikatan ion hidrogen oleh


amonia.
H+ + NH3 NH4+
f) Garam NiCl2
Larutan NiCl2 yang berwarna hijau toska jernih diambil 1 mL dan
dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 1 tetes terbentuk
hablur hijau toska dengan segera kemudian dilanjutkan sampai 3 tetes amonia
menghasilkan endapan hijau toska kebiruan yakni Ni(OH)2(s) dan larutan
keruh. Setelah ditambahkan amonia berlebih sebanyak 12 tetes menghasilkan
larutan biru tua jernih yakni [Ni(NH3)6]2+(aq). Hal ini berarti reaksi yang terjadi
akan menghasilkan endapan untuk penambahan amonia pertama kali dan akan
larut dalam penambahan amonia berlebih. Reaksinya dapat ditunjukkan
sebagai berikut:
Ni2+(aq) + 2NH3 + 2H2O Ni(OH)2(s) + 2NH4+(aq)
Ni(OH)2(s) + 6NH3(aq) [Ni(NH3)6]2+(aq)
Apabila tidak demikian, reaksi dapat juga menunjukkan bahwa senyawa
kompleks terbentuk dengan segera. Reaksinya dapat dituliskan sebagai
berikut:
Ni2+(aq) + 5NH3 + H2O [Ni(H2O)(NH3)5]2+(aq)
[Ni(H2O)(NH3)5]2+(aq) + NH3 [Ni(NH3)6]2+(aq)
g) Garam CuSO4
Larutan CuSO4 yang berwarna biru jernih diambil 1 mL dan dimasukkan
dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 3 tetes amonia menghasilkan
larutan biru cerah (++) yakni [Cu(H2O)(NH3)3]2+(aq). Kemudian ditambahkan
amonia berlebih 12 tetes lagi menghasilkan larutan berwarna biru tua (+++)
jernih [Cu(NH3)4]2+(aq). Hal ini menunjukkan bahwa senyawa kompleks
langsung terbentuk. Hal ini dikarenakan larutan CuSO4 merupakan garam
asam dan amonia yang digunakan untuk menetralkannya berlebih sehingga
endapan tidak terjadi sama sekali. Berikut reaksi yang terjadi:
Cu2+(aq) + 3NH3 + H2O [Cu(H2O)(NH3)3]2+(aq)
[Cu(H2O)(NH3)3]2+(aq) + NH3 [Cu(NH3)4]2+(aq)
h) Garam ZnCl2
Larutan ZnCl2 yang tidak berwarna diambil 1 mL dan dimasukkan dalam
tabung reaksi kemudian ditambahkan 3 tetes amonia menghasilkan terbentuk

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

larutan berhablur putih keruh yakni Zn(OH)2(s). Lalu ditambahkan amonia


berlebih sebanyak 12 tetes menghasilkan larutan putih jernih [Zn(NH3)6]2+(aq).
Hal ini dikarenakan konsentrasi ion hidroksil akan menurun sampai Ksp
Zink(II)

hidroksida

tidak

tercapai,

sehingga

akan

menghasilkan

tetraaminzinkat(II). Berikut reaksi yang terjadi:


Zn2+(aq) + 2NH3 + 2H2O Zn(OH)2(s) + 2NH4+(aq)
Zn(OH)2(s) + 6NH3 [Zn(NH3)6]2+(aq)

3) Reaksi dengan NH4CNS


Pada percobaan ini, masing-masing larutan garam logam transisi diambil 1
mL dan dimasukkan dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 3 tetes NH4CNS.
Kemudian dibandingkan perubahan warna yang terjadi dengan larutan blanko
yang dibuat dari 1 mL larutan garam logam transisi ditambahkan dengan aquades
1 mL. Hal ini bertujuan untuk membedakan kation mana yang membentuk ion
kompleks dengan ion CNS-.
Kation dari garam logam transisi yang dapat membentuk ion kompleks
dengan ion CNS- adalah Fe2+, Fe3+, dan Cu2+ yang ditunjukkan dari perubahan
warna yang terjadi pada larutan saat ditambahkan amonium tiosianat. Belum
tentu perubahan warna tersebut mengindikasikan adanya pembentukan ion
kompleks. Namun, saat ion CNS- yang bertindak sebagai ligan terikat pada logam
akan menimbulkan suatu interaksi elektron yang terjadi disekitar ion pusat yang
membutuhkan energi dan energi dan akan digunakan untuk melakukan eksitasi.
Eksitasi yang terjadi yaitu seperti gelombang cahaya, dimana akan dihasilkan
warna-warna tertentu.
Selain itu, warna yang dihasilkan akibat dari pengisian orbital d pada logam
yang kosong dimana logam transisi cenderung bersifat paramagnetik. Artinya,
mudah ditarik oleh medan magnet dan mudah menerima sumbangan elektron.
Sehingga, banyak logam transisi digunakan sebagai penghantar panas dan listrik
yang baik.
Terlepas dari kegunaan dan aktivitas elektron yang terjadi antara logam-ligan
atau ligan-logam. Warna yang dihasilkan pada pembentukan senyawa kompleks
yang terjadi pada kation Fe2+, Fe3+, dan Cu2+ dengan anion CNS- dapat
dibandingkan dengan larutan blanko yang telah dibuat.

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

CuSO4 setelah ditambahkan NH4CNS, larutan berubah warna dari biru muda
menjadi hijau muda. Sedangkan Fe(NH3)2SO4 dan FeCl3 mngalami perubahan
warna setelah ditambahkn NH4CNS menjadi larutan berwarna jingga-merah
kecoklatan.
Jika dibandingkan dengan blanko, garam Fe(NH3)2SO4, FeCl3, dan CuSO4,
yaitu menghasilkan warna masing-masing berturut-turut adalah larutan berwarna
kuning jernih(-), kuning (++), dan biru jernih (-). Hal ini menunjukkan perbedaan
antara warna yang dihasilkan dengan NH4CNS dan aquades. Sehingga, semakin
menguatkan bahwa dari delapan larutan garam logam transisi yang telah
disiapkan dalam percobaan yang menunjukkan hasil positif bereaksi dengan ion
CNS- membentuk kompleks adalah kation Fe2+, Fe3+, dan Cu2+. Sedangkan, untuk
kelima larutan garam logam transisi yang lainnya seperti Mn(SO)4 , ZnCl2 ,
CoCl2 , NiCl2, CrCl3 tidak mengalami perubahan warna saat direaksikan dengan
NH4CNS atau dapat dikatakan tetap.

2. Percobaan II: Pembentukan ion kompleks oleh ion logam transisi


1) Kompleks Cr(III)
Pada percobaan ini sebanyak 2 mL larutan CrCl3 berwarna biru kehijauan
dimasukkan dalam tabung reaksi. Kemudian ditambahkan 3 tetes larutan Na2C2O4
hingga menghasilkan larutan berwarna biru hijauan (+++). Warna tersebut
menunjukka adanya senyawa kompleks yang terbentuk yakni [Cr(C2O4)3]3-.
Fungsi penambahan reagen Na2C2O4 adalah sebagai peneyedia ligan berupa ion
C2O42- dimana ion tersebut akan menggantikan ion Cl-. Hal ini dapat dilihat dari
persamaan berikut:
CrCl3(aq) + Na2C2O4(aq) [Cr(C2O4)3]3-(aq) + 2Na+ + 3ClKarena, Cr3+ merupakan ion yang stabil dari sederetan tingkat oksidasi pada
logam Cr. Serta mempunyai bilangan koordinasi 6 dan berada pada orbital d3
yang cenderung menyukai bentuk oktahedral, maka dapat digambarkan struktur
molekulnya sebagai berikut:

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

2) Kompleks Fe(II) dan Fe(III)


a) Kompleks Fe(II)
Pada percobaan pembentukan ion Fe(II), larutan yang digunakan adalah
Ferro sulfat berwarna hijau jernih. Mula-mula larutan Ferro sulfat 1 mL
dimasukkan dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 1,10-phenantroline 2-3
tetes menghasilkan larutan berwarna hijau (+). Jika ditambahkan 1,10phenantroline berlebih antara 5-10 tetes lagi akan didapatkan perubahan warna
yang jelas hingga sampai berwarna jingga namun, hal tersebut tidak dilakukan.
Senyawa kompleks yang terbentuk adalah [Fe(H2O)6]2+ dimana Fe mendapatkan
6 molekul Ligan yang menggantikan keberadaan ion SO4-. H2O merupakan ligan
lemah, dan Fe2+ berada pada orbital d6 yang menyukai bentuk tetrahedral. Dapat

ditunjukkan struktur molekulnya adalah sebagai berikut:


b) Kompleks Fe(III)
Pada pembentukan ion Fe(III), mula-mula larutan FeCl3 berwarnakuning
(++) sebanyak 2 mL dimasukkan dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 3
tetes larutan NH4CNS menghasilkan larutan berwarna merah kecoklatan pekat.
Hal ini menunjukkan terbentuknya senyawa kompleks yaitu Fe(CNS)3. Lalu
ditambahkan Natrium oksalat kurang lebih 12 tetes menghasilkan larutan
berwarna jingga (++). Perubahan warna tersebut diakibatkan tergantinya ligan
CNS- oleh ligan C2O42-. Setelah itu, ditambahkan lagi NH4CNS berlebih
menghasilkan larutan berwarna merah. Hal ini menunjukkan bahwa ligan CNSyang merupakan ligan kuat mampu mendesak dan menggantikan ligan C2O42untuk berikatan kembali dengan Fe3+. Uraian di atas dapat ditunjukkan dari
persamaan reaksi berikutm dan struktur tetrahedralnya:
FeCl3(aq) + 3NH4CNS(aq) Fe(CNS)3(aq) + 3NH4Cl
Fe(CNS)3(aq) + Na2C2O4(aq) Fe(C2O4)(aq) + 2Na+ + CNS-

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

3) Kompleks Co(II)
Pada percobaan pembentukan ion kompleks Co2+ disiapkan 2 tabung reaksi
masing-masing ditambahkan 1 mL larutan CoCl2 yang berwarna merah muda
jernih.
Pada tabung reaksi 1 ditambahkan 1 tetes reagen ethylenediamine tidak berwarna
menghasilkan larutan berwarna merah muda keunguan (+). Warna yang terbentuk
sama seperti saat sebelum penambahan reagen ethylenediamine atau tidak terjadi
perubahan. Hal ini disebabkan karena terjadi pergantian 2 molekul ligan Cldigantikan dengan 2 molekul ligan ethylenediamin (en) dan terbentuk kompleks
[Co(en)2]2+. Struktur ion kompleks:

Pada tabung reaksi 2 ditambahkan 1 tetes larutan Na2EDTA tidak berwarna


menghasilkan larutan berwarna merah muda jingga (+). Warna yang terbentuk
sama seperti saat sebelum penambahan Na2EDTA atau tidak terjadi perubahan.
Larutan Na2EDTA memberikan EDTA sebagai ligan yang akan berpasangan
dengan Co2+. EDTA merupakan ligan kuat yang mampu menggantikan 2 molekul

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Cl-. Berikut adalah struktur molekul dari senyawa kompleks [Co(EDTA)]:

4) Kompleks Nikel (II)


Pada percobaan ini, pembentukan ion kompleks Ni2+ ditunjukkan dengan
mereaksikan larutan Ni(NO3)2 dengan 3 reagen yakni, ethylendiamin,
dimetilglioksima (DMG) dan Na2EDTA. Ketiganya dimasukkan dalam 3 tabung
reaksi. Pada masing-masing tabung reaksi dimasukkan 1 mL larutan Ni(NO3)2
berwarna berwarna hijau (+). Berikut uraiannya:
a. Pada tabung reaksi 1 dimasukkan 3 tetes reagen ethylenediamin tidak
berwarna dihasilkan larutan berwarna hijau (+). Hal ini disebabkan karena
masuknya ligan ethylenediamina dalam kompleks [Ni(NO3)2] sehingga
terbentuk kompleks [Ni(NO3)(en)]+. Stuktur ion kompleks:

b. Pada tabung reaksi 2 dimasukkan 3 tetes reagen dimethylglioksime (DMG)


tidak berwarna dihasilkan larutan berwarna merah muda (+) dan terdapat
endapan warna merah. Hal ini menunjukkan 2 molekul ligan NO3- digantikan
oleh 1 molekul dimethylglioksime (DMG) membentuk senyawa kompleks

yaitu [Ni(DMG)]2+. Strukturnya adalah sebagai berikut:


a) Pada tabung reaksi 3 dimasukkan 3 tetes Na2EDTA tidak berwarna
dihasilkan larutan berwarna biru (+). Hal ini menunjukkan terbentuknya
senyawa kompleks [Ni(EDTA)2]2+ dimana ion NO3- sebagai ligan digantikan
oleh EDTA. Sebab, ligan EDTA lebih kuat daripada NO3- sehingga, mampu
mendesak dan menggantikan posisi NO3- untu berikatan dengan logam Ni.
Struktur molekul dari [Ni(EDTA)2]2+ ditunjukkan sebagai berikut:

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

5) Kompleks Cu (II)
Pada percobaan pembentukan ion Cu2+ dapat ditunjukkan dengan melihat
perbandingan warna kristal antara CuSO4.5H2O dan CuCl2.2H2O. Selain itu,
garam CuSO4 juga direaksikan dengan ethylendiamin dan Na2EDTA.
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan:
a. Untuk CuSO4.5H2O adalah kristal berwarna biru (++), sedangkan untuk
CuCl2.2H2O adalah kristal berwarna hijau (+) dan berebntuk memanjang.
b. Pada percobaaan pembentukan ion kompleks Cu2+ disiapkan 2 tabung reaksi
masing-masing ditambahkan 1 mL larutan CuSO4 yang berwarna biru jernih.
Pada tabung reaksi 1 ditambahkan 1 tetes reagen ethylenediamine tidak
berwarna menghasilkan larutan berwarna biru kehijauan (+). Hal ini
disebabkan karena terjadi pergantian 2 molekul ligan Cl- digantikan dengan 2
molekul ligan ethylenediamin (en) dan terbentuk kompleks [Cu(en)2]2+.
Struktur ion kompleks:

a) Pada tabung reaksi 2 ditambahkan larutan Na2EDTA tidak berwarna


menghasilkan larutan berwarna biru kehijauan (++). Hal ini menunjukkan
senyawa kompleks terbentuk yaitu [Cu(EDTA)2]2+. Kompleks yang
terbentuk akibat EDTA bertindak sebagai ligan mampu menggantikan SO42-,
sehingga dapat dituliskan struktur molekulnya sebagai berikut:

3. Percobaan III: Perubahan Tingkat Oksidasi


1) Perubahan Fe2+ menjadi Fe3+

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat oksidasi


pada logam transisi. Mula-mula larutan FeSO4 berwarna kuning jernih 1 mL
ditambahkan HNO3 pekat 3 tetes menghasilkan larutan berwarna kuning
kehitaman (++). Setelah itu dipanaskan 1-2 menit diperoleh larutan berwarna
kuning (+++) dan ada gelembung. Lalu didinginkan, larutan menjadi berwarna
kuning. Selama pemanasan timbul gas yang merupakan gas Nitrogen Oksida
yang terurai akibat pemanasan. Selain itu, akibat pemanasan juga Fe2+ teroksidasi
menjadi Fe3+. Sebagaimana reaksinya ditunjukkan sebagai berikut:
Fe2+(aq) + HNO3(aq) + 3H+ Fe3+ + NO(g) + 2H2O(l)
Selanjutnya dilakukan pengujian dengan menambahkan NaOH 2 M pada
larutan yang dihasilkan. Bertujuan agar diperoleh hasil perubahan tingkat oksidasi
yang maksimal pada Fe2+ menjadi Fe3+. Setelah ditambahkan NaOH 2 M
beberapa tetes terbentuk endapan kotor yang dalam percobaan kami berwarna
coklat yang melayang-layang pada bagian atas. Hal ini menunjukkan bahwa
Fe(II) mudah dioksidasi menjadi Fe(III) dengan penambahan larutan basa.
Berikut reaksi yang terjadi: Fe3+ + NaOH Fe(OH)3(s)
2) Perubahan Cr6+ menjadi Cr3+
Pada percobaan ini digunakan larutan K2Cr2O7 berwarnajingga (++) sebanyak
2 mL yang dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian dipanaskan menghasilkan
larutan jingga (++) atau tidak terjadi perubahan. Lalu ditambahkan bijih Zn
terbentuk endapan abu-abu pada bagian bawah larutan.
Cr2O72- + 3Zn + 14H+ 3Zn2+ + 2Cr3+ + 7H2O
Endapan tersebut larut setelah ditambahkan HCl pekat 1,5 mL yang
menghasilkan larutan berwarna hijau tua kebiruan.
Cr3+ + 2HCl CrCl2(aq) + H2(g)
Selanjutnya dilakukan pemanasan lagi menghasilkan larutan hijau tua (++)
dan terdapat gelembung gas, yakni gas klor yang dilepaskan. Perlakuan ini
bertujuan untuk melakukan reduksi Cr6+ menjadi Cr3+. Perubahan warna larutan
akhir adalah hijau tua kebiruan (++) yakni [Cr(H2O)3(Cl)2]+(aq).
Kemudian langkah terakhir adalah menambahkan HNO3 beberapa tetes hingga
menghasilkan larutan berwarna hijau tua jernih. Hal ini dilakukan hanya untuk
menunjukkan bahwa telah terjadi reduksi terhadap Cr6+ menjadi Cr3+.
Sebagaimana ditunjukkan sebagai berikut reaksi-reaksi yang terjadi:

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

K2Cr2O7(aq) + 14HCl 2Cr3+ + 3Cl2 + 2K+ + Cl- + 7H2O(l)

I.

Kesimpulan
1) Reaksi-reaksi ion logam transisi dapat dipelajari dengan cara mereaksikannya
dengan NaOH, NH3, dan NH4CNS sehingga dihasilkan perubahan bentuk fisik dari
larutan seperti terbentuknya warna-warna yang khas dan endapan yang terbentuk
memiliki warna yang berbeda-beda sesuai dengan muatan logam pusat senyawa
kompleks tersebut. Jika senyawa kompleks tak bermuatan, fase dari senyawa
kompleks merupakan fase padat sedangkan apabila senyawa kompleks bermuatan,
fase dari senyawa tersebut adalah larutan. Hal tersebut menunjukkan adanya reaksi
antara garam logam transisi dengan pereaksinya dalam membentuk kompleks
dengan ligan.
2) Pembentukan ion kompleks dapat dilakukan dengan menambahkan larutan yang
mengandung ligan-ligan dalam deret spektrokimia seperti ion oksalat, H2O, CNS-,
EDTA, dan DMG.
3) Perubahan warna dari senyawa logam transisi adalah akibat dari perubahan
bilangan oksidasi karena pengaruh masuknya ligan, hal tersebut dapat diperoleh
dengan melakukan pemanasan dan penambahan asam-basa kuat.

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


X.

JAWABAN PERTANYAAN
1. Tulislah seluruh reaksi yang ada pada percobaan I sampai IV serta berikan perubahan
warnanya.
Jawab:
1) Percobaan I
A. Reaksi dengan NaOH
a) Garam CrCl3
[Cr(H2O)6]3+(aq) + OH- [Cr(H2O)3(OH)3](s)
Biru

Hijau (+)

[Cr(H2O)3(OH)3](s) + OH-[Cr(OH)6]3-(aq)
Hijau (+)

Hijau

b) Garam Mn(SO)4
[Mn(H2O)6]2+(aq) + OH- [Mn(H2O)4(OH)2](s)
Tak berwarna

Putih kuning
-

[Mn(H2O)4(OH)2](s) + OH [Mn(H2O)3(OH)3](s)
Putih kuning

Kuning (++)

c) Garam Fe(NH4)2SO4
[Fe(H2O)6]2+(aq) + OH- Fe(H2O)4(OH)2](s)
kuning

Kuning (+)
-

[Fe(H2O)4(OH)2](s) + OH [Fe(H2O)3(OH)3]-(aq)
Kuning (+)

Hijau kotor

d) Garam FeCl3
[Fe(H2O)6]3+(aq) + OH- [Fe(H2O)3(OH)3](s)
Kuning

Jingga

[Fe(H2O)3(OH)3](s) + OH-[Fe(H2O)2(OH)4] (aq)


Jingga

Coklat kemerahan

e) Garam CoCl2
[Co(H2O)6]2+(aq) + OH- [Co(H2O)4(OH)2](s)
Merah muda

coklat

[Co(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Co(H2O)3(OH)3](s)
Coklat

Coklat (++)

f) Garam NiCl2
[Ni(H2O)6]2+(aq) + OH- [Ni(H2O)4(OH)2](s)
Hijau

hijau (+)

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

[Ni(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Ni(H2O)3(OH)3](s)
Hijau (+)

Hijau (++)

g) Garam CuSO4
[Cu(H2O)6]2+(aq) + OH- [Cu(H2O)4(OH)2](s)
Biru

biru (+)

[Cu(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Cu(H2O)3(OH)3] (s)


Biru (+)

Biru (++)

h) Garam ZnCl2
[Zn(H2O)6]2+(aq) + OH- [Zn(H2O)4(OH)2](s)
Tak berwarna

Putih(+)

[Zn(H2O)4(OH)2](s) + OH-[Zn(H2O)3(OH)3]-(aq)
Putih(+)

putih

B. Reaksi dengan amonia


a) Garam CrCl3
Cr3+(aq) + 3NH3 + 3H2O Cr(OH)3(s) + 3NH4+(aq)
Abu-abu biru
Cr(OH)3(s) + 6NH3 [Cr(NH3)6]3+(aq)
Biru keruh
b) Garam Mn(SO)4
Mn2+(aq) + 2NH3 + 2H2O Mn(OH)2(s) + 2NH4+(aq)
Putih
Mn(OH)2(s) + 6NH3 [Mn(NH3)6]2+(aq)
kuning
c) Garam Fe(NH4)2SO4
Fe2+(aq) + 5NH3 + H2O [Fe(H2O)(NH3)5]2+(aq)
Kuning (--)
[Fe(H2O)(NH3)5]2+(aq) + NH3 [Fe(NH3)6]2+(aq)
Hijau kehitaman
d) Garam FeCl3
Fe3+(aq) + 5NH3 + H2O [Fe(H2O)(NH3)5]3+(aq)
Merah kecoklatan
[Fe(H2O)(NH3)5]3+(aq) + NH3 [Fe(NH3)6]3+(aq)
Merah kecoklatn keruh

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


e) Garam CoCl2

Co2+(aq) + 3NH3 + 2H2O Co(OH)3(s) + 2NH4+(aq)


Hijau
Co(OH)3(s) + 6NH3(aq) [Co(NH3)6]2+(aq)
Hijau (+)
[Co(NH3)6]2+(aq) Co2+(s) + 6NH4+(aq)
H+ + NH3 NH4+
f) Garam CuSO4
Cu2+(aq) + 3NH3 + H2O [Cu(H2O)(NH3)3]2+(aq)
Biru tua
[Cu(H2O)(NH3)3]2+(aq) + NH3 [Cu(NH3)4]2+(aq)
Biru tua (+)
g) Garam ZnCl2
Zn2+(aq) + 2NH3 + 2H2O Zn(OH)2(s) + 2NH4+(aq)
Putih
Zn(OH)2(s) + 6NH3 [Zn(NH3)6]2+(aq)
Putih (++)
h) Garam NiCl2
Ni2+(aq) + 2NH3 + 2H2O Ni(OH)2(s) + 2NH4+(aq)
Biru muda
Ni(OH)2(s) + 6NH3(aq) [Ni(NH3)6]2+(aq)
Biru jernih
Atau
Ni2+(aq) + 5NH3 + H2O [Ni(H2O)(NH3)5]2+(aq)
Biru muda
2+

[Ni(H2O)(NH3)5]

(aq)

+ NH3 [Ni(NH3)6]2+(aq)
Biru jernih

2) Percobaan 2
A. Kompleks Cr (III)
CrCl3(aq) + Na2C2O4(aq) [Cr(C2O4)3]3-(aq) + 2Na+ + 3ClB. Kompleks Fe (III)
FeCl3(aq) + 3NH4CNS(aq) Fe(CNS)3(aq) + 3NH4Cl
Fe(CNS)3(aq) + Na2C2O4(aq) Fe(C2O4)(aq) + 2Na+ + CNS3) Percobaan 3

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

A. Fe2+ menjadi Fe3+


Fe2+(aq) + HNO3(aq) + 3H+ Fe3+ + NO(g) + 2H2O(l)
Fe3+ + NaOH Fe(OH)3(s)
B. Cr6+ menjadi Cr3+
Cr2O72- + 3Zn + 14H+ 3Zn2+ + 2Cr3+ + 7H2O
Cr3+ + 2HCl CrCl2(aq) + H2(g)
K2Cr2O7(aq) + 14HCl 2Cr3+ + 3Cl2 + 2K+ + Cl- + 7H2O(l)
2. Kompleks [Cr(H2O)4Cl2]+ memiliki isomer, buatlah struktur molekulnya dan berilah
nama!
Jawab:
Isomer dari [Cr(H2O)4Cl2]+ adalah:

[Cr(H2O)6]Cl3 =
heksaakuakromium(III) klorida

[Cr(H2O)5Cl]Cl2H2O =
pentaakuadiklorokromium(III) klorida monohidrat; atau
pentaakuadiklorokromium(2+) klorida monohidrat

[Cr(H2O)4Cl2]Cl2H2O =
tetraakuadiklorokromium(III) klorida dihidrat
tetraakuadiklorokromium(1+) klorida dihidrat

XI.

DAFTAR PUSTAKA
Amaria, dkk. 2012. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik III Unsur-unsur Golongan
Transisi. Surabaya: Jurusan Kimia FMIPA UNESA.
Darjito.____. Unsur-unsur Transisi Periode Pertama (Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, dan Cu).
Malang: Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Brawijaya
Lee, J. D. 1991. Consice Inorganic Chemistry Fourth Edition. London: Champ & Hall.
Sugiyarto, Kristian H. 2012. Dasar-dasar Kimia Anorganik Transisi. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Vogel, A.I. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta
: PT. Kalman Media Pusaka.

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


LAMPIRAN

Percobaan 1A Reaksi ion logam transisi dengan NaOH 1 M

Larutan CoCl2

CoCl2 + NaOH 3 tetes

CoCl2 + NaOH berlebih

Larutan CrCl3

CrCl3 + NaOH 3 tetes

CrCl3 + NaOH berlebih

Larutan CuSO4

CuSO4 + NaOH 3 tetes

CuSO4 + NaOH berlebih

Larutan FeCl3

FeCl3 + NaOH 3tetes

FeCl3 + NaOH berlebih

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Larutan Fe(NH3)2SO4

Fe(NH3)2SO4 + NaOH 3tetes

Larutan MnSO4

MnSO4 + NaOH 3tetes

Larutan NiCl2

NiCl2 + NaOH 3tetes

Larutan ZnCl2

ZnCl2 + NaOH 3tetes

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Fe(NH3)2SO4 + NaOH berlebih

MnSO4 + NaOH berlebih

NiCl2 + NaOH berlebih

ZnCl2 + NaOH berlebih

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Percobaan 1B Reaksi ion logam transisi dengan Amonia 2 M

Larutan CrCl3

Larutan ZnCl2

Larutan FeCl3

Larutan MnSO4

CrCl3 + NH4OH
3tetes

ZnCl2 + NH4OH 3tetes

FeCl3 + NH4OH 3tetes

MnSO4 + NH4OH 3tetes

CrCl3 + NH4OH berlebih


3tetes

ZnCl2 + NH4OH berlebih

FeCl3 + NH4OH berlebih

MnSO4 + NH4OH berlebih

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Larutan CoCl2

Larutan NiCl2

Larutan CuSO4

Larutan Fe(NH3)2SO4

CoCl2 + NH4OH
3tetes

NiCl2 + NH4OH 3tetes

CuSO4 + NH4OH 3tetes

Fe(NH3)2SO4 + NH4OH 3tetes

CoCl2 + NH4OH berlebih


3tetes

NiCl2 + NH4OH berlebih

CuSO4 + NH4OH berlebih

Fe(NH3)2SO4 + NH4OH
berlebih

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Percobaan 1C Reaksi ion logam transisi dengan Amonium tiosianat 0,1 M

Larutan CrCl3

CrCl3 + NH4CNS

Larutan Fe(NH3)2SO4

Fe(NH3)2SO4 + NH4CNS

Larutan Mn(SO4)

Mn(SO4) + NH4CNS

Larutan FeCl3

FeCl3 + NH4CNS

Blanko CrCl3

Blanko Fe(NH3)2SO4

Blanko MnSO4

Blanko MnSO4

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Larutan CoCl2

Larutan NiCl2

Larutan CuSO4

Larutan ZnCl2

CoCl2 + NH4CNS

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Blanko CoCl2

NiCl2 + NH4CNS

Blanko NiCl2

CuSO4 + NH4CNS

Blanko CuSO4

ZnCl2 + NH4CNS

Blanko ZnCl2

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi


Percobaan 2 Pembentukan Ion Kompleks
Percobaan 2A Kompleks Cr(III)

Larutan encer CrCl3

Setelah + Na2C2O4

Percobaan 2B Kompleks Fe(II)

Larutan FeSO4

Setelah + 1,10 phenanthroline

Percobaan 2B Kompleks Fe(III)

Larutan FeCl3

Setelah + NH4CNS

Setelah + Na2C2O4 +
NH4CNS berlebih

Percobaan 2C Kompleks Co(II)

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Percobaan 2D Kompleks Ni(II)

Percobaan 2E Kompleks Cu(II)

CuCl2.2H2O = kristal hijau (+) berbentuk panjang


CuCl2.2H2O = kristal biru (++)

Percobaan 3A: Perubahan Tingkat Oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Percobaan 3B: Perubahan Tingkat Oksidasi Cr6+ menjadi Cr3+

Larutan K2Cr2O7

Setelah pemanasan dan + bijih


Zn (ada endapan abu-abu)

Setelah + HCl pekat

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012

Reaksi-reaksi Ion Logam Transisi

Kelompok 5 / Kimia B 2012