Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH FISIOLOGI HEWAN

SINAPSIS

DISUSUN OLEH:
Rizki Fauziah (3415110139)

DOSEN MATA KULIAH :


Dr. Rusdi, M.Biomed.

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Pada hewan tingkat tinggi, komunikasi intrasel yang kompleks dan amat cepat itu
ditengahi oleh impuls-impuls saraf. Neuron-neuron (sel-sel saraf) secara elektrik menghantar
sinyal (impuls) melalui bagian saraf yang terjulur memanjang (sekitar 1 mm pada hewan
berukuran besar). Impuls tersebut berupa gelombang-gelombang berjalan yang berbentuk
arus-arus ion. Transmisi sinyal antara neuron-neuron dan antara neuronotot (juga neuronkelenjar) seringkali dimediasi secara kimiawi oleh neurotransmitter (penghantar impuls
saraf).
Di dalam tubuh kita, ada banyak sekali impuls yang dihantarkan. Impuls-impuls
tersebut ditransfer dari satu neuron ke neuron yang lainnya. Setiap neuron berhubungan
dengan beribu neuron lain. Dan di dalam tubuh kita ini ada sekitar 100 miliar neuron.
Satu impuls hanya butuh sekitar 5 milisekon untuk melalui satu sel saraf. Atau dari
sumber lain, dibutuhkan waktu sepersekian detik untuk memicu potensial aksi pada satu
neuron. Mulai dari depolarisasi hingga repolarisasi. Impuls dihantarkan dari satu sel saraf ke
sel saraf lain melalui proses yang dinamakan sinapsis. Sinapsis merupakan titik pertemuan
antar neuron atau istilah awamnya penghubung antara satu neuron dengan neuron lainnya.
Oleh karena itu, dalam tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan apa itu sinapsis dan
bagaimana mekanisme penghantaran sinapsis.

BAB II
PEMBAHASAN
Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan
sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam
sitoplasma

tonjolan

sinapsis

terdapat

struktur

kumpulan

membran

kecil

berisi

neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis
disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk
sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula
bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan
neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat
menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Asetilkolin kemudian
berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran
post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf
berikutnya.

Sinaps

adalah

sisi

(penghubung/junction)

yang

tidak

berdekatan,

tempat

berlangsungnya pemindahan impuls dari ujung akson suatu neuron ke nuron lain atau ke otot
atau ke kelenjar. Impuls ditransmisikan dari satu sel saraf ke sel lain di sinaps (gambar 6-1).
Ini adalah persimpangan dimana Akson atau beberapa bagian lain dari satu sel (sel presinaps)
berakhir pada dendrites, soma, atau Akson neuron lain (gambar 6-2) atau, dalam beberapa
kasus, otot atau kelenjar sel (sel postsynaptic). Neuron presynaptic membawa impuls menuju
sinaps dan neuron postsynapticmembawa impuls menjauhi sinaps. Neuron tunggal dapat
menjadi postsinaptik pada dendrit atau badan selnya dan presinaptik pada ujung aksonnya.

Komunikasi antar sel terjadi pada sinapsis kimia atau listrik. Pada sinapsis kimia, Celah
sinaptik memisahkan terminal sel presinaps dari sel postsynaptic. Impuls pada Akson
presinaps menyebabkan sekresi kimia yang berdifusi melintasi celah synaptic dan berikatan
dengan reseptor pada permukaan sel postsynaptic. Ini memicu peristiwa yang membuka atau
menutup saluran dalam membran sel postsynaptic. Pada sinapsis listrik, membran neuron
presinaps dan postsynaptic berdekatan, dan gap junction terbentuk diantara sel. Seperti
junction interselular di jaringan lain, hal tersebut membentuk jembatan dimana ion dapat
dilalui dengan relatif mudah.

Sinapsis Listrik
Jika dua sel yang dapat tereksitasi berhubungan melalui aliran listrik langsung pada
suaru area dengan tahanan listrik rendah, maka sinaps disebut sebagai sinaps listrik. Sinapsis
listrik tidak memiliki waktu tunda sinaptik (delay synaptic). Waktu tunda sinaptik adalah
eaktu yang dibutuhkan untuk menyeberangi suatu sinaps kimiawi. Delay synaptic hanya
dimiliki oleh sinapsis kimia. Karena dibutuhkan waktu lebih banyak untuk pelepasan, difusi,
penerimaan, dan untuk melihat pengaruh neurotransmitter terhadap sebuah sinaps terhadap
daripada waktu yang dibutuhkan untuk perambatan potensial aksi di sepanjang serabut saraf.
Sinaps listik ditemukan di otot polos, otot jantung, otak. Pada umumnya, sinaps listrik
memungkinkan terjadinya transmisi dua arah. Sedangkan sinapsis kimia hanya berjalan satu
arah.

Di sinaps listrik, dua neuron yang dihubungkan oleh gap junction yang
memungkinkan membawa muatan ion untuk mengalir langsung antara dua sel di kedua arah.
Meskipun menyebabkan sinapsis listrik terputus transmisi sinyal listrik dan sangat cepat, ini
jenis koneksi yang pada dasarnya adalah on atau off serta tanpa regulasi. Potensial aksi
pada neuron satu selalu mengarah ke potensial aksi pada neuron yang terhubung. Sinapis
listrik jarang terdapat pada sistem saraf manusia. Sinapsis listrik telah diidentifikasi dalam
SSP, dimana menyinkronkan aktivitas listrik dalam kelompok-kelompok neuron yang saling
berhubungan oleh gap junction, dan di lokasi khusus, seperti pulp gigi dan retina mata. Gap
junction lebih banyak dalam otot polos dan otot jantung, dimana fungsinya lebih dipahami.

Sinapsis Kimia
Sebagian sinapsis dalam sistem saraf manusia adalah sinapsis kimia, di mana
messenger kimia mentransmisikan informasi pada dua neuron yang terpisah. Sinaps kimia
melibatkan junction antara terminal Akson neuron satu, dikenal sebagai neuron presinaps,
dan dendrites atau sel tubuh neuron yang kedua, yang dikenal sebagai neuron postsynaptic.
(Pre berarti sebelum dan post berarti setelah; neuron presinaps terletak sebelum sinaps, dan
neuron postsynaptic berada setelah sinapsis.). dendrites dan, pada tingkat yang lebih rendah,

sel tubuh kebanyakan neuron menerima ribuan input sinaptik, dimana Akson terminal lebih
banyak neuron lainnya. Beberapa neuron dalam SSP menerima input sinaptik sebanyak
100.000. (gambar 4-14)
Terminal Akson neuron presinaps, yang melakukan potensi tindakan terhadap sinaps,
berakhir dengan pembengkakan, knob synaptic. Knob synaptic berisi vesikel synaptic, yang
menyimpan messenger kimia spesifik, neurotransmitter yang telah disintesis dan dikemas
oleh neuron presinaps. Knob synaptic dekat, tetapi tidak benar-benar menyentuh postsynaptic
neuron. ruang antara neuron presinaps dan postsynaptic disebut celah synaptic (cleft
synaptic).
Terminal akson mengandung mitokondria dan banyak vesikel sinaptik kecil. Jika
impuls saraf mencapai terminal akson, vesicle sinaptik melepas zat transmitter asetilkolin
(ACh). Ach berdifusi menyeberangi celah sinaptik untuk berikatan dengan reseptor pada
lipatan sarkolema. Hal ini menyebabkan perubaha tiba-tba pada permmeabilitas membrane
otot tergadap ion Na dan K ynag mengakibatkan arus balik pada polarisasi membrane. ACh
berhubungan dengan sarkolema hanya selama beberapa milidetik. Zat ini secara langsung
dipecah oleh enzim kolinesterase yang dilepas dari lipatan sarkolema.

Terlepas dari jenis synapse, transmisi tidak sederhana melompat dari potensial aksi
dari presynaptic ke postsynaptic. Efek pelepasan di ujung synaptic dapat merangsang
(excitatory) atau menghambat (inhibitory). Dengan demikian, transmisi synaptic adalah
sebuah proses yang kompleks yang memungkinkan penyesuaian dari aktivitas saraf yang
diperlukan untuk fungsi normal.

Transmisi dari saraf ke otot menyerupai transmisi sinaptik kimia dari neuron satu
sama lain. Neuromuscular junction, daerah khusus dimana saraf motorik berakhir pada serat
otot rangka adalah tempat dari proses transmisi stereotip. Kontak antara neuron-neuron yang
otonom dan halus serta otot jantung yang kurang khusus, dan transmisi di lokasi ini adalah
proses yang lebih menyebar.
Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan
membran prasinapsis. Vesikula akan melepaskan neurotransmiter berupa asetilkolin.
Neurotransmiter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron
prasinapsis ke postsinapsis.
Neurotransmiter ada bermacam-macam, misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh
tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang
terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada
reseptor yang terdapat pada membran postsinapsis.
MEKANISME KERJA SINAPSIS

Apabila impuls sampai pada tombol sinapsis, segera neuron mengirimkan


neurotransmiter. Selanjutnya, neurotransmitter dibawa oleh vesikula sinapsis menuju
membran prasinapsis. Kedatangan impuls tersebut membuat permeabilitas membran
prasinapsis terhadap ion Ca2+ meningkat (terjadi depolarisasi). Sehingga, ion Ca2+ masuk dan
merangsang vesikula sinapsis untuk menyatu dengan membran prasinapsis. Bersama kejadian

tersebut, neurotransmiter dilepaskan ke dalam celah sinapsis melalui eksositosis. Dari celah
sinapsis, neurotransmiter ini berdifusi menuju membran pascasinapsis. Setelah impuls
dikirim,

membran

pascasinapsis

akan

mengeluarkan

enzim

untuk

menghidrolisis

neurotransmiter. Enzim tersebut misalnya senzim asetilkolineterase yang menghidrolisis


asetilkolin menjadi kolin dan asam etanoat. Oleh vesikula sinapsis, hasil hidrolisis (kolin dan
asam etanoat) akan disimpan sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan kembali.

SKEMA IMPULS PADA


SINAPSIS

FUNGSI & STRUKTUR POSTSYNAPTIC & PRESYNAPTIC


Masing - masing terminal presinaps
sinapsis kimia dipisahkan dari struktur
Gambar 6-3

postsynaptic

oleh

celah

sinaptik

yang

lebarnya 20 sampai 40 nm. Melintasi celah

sinaptik yang banyak reseptor neurotransmiter dalam membran postsynaptic, dan biasanya
penebalan postsynaptic disebut kepadatan postsynaptic
(Postsynaptic Density) (gambar 6-2 dan 6-3). Kepadatan postsynaptic adalah sebuah
kompleks yang memerintahkan spesifik reseptor, mengikat protein dan enzim yang
disebabkan oleh efek postsynaptic. Di dalam terminal presinaps banyak mitokondria, serta
banyak tertutup membran vesikula, yang mengandung neurotransmiter. Ada tiga jenis vesikel
synaptic: vesikula sinaptik kecil yang berisi asetilkolin, glycine, GABA, atau kaya kandungan
glutamatnya; vesikula kecil dengan inti padat yang mengandung katekolamin; dan vesikel
besar dengan inti padat yang mengandung neuropeptide. Vesikula dan protein yang
terkandung dalam dindingnya disintesis dalam tubuh sel saraf dan diangkut sepanjang Akson
ke ujung transportasi cepat axoplasmic. Neuropeptides dalam vesikula padat-inti besar
diproduksi oleh sintesis protein dalam sel tubuh. Namun, vesikula kecil dan vesikula padatinti kecil mendaur ulangnya di ujung saraf. Vesikula ini bergabung dengan membran sel dan
mengeluarkan transmitter melalui exocytosis dan kemudian di-recover oleh endositosis untuk
diisi ulang secara lokal. Dalam beberapa kasus, mereka memasuki endosome dan bertunas
lalu memulai siklus lagi. (Langkah ditunjukkan pada gambar 6-4). Namun, vesikula sinaptik
mengeluarkan isinya melalui sebuah lubang kecil dalam membran sel, maka pembukaan
cepat dan vesikula utama tetap di dalam sel. Vesikula padat-inti besar ini terletak di terminal
presinaps yang berisi mereka dan melepaskan isinya neuropeptida oleh exocytosis dari semua
bagian dari terminal. Di sisi lain, vesikula kecil terletak dekat celah sinaptik dan bergabung
dengan membran dilepaskan isinya sangat cepat ke dalam celah di kawasan penebalan
membran yang disebut zona aktif (gambar 6-3). Zona aktif mengandung banyak protein dan
baris saluran kalsium.

Ca2+ yang memicu exocytosis transmitter memasuki neuron presinaps, dan


mengeluarkan transmitter dimulai dalam 200s. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan
bahwa voltage-gated Ca2+ channels yang sangat dekat dengan lokasi pembebasan di zona
aktif. Selain itu, untuk transmitter menjadi efektif pada neuron postsynaptic membutuhkan
kedekatan dengan reseptor postsynaptic. Pengaturan sinaps sebagian bergantung pada
neurexins, protein yang terikat membran neuron presinaps yang mengikat reseptor neurexin
dalam membran neuron postsynaptic. Di berbagai vertebrata, neurexins diproduksi oleh gen
tunggal yang mengkode isoform. Namun, di tikus dan manusia mereka dikodekan oleh tiga
gen, dan keduanya dan isoforms dihasilkan. Setiap gen memiliki dua peraturan daerah
dan splicing alternatif yang luas dari mRNAs mereka. Dengan cara ini, lebih dari 1000
neurexins berbeda diproduksi. Ini menimbulkan kemungkinan neurexins yang tidak hanya
melakukan sinapsis bersama, tetapi juga menyediakan mekanisme produksi spesifikasi
sinapsis.
ELECTRICAL EVENTS IN POSTSYNAPTIC NEURONS: EXCITATORY &
INHIBITORY POSTSYNAPTIC POTENTIALS
Ketika dorongan mencapai terminal presinaps, selang waktu setidaknya 0.5 ms,
penundaan sinaptik, terjadi sebelum respon yang didapatkan dalam postsynaptic neuron. Hal
ini karena waktu yang dibutuhkan untuk mediator sinaptik akan dirilis dan bertindak pada
membran sel postsynaptic. Karena itu, konduksi sepanjang rantai neuron lebih lambat jika
banyak sinapsis dalam rantai dibandingkan jika hanya sedikit. Karena waktu minimum untuk
transmisi di seluruh satu sinaps 0.5 ms, juga dimungkinkan untuk menentukan apakah jalur
refleks yang diberikan monosynaptic atau polysynaptic (berisi lebih dari satu sinaps) dengan
mengukur keterlambatan dalam transmisi dari dorsal ke akar ventral di sumsum tulang
belakang.

Stimulus tunggal yang diterapkan pada saraf sensorik khas tidak mengakibatkan
pembentukan penyebaran potensial aksi pada neuron postsynaptic. Sebaliknya, stimulasi
menghasilkan depolarisasi parsial sementara atau hyperpolarisasi yang sementara.
Depolarisasi adalah tanggapan awal diproduksi oleh stimulus tunggal ke input tepat dimulai
sekitar 0.5 ms setelah memasuki aferen impuls saraf tulang belakang. Ini mencapai
puncaknya pada 11,5 ms yang berikutnya dan kemudian menurun secara eksponensial.
Selama potensi ini, Involuntary neuron terhadap rangsangan lain meningkat, dan akibatnya
potensi disebut rangsang potensi postsynaptic/ Excitatory Postsynaptic Potential (EPSP)
(gambar 6-6).

Beberapa

neurotransimitter

mengeksitasi

neuron

postsinaptik,

menyebabkan

depolarisasi.
EPSP yang dihasilkan oleh depolarisasi membran sel postsynaptic langsung di bawah
presinaps akhir. Transmitter merangsang membukanya saluran ion Na+ atau Ca2+ dalam
membran postsynaptic. Daerah alirannya begitu kecil sehingga tidak mengalirkan daya cukup
positif untuk depolarisasi seluruh membran.
EPSPs diproduksi oleh stimulasi beberapa masukan, tetapi stimulasi input lainnya
menghasilkan tanggapan hyperpolarisasi. Selama potensi ini, Involuntary neuron terhadap

rangsangan lain menurun; Akibatnya, hal ini disebut penghambatan potensi postsynaptic/
Inhibitory Postsynaptic Potential (IPSP) (gambar 6-6).
Neurotransmitter

yang

menyebabkan

peningkatan

potensial

istirahat

neuro

postsinaptik bersifat inhibitorik neurotransmitter ini membuat postsinaptik bermuatan lebih


negative akibat penurunan permeabilitas membrane terhadap aliran masuk Na+ dan
meningkatkan permeabilitas membrane terhadao aliran keluar K +.Peningkatan negativitas
internal disebut hiperpolarisasi.
IPSP dapat diproduksi oleh kenaikan transportasi lokal Cl-. Ketika tombol
penghambatan sinaptik menjadi aktif, transmitter dirilis memicu pembukaan channel Cl- di
daerah membran sel postsynaptic. Cl- bergerak ke bawah dengan gradien konsentrasi. Efek
bersih adalah transfer muatan negatif ke dalam sel, sehingga meningkatkan potensial
membran.
Penurunan sel saraf selama IPSP adalah karena pergerakan membran dari tingkat
tinggi. Akibatnya, aktivitas rangsangan lebih (depolarisasi) diperlukan untuk mencapai
tingkat tinggi. Fakta bahwa IPSP dimediasi oleh Cl - dapat ditunjukkan oleh mengulangi
stimulus sementara bervariasi istirahat potensi membran sel postsynaptic. Ketika potensial
membran adalah ECl, potensi menghilang (gambar 6-7), dan pada potensial membran lebih
negatif, menjadi positif (pembalikan potensial).
Karena

IPSP

menghasilkan

hyperpolarisasi bersih, mereka dapat diproduksi


oleh perubahan dalam saluran ion lainnya di
neuron. Misalnya, mereka dapat diproduksi
oleh pembukaan saluran K, dengan gerakan k
dari sel postsynaptic, atau penutupan channel
Na+ atau Ca2+.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

1. Sinapsis adalah sisi (penghubung/junction) yang tidak berdekatan, tempat


berlangsungnya pemindahan impuls dari ujung akson suatu neuron ke neuron lain
atau ke otot atau ke kelenjar.
2. Sinaps listrik adalah jika dua sel yang dapat tereksitasi berhubungan melalui aliran
listrik langsung pada suaru area dengan tahanan listrik rendah.
3. Sinaps kimia adalah penghantaran impuls melalui messenger kimia yang
mentransmisikan informasi pada dua neuron yang terpisah.
4. Sinaps dapat dihantarkan dari satu neuron ke neuron lain mealui adanya
pentransmisian neurotransmitter dari presinaps ke postsinaps
5. Sinaps ada yang sifatnya menghambat atau disebut dengan Inhibitory Postsynaptic
Potential (IPSP) dan ada

yang sifatnya merangsang neuron lain dikenal dengan

Excitatory Postsynaptic Potential (EPSP)

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, A.C. and Hall, J.E., 2006. Textbook of Medical Physiology. 11th ed. Philadelphia, PA, USA:
Elsevier Saunders.
Kim E. Barrett, PhD, et al. 2010. Ganongs Review of Medical Physiology Twenty-Third Edition.
USA. The McGraw-Hill Companies, Inc.
Sherwood L. 2010. Human Physiology: From Cells to Systems,Seventh Edition. Canada: Nelson
Education.
Sloane, Ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta : EGC