Anda di halaman 1dari 7

Rencana Asuhan Keperawatan

NO
1.

Diagnosa Keperawatan
kekurangan volume cairan
berhubungan

dengan

gangguan konsenterasi urine


dan keseimbangan elektrolit
regulasi

ditandai

dengan

tekanan

darah

rendah).

denyut nadi cepat dan lemah


hipotensi, Keadaan Tn BG
yang

berat

gangguan

mengalami
metabolisme

natrium dan air, sehingga


menderita dehidrasi kronis
dan berat, sianosis, panas
Kelemahan otot, mudah lelah

Tujuan & Kriteria Hasil

Perencanaan
Intervensi
Setelah diberikan asuhan Mandiri
keperawatan selama 3x 24
jam,
diharapkan 1.Pantau
TTV,
catat
keseimbangan
volume perubahan tekanan darah
cairan adekuat.
pada
perubahan
posisi,
Kriteria hasil :
kekuatan dari nadi perifer

Mepertahankan urine
output sesuai dengan
usia dan BB, Bj urini
normal, HT normal.
Tekanan darah, nadi,
suhu tubuh dalam batas
normal.
Tidak
ada
tanda
dehidrasi,
elastisitas
turgor
kulit
baik,
membrane
mukosa
lembab.

Rasional
.Hipotensi postural
merupakan
bagian dari hiporolemia akibat
kekurangan hormon aldosteron
dan penurunan curah jantung
sebagai akibat dari penurunan
kolesterol

kebutuhan
akan
2.Ukur dan timbang BB 2.pikiran
pengganti volume cairan dan
klien
keefektifan
pengobatan,
3. Kaji pasien mengenai rasa peningkatan BB yang cepat
haus, kelelahan, nadi cepat, disebabkan oleh adanya retensi
dan
natrium
yang
pengisian
kapiler cairan
memanjang, turgor kulit berhubungan dengan pengobatan
jelek, membran mukosa strois
kering, catat warna kulit dan
3.
mengidentifikasi
adanya
temperaturnya
hipotermia dan mempengaruhi
4. Periksa adanya status kebutuhan volume pengganti
mental dan sensori
4. dihidrasi berat menurunkan
5. Auskultasi bising usus ( curah jantung, berat dan perfusi
peristaltik usus) catat dan jaringan terutama jaringan otak
laporkan
adanya
mual
5. kerusakan fungsi saluran cerna
muntah dan diare
dapat meningkatkan kehilangan
dan
elektrolit
dan
6. Berikan perawatan mulut cairan
mempengaruhi
cara
untuk
secara teratur

41

7. Berikan cairan oral 1500 pemberian cairan dan nutrisi


cc 2000 cc / hr sesegera
mungkin, sesuai dengan 6. membantu menurunkan rasa
kemampuan klien
tidak nyaman akibat dari dehidrasi
dan mempertahankan kerusakan
Kolaborasi
membrane mukosa
8. Berikan cairan, antara 7. adanya perbaikan pada saluran
lain:
cerna dan kembalinya fungsi
cairan
cerna
tersebut
memungkinkan
cairan
dana
1. Cairan Na Cl 0,9 %
elektrolit melalui oral
2. Larutan glukosa,
8.1 mungkin kebutuhan cairan
pengganti 4 6 liter, dengan
(ortone) / pemberian cairan Na Cl 0,9 %
(cortef) 100 melalui IV 500 1000 ml/jam,
mengatasi
kekurangan
setiap 6 jam dapat
natrium yang sudah terjadi

9. Berikan obat sesuai dosis


1. Kartison
hidrokartison
mg intravena
untuk 24 jam

menghilangkan
2.Mineral kortikoid, flu 8.2Dapat
dokortisan, deoksikortis 25 hipovolemia
30 mg/hr per oral
9.1 dapat mengganti kekurangan
dalam
tubuh
dan
10. Pasang / pertahankan kartison
kateter urin dan selang NGT meningkatkan reabsorbsi natrium
sehingga
dapat
menurunkan
sesuai indikasi
kehilangan
cairan
dan
11.Pantau hasil laboratorium mempertahankan curah jantung
1.Hematokrit ( Ht)

9.2 di mulai setelah pemberian


dosis hidrokortisol yang tinggi
yang telah mengakbatkan retensi
42

2.Ureum / kreatinin
3.Natrium
4.Kalium

garam
berlebihan
yang
mengakibatkan gangguan tekanan
darah dan gangguan elektrolit
10.
dapat
menfasilitasi
pengukuran haluaran dengan
akurat baik urin maupun lambung,
berikan dekompresi lambung dan
membatasi muntah
11.1 peningkatan kadar Ht darah
merupakan indikasi terjadinya
hemokonsentrasi
yang
akan
kembali normal sesuai dengan
terjadinya dehidrasi pada tubuh
11.2 peningkatan kadar ureum
dan kreatinin darah merupakan
indikasi terjadinya kerusakan
tingkat sel karena dehidrasi / tanda
serangan gagal jantung
11.3 hiponatremia merupakan
indikasi kehilangan melalui urin
yang berlebihan katena gangguan
reabsorbsi pada tubulus ginjal
11.4 penurunan kadar aldusteron
mengakibatkan penurunan natrium
dan air sementara itu kalium
tertahan
sehingga
dapat
menyebabkan hiperkalemia.

43

2.

nutrisi kurang dari kebutuhan Setelah dilakukan asuhan


selama
tubuh berhubungan dengan keperawatan
3x24jam maka Kebutuhan
metabolisme
abnormal
nutrisi terpenuhi
ditandai dengan anoreksia, Kriteria hasil
- Adanya
gejala gastrointestinal (GI),
peningkatan berat
emasiasi
(tubuh kurus
badan
sesuai
dengan tujuan
kering),
- Tidak ada tandatanda malnutrisi.
- Mampu
mengidentifikasi
kebutuhan nutrisi.

Mandiri

1. Kekurangan kartisol dapat


menyebabkan fejala intestinal
yang
mempengaruhi
1.Auskultasi bising usus dan berat
kaji apakah ada nyeri perut, pencernaan dan absorpsi makanan
mual muntah
2. Gejala hipoglikemia dengan
2. Catat adanya kulit yang timbulnya tanda tersebut mungkin
dingin / basah, perubahan perlu pemberian glukosa dan
pemberian
tingkat kesadaran, nyeri mengindikasikan
tambahan glukokortikad
kepala, sempoyongan
kelemahan
dan
3.
Pantau
pemasukan 3.anoreksia,
pengaturan
makanan dan timbang BB kehilangan
metabolisme
oleh
kortisol
tiap hari
terhadap
makanan
dapat
4. Berikan atau bantu mengakibatkan penurunan berat
badan yang meningkat dengan
perawatan mulut
cepat
merupakan
indiksi
5. Berikan lingkungan yang terjadinya retansi cairan atau
dari
pemberian
nyaman untuk makan contoh pengaruh
glukokortikoid
bebas dari bau yang tidak
4. mulut yang bersih dapat
sedap, tidak terlalu ramai
meningkatkan nafsu makan
6. Pertahankan status puasa 5. dapat meningkatkan nafsu
makan
dan
memperbaiki
sesuai indikasi
pemasukan makanan
6.
mengistirahatkan
GI,
Kolaborasi
mengurangi rasa tidak enak dan
7.
Berikan
Glukosa kehilangan cairan dan elektrolit
intravena dan obat obatan yang berhubungan dengan muntah
glukogenesis,
sesuai
indikasi
seperti 7.merangsang
menurunkan
penggunaan
glukosa
glukokortikoid
dan membantu penyimpanan
44

8. Pantau hasil lab seperti glukosa


sebagai
glikogen.
Hb, Ht
Pemberian obat ini secara teratur
penting
untuk
metabolisme
karbohidrat, protein dan lemak.
8. anemia dapat terjadi akibat
defisit nutrisi atau pengenceran (
difusi ) yang terjadi akibat retensi
cairan sehubungan pemberian
glukokortikoid
3.

Gangguan

citra

tubuh Setelah diberikan asuhan


dengan keperawatan selama

berhubungan
Kurangnya

1.

pengetahuan 2x24 jam diharapkan

tentang

faktor

penyakit

ditandai

dengan teratasi dengan kriteria

buku jari: lutut, siku serta


mukosa;

besar kx mampu menerima

mengkritik diri sendiri

keadaan dirinya.
2. Untuk meningkatkan percaya

2.

perasaan cemas.

yang akan

dengan keterbatasan

meningkatkan

fungsional (skala 4 dari

penampilannya

1 5)
-

Bantu klien untuk


mengenali tindakan

- Mampu beradaptasi

pucat,

1. Untuk mengetahui seberapa

kalimat yang

pemberat gangguan citra tubuh klien

pigmentasi pada kulit, buku- hasil :

membran

Monitor frekuensi

3.

Fasilitasi hubungan

diri .
3. Untuk meningkatkan percaya
diri dan semangat.
4. Untuk mengetahui kekuatan
pribadi.
5. Agar klien tahu seberapa

Puas dengan

klien dengan individu

penampilan tubuh

yang mengalami

6. Agar klien lebih percaya diri.

(skala 4 dari 1 5)

perubahan citra tubuh

7. Agar klien terbantu dalam

Mampu menyesuaikan

yang serupa

dengan perubahan

4.

kekuatan pribadinya.

beraktifitas.

Identifikasi dukungan

45

fungsi tubuh (skala 4

kelompok yang tersedia 8. Agar klien percaya diri.

dari 1 5)

untuk klien.

Menerima keterbatasan

5.

diri (skala 4 dari 1 5)

menilai kekuatan

- Merasa dirinya
berharga (skala 4 dari

Anjurkan klien untuk

9. Agar klien bisa melakukan


aktivitas.
10. Memantau kondisi klien.

pribadinya.
6.

1 5)

Anjurkan kontak mata


dalam berkomunikasi
dengan orang lain.

7.

Bantu klien menerima


ketergantungan
terhadap orang lain
dengan tepat.

8.

Bantu klien menerima


perubahan baru
tersebut.

9.

Fasilitasi lingkungan
dan aktifitas yang akan
meningkatkan harga
diri klien.

10. Monitor tingkat harga


diri klien dari waktu ke
waktu dengan tepat.

46

47