Anda di halaman 1dari 12

TUGAS SISTEM PENCERNAAN II

SATUAN ACARA PENYULUHAN pada DIARE


Dosen Pembimbing :
Ns Sri Hananto Ponco, S.Kep.

Di Susun Oleh :

Kelompok 2/ Kelas 3A

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


STIKES MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2011 - 2012

Nama anggota kelompok 2 (3A S1-Keperawatan) :


1.

Ardik Dwi septianto

(10.02.01.0600)

2.

Bachtiar Rohman Faqih

(10.02.01.0603)

3.

Dio Yanuar Ari

(10.02.01.0606)

4.

Eka Luthfi Agniya

(10.02.01.0608)

5.

Etik Dahlia

(10.02.01.0610)

6.

Fahrudin Zainuri

(10.02.01.0612)

7.

Guntur Dwi Cahya Putra

(10.02.01.0614)

8.

Indry Agustian P

(10.02.01.0616)

9.

Jhoffy Rinda AS

(10.02.01.0618)

10. Lintang Madurahayu

(10.02.01.0620)

11. Lutvi Wijaya

(10.02.01.0622)

12. Mariyantono

(10.02.01.0624)

13. M. Thofa Amaluchin

(10.02.01.0626)

14. Nunung Susilowati

(10.02.01.0629)

15. Nurul Hidayah

(10.02.01.0631)

16. Rendry Nina Laviyah

(10.02.01.0633)

17. Salviyah Eka NI

(10.02.01.0635)

18. Sudaryanto

(10.02.01.0637)

19. Thorhan Ardi Ansyah

(10.02.01.0640)

20. Ucik Nurul Fauziah

(10.02.01.0641)

21. Yuniar Pramudiyatno P

(10.02.01.0645)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Bidang Studi

: Sistem Pencernaan II

Topik

: Diare

Sub Topik

:
Pengertian diare
Penyebab diare
Tanda dan gejala diare
Pencegahan diare
Pengobatan diare

Penyaji

: Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Lamongan

Sasaran

: Bapak Ibu warga Ds.Wadang Kec.Ngasem Bojonegoro

Hari / tanggal

: Senin, 09 Januari 2012

Jam

: 09.00 - selesai

Waktu

: 40 menit

Tempat

: Balai Desa Wadang

I.

Tujuan instruksional umum (TIU)


Setelah

mengikuti

kegiatan

penyuluhan

diharapkan

warga

dapat

memahami dan mengerti tentang Diare.


II.

Tujuan instruksional khusus (TIK)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan warga dapat
menjelaskan tentang :
1. Pengertian diare
2. Hal-hal yang bisa menyebabkan diare
3. Akibat dari diare apabila tidak ditangani
4. Cara mencegah diare
5. Pengobatan diare

III.

Sasaran
Seluruh masyarakat di Desa Wadang Kecamatan Ngasem Kabupaten
Bojonegoro.

IV.

Materi
1. Pengertian diare
2. Penyebab diare
3. Tanda dan gejala diare
4. Pencegahan diare
5. Pengobatan diare

V.

Metode
1. Ceramah
2. Diskusi / tanya jawab

VI.

Strategi Pelaksanaan
Hari/ tgl

: Senin, 09 Januari 2012

Waktu

: 09.00 selesai

Tempat

: Balai Desa Wadang

Penyaji

: Jhoffy Rinda AS, Ucik Nurul Fauziah

Moderator : Rendri Nina Laviyah


MC

: Nurul Hidayah

Observer

: Yuniar Pramudiyatno, Salviyah Eka

Fasilitator : Sudaryanto, Nunung Susilowati


VII.

Pengorganosasian Kelompok dan Uraian Tugas


1. Penyaji:
Uraian tugas :
Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang

mudah dipahami oleh peserta.


a. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyuluhan.
b. Memotivasi peserta untuk bertanya.
2. Moderator:
Uraian tugas :
a. Mengatur proses dan lamanya diskusi penyuluhan.
3. MC/Pembawa Acara:
Uraian Tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada
peserta
b. Menutup acara penyuluhan
4. Observer
Uraian tugas :
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri
sehingga.
b. Memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
c. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
d. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses
penyuluhan.
e. Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.
f. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak
sesuai dengan rencana penyuluhan.
5. Fasilitator
Uraian tugas :
a. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
d. Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang
jelas bagi peserta.

VIII. Setting Tempat


Penyaji
Moderator
Observer
Penguji
Audience
MC
Fasilitator
IX.

Media
Leaflet
Poster

X.

Pelaksanaan Kegiatan
NO

WAKTU

1.

7 menit

2.

15 menit

KEGIATAN PENYULUH

KEGIATAN
PESERTA

Pembukaan :
Memberikan salam

Menj
awab salam
Menjelaskan
tujuan

Mend
pembelajaran
engarkan
Menyebutkan materi atau
pokok bahasan yang di

Mem
sampaikan
perhatikan
Pelaksanaan :
Menjelaskan
materi
Meny
penyuluhan
secara
imak
dan
berurutan dan teratur.
memperhatikan
Materi:
Pengertian diare
Penyebab diare
Tanda & gejala diare
Pencegahan diare
Pengobatan

3.

4.

XI.

13 menit

5 menit

Evaluasi :
Menyimpulkan
isi
penyuluhan
Memberi
kesempatan
kepada audience untuk
bertanya
Memberikan kesempatan
kepada udience untuk
menjawab
pertanyaan
yang dilontarkan.
Terminasi :

Mengucapkan
terimakasih atas peran
serta peserta.

Menutup
kegiatan penyuluhan dan
mengucapkan salam

Mem
perhatikan

Berta
nya

Menj
awab pertanyaan

Mend
engarkan

Menj
awab salam

Kriteria evaluasi
1. Evaluasi struktur
Semua masyarakat hadir / ikut dalam kegiatan penyuluhan
Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Balai Desa Wadang
Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegor
Pengorganisasian penyuluhan dilakukan hari sebelumnya
2. Evaluasi proses
Masyarakat antusias terhadap materi penyuluhan
Masyarakat tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai
Masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan.
3. Evaluasi hasil
Masyarakat mengerti tentang penyakit diare, dapat menyebutkan
pengertian, penyebab, tanda dan gejala penyakit anemia. Menyebutkan
upaya untuk mencegah terjadinya diare.
Contoh pertanyaan :
1) Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan penyakit diare itu?
Jawaban : buang air besar encer atau cair yang lebih dari tiga kali

sehari.
2) Pertanyaan : Apa saja penyebab diare?
Jawaban : Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, faktor
makanan.
3) Pertanyaan : Sebutkan tanda dan gejala diare?
Jawaban : Gejala diare adalah tinja encer, muntah, badan lesu atau
lemah, panas, tidak nafsu makan, darah dan lendir dalam kotoran, nyeri
pinggang.
4) Pertanyaan : Diare dapat dicegah dengan apa saja?
Jawaban :
1. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting:
Sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi,
setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan
2. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain
dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses
klorinasi
3. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar
serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain)
4. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya
menggunakan jamban dengan tangki septik.
5) Pertanyaan : Apa saja tips menanggulangi diare?
Jawaban :
1) Minum air putih yang banyak
2) Makan makanan khusus
3) Istirahat yang cukup
4) Minum obat dengan dosis yang tepat
X.

REFERENSI
Setyohadi, bambang. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: IPD
FK UI.
Suryono. 1998. Diare akut. Jakarta: EGC

______http://id.wikipedia.org/wiki/Diare
______http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=11

Lampiran materi :

DIARE
1. PENGERTIAN DIARE

a) Diare adalah buang air besar encer atau cair yang lebih dari tiga kali sehari
(WHO, 1992).

b) Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan


buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih
memiliki kandungan air berlebihan.

c) Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan
atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi BAB yang
meningkat.

2. PENYEBAB DIARE
a) Infeksi
Infeksi enteral
Adalah infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab
diare.
Infeksi bakteri: vibrio, E. coli, Salmonella, Sigela, Campylobakteri,
Yersenia, Aerromonas.
Infeksi virus : Entro virus, adenovirus, Rotavirus, Astovirus dll.
Infeksi parasit : Cacing protozoa dan jamur.
Infeksi Parentral
Adalah infeksi diluar alat pencernaan makan seperti otitis media akut
(OMA) tonsillitis/ Tonsiloparingitis, bronkhopnemonia , encepalitis dsb.
Keadaan ini terutama tedapat pada anak kurang dari 2 tahun.

Organisme-organisme ini mengganggu proses penyerapan makanan di


usus halus. Dampaknya makanan tidak dicerna kemudian segera masuk ke
usus besar. Makanan yang tidak dicerna dan tidak diserap usus akan
menarik air dari dinding usus. Di lain pihak, pada keadaan ini proses
transit di usus menjadi sangat singkat sehingga air tidak sempat diserap
oleh usus besar. Hal inilah yang menyebabkan tinja berair pada diare.
b) Faktor Malabsorsi
Malabsorbsi karbohidrat
Malabsorbsi lemak
Malabsorbsi Protein
c) Faktor makanan: Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
d) Psikologis : rasa takut dan cemas
Faktor yang meningkatkan penyebaran kuman penyebab diare:
1. Tidak memadainya penyediaan air bersih
2. Air tercemar oleh tinja
3. Pembuangan tinja yang tidak hygienis
4. Kebersihan perorangan dan lingkungan jelek
5. Penyiapan dan penyimpanan makanan yang tidak semestinya
6. Penghentian ASI yang terlalu dini
3. TANDA DAN GEJALA DIARE
a. Tinja encer
b. Muntah
c. Badan lesu atau lemah
d. Panas
e. Tidak nafsu makan
f. Darah dan lendir dalam kotoran
g. Nyeri pinggang
Sebelum diare terjadi biasanya penderita merasa mulal dan muntah. Rasa
mual dan muntah ini disebabkan oleh infeksi virus. Selain menyebabkan
mual, muntah dan diare, virus unu dapat menyebabkan demam, tinja

berdarah, penurunan nafsu makan sehinnga dapat menyebabkan penderita


lesu.
4. PENCEGAHAN DIARE
Diare dapat dicegah dengan cara :
1) Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting:
Sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah
menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan
2) Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan
cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi
3) Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga
(lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain)
4) Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan
jamban dengan tangki septik.
5. PENGOBATAN DIARE
1) Mencegah terjadinya dehidrasi
2) Mengobati dehidrasi
3) Memberi makan
4) Mencegah masalah lain
Tips atau cara menanggulangi diare :
5) Minum Air Putih yang Banyak
Penderita diare harus minum air putih yang banyak karena dengan sering
buang air besar maka tubuh akan kehilangan banyak cairan yang harus
selalu digantikan dengan cairan yang baru. Setiap setelah BAB minumlah
satu atau dua gelas air putih atau air mineral yang bersih dan sudah dimasak.
Minumlah oralit yang merupakan larutan gula garam untuk membantu
pembentukan energi dan menahan diare / berak setelah habis BAB. Hindari
minum kopi, teh dan lain sebagainya yang mampu merangsang asam
lambung.

6) Makan Makanan Khusus


Menghindari makan makanan yang berserat seperti agar-agar, sayur dan
buah karena makanan berserat hanya akan memperpanjang masa diare.
Makanan berserat hanya baik untuk penderita susah buang air besar.
Bagi penderita diare sebaiknya makan makanan rendah serat dah halus
seperti bubur nasi atau nasi lemes dengan lauk telur asin. Di sini nasi akan
menjadi gula untuk memberikan energi, sedangkan telur asin akan
memberikan protein dan garam untuk menahan mencret dan sebagai zat
pembangun tubuh. Hindari makan makanan di luar sembarangan serta
makanan yang pedas mengandung cabai dan lada.
7) Istirahat yang Cukup
Seseorang yang mengalami diare akan merasa lemah, lemas, lesu, kurang
bergairah, dan sebagainya. Istirahat sangata dibutuhkan oleh orang yang
menderita diare. Tidur sebanyak-banyaknya namun tidak melupakan waktu
makan makanan dan obat harus teratur, banyak minum, beribadah dan
berdoa dan lain-lain.
8) Minum Obat Dengan Dosis yang Tepat
Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda dalam pengobatan diare.
Penderita diare harus memeriksakan sakinya ke pelayanan kesehatan agar
mendapat obat yang sesuai. Apabila sudah mendapatkan obat, maka obat
harus diminum sesuai ketentuan. Biasanya dokter akan memberikan obat
mules, obat diare, vitamin dan antibiotik. Untuk obat mules dan diare
sebaiknya diminum jika perut mulas dan diare saja dan hentikan jika sudah
berhenti mules dan diare. Sedangkan untuk antibiotik wajib dihabiskan agar
kuman dan bibit penyakit lainnya mati total dan tidak membentuk resistensi.
Apabila diare sudah sembuh dan vitamin masih, maka vitamin boleh
diminim ataupun dihentikan. Vitamin diminum dalam jumlah yang cukup
jangan sampai berlebihan.