Anda di halaman 1dari 12

TUGAS ARTIKEL KIMIA DAN LINGKUNGAN INDUSTRI

YANG BERJUDUL PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT


INDUSTRI

Nama

: Hardiansyah

Nim

: 41614110057

Pencemaran lingkungan akibat industry


Definisi Lingkungan Hidup
Sebelum kita membahas tentang pencemaran lingkungan, ada
baiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu definisi dari lingkungan itu
sendiri. Dalam makalah ini akan disampaikan beberapa defisini tentang
lingkungan. Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup
adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk
hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berWawasan Nusantara dalam
melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya. Dalam
lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup
yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam
membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain
merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua
benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang
memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang
tinggi nilainya, tempat bangsaIndonesia menyelenggarakan kehidupan
bernegara dalam segala aspeknya. Secara hukum maka wawasan dalam
menyelenggarakan penegakan hukumpengelolaan lingkungan hidup di
Indonesia adalah Wawasan Nusantara.

Sedangkan menurut para ahli antara lain :


Prof. Dr. St. Munadjat Danusaputro, Sh
Lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya
manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat
manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan
jasad hidup lainnya.
Prof Dr. Ir. Otto Soemarwoto
Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam
ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.
MICHAEL ALLABY
Lingkungan hidup diartikan sebagai: the physical, chemical and biotic
condition surrounding and organism.

Pengertian Dan Macam-Macam Pencemaran Lingkungan

Pencemaran, menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No


02/MENKLH/1988, adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup,
zat,energi, dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya
tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam,
sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi
sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran
terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia,
maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan
menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas

kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di


lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup,
tumbuhan atau benda lainnya. Pada saat ini, pencemaran terhadap lingkungan
berlangsung di mana-mana dengan laju yang sangat cepat. Sekarang ini
beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin berat dengan masuknya
limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.

Pencemaran lingkungan dapat dikategorikan menjadi: Pencemaran Air.


Pencemaran Udara. Pencemaran Tanah.
Macam-macam Pencemaran Lingkungan Seperti yang sudah disebutkan
sebelumnya, pencemaran lingkungan dibagi menjadi tiga yaitu :
1) Pencemaran Air Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di
suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air
tanah akibat aktivitas manusia dan industri. Walaupun fenomena alam
seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dan lain-lain juga
mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak
dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh
berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan
peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang
mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah
terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam
polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksinorganik,
minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal,

terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga


mengurangi oksigen dalam air.
2) Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih
substansifisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat
membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu
estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara
dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan
manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas,
radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami
udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat
langsung dan lokal, regional, maupun global. Pencemar udara
dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder.
a) Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari
sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari
pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.
b) Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi
pencemarpencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog
fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Atmosfer
merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh.
3) Pencemaran Tanah Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan
kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami.
Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau
bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida;
masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan subpermukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau

limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah


industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat
(illegal dumping). Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari
permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau
masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah
kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di
tanah tersebut dapat berdampak langsung kepadamanusia ketika
bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Penyebab dan Dampak Pencemaran Lingkungan Akibat Industri


Pembangunan di sektor dunia Industri merupakan cara yang tepat dalam
menaggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan. Melalui pembangunan
proyek industri pemerintah dan para pengusaha mampu mempekerjakan
rakyat yang memiliki potensi baik. Hal ini juga dapat meningkatan
perekonomian negara karena dengan proyek industri maka negara dapat
mengurangi barang-barang import. Dunia Industri juga dapat mengajarkan
dan mendidik bangsa agar menjadi bangsa yang produktif, inovatif dan
kreatif sehingga dalam beberapa tahun bangsa kita bisa menghilangkan sifat
konsumtif.
Meskipun memiliki dampak positif yang besar bagi bangsa dan negara
namun pembangunan proyek industri sering kali menyebabkan kasus-kasus
pencemaran yang jelas-jelas merusak lingkungan. Banyak proyek-proyek
pembangunan industri maupun kegiatan produksi yang ada didalamnya tidak

memenuhi dan menaati kaidah lingkungan hidup. Sehingga lingkungan


sekitar pabrik industri mengalami pencemaran tanah, air dan udara. Hal ini
tentu saja mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar
pabrik. Banyak penyakit-penyakit kulit, gangguan pernapasan dan gangguan
pencernaan yang menyerang warga sekitar.
Kasus pencemaran lingkungan akibat industri perlu mendapat perhatian
lebih dari pemerintah. Walaupun sudah ditetapkannya peraturan perundangan
tentang hal ini namun masih banyak saja para pengawas dan pelaksana
peraturan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka dengan
mudah menerima uang suapan dan membiarkan pabrik-pabrik yang
membuang limbahnya ke daerah pemukiman warga.
Kasus pencemaran udara yang terjadi akibat industri diakibatkan oleh
pembuangan gas pembakaran mesin diesel dan gas sisa produksi yang
dibuang melalui cerobong asap, namun dalam kasus ini cerobong asap yang
dipergunakan sebagai saluran pembuangan sekaligus penyaringan udara sisa
sebelum dibuang tidak memiliki spesifikasi yang baik dalam mengurangi
polusi. Selain itu ketinggian dan kemiringan cerobong asap juga harus ideal
sehingga udara sisa yang dibuang tidak mengenai lingkunngan tempat tinggal
warga.
Berbeda dengan kasus pencemaran udara, pencemaran air dan tanah
dipengaruhi oleh pembuangan limbah yang dibuang ke sungai atau saluran
air warga. Pencemaran ini diakibatkan juga oleh pengolahan dan sterilisasi
limbah yang kurang baik sehinngga limbah yang dibuang ke sungai masih

menggandung bahan-bahan logam maupun organik yang berbahaya. Bahanbahan ini bukan hanya menggangu kesehatan warga namun juga dapat
menganggu populasi hewan dan tumbuhan air serta dapat menyebabkan
mutasi.
Pada pembangunan industri sering menggunakan bahan-bahan kimia
dalam proses produksi. Bahan-bahan kimia ini sering sekali mengakibatkan
keracunan bagi orang yang tidak sengaja mengenainya. Bahan-bahan kimia
tersebut antara lain HCl, H2S H2SO4, HNO3. Bahan tersebut biasa
digunakan dalam melarutkan cat, vernis, lemak, oli dan karet. Bahan-bahan
diatas ada yang bersifat basa dan asam. Umunya bahan-bahan ini sering
mengakibatkan gangguan pernapasan dan iritasi pada kulit karena sifat asam
yang terkandung dalam bahan tersebut.
Jika limbah dari bahan-bahan korosif tersebut mencemari lingkungan
dan tidak sengaja dikonsumsi warga maka dalam jangka waktu yang lama
dapat mengakibatkan kerusakan jaringan kulit, mata dan organ tubuh
terutama hati dan ginjal. Bahan- bahan tersebut juga dapat mengakibatkan
kebutaan dan hilangnya kesadaran atau pingsan bila terkena dalam jumlah
yang banyak dan jangka waktu yang sedikit. Maka dari itu kita perlu
mengolah bahan-bahan berbahaya tersebut dengan bijak agar tidak
membahayakan lingkungan sekitar.

Penanganan/Pencegahan Pencemaran Lingkungan akibat Industri


Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup
dijelaskan bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran
terdiri dari langkah pencegahan terhadap permasalahan pencemaran terhadap
permasalahan pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian.
Upaya pencegahan adalah mengurangi sumber dampak lingkungan yang
lebih berat. Ada pun penanggulangan atau pengendaliannya adalah upaya
pembuatan standar bahan baku mutu lingkungan, pengawasan lingkungan
dan penggunaan teknologi dalam upaya mengatasi masalah pencemaran
lingkungan. Secara umum, berikut ini merupakan upaya pencegahan atas
pencemaran lingkungan.
1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari
lingkungan
2. Menempatkan industri atau pabrik terpisah dari kawasan permukiman
penduduk
3. Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida
dan bahan kimia lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran
lingkungan.
4. Melakukan penghijauan.
5. Memberikan sanksi atau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan
yang mencemari lingkungan
6. Penggunaan lahan yang ramah lingkungan

7. Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan


kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang
sesungguhnya disekitar kawasan industri.
Kesimpulan
Dari berbagai uraian di atas dapat saya menarik kesimpulan sebagai berikut :
Bahwa pencemaran lingkungan terjadi karena ulah manusia itu sendiri yang
tidak dapat mengolah dan memanfaatkan lingkungan dengan baik.
Pencemaran lingkungan dibagi ke dalam tiga bagian yaitu ; (1) Pencemaran
Udara, (2) Pencemaran Air, dan (3) Pencemaran Tanah.
Dampak pencemaran lingkungan khususnya bagi kesehatan manusia yaitu
akan berdampak pada tingkat kekebalan tubuh. Semakin banyak pencemaran
yang dilakukan, maka kekebalan tubuh manusia yang berada di sekitar daerah
pencemaran akan menurun sehingga tidak jarang manusia saat ini sering
terkena penyakit seperti penyakit kulit, kerusakan jaringan kulit, mata dan
organ tubuh terutama hati dan ginjal dll.
Cara penanganan pencemaran lingkungan dilakukan dengan cara :
1. Mengatur sistem pembuangan limbah industri sehingga tidak mencemari
lingkungan.
2. Menempatkan industri atau pabrik terpisah dari kawasan permukiman
penduduk.
3. Melakukan pengawasan atas penggunaan beberapa jenis pestisida, insektisida
dan bahan kimia lain yang berpotensi menjadi penyebab dari pencemaran
lingkungan.
4. Melakukan penghijauan.

5. Memberikan sanksi atau hukuman secara tegas terhadap pelaku kegiatan


yang mencemari lingkungan
6. Membuang sampah pada tempatnya.
7. Penggunaan lahan yang ramah lingkungan
Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan
kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang
sesungguhnya

Saran
Sekiranya pencemaran lingkungan ini adalah masalah kita bersama, untuk itu
selaku insan manusia yang bertanggung jawab dan memegang teguh konsep
keseimbangan alam, maka sudah sepantasnya kita menjaga dan merawat
lingkungan, mulai dari lingkungan tempat tinggal kita sehingga nantinya
akan tercipta lingkungan yang sehat.

DAFTAR PUSTAKA
Santoso Budi, 1999, Ilmu Lingkungan Industri, Universitas Gunadarna,
Depok.
Michael Allaby, Dictionary of the Environment, The Mac Milian Press, Ltd.,
London, 1979.
Otto Soemarwoto, Analisis Mengenal Dampak Lingkungon, Gadjah Mada
University Press, 2001.
St. Munadjat Danusaputro, Hukum Lingkungon, Buku I Umum, Binacipta,
1980
Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SMP/MTS Kelas VII
Undang Undang No. 23 Tahun 1997Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988,
www.artikellingkunganhidup.comdi akses pada tanggal 26 April 2014
catataninformatika.blogspot.com di akses pada tanggal 26 April 2014