Anda di halaman 1dari 15

AMELOBLAST

OMA

Pendahuluan
Ameloblastoma

suatu tumor epitelial


odontogenik yang berasal dari jaringan
pembentuk gigi, bersifat jinak, tumbuh
lambat, penyebarannya lokal invasif dan
destruktif serta mengadakan proliferasi
kedalam stroma jaringan ikat.

Cont.
Dari

semua pembengkakan yang terjadi


pada
rongga
mulut,
9%
tumor
odontogenik, 1% dari lesi ameloblastoma.
Ameloblastoma
maksila
sekitar 20%
kasus, pada region kaninus dan antral.
Ameloblastoma
sekitar 80% kasus. 70%
di daerah molar atau pada ramus
asendens, 20% regio premolar dan 10% di
regio anterior.
Biasanya pada dekade 4-5

Etiologi
Belum

diketahui penyebab pasti dari


ameloblastoma.
Sisa sel dari enamel organ atau sisa-sisa
dental lamina
Sisa-sisa dari epitel Malassez
Epitelium dari kista odontogenik
Basal sel dari epitelium permukaan dari
tulang rahang

Tipe Ameloblastoma
Ada tiga tipe secara klinis:
tipe solid/multikistik
tipe unikistik
tipe ekstraosseus/periferal.1

Manifestasi Klinis
jarang menunjukkan keluhan
diketahui setelah 4-5 tahun
benjolan disertai rasa nyeri,
kadang-kadang terdapat
ulserasi
Gigi geligi pada daerah tumor
berubah letak dan goyang.

kelainan bentuk wajah.

Gambaran radiologi
Secara
radiologis,
ameloblastoma
muncul
gambaran radiolusensi
multiokular
Uniokular
Periferal Ameloblastoma

gambara
sebagai

Multiokular ameloblastoma

Ameloblastoma tipe uniokular

Periferal Ameloblastoma

Gambaran radiologis pada tulang


lain

gambaran radiologis terlihat lesi radiolusen


dengan gelembung yang
khas.

Penatalaksanaan
Reseksi

marginal
(reseksi
enblok)
merupakan teknik untuk mengangkat
jaringan tumor dengan mempertahankan
kontinuitas korteks tulang mandibula
bagian bawah.

Diagnosis banding
kista

dentigerous
Odontogenik keratosis
giant cell granuloma,
Odontogenik myxoma
ossifying fibroma

Prognosis
Prognosis

umumnya
baik,
karena
ameloblastoma bersifat invasive dan
jarang bermetastase.
dapat terjadi kekambuhan local yang
bersifat ekspansif dan infiltrative, sehingga
memberikan
kesan
malignancy
/
keganasan.
Sehingga
perlu dilakukan observasi
jangka panjang.

Terimakasih...