Anda di halaman 1dari 3

Emulgator Adalah bagian Berupa zat yang berfungsi untuk menstabilkan emulsi.

Adapun macam-macam emulgator yang digunakan adalah:

a.Emulgator alam (tumbuhan, hewan, tanah mineral) : diperoleh dari alam tanpa
melalui proses).
Contoh :
Gom arab,
tragacanth,
agar-agar,
Emulgator alam dari hewan,contoh:

chondrus,
pectin,
metil selulosa,
CMC,
kuning telur,
adep lanae,
Emulgator alam dari tanah mineral,contoh:

magnesium,
aluminium silikat,
veegum,
bentonit.

b.Emulgator buatan : dibuat secara sintetiks.


Contoh :
o Sabun
o Tween 20, 40, 60, 80
o Span 20, 40, 80
Zat pengemulsi adalah
PGA,
tragakan,
gelatin, s
Perhitungan HLB
HLB adalah singkatan dari Hydrophylic-Lipophylic Balance) adalah nilai untuk mengukur efisiensi
surfaktan. semakin tinggi nilai HLB surfaktannya maka semakin tinggi nilai kepolarannya, untuk
emulsi yang akan diemulsikan surfaktan terdapat nilai HLB yang disebut HLB butuh minyak,
diperlukan nilai HLB yang cocok agar emulsi menjadi stabil, oleh sebab itu diperlukan perhitungan
HLB. cara perhitungan HBL :

1. Metode perhitungan HLB Melalui Persamaan

Contoh Soal :
R/ Parafin cair 30% (HLB : 12)
Emulgator 5%
Air ad

100 gram

Jawab :
cara pertama pilih nilai HLB surfaktan yang diantara HLB parafin cair (HLB 12), dipilih melalui data
yaitu
span 80 (HLB 4,3) dan tween 80 (HLB 15) ).
Jumlah emulgator yang diperlukan = 5% x 100 = 5 gram
kemudian buat pemisalan untuk persamaan :
Tween 80 = a gram
Span 80 = (5-a) gram
Persamaan :
(a x HLB) + ((5-a) x HLB ) = (5 x HLB) :
(a x 15) + ((5-a) x 4,3) = (5 x 12)
15a + 21,5 - 4,3a = 60
10,7a = 38,5
a = 3,6 gram
Jadi tween 80 yang dibutuhkan = 3,6 gram
sedangkan span 80 yang dibutuhkan = (5-3,6 gram) = 1,4 gram

Emulsi
Emulsi adalah campuran antara partikel-partikel suatu zat cair (fase terdispersi) dengan zat cair
lainnya (fase pendispersi). Emulsi tersusun atas tiga komponen utama, yaitu: Fase terdispersi, fase
pendispersi, dan emulgator.
Tujuan Pembentukan Emulsi:
1.Meningkatkan kelarutan.
2.Meningkatkan stabilitas.
3.Memperbaiki penampilan.
4.Menutupi rasa tidak enak.
5.Efek obat diperlambat.

Ada dua tipe emulsi, yaitu:


a.Emulsi A/M yaitu butiran-butiran air terdispersi dalam minyak
b.Emulsi M/A yaitu butiran-butiran minyak terdispersi dalam air.
Pada emulsi A/M, maka butiran-butiran air yang diskontinyu terbagi dalam minyak yang
merupakan fase kontinyu, Sedangkan untuk emulsi M/A adalah sebaliknya. Kedua zat yang
membentuk emulsi ini harus tidak atau sukar membentuk larutan dispersirenik
Surfaktan (surface active agent) atau zat aktif permukaan,adalah senyawa kimia yang terdapat
pada konsentrasi rendah dalam suatu system, mempunyai sifat teradsorpsi pada permukaan
antarmuka pada system tersebut. Energi bebas permukaan-antarmuka adalah kerja minimum yang
diperlukan untuk merubah luas permukaan-antarmuka.
Bentuk ketidakstabilan emulsi:
1.Flokulasi: dikarenakan emulgator kurang, lapisan pelindung tidak menutupi semua bagian globul
sehingga 2 globul bersatu membentuk aggregat.
2.Koalescens: dikarenakan hilangnya lapisan film dan globul semakin besar dan bersatu.
3.Kriming: dikarenakan adanya pengaruh gravitasi sehingga terjadi pemekatan di permukaan dan di
dasar.
4.Inversi fasa: dikarenakan adanya perubahan viskositas.
5.Breaking/demulsifikasi: pecah akibat hilangnya lapisan film karena pengaruh suhu.