Anda di halaman 1dari 8

Ririn agustin

2009730111

Abnormalitas anus, kulit sekitarnya,dan rektum

1. Kista dan sinus pilonidalis

Terapi
Abses ditangani dengan insisi dan penyaliran. Fistel ditangani dengan eksisi fistel bersama
sarang rambut. Luka eksisi harus dibiarkan terbuka sampai sembuh per sekundam . sinus
pilonidalis sering kambuh bila luka di tutup secara primer.

2. Fistula anorektal

Gambaran klinik
Dari anamnesis biasanya ada riwayat kambuh abses perianal dengan selang waktu dia antaranya,
disertai pengeluaran nanah sedikit-sedikit. Pada colok dubur umumnya fistel dapat diraba antara
telunjuk di anus (bukan di rektum) dan ibu jari di kulit perineum sebagai talinsetebal kira-kira
3mm. jika fistel agak lurus dapat disonde sampai sonde ke luar di kripta( lubang) asalnya.
Pemeriksaan
Rektoskopi untuk menentukan adanya penyakit di rektum seperti karsinoma atau proktitis tbc,
amuba, atau morbus Crohn. Fistulografi kadang berguna pada keadaan yang kompleks.
DD
a) Hidradenitis supurativa merupakan radang kelenjar keringat apokrin yang biasanya
membentuk fistel multipel subkutan yang kadang di temukan di perineum dan perianal.
Penyakit ini biasanya ditemukan di ketiak dan umumnya tidak meluas ke struktur yang
lebih dalam.
b) Sinus polinidalis terdapat hanya di lipatan sakrokoksigeal dan berasal dari sarang rambut
dorsal dari tulang koksigeus atau ujung tulang sacrum.
c) Fistel proktitis dapat terjadi pada morbus Chron, tbc, amubiasis, infeksi jamur, dan
diverticulitis. Kadang fistel koloperineal disebabkan oleh benda asing atau trauma.

Penanggulangan
Fistulotomi atau fistulektomi. Sedapat mungkin dianjurkan fistulotomi artinya fistel dibuka dari
lobang asalnya sampai ke lobang kulit.
3. Fisura ani

Gambaran klinik
Nyeri spontan / sewaktu defekasi, ada darah di tinja, konstipasi, spasme sfingter
Pemeriksaan
Proktoskopi juga dilakukan dengan cara yang sama, yaitu anestesi topic dan tekan pada sisi
kontralateral.
DD
a) Luka atau rekah anus lainya seperti tuberkolosis, sifilis, aids, atau proktitis.
Penanggulangan
Agar defekasi lancer dengan feses lunak dianjurkan diet makanan yang kaya serat dengan minum
yang cukup banyak. Obat topical yang mengandung anestetik dapat berguna.

4. Hemoroid eksterna ( Trombosis )

5. Hemoroid interna (prolapsus)

Untuk semua hemoroid.


Gambaran klinis.
Drah di anus, prolaps, persaan tak nyaman anus ( mungkin pruritas anus ), pengeluaran
lender, anemia sekunder
Pemeriksaan
Anoskopi/rektoskopi diperlukan untuk melihat hemoroid intern yang tidak menonjol ke luar.
Proktosigmoidoskopi perlu dikerjakan untuk memastikan bahwa keluhan bukan di sebabakan
oleh proses radang atau proses keganasan di tingkar yang lebih tinggi, karena hemoroid
merupakan keadaan fisiologik saja atau tanda yang menyertai.
DD
Karsinoma kolorektum, penyakit divertikel, polip, colitis ulserosa.

Penanggulangan
Hemoroid derajat I dan II dapat ditolong dengan tindakan local sederhana disertai nasehat
tentang makanan, makanan yang berserat tinggi. Hemoroid intern yang mengalami prolaps
oleh karena udem umumnya dapat dimasukan lagi secara perlahan disusul dengan istirahat
baring dan kompres local untuk mengurangi udem. Skleroterapi adalah penyuntikan larutan
kimia yang merangsang. Bedah (hemoroidektomi) untuk derajat III dan IV.
6. Prolapsus rekti

Gambaran klinis
Penonjolan rektum dari anus, inkontensia tinja parsial atau total, pengeluaran mucus
DD
Prolaps mukosa, prolaps polip yang bertangkai atau papil rektum hipertrofik.
Penanggulangan
Diet serat untuk mempelancar defekasi, penanganan bedah melalui laparotomi atau melalui
perineum.
.

7. Polip rekti

8. Kanker retum

9. Rectal shelf

10. Kelenjar prostat yang normal

11. BPH

12. Kanker prostat

Pemeriksaan
Biopsy, aspirasi jarum halus (fine needle aspiration), fosfatase asam prostat (prostate acid
phosphatase = PAP) ini mengenal keganasan prostat.
Penanggulangan
Pembedahan (prostatektomi).

13. Prostatitis

Gambaran klinis
Demam dengan suhu tinggi, menggigil, nyeri perineal atau pinggang, mialgia, dan artralgia,
disuria sampai retensio urin.
Penanggulangan
Pemberian antibiotik.