Anda di halaman 1dari 12

Pandangan Manusia Terhadap Alam Berubah

Pandangan sebelum mengenal pengetahuan modern, manusia


menganggap alam mempunyai kekuatan. Dikenallah dewadewa sebagai wujud kekuatan itu. Ada dewa penguasa langit,
penguasa bumi, dewa ke suburan, dewa api, dan sebagainya.
Setelah kemampuan manusia berkembang dan berhasil
menemukan karakter dan hukum-hukum alam, manusia
menemukan egonya. Dirinya lah penguasa alam. Segala
sesuatu yang ada di alam semesta adalah miliknya dan
digunakan sepenuhnya untuk menunjang hidupnya.

Teori-teori Tentang Kehidupan Manusia dan


Kelestarian Alam
Immanuel Kant, filsuf asal Jerman, menjelaskan bahwa
sebelumnya sudah ada usaha manusia untuk melestarikan alam,
namun usaha tersebut bukan dalam bentuk kewajiban, melainkan

hanya dianggap sebagai tindakan yang indah karena bisa


menimbulkan kesenangan, tanpa ada embel-embel keharusan
untuk melaksanakan.

Arne Naess, filsuf dari Norwegia dalam konsep yang


disebutnya Ecosopy T, ada 3 hal yang perlu manusia sadari
dalam usahanya menyelamatkan alam dan lingkungan.
1. Manusia harus memandang alam sebagai bagian dari
dirinya sehingga usaha memelihara alam berarti juga
memelihara dirinya.
2. Menyadari bahwa alam mempunyai hak untuk ada dan
lestari. Manusia tak memiliki wewenang sedikit pun untuk
merusaknya.
3. Karena dua hal tersebut maka seberapa pun besarnya
kebutuhan manusia untuk memanfaatkan alam, manusia
harus bijak mengolahnya. Mengambil manfaat dari alam
sekaligus mengupayakan kelestariannya.

Dirinya lah penguasa alam

alam mempunyai kekuatan

Etika Lingkungan Hidup


Petunjuk atau arah perilaku praktis manusia alam
mengusahakan terwujudnya moral lingkungan.
Etika lingkungan hidup dipahami sebagai sebuah kritik atas
etika yang selama ini dianut oleh manusia, yang dibatasi pada
komunitas sosial manusia.
Etika lingkungan hidup menuntut agar etika dan moralitas
tersebut diberlakukan juga bagi komunitas biotis dan komunitas
ekologis.

Paradigma Lingkungan Hidup


Manusia memilki pandangan tertentu terhadap alam, dimana
pandangan itu telah menjadi landasan bagi tindakan dan
perilaku manusia terhadap alam

Pandangan tersebut dibagi dalam tiga teori utama :


Antroposentrisme (Shallow environmental ethics)

Biosentrisme (Intermediate Environmental Etnics )


Ekosentrisme (Deep Environmental Etnics)

Antroposentrisme
Antroposentrisme (antropos = manusia) adalah suatu pandangan yang menempatkan
manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta.
Teori ini menyebabkan manusia mengeksploitasi dan menguras alam semesta demi
memenuhi kepentingan dan kebutuhan hidupnya dan tidak peduli terhadap alam.
Teori ini bersifat instrumentalik dan egois sehingga teori ini dianggap sebagai sebuah etika
lingkungan yang dangkal dan sempit (Shallow environmental ethics).

Biosentrisme
Biosentrisme adalah suatu pandangan yang menempatkan alam
sebagai yang mempunyai nilai dalam dirinya sendiri, lepas dari
kepentingan manusia.
Secara moral berlaku prinsip bahwa setiap kehidupan dimuka bumi
ini mempunyai nilai moral yang sama, sehingga harus dilindungi
dan diselamatkan.
Biosentrisme menolak antroposentrisme. Teori biosentrisme
berpandangan bahwa mahluk hidup bukan hanya manusia saja, ada
banyak hal dan jenis mahluk hidup yang memiliki kehidupan.

Ekosentrisme
Ekosentrisme adalah memandang makhluk hidup (biotik) dan makhluk tak hidup
(abiotik) lainnya saling terkait satu sama lainnya.
Etika ini mengusahakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan
kepentingan keseluruhan dalam ekosistem.
Menurut ekosentrisme, hal yang paling penting adalah tetap bertahannya semua yang
hidup dan yang tidak hidup sebagai komponen ekosistem yang sehat. Setiap individu
dalam ekosistem diyakini terkait satu dengan yang lain secara mutual.

PrinsipPrinsip Etika Lingkungan


Sebagai pegangan dan tuntunan bagi prilaku kita dalam
berhadapan dengan alam, terdapat beberapa prinsip etika
lingkungan yaitu :
Sikap hormat terhadap alam
Prinsip tanggung jawab
Prinsip solidaritas
Prinsip kasih sayang kepedulian
Prinsip No Harm
Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam
Prinsip keadilan
Prinsip demokrasi
Prinsip integritas moral

TERIMA KASIH