Anda di halaman 1dari 18

Amal Unggulan

Menggapai Surga
Renungan awal tahun 1431/2010
1
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia
menguji kamu, siapa diantara kamu yang
lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa
lagi Maha Pengampun.

2
 Setiap kita diuji oleh Allah sehingga terbukti
kualitas amal kita
 Kualitas amal tersebut menjadi tolok ukur
kesuksesan kita di dunia dan akhirat
 Kalau ditanyakan kepada kita semua,
apakah ingin masuk surga pasti semuanya
menjawab mau.
 Namun kita tidak berani membayar harga
untuk tiket surga
3
 Bagaimana mana mungkin kita
memimpikan surga tanpa melakukan apa-
apa?
 Pada saat para kader dakwah lain berjihad
dengan mempertaruhkan harta, darah dan
jiwa….
 Kita malah sering telat pengajian, tidur di
majelis, infaq menunggak, amal yaumi
bolong-bolong
4
Apa yang membuat kita yakin
akan selamat dari siksaNya?
Apa yang membuat kita merasa
aman dari pengadilanNya?
Adakah satu amal yang bisa kita
bangga-banggakan di depan
Allah? 5
 Bukti amar ma’ruf nahi munkar
 Menyelamatkan umat dari
kesesatan
 Berdakwah ‘ilallah
 Mencapai ustadziyatul ‘alam
 Bukti cinta pada Allah, Rasul, dan
kaum mukmin
6
 Berbahagianya kita atas segala
kenikmatan Allah
 Betapa mahalnya memperoleh hidayah
 Kita berharap orang mendapatkan
hidayah sebagai mana yang kita
peroleh
 Sehingga kita menyebarkan keyakinan
kita kepada manusia
7
Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah
yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman:
14)

Ayat ini diulang 31 kali dari 78 ayat


8
 Kalau kita tidak lagi punya alasan untuk
berjuang dengan sepenuh hati di jalanNya,
minimal jadikan alasan bahwa yang kita
lakukan ini adalah penebus dosa kita
 Penebus dosa dari masa lalu kita, penebus
kesalahan yang terjadi dahulu
 Penebus dosa saat di hati kita ada sehelai
rambut prasangka dan kegoyahan dalam
iltizam dalam dakwah dan ketaatan kepada
qiyadah 9
 Penebus kesalahan saat kita menjadi orang
pertama yang percaya pada fitnah
 Begitu banyak noda dan dosa yang kita
lakukan
 Namun begitu Maha Pengasihnya Allah
 Ia tutupi aib kita di malam hari, juga Ia
sembunyikan dosa kita di pagi hari
 Saking rapatnya aib kita ditutupnya, seolah
kita menjadi orang sholeh, tanpa dosa….
10
Berani malu
Berani bicara
Berani berbeda
Berani mengubah
Berani gagal
11
 Menjadi bagian dari orang yang seolah-olah
melakukan perbaikan padahal hanya
menebar prasangka dan fitnah
 Seakan-akan menjadi bagian dari kader
yang peduli pada keputusan-keputusan
jama’ah
 Jangan bangga mundur dari amanah
dakwah seakan-akan karena tidak ingin
padahal hanya karena merasa diri tidak
pada derajat/levelnya 12
Akhir hidup hanya ada 2 pilihan
1. Kemenangan dakwah, kemuliaan hidup,
dan kenikmatan jama’ah di dunia
2. Kesyahidan, wafat dalam kesaksian bahwa
Allah paling besar yang mendorong kita
ikhlas mengorbankan semua aspek
kemanusiaan untuk mendapat
keridhoanNya dan sekaligus kunci surga

13
 Pada suatu kesempatan, beliau
mengisahkan tentang penduduk surga
terakhir
 Seorang pemuda disiksa di dalam neraka
kemudian dipanggil oleh malaikat
 Dikabarkan bahwa dia akan menjadi
penduduk surga terakhir
 Lalu diangkatlah dia dari neraka dan
digantilah fisik dan rupanya menjadi gagah
dan muda 14
 Saat pintu surga dibuka, seluruh penduduk
surga menyambutnya dengan suka cita
seraya berkata: “Kami sudah menantimu
ratusan tahun…. Nikmatilah semua karunia
Allah ini sekarang dan untuk selamanya”.
 Imam Hasan kemudian mengatakan:
“Betapa berbahagianya jika akulah orang
yang menjadi penduduk surga terakhir itu”.

15
 Seketika seseorang
berteriak:”Wahai Imam, jika
engkau yang shadiq, sholeh, zuhud
dan ‘alim adalah penduduk surga
terakhir, lalu bagaimana dengan
kami?
 Seketika jama’ah yang hadir
menangis tersedu-sedu 16
17
18