Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRKTIKUM

ESPERIMEN MATERIAL DAN ENERGI

FOTOVOLTAIK

OLEH
NAMA

: DWI NURFATIMAH

NIM

: H21111006

KELOMPOK : IV (EMPAT)
ASISTEN

: YULISMAWATI

LABORATORIUM MATERIAL
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKADAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2013/2014
MAKASSAR

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Matahari sebagai sumber energi utama memiliki banyak sekali manfaat
bagi kelangsungan seluruh proses kehidupan di bumi. Pemanfaatannya pun sudah
sangat luas. Saat ini salah satu pemanfatan cahaya matahari adalah sebagai salah
satu sumber energi alternative untuk menghasikan listrik.
Kebutuhan listrik yang sangat besar saat ini menuntut kita untuk selalu
mencari solusi alternative melihat biaya produksi listrik yang sangat tinggi. Dan
setiap hari tingkat kebutuhan masyarakat akan listrik akan terus meningkat seiring
pertumbuhan masyarakat dan teknologi. Energy matahari yang dapat diubah
menjadi energy listrik menjadi solusi yang tepat dalam masalah ini.
Teknologi yang memanfaatkan matahari dengan sel surya disebut dengan
fotovoltaik. Teknologi ini dapat mengubah langsung energi matahari menjadi
energi listrik. Sejalan dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia
pada masa yang akan datang, dilakukanlah berbagai risetterhadap energi cahaya
untuk diubah menjadi energi listrik. Hal tersebut pulalah yang menjadi latar
belakang dilakukannya praktikum ini.
I.3 Ruang Lingkup
Praktikum fotovoltaik ini yang dilakukan adalah mengukur besar tegangan
dan arus yang dihasilkan oeh sel fotovoltaik pada rentan waktu setiap 3 menit.
Pengukuran ini dilakukan pada dua jarak antara sel fotovoltaik dan sumber cahaya
dalam hal ini adalah lampu.jarak yang digunakan adalah 176 cm dan 118.5 cm.
I.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum fotovotaik adalah sebagai berikut :
1. Menentukan karakteristik tegangan aarus pada berbagai intensitas cahaya.
2. Mengamati aplikasi sel fotovoltaik sebagai sumber energy listrik.

BAB II
TNJAUAN PUSTAKA

Mengubah energi surya menjadi listrik dengan cara yang murah dan
efisien bisa membantu menanggulangi pemanasan global dan kekurangan bahan
bakar fosil. Akan tetapi, biaya produksi listrik yang tinggi dari sel-sel surya
berbasis silikon telah membatasi penggunaan teknologi ini. Dalam hal ini
diperlukan sel surya yang murah dengan kinerja sel tinggi dan sel surya organik
bisa menjadi solusi. Sel-sel ini mudah dibuat dari material organik yang tidak
mahal dan, berbeda dengan sel surya anorganik, ringan, fleksibel dan beraneka
warna.
Absorpsi cahaya oleh sel-sel organik menyebabkan sebuah keadaan
eksitasi yang dikenal sebagai exciton atau pasangan elektron-lubang (electronhole). Elektron dan lubang terpisah satu sama lain dan dibawa melalui molekul
donor dan akseptor ke elektroda, menghasilkan sebuah arus listrik (photocurrent).
Proses konversi cahaya secara langsung menjadi listrik ini dikenal sebagai
fotovoltaik dan harus dioptimasi untuk sel-sel surya organik agar menjadi efisien.
Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mencari molekul donor dan akseptor
yang cocok dan pengaturannya pada sebuah permukaan elektroda yang berskala
nanometer.
Menurut bahasa, kata Photovoltaik berasal dari bahasa Yunani photos
yang berarti cahaya dan volta yang merupakan nama ahli fisika dari Italia yang
menemukan tegangan listrik. Secara sederhana dapat diartikan sebagai listrik dari
cahaya. Photovoltaik merupakan sebuah proses untuk mengubah energi cahaya
menjadi energi listrik. Proses ini bisa dikatakan kebalikan dari penciptaan laser.
Efek Photovoltaik pertama kali berhasil diidentifikasi oleh seorang ahli
Fisika berkebangsaan Prancis Alexandre Edmond Becquerel pada tahun 1839.
Baru pada tahun 1876, William Grylls Adams bersama muridnya, Richard Evans
Day menemukan bahwa material padat selenium dapat menghasilkan listrik ketika

terkena paparan sinar. Dari percobaan tersebut, meskipun bisa dibilang gagal
karena selenium belum mampu mengonversi listrik dalam jumlah yang
diinginkan, namun hal itu mampu membuktikan bahwa listrik bisa dihasilkan dari
material padat tanpa harus ada pemanasan ataupun bagian yang bergerak. Tahun
1883,

Charles

Fritz

mencoba

melakukan

penelitian

dengan

melapisi

semikonduktor selenium dengan lapisan emas yang sangat tipis. Photovoltaik


yang dibuatnya menghasilkan efisiensi kurang dari 1 %. Perkembangan
berikutnya yang berhubungan dengan ini adalah penemuan Albert Einstein
tentang efek fotolistrik pada tahun 1904. Tahun 1927, Photovoltaik dengan tipe
yang baru dirancang menggunakan tembaga dan semikonduktor copper oxide.
Namun kombinasi ini juga hanya bisa menghasilkan efisiensi kurang dari 1 %.
Pada tahun 1941, seorang peneliti bernama Russel Ohl berhasil mengembangkan
teknologi sel surya dan dikenal sebagai orang pertama yang membuat paten
peranti solar cell modern. Bahan yang digunakan adalah silicon dan mampu
menghasilkan efisiensi berkisar 4%. Barulah kemudian di tahun 1954, Bell
Laboratories berhasil mengembangkannya hingga mencapai efisiensi 6% dan
akhirnya 11%. Pada tengah hari yang cerah radiasi sinar matahari mampu
mencapai 1000 watt permeter persegi. Jika sebuah piranti semikonduktor seluas
satu meter persegi memiliki efisiensi 10 persen, maka modul sel surya ini mampu
memberikan tenaga listrik sebesar 100 watt.
Sampai saat ini modul sel surya komersial memiliki efisiensi berkisar
antara 5 hingga 15 persen tergantung material penyusunnya. Tipe silikon kristal
merupakan jenis piranti sel surya yang memiliki efisiensi tinggi meskipun biaya
pembuatannya relatif lebih mahal dibandingkan jenis sel surya lainnya. Tipe
modul sel surya inilah yang banyak beredar di pasaran.
Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya
menjadi listrik. Mereka disebut surya atas matahari atau "sol" karena matahari
merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering
kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik".
Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi

matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang
berlawanan.

A. Sel Fotovoltaik
Sel fotovoltaik adalah suatu alat yang dapat mengubah secara langsung
energi radiasi matahari menjadi listrik. Mekanisme kerja sel fotovotaik didasarkan
atas suatu fenomena yang dikenal evek fotovoltaik yang didefenisikan sebagai
terbangkitnya suatu potensial listrik apabil terjadi ionisasi oleh radiasi didekat
suatu build in potensial barier suatu bahan smikonduktor. Pemanfaatan sel
fotovoltaik atau solar sell akan selalu memberikan energy listrik selama masih
terdapat cahaya matahari, dikatakan demikian karena energy matahari mempunyai
beberapa factor pendukung seperti ketersdiaannya yang mudah didapat, apalagi di
Negara Indonesia yang terletak pada garis khatulistiwa yang kaya akan sirman
cahay matahari, factor yang lain seperti bebas pencemaran atau polusi udara dan
air seperti yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar hidrokrbon, walaupun
sel fotovoltaik ini prospeknya cukup cerah tetapi perlu diperhatikan bahwa untuk
lingkungan yang tarif hujannya tinggi, daya kerjanya akan menurun.
B. Komponen Sel Fotovoltaik
Sebelum membahas sistem pembangkit listrik tenaga surya, pertama-tama
akan dijelaskan secara singkat komponen penting dalam sistem ini yang berfungsi
sebagai peubah energy cahaya matahari menjadi energy listrik. Listrik tenaga
matahari dibangkitkan oleh komponen yang disebut solar cell yang besarnya
sekitar 10-15 cm persegi. Komponen mengkonversikan energy dari cahaya
matahri menjadi energi listrik. Solar cell merupakan komponen vital yang pada
umumnya terbuat dari bahan semiconductor. Multicristalline dan monocristaline
silicon menghasilkan efisiensi yang relative lebih tinggi daripada amorphous
silicon. Sedangkan amorphous silicon dipakai karena biaya yang reativ rendah.
Selain dari bahan monoorganik diatas, dipakai pula molekul-molekul organic
walaupun masih dalam tahap penelitian. Sebagai salah satu ukuran ferformasi

solar cell adalah efisiensi. Yaitu prosentasi perubahan energy cahaya matahari
menjadi energy listrik. Efisiensi dari solar cell yang sangat di produksi sangat
bervariasi.
Monocristalline silicon mempunyai efisiensi 12-15 %. Multicristalline
silicon mempunyai efisiensi 10-13%. Amorphous silicon mempunyai efisiensi 6-9
%. Tetapi dengan penemuan metode-metode baru sekarang efisiansi dari
multocristaline silicon dapat mencapai 16,0% sedangkan monocristalline dapat
mencapai lebih dari 17%. Bahkan dalam satu konferensi \pada September 2000,
perusahaan sanyo mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi solar cell
yang mempunyai efisiensi sebesar 20,7 %. Ini merupakan efisiensi yang terbesar
yang penah dicapai. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh satu solar cell sangat kecil
maka beberapa solar cell harus digabungkan sehingga terbentuklah suatu
komponen yang disebut module ini. Pada aplikasinya, karena tenaga listrik yang
dihaslkan oleh satu module masih cukup kecil (rata-rata maksimum tenaga listrik
yang dihasilkan 130 W) maka dalam pemanfaatannya beberapa module
digabungkan dan terbentuklah apa yang disebut array. Sebagai contoh untuk
menghasilkan listrik sebesar 3 kW dibutuhkan array selus kira-kira 20-30 meter
persegi. Secara lebih jelas lagi, dengan memakai module produksi Sharp yang
bernomor seri NE-J130A yang mempunyai efisiensi 15,3% diperlukan luas 23,1
m2 untuk menghasilkan listrik sebesar 3,00 kW. Besarnya kapasitas PLTS yang
ingin dipasang menambah menambah luaas area pemasangan.
Sel surya merupakan suatu pn junction dari silicon Krista tunggal. Dengan
menggunakan photo-electric effect dari bahan semiconductor , sel surya dapat
langsung mengkonversi sinar mtahari menjadi listrik searah(DC). Bila sel surya
dikenakan pada sinar matahari,maka timbul yang dinamakan electron dah hole.
Elktron-elekrton dan hoe-hole yang timbul disekitar PN junction

bergerak

berturut-turut ke lapisan N dan e arah lapisan P. sehingga pada saaat electronelektron dan hole-hole itu melintasi PN junction timbul beda potensial pada kedua
ujung sel surya. Jika pada kedua ujung sel surya diberikan beban maka akan
timbul arus listrik yang mengalir melalui beban. Pada semiconductor c-Si, energy

gapnya sebesar 1,11 eV maka eektron tersebut akan mampu melewati celah
energy dan berpindah menuju pita konduksi.
Bahan sel surya sendiri terdiri dari kac peindung dan material adhesive
transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material
anti refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurani jumlah cahaya
yang dipantulkan, semikonduktor P-type dan N-type untuk menghasilkan medan
listrik, saluran awal dan saluran akhir untuk mengirim electron ke perabot listrik.
C. Sambungan P-N
Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n disambungkan maka akan terjadi
difusi hole dari tipe-p menuju tipe-n dan difusi elektron dari tipe-n menuju tipe-p.
Difusi tersebut akan meninggalkan daerah yang lebih positif pada batas tipe-n dan
daerah lebih negatif pada batas tipe-p. Batas tempat terjadinya perbedaan muatan
pada sambungan p-n disebut dengan daerah deplesi. Adanya perbedaan muatan
pada daerah deplesi akan mengakibatkan munculnya medan listrik yang mampu
menghentikan laju difusi selanjutnya. Medan listrik tersebut mengakibatkan
munculnya arus drift. Namun arus ini terimbangi oleh arus difusi sehingga secara
keseluruhan tidak ada arus listrik yang mengalir pada semikonduktor sambungan
p-n tersebut.

[Diagram energi sambungan p-n dan munculnya daerah deplesi.]


Lantas, bagaimana elektron-elektron yang terlepas dari atom-atom kristal
semikonduktor

dapat

mengalir

sehingga

menimbulkan

energi

listrik?

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, elektron adalah partikel bermuatan yang
mampu dipengaruhi oleh medan listrik. Kehadiran medan listrik pada elektron
dapat mengakibatkan elektron bergerak. Hal inilah yang dilakukan pada sel surya
sambungan p-n, yaitu dengan menghasilkan medan listrik pada sambungan p-n
agar elektron dapat mengalir akibat kehadiran medan listrik tersebut.

[Kurva I-V sel surya pada keadaan gelap dan diberikan cahaya.]
Ketika semikonduktor sambungan p-n disinari maka akan terjadi pelepasan
elektron dan hole pada semikonduktor tersebut. Lepasnya pambawa muatan
tersebut mengakibatkan penambahan kuat medan listrik di daerah deplesi. Adanya
kelebihan muatan ini akan mengakibatkan muatan ini bergerak karena adanya
medan listrik pada daerah deplesi. Pada keadaan ini, arus drift lebih besar
daripada arus difusi sehingga secara keseluruhan dihasilkan arus berupa arus drift,
yaitu arus yang dihasilkan karena kemunculan medan listrik. Arus inilah yang
kemudian dimanfaatkan oleh sel surya sambungan p-n sebagai arus listrik.

1.

Daya dan Efisiensi.


Sebelum mengetahui daya sesaat yang dihasilkan kita harus mengetahui

energi yang diterima, dimana energi tersebut adalah perkalian intensitas radiasi
yang diterima dengan luasan dengan persamaan :

Dimana :
Ir = Intensitas radiasi matahari (

A = Luas permukaan (

Sedangkan untuk besarnya daya sesaat yaitu perkalian tegangan dan arus
yang dihasilkan oleh sel fotovoltaik dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Dimana :
P = Daya (Watt)
V = Beda potensial (Volt)
I = Arus (Ampere)
Energi Surya dan Prospek Pengembangannya di Indonesia

Energi mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial,


ekonomi, dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan, serta merupakan
pendukung bagi kegiatan ekonomi nasional. Penggunaan energi di Indonesia
meningkat pesat sejalan dengan pertum-buhan ekonomi dan pertambahan
penduduk. Sedangkan, akses ke energi yang andal dan terjangkau merupakan prasyarat utama untuk meningkatkan standar hidup masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat tersebut,
dikembangkan berbagai energi alternatif, di antaranya energi terbarukan. Potensi
energi terbarukan, seperti: biomassa, panas bumi, energi surya, energi air, energi
angin dan energi samudera, sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan, padahal
potensi energi terbarukan-di-Indonesia-sangatlah-besar. Energi surya merupakan
salah satu energi yang sedang giat dikembangkan saat ini oleh Pemerintah.

BAB III
METODOLOGI

III. 1 Alat dan Bahan


a. Multimeter, berfungsi sebagai alat yang menunjukkan besar dan tegangan.

b. Kabel

Penghubung,

berfungsi

menghubungkan

komponen

yang

digunakan.

c. Sumber Cahaya ( Lampu), berfungsi memberikan energy foton pada sel


fotovoltaik.

d. Sel surya (p = 50 cm, l= 40 cm)

III.2 Prosedur Percobaan


a. Merangkai alat, sseperti gambar berikut:

b. Mengatur sel surya agar semua permukannya terkena cahaya lampu


c. Mengkalibrasi multimeter
d. Mencatat nilai pembacaan pada masing-masing alat yaitu voltmeter dan
amperemeter setiap 3 menit
e. Menghitung daya berdasarkan data yang diperoleh

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
IV.1.1 Tabel Data
Berikut ini, tabel pengamatan solar sel pada jarak 176 cm.

NO

waktu

Tegangan

Arus

pengambilan data

(volt)

(Amper)

14.13

2.05

2.1 x 10-6

14.16

2.08

2 x 10-6

14.19

2.23

2.2 x 10-6

14.22

2.23

2.2 x 10-6

14.25

2.22

2.2 x 10-6

Daya (Watt)
0.000004305
0.00000416
0.000004906
0.000004906
0.000004884

Berikut ini, tabel pengamatan sel pada jarak 118.5 cm.


waktu pengambilan
NO data

Tegangan

Arus

(volt)

(Amper)

14.28

2.75

2.7 x 10-6

14.31

2.82

2.8 x 10-6

14.34

2.82

2.8 x 10-6

14.37

2.83

2.8 x 10-6

14.4

2.84

2.8 x 10-6

Daya (Watt)
0.000007425
0.000007896
0.000007896
0.000007924
0.000007952

IV.1.2 Pengolahan Data


a. Jarak 176 cm
1) P = V.I

2) P = V.I

P = 2.05 x (2.1 x 10-6)

P = 2.08 x (2 x 10-6)

P = 0.000004305

P = 0.00000416

P = 4.305 x 10-6 watt

P = 4.16 x 10-6 watt

3) P = V.I

4) P = V.I

P = 2.23 x (2.2 x 10-6)

P = 2.23 x (2.2 x 10-6)

P = 0.000004906

P = 0.000004906

P = 4.906 x 10-6 watt

P = 4.906 x 10-6 watt

5) P = V.I
P = 2.22 x (2.2 x 10-6)
P = 0.000004884
P = 4.884 x 10-6 watt

b. Jarak 118.5 cm
1) P = V.I

2) P = V.I

P = 2.75 x (2.7 x 10-6)

P = 2.82 x (2.8 x 10-6)

P = 0.000007425

P = 0.000007896

P = 7.425x 10-6 watt

P = 7.896 x 10-6 watt

3) . P = V.I

4) P = V.I

P = 2.82 x (2.8 x 10-6)

P = 2.83 x (2.8 x 10-6)

P = 0.000007896

P = 0.000007924

P = 7,896 x 10-6 watt

P = 7.924 x 10-6 watt

5) P = V.I
P = 2.84 x (2.8 x 10-6)
P = 0.000007952
P = 7.952 x 10-6 watt

IV.2 Pembahasan
Pada jarak 176 dari sumber cahaya yang digunakan, sel fotovoltaik dapat
menghasilkan daya sebagai berikut 0.000004305, 0.00000416, 0.000004906,
0.000004906 dan 0.000004884. Data ini berturut-turut diambil setiap tiga menit
dalam satuan watt.
Sedangkan pada jarak 118.5 besar daya yang dihasilkan oleh sel
fotovoltaik setiap tigadetikny adaah sebagai berikut, 0.000007425, 0.000007896,
0.000007896, 0.000007924, dan 0.000007952 (dalam satuan watt).
Data diatas menunjukkan adanya perbedaan besar daya terhadap jarak,
yang mana daya menjadi lebih besar jika jarak antara sumber dan sel fotovoltaik
kecil. Data diatas juga menunjukkan pada jrak yang sama namun lama penyinaran
berbeda tapi daya yang dihasikan sama.

BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum fotovotaik adalah sebgai berikut :
1. Jika jarak sumber cahaya dan se fotovoltaik kecil, maka intensitas cahaya
lebih besar. Demikian pula sebaiknya.
2. Intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap daya yang akan dihasilkan
oleh sel fotovoltaik. Semakin besar intensitas cahanya, semakin besar pula
arus yang akan dihantarkan sehingga menghasilkan daya yang besar pula
dan begitupun sebaliknya.
3. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyerapan energi oleh sel surya
yaitu antara lain :
Intensitas cahaya yang diterima.
Luas permukaan sel surya yang menyerap cahaya matahari.
Efisiensi alat yang digunakan kurang maksimal.

V.2 Saran
Ada baiknya sebelum memulai praktikum, ada sedikit penjeasan teori yang
disampaikan asisten untuk praktikan. Terima Kasih

DAFTAR PUSTAKA

Adiba Al Akhfiyah. 2011. Laporan Eksperimen Material Dan Energi : Fotovoltaik


. http://luphysics08.blogspot.com/2011/04/bab-ii-tinjauan-pustaka-selsurya.html. Diakses pada tanggal 21 april pukul 07.13.
Chorneis-Anin.

2012.

Laporan

Sel

Surya.

https://www.academia.edu/

5796492/Laporan_Sel_Surya. Diakses pada tanggal 20 april pukul


18:45.
Edi-Istiyono. 2012.AnalisisTegangan Elemen Fotovoltaik Dengan Variasi Daya
dan Jarak Sumber Cahaya. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/13204
8515/4_Sanitek%20Fotovoltaik.pdf. Diakses pada tanggal 20 april pukul
18:45.