Anda di halaman 1dari 6

MEMBERI GELAR ASY SYAHID, SALAHKAH?

Oleh: Farid Nu’man

Manusia telah lama menyebut Hasan al Banna, Sayyid Quthb, Marwan Hadid, Abdullah ‘Azzam, dengan
sebutan Asy Syahid pada nama mereka, dan belakangan kepada Syaikh Ahmad Yasin. Salahkah penyebutan gelar
tersbut? Sebagaimana yang dituduhkan oleh segelintir manusia?

Mereka syahid, Insya Allah. Itulah model kematian yang paling dicari para pejuang. Mereka dibunuh oleh
kaki tangan penguasa ketika sedang memperjuangkan syariat Islam di negerinya, amar ma’ruf nahi mungkar kepada
penguasa tiran. Juga dibunuh oleh penjajah kafir uni soviet (terhadap Abdullah ‘Azzam). Umat menyebutnya Asy
Syahid, tanpa ada yang mempermasalahkannya, kecuali segelinter saja dari para perajin kedengkian, pada masa
belakangan. Sesungguhnya disematkan gelar Asy Syahid tidak berarti kita memastikan seseorang sebagai ahlis
surga, melainkan sebagai doa bagi orang yang diberi gelar tersebut. Penggelaran Asy Syahid bukanlah barang baru,
telah ada sejak masa lalu, namun anehnya tidak sedikit manusia yang berlidah tajam menikam Hasan al banna dan
Sayyid Quthb, seolah itu adalah hal baru yang tanpa ampun.

Mengapa mereka disebut syahid? Ada beberapa hujjah. Di antaranya;

Hadits Pertama. terdapat hadits yang shahih, tentang jihad paling agung dan paling afdhal adalah
sebagai berikut:

َ‫ي َقال‬ّ ‫خْدِر‬


ُ ‫سِعيٍد اْل‬
َ ‫ن َأِبي‬
ْ‫ع‬
َ
‫جاِئٍر‬
َ ‫جاِئٍر َأْو َأِميٍر‬
َ ‫ن‬
ٍ ‫طا‬
َ ‫سْل‬
ُ ‫عْنَد‬
ِ ‫عْدٍل‬
َ ‫جَهاِد َكِلَمُة‬
ِ ‫ضُل اْل‬
َ ‫سّلَم َأْف‬
َ ‫عَلْيِه َو‬
َ ‫ل‬ ُّ ‫صّلى ا‬َ ‫ل‬ ِّ ‫سوُل ا‬
ُ ‫َقاَل َر‬

“Dari Abu Said al Khudri, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jihad
yang paling utama adalah mengutarakan perkataan yang ‘adil di depan penguasa atau pemimpin yang zhalim.”
(HR. Abu Daud, Kitab Al Malahim Bab Al Amru wan Nahyu, Juz. 11, Hal. 419, No hadits. 3781. At Tirmidzi,
Kitab al Fitan ‘an Rasulillah Bab Maa Jaa’a Afdhalul Jihad …, Juz. 8, hal. 83, No hadits. 2100. Katanya:
hadits ini hasan gharib. Ibnu Majah, Kitab Al Fitan Bab Al Amru bil Ma’ruf wan nahyu ‘anil Munkar, Juz.12
Hal. 15, No hadits. 4001. Ahmad, Juz. 22 Hal. 261, No hadits. 10716. Dalam riwayat Ahmad tertulis Kalimatul
haq (perkataan yang benar) )

Syaikh al Albany menshahihkan hadits ini. (Lihat Misykah al Mashabih, Kitab Al Imarah wal Qadha –
Al Fashlu al Awal, Juz. 2, Hal. 343, No hadits. 3705. Al Maktabah Asy Syamilah)

Tidak dipungkiri Hasan al Banna dan Sayyid Quthb Rahimahumallah wafat ditangan penguasa yang zalim
lantaran perjuangannya, sebagaimana dahulu Imam Ahmad dan Imam Ibnu Taimiyah. Saya tidak akan mengulang
kisah perjuangan Al Banna dan Sayyid Quthb, yang pasti mereka dibunuh karena itu. Nah, disebut apa orang yang
mempersembahkan jiwanya, dibunuh oleh pemimpin yang zhalim karena perjuangannya? Menurut hadits di atas
Itulah afdhalul jihad sebab ia dibunuh oleh penguasa tiranik pada masanya.

Hadits Kedua. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

‫ ورجل قال إلى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله‬، ‫سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب‬
“Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, dan orang yang melawan penguasa kejam, ia
melarang dan memerintah, namun akhirnya ia mati terbunuh.” (HR. Al Hakim, Al Mustdarak ‘Ala ash Shaihain,
Juz. 11, hal. 214, No hadits. 4872. Ia nyatakan shahih, tetapi Bukhari-Muslim tidak meriwayatkannya. Adz
Dzahabi menyepakatinya. Syaikh al Albany mengatakan hasan, dia memasukkannya dalam kitabnya As
Silsilah Ash Shahihah, Juz. 1, Hal. 373, No hadits. 374. Al Maktabah Asy Syamilah)
Dari hadits ini dapat kita ketahui. Penghulu para syuhada ada dua orang. Pertama, Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam menyebut langsung secara definit yaitu pamannya sendiri, Hamzah bin Abdul Muthalib. Kedua,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya memberikan kriterianya, yaitu mereka yang dibunuh oleh penguasa
yang zalim ketika beramar ma’ruf dan nahi munkar kepada mereka.

Hasan al Banna dan Sayyid Quthb karena menda’wahi penguasa zalim, mereka takut dengan da’wahnya
kekuasaannya terancam, lalu mereka membunuhnya. Menurut hadits ini, ia syahid, bahkan penghulu para
syuhada. Wallahu a'lam.

Hadits Ketiga. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang terbunuh karena
membela hartanya, maka ia syahid. Terbunuh karena membela agamanya, ma ia syahid. Terbunuh membela dirinya,
ia syahid. Dan terbunuh karena membela keluarganya, ia syahid.” (HR. Ahmad (1565), Tirmidzi (1341), dari
Said bin Zaid, ia menshahihkannya, An Nasa’I (4026), Abu Daud (4142) )

Hadits Keempat. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu:

‫ل ه َفُههَو‬
ِّ ‫سهِبيِل ا‬
َ ‫ن ُقِتهَل ِفههي‬
ْ ‫له َمه‬ِّ ‫سوَل ا‬ ُ ‫شِهيَد ِفيُكْم َقاُلوا َيا َر‬
ّ ‫ن ال‬َ ‫سّلَم َما َتُعّدو‬َ ‫عَلْيِه َو‬َ ‫ل‬ُّ ‫صّلى ا‬ َ ‫ل‬ ِّ ‫سوُل ا‬ ُ ‫َقاَل َر‬
ْ ‫شهِهيٌد َوَمه‬
‫ن‬ َ ‫له َفُههَو‬
ِّ ‫سهِبيِل ا‬
َ ‫ن ُقِتَل ِفههي‬ ْ ‫ل َقاَل َم‬
ِّ ‫سوَل ا‬ ُ ‫ن ُهْم َيا َر‬ْ ‫شَهَداَء ُأّمِتي ِإًذا َلَقِليٌل َقاُلوا َفَم‬
ُ ‫ن‬ ّ ‫شِهيٌد َقاَل ِإ‬
َ
‫شِهيٌد‬
َ ‫ن َفُهَو‬ِ‫ط‬ْ ‫ت ِفي اْلَب‬َ ‫ن َما‬ْ ‫شِهيٌد َوَم‬َ ‫ن َفُهَو‬ ِ ‫عو‬ُ ‫طا‬ّ ‫ت ِفي ال‬ َ ‫ن َما‬ ْ ‫شِهيٌد َوَم‬ َ ‫ل َفُهَو‬ ِّ ‫سِبيِل ا‬
َ ‫ت ِفي‬ َ ‫َما‬

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:”Apa menurut kalian tentang oang yang mati syahid?”
Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah, asy Syahid adalah buat mereka yang dibunuh fisabilillah.” Rasulullah
bersabda: “Jika demikian saja, maka syuhada umatku sedikit.” Mereka bertanya: “Lalu, siapa mereka Ya
Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Barangsiapa dibunuh dijalan Allah itulah Syahid, dan barangsiapa mati
fisabilillah itulah syahid, yang mati karena tha’un (sejenis penyakit lepra) maka dia syahid, dan siapa yang mati
karena sakit perut dia syahid.” (HR. Muslim, Kitab Al Imarah Bab Bayan Asy Syuhada, Juz. 10, Hal. 29, No
hadits. 3539. Al Maktabah Asy Syamilah)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan syahid orang ‘sekadar’ membela diri dan keluarga,
lalu bagaimana dengan membela agama dan kehormatan syariat Allah? Bukankah itu syahid? Syaikh Hasan Al
Banna dan Syaikh Sayyid Quthb sebagaimana yang dikatakan banyak manusia, afna hayatahu fid da’wah (telah
habis masa hidupnya untuk da’wah).

Apa kata Para Ulama?

Para ulama pun turut memberi kesaksian atas kesyahidan mereka dan lainnya. Mereka tidak menilai hati
manusia, sebab urusan niat kita serahkan kepada Allah Ta’ala. Mereka hanya menilai secara zhahir apa yang
dilakukan oleh para pejuang tersebut. Demikianlah kaidah dalam fiqih.

Pemberian gelar Asy Syahid untuk orang yang wafat karena berjuang di jalan Allah Ta’ala, bukan hanya
diberikan kepada Hasan al Banna dan Sayyid Quthb, tetapi jauh sebelum mereka berdua sudah ada yang disebut
dengan Asy Syahid pada namanya. Demikian yang diriwayatkan oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lam An
Nubala.

Imam Adz Dzahabi Rahimahullah

Sebagai contoh nama yang diberi gelar Asy Syahid oleh Imam Adz Dzahabi dalam kitab Siyar-nya
adalah:
- As Sayyid Asy Syahid As Sabiq Al Badri Al Qursyi (Juz. 1, Hal. 145)
- As Sayyid Asy Syahid Al kabir Abu Hudzaifah (Juz. 1, Hal. 164)
- Abu Ya’ala Al Qursyi Al Hasyimi Al Makki Asy Syahid (Juz. 1, Hal. 172)
- Al Amir As Sa’id Asy Syahid Abu Amru Al Anshari (Juz. 1, Hal. 230)
- As Sayyid Asy Syahid Al Mujahid At Taqi Abu Abdirrahman Al Qursyi Al ‘Adawi (Juz. 1, Hal. 298)
- As Sa’id Asy Syahid ‘Ukasyah bin Muhshin (Juz. 1 Hal. 307)
- Al Husein Asy Syahid (Juz. 2, Hal. 202)
- Asy Syahid ‘Ubaidah bin Al Harits al Muthallibi (Juz. 2, hal. 218)
- Al Malik Al Kamil Asy Syahid Nashiruddin Muhammad bin Al Malik Al Muzhaffar (Juz. 23 Hal.
201)
- Al Khalifah Asy Syahid Abu Ahmad Abdullah bin Al Mustanshir billah (Juz. 23, Hal. 174)
- Dan masih banyak puluhan nama yang oleh Imam Adz Dzahabi disebut dengan gelar Asy Syahid.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Jibrin Hafizhahullah

Beliau pun mengakui gelar Asy Syahid terhadap Syaikh Hasan al Banna dan Syaikh Sayyid Quthb berikut
ucapannya:

“Saya katakan bahwa Hasan al Banna dan Sayyid Quthb adalah termasuk ulama kaum muslimin, dan
Allah telah memberikanmanfaat dan petunjuk kepada manusia demikian banyaknya, dan perjuangan mereka
berdua tidak ada yang mengingkari. Oleh karena itu, Syaikh Abdul Aziz bin Baz telah memberikan pembelaan
terhadap Sayyid Quthb ketika dia diputuskan dihukum mati, dia memberikan pembelaan yang lembut, namun
pembelaan itu ditolak oleh Presiden Jamal Abdun Nashir – semoga Allah membalas perbuatannya- dan ketika
keduanya (Hasan al Banna dan Sayyid Quthb) terbunuh dan keduanya disebut sebagai Asy Syahid karena mereka
meninggal terzhalimi. Orang-orang umum dan khusus telah bersaksi bahwa mereka berdua adalah syahid. Hal ini
dimuat berbagai media masa dan buku-buku tanpa ada yang mengingkari.

Kemudian para ulama menyambut buku-buku mereka berdua dan Allah telah memberikan manfaat dalam
buku-buku tersebut. Dan tidak ada yang menjelek-jelekkan mereka berdua sejak lebih dari duu puluh tahun.”
(Prof. Dr. Taufiq yusuf al Wa’i, Al Ikhwan Al Muslimun Kubra Al Harakat Al Islamiyah Syubuhat wa Rudud,
Hal. 515. Cet. 1, 1421H-2001M. Maktabah Al Manar Al Islamiyah)

Syaikh Sayyid Quthb dihukum mati tahun 1966M, lebih dari dua puluh tahun kemudian yakni tahun awal
90an, pasca perang teluk mulai beredar tulisan, ceramah, majalah, dan buku-buku, yang mencela beliau, dan
umumnya tokoh pergerakan. Kita mengetahui ‘konflik’ para ulama Saudi saat itu, lantaran fatwa bolehnya minta
pertolongan kepada AS untuk menyerang Irak. Akhirnya, ulama-ulama yang tidak setuju seperti Salman al Audah,
Safar al Hawali, ‘Aidh al Qarni, dan yang sepemikiran dengan mereka dipenjara dan dijauhi. Ujung-ujungnya,
mereka dianggap terpengaruh oleh pemikiran Ikhwanul Muslimin, khususnya Sayyid Quthb. Akhirnya terjadilah apa
yang terjadi sampai hari ini.

Syaikh Manna’ Khalil al Qattan Rahimahullah

Beliau adalah ulama tafsir, mantan Ketua Mahkamah Tinggi Mekkah al Mukarramah, beliau juga
menyebut Hasan al Banna adalah Asy Syahid.

“Gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Asy Syahid Hasan al Banna bisa dikatakan sebagai
gerakan Islamiyah modern terbesar tanpa ada yang menyangkal. Dan, tidak ada seorang pun dari musuh-musuhnya
yang bisa mengingkari keutamaannya dalam perannya membangkitkan umat di dunia Islam secara keseluruhan.”
(Syaikh Manna’ Khalil al Qattan, Mabahits Fi ‘Ulumil Qur’an, Hal. 362-363. Cet. 2, 2002M-1423H.
Maktabah Wahbah)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Muhammad Alu Asy Syaikh Hafizhahullah

Beliau adalah mufti Kerajaan Saudi Arabia, pengganti Syaikh Ibnu Bazz. Beliau berkata tentang wafatnya
Syaikh Ahmad Yasin Rahimahullah:

“Sesungguhnya kami menerima kabar pembunuhan Asy Syaikh Asy Syahid Ahmad Yasin ini dengan
perasaan duk. Semoga Allah mengampuni beliau, merahmatinya, dan meninggikan derajatnya di surga dan
memberikan pengganti beliau dalam rangka melawan kekuatan zalim yang keji semoga Allah membalas berbuatan
mereka.” (http://www.said.net/Doat/Zugait/313.htm)

Lihat … gelar syahid, langsung disebutkan oleh mufti kerajaan Saudi Arabia ini. Bukan hanya beliau, ada
65 ulama yang memberikan ucapan belasungkawa terhadapnya, di antaranya ada Syaikh Shalih al Luhaidan
Hafizhahullah, anggota Hai’ah Kibar al Ulama. Bahkan dia mencela orang-orang yang mencela HAMAS dan
Syaikh Ahmad Yasin.

Beliau berkata:

“Laki-laki ini (Syaikh Ahmad yasin) terkenal dengan kebaikannya, keteguhannya dan perlawanannya yang
sengit terhadap Yahudi. Dan, di belakang beliau ada orang-orang yang siap melindungi dan membelanya
(maksudnya HAMAS). Kemudian Syaikh Ahmad Yasin dibunuh secara keji dan tak berperikemnusiaan. Kita
memohon kepada Allah memasukkannya di surgaNya yang tinggi. Orang-orang yang menjelek-jelekkan mereka
–padahal beliau orang yang memerangi Yahudi- tidak menunjukkan kebaikan orang yang menjelek-
jelekkannya, melainkan menunjukkan kebodohannya terhadap fakta yang ada atau hanya menunjukkan
hawa nafsunya. Dst. (http://www.islamgold.com/view.php?gid=7&rid=130)

Asy Syaikh al hajj Amin al Hushaini Rahimahullah

Dia adalah mufti Palestina pada pertengahan abad 20. Dia menyebut Syaikh Hasan al Banna dengan
sebutan Asy Syahid. Beliau berkata:

“Asy Syahid Hasan al Banna dan para pengikutnya telah memberi sumbangan besar bagi Palestina. Mereka
mempertahankannya dengan berjuang keras dan cita-cita mulia. Semuanya merupakan karya nyata dan kebanggaan
yang ditulis dalam sejarah jihad dengan huruf yang terbuat dari cahaya.” (Badr Abdurrazzaq al Mash, Manhaj
Da’wah Hasan al Banna, hal. 141-142)

Syaikh Abdullah al Faqih Hafizhahullah

32061 : ‫رقم الفتوى‬


‫ من قتل دون دينه فهو شهيد‬: ‫عنوان الفتوى‬
1424 ‫ ربيع الول‬12 : ‫تاريخ الفتوى‬

No Fatwa: 32061
Tanggal Fatwa: 12 Rabiul Awwal 1424 H

‫السهههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههههؤال‬
‫قرأت في أحد الكتب لمؤلف يدعى مبارك رمضاني الجزائري أنه يقول إن الشيخ اللباني ذكر أن كل من الشهيدين حسن البنهها‬
‫ فهل ذكر الشيخ اللباني هذا الكلم ولماذا إذن ليسا بشهيدين؟‬،‫وسيد قطب ليسا بشهيدين إطلقًا‬

Pertanyaan:

Saya telah membaca sebuah buku karangan Mubarak Ramdhani al-Jazairy. Ia mengatakan bahwasanya Asy-Syaikh
Al-Albani telah menyebutkan, bahwa Asy-Syahid Hasan Al-Banna dan Asy-Syahid Sayyid Quthb bukanlah
termasuk syahid secara muthlak. Yang menjadi pertanyaan, apakah benar syaikh Al-Albani pernah mengatakan
perkataan seperti ini? Lantas kalau memang betul, kenapa keduanya tidak dikatakan sebagai orang yang mati
syahid?
‫الفتوى‬
:‫الحمد ل والصلة والسلم على رسول ال وعلى آله وصحبه أما بعد‬

Fatwa:

Segala Puji bagi Allah, salawat dan salam atas Rasulullah Saw, keluarga dan para sahabatnya, Amma
Ba’du

‫فلم نطلع على ما ذكره السائل الكريم عن الشيخ اللباني رحمه ال‬
‫ أي في نصرة‬.‫ ومن قتل دون دينه فهو شهيد‬:‫ولكننا ننبه السائل الكريم إلى أنه صح عن النبي صلى ال عليه وسلم أنه قال‬
.‫ب عنه بأي وسيلة‬ّ ‫دين ال تعالى والّذ‬

Kami belum sempat untuk menelitik apa yang ditanyakan oleh saudara penanya tentang pendapat Syaikh
Al-Albani rahimahullah.

Namun dapat kami jelaskan kepada saudara penanya, bahwasanya telah disebutkan secara shahih dari Nabi
saw, sesungguhnya beliau bersabda:

“Barangsiapa yang terbunuh karena agamanya, maka dia adalah syahid”.

Hadis diatas memiliki pengertian, bahwasanya orang yang menolong agama Allah dan membelanya dengan
cara apapun juga, bila ia terbunuh, maka ia terbunuh dalam keadaan syahid.

‫ سمعت رسول ال صلى اله عليههه‬:‫فقد روى المام أحمد والترمذي وأبو داود والنسائي عن سعيد بن زيد واللفظ للترمذي قال‬
‫ ومن قتههل دون أهلههه‬،‫ ومن قتل دون دمه فهو شهيد‬،‫ ومن قتل دون دينه فهو شهيد‬،‫ من قتل دون ماله فهو شهيد‬:‫وسلم يقول‬
.‫ وبعضه في الصحيحين‬،‫ هذا حديث حسن صحيح‬:‫ قال الترمذي‬.‫فهو شهيد‬

‫ فإذا اعتدي على شيء من ذلك جاز له الدفع عنه فإذا قتل بسههببه فهههو‬،‫ل‬
ً ‫ لن المؤمن محترم ذاتًا ودينًا وماًل وأه‬:‫قال العلماء‬
‫شهيد‬.

Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Daud, dan an-Nasai meriwayatkan dari Sa’id bin Zaid, sedangkan
lafadznya adalah bagi at-Tirmidzi. Ia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Saw berkata: “Barangsiapa yang
terbunuh karena hartanya, maka dia syahid; Barangsiapa terbunuh karena agamanya, maka dia syahid; barangsiapa
terbunuh karena darahnya maka dia syahid; barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka dia syahid”.
Lalu at-Tirmidzi berkata: “Hadis ini Hasan Shahih, sedangkan sebagian lainnya terdapat dalam shahihain”.

Para ulama berkata:

Sesungguhnya seorang mu’min yang terhormat secara pribadi, agama, harta dan keluarganya; maka apabila
ada yang ingin melakukan suatu kejahatan atas salah satu dari yang telah disebutkan tadi, ia diperbolehkan untuk
membela diri dan mempertahankannya. Namun apabila ia terbunuh karena disebabkan melakukan perlawanan untuk
mempertahankan keempat hal tersebut diatas, maka ia termasuk syahid.

‫ فإن الظاهر من حالهما أنهمهها مهها قتل إل بسههبب‬،‫ فإننا نرجو للشيخين المذكورين أن يكونا شهيدين عند ال تعالى‬..‫وعلى هذا‬
‫ وبيههان زيههف الههدعوات الباطلههة والفكههار المنحرفههة الههتي‬،‫الدفاع عن هذا الدين العظيم وتبنيه منهج حياة ودعههوة النههاس إليههه‬
.‫ وهههو سههبحانه وتعههالى أعلههى وأعلههم‬،‫ ونقههول هههذا حسههب الظههاهر والهه تعههالى يتههولى السههرائر‬،‫ظهههرت فههي زمنهمهها‬
.‫وال أعلم‬

Berdasarkan pada keterangan dan penjelasan hadis diatas. Maka kami berharap, kedua syaikh yang
namanya telah disebutkan diatas termasuk dalam kelompok yang mati syahid dalam pandangan Allah swt.
Karena secara zhahirnya, keadaan beliau berdua dibunuh karena disebabkan mempertahankan eksistensi
agama yang mulia ini, membangun manhaj kehidupan dan mengajak manusia ke dalamnya. Beliau berdua
juga telah berjasa dalam membuka kedok kebohongan kelompok batil dan pemikiran yang menyimpang lagi
menyesatkan yang ada dan muncul dimasanya.

Kami hanya bisa mengatakan, demikianlah keadaan kematian beliau berdua secara kasat mata, dan kita
hanya bisa menghukumi dari sesuatu yang nampak secara lahiriyah saja. Namun sekali lagi, hanya Allah lah yang
mengetahui segala yang tersembunyi yang manusia tidak ketahui. Dialah Allah Ta’ala yang Maha Tinggi dan Lebih
Mengetahui. Wallahu A’lam

‫عبدال الفقيه‬.‫ مركز الفتوى بإشراف د‬:‫المفتهههي‬

Mufti:
Pusat Fatwa dibawah pimpinan Syaikh DR. Abdullah al-Faqih.

Lihat: http://www.al-ikhwan.net/index.php/raddus-syubuhat/2007/terbunuh-karena-agamanya-adalah-syahid/

Wallahu A’lam