Anda di halaman 1dari 10

Pemeran Tokoh :

Ozi : Anak dan pecandu

Rezika : Papa Ozi dan saksi

Cichy : Mama ozy dan pengacara Ozi

Iqbal : Pak ustad , teman ,Komandan Polisi dan Hakim

Amek : Pengedar

Ayi : Pak RT, teman, Polisi , jaksa

Dialog :

BABAK 1

Ozi : “Ass ! Ozi pulaang !”

Siang itu, Ozi baru pulang dari latihan sepak bola bersama teman temannya . Tiba-tiba ketika dia
membuka pintu untuk masuk , terdengar suara teriakan yang tidak asing baginya . ia mendengar
papa dan mamanya bertengkar. Mereka bertengkar karena mama ozi tidak memasak makanan
untuk papa ozi. Hal ini pada mulanya hanya dibiarkan oleh ozi.

Rezi : “Mamaaaa!!! Kenapa ga’ ada makanan di meja makan , hhaaa??”

Cici : “Maaf Pa (dengan agak menggeretek) , Mama sakit jadi ga’ bisa masak ,, Uhuk

Uhuk uhuk !”

Rezi : “Alah, alasan !! sakit apaan ?”

Cici : “Mama udah dua hari ini batuk papa ,, dada mama sakit sekali . Jadi ga’ masak

Ngertiin mama sedikit aja pa !”

Rezi : “Hanya karena penyakit sepele itu kamu ga’ bisa masak ?? ha ha lucu ...Tapi kamu

Tahukan kewajiban sebagai seorang istri , sehat atau sakit kamu harus tetap

Melayani aku , kamu ngertikan ?”

Mereka tidak tahu bahwa Ozi mendengar pertengkaran mereka . Ozi lalu menuju meja makan .
Dan bermaksud melerai pertengkaran orang tuanya. Tetapi ozi malah dianggap anak nakal oleh
papanya sendiri. Papanya memarahi ozi , menyuruhnya untuk tidak usah ikut campur urusan orang
tuanya dan juga melarang ozi bermain bola lagi.

Cici : “Tapi...”
Rezi : “Ahh diaam ! Dasar istri kurang ajar ,!” (mengayunkan tangan ingin menampar )

Ozi : “Papa ! papa ga’ liat mama udah sakit sakitan kayak ini , masih juga disuruh

Layanin papa . Ga’ malu apa ?”

Rezi : “Dasar anak kurang ajar !” ( sambil ingin menampar ozi )

Ozi : “Apa Pa ? mau tampar ozi ? tampar aja nih nih , Papa kira ozi takut ?”

Cici : “Udah pa !”

Rezi : “Hey anak kurang ajar ! lebih baik kamu masuk kamar ! Dan ( mengambil sepatu ozi ) ini

Papa sita ! kamu ga’ boleh lagi main bola , ingat itu !”

Ozi : “Apa ! Uuh” ( sambil menendang kursi dan pergi ke kamarnya )

Rezi : “Itu ? itu didikan kamu selama ini ? Padahal aku kerja banting tulang ! tapi kamu tetap ga’

Becus ngurus anak !”

Cici : “Kamu kira mudah ngurus anak kita sendirian ? Uhuk uhuk . Sedangkan kamu hanya duduk

Dan mengurusi semuanya dengan gampang di kantor, aku !Uhuk uhuk cuci baju, ngurusin

Anak, Bersihkan rumah , yang inilah yang itulah ...”

Rezi : “hha udah , cukup- cukup , aku muak di rumah !” ( keluar rumah)

Cici : “Papa !”

Sementara itu Ozi kabur dari rumah melewati jendela kamarnya dan pergi entah ke mana. Tanpa
terasa dia telah berjalan sampai ke sekolahnya dan bertemu teman temannya. Untunhnya seorang
temannya bernama amek mengajaknya tinggal di kos kosannya.

Di sekolah ,,,

Ayi :”Ozi mau ke mana loe ?”

Ozi : “Intah ndak tau aku do , aku kabur dari rumah nieh !”

Amek : “Ahaa ! ke kost kosan gue aja , gue sendirian loeh !”

Ozi : “Boleh ?”

Amek : “Bolehlah ! Aku sendirinyo ,Demi ozi apa sich yang enggak !” ( sambil membelai ozi )

Iqbal : ”Hoooi ! ngapain kalian ? Malulahlah woi !”

Amek : ”Malulah surang ,lagian Kami ga’ lagi ngapa ngapain koq , iya kan ozi ya ?”

Ozi : ”Hha ! I.....i.....ya gitulah”


Ayi : ”Yaudah , sekarang aku mau pergi sama Taher , mau main PS , hehe !”

Sementara di rumah mama ozi sangat menghawatirkan ozi, tetapi papanya tidak khawatir dan
malah mengatakan bahwa ozi bukan lagi anaknya.

Cici : “Oziiii... ! Di mana kamu nak ?”

Rezi : “Apa sich ribut-ribut ? Aku lagi istirahat tau !”

Cici : “Anak kita kabur dari rumah pa !”

Rezi : “Aah , biarkan aja dia , biar aja dia di luar , biar dia tahu kerasnya hidup di luar “

Cici : “Tapi dia kan anak kita pa !”

Rezi : “Mulai sekarang dia bukan anak kita lagi !”

Cici : “Tapi pa ..”

Rezi : “Udah jangan mewek !”

BABAK 2

Di depan kos kosan Amek , dia pun bernyanyi ria karena kesenangan. Dia senang karena mendapat
mangsa yang dianggapnya mudah terjebak oleh narkoba. Lalu dia mengajak ozi entah ke mana.

Amek : “Aku adalah pengedar......”( lagu samson yang di aransement oleh amek )

Ozi : “Hooi mek ! kau ngapain pake bilang-bilang pengedar pula , jangan-jangan ....”

Amek : “Ndak do gue inikan pengedar ilmu”

Ozi : “Apasih najis tahuuu, ih..ih.. jangan pegang-pegang !”

Amek : “Ozi , jalan-jalan yuk !”

Ozi : “Kemana ?”

Amek : “Udah ikt aja !”

Di tempat yang lain ada 2 orang bapak-bapak. Yang bermusyawarah bagaimana supaya amek
meninggalkan profesinya sebagai pengedar sekaligus pemakai narkoba.

Ustad : “Ass , pak !” ( dalam bahasa minang )

Pa’RT : “Walaikum salam , bagaimana kabar bapak ?” ( dalam bahasa jawa )

Ustad : “Alhamdulillah , kaba ambo kini ko baek-baek ajo pak Agus , pak Agus surang ?”
Pa’RT : “Saja juga sehat-sehat aja koq pak “

Ustad : “Oh ya pak ! si amek kalakuan nyo manjadi jadi, iyo bakareh juo pakai narkoba tu hha !

Padahal lah ambo ingek an jo inyo doso-doso pakai ubek tu “

Pa’RT : “Iya bapak benar , bagaimana kalau kita ke tempat dia !”

Ustad : “Ambo satuju “

Tapi , ketika mereka sampai di rumah Amek , ternyata Amek tidak ada di rumah dan mereka pun
pergi pulang untuk sementara.

Di lain tempat, Amek membawa Ozi ke tempat biasa Amek berpesta obat obatan terlarang. Amek
memberikan sesuatu yang ozipun tidak tahu apa itu sebenarnya. Ozipun teler setelah mencoba
barang yang diberikan oleh amek. Mereka berpesta sampai pagi.

Ozi : “Mek ! kita mau ke mana ?”

Amek : “Udah ikut aja ! kita mau ke tempat seru yang asyik buat hilangin stres”

Ozi : “Maksudnya ?”

Amek : “Udah , loe percaya aja ma gue, ok ok “

Amek : “Ni dia tempatnya , kerenkan ?

Ozi : “What ! tempat apaan nieh , tadi di bilangnya seru, tapi kok kayak gini ?”

Amek : “Whats up men ! duduk aja dulu di sini dan” ( mengeluarkan suatu bungkusan)

Ozi : “Apa nih ??”

Amek : “Udah coba aja dulu , ini enak kok”

Ozi : “Gila rasanya maknyus nyus nyus” ( dalam keadaan teler )

Amek : “Enak kan , barang mahal nie coy , tapi hari ini gratislah , tapi besok-besok harus bayar !”

Ozi : “Emang berapa harganya ?”

Amek : “Rp1.000.000 satu bungkus”

Ozi : “Mahal kali ,,! “

Amek : “Kita pulang yuk hari dah pagi nih kita sudah berpesta sampai pagi “

Ozi : “Yukk !”
BABAK 3

Di kantor polisi,

Iqbal : “Komandan !” (hormat)

Ayi : “Bagaimana ? apakah kasus sindikat narkoba besar itu sudah diselidiki ?”

Iqbal : “Masih dalam proses komandan , saya akan berusaha menangkap pengedar narkoba yang

Bernama Amek itu pak”

Ayi : “Bagus-bagus , ya sudah selamat bertugas “

Iqbal : “Siap pak !”

Di rumah.

Cici : “Aku akan melaporkan anakku yang hilang pada polisi , aku harus ke kantor polisi”

Rezi : “Mama mau ke mana ?”

Cici : “Mau ke kantor polisi”

Rezi : “Pasti kamu mau melaporkan anakmu yang hilang itu kan “

Cici : “Tapi dia anak kita !” ( langsung kabur )

Rezi : “Mamaaa !”

Di kantor polisi.

Cici : “Permisi pak “

Iqbal : “Ya ada ya buk ?”

Cici : “Saya mau melaporkan anak saya yang hilang pak”

Iqbal : “Oh baik silahkan duduk buk , dan ceritakan ciri-ciri anak ibu !’

Cici : “Makasih pak , anak saya bernama ozi , badannya ga’ terlalu tinggi , umurnya 15 tahun

Saya bawa fotonya pak “

Iqbal : “Kami akan bantu mencari anak ibu “

Cici : “Terima kasih pak , dan ini” ( mengeluarkan bungkusan sesuatu)

Iqbal : “Maaf buk, kami tidak menerima beginian kami ikhlas kok membantu ibu “

Cici : “Maafkan saya pak dan terima kasih"


Iqbal : “Sama-sama buk !”

BABAK 4

Setelah itu , pihak polisi mendapat keberadaan Amek dan segera menuju ke tempat yang dituju .
Di rumah Amek.

Amek : “Kayak gini nih , hidup senang terus ga perlu repot-repot mikirin susahnya hidup “

Ozi : “Baru pertama kali aku rasain seneng kayak gini , masa bodoh sama orang-orang di rumah ,
yang penting aku seneng “

Amek : “Iya bener tuh”

Lalu , ada yang datang ...

Ustad : “Ass, !”

Amek : “Siapa sich ?” (pergi membuka pintu)

Amek : “Mau ngapain pak ? mau minta sumbangan ya , maaf saya tidak ada duit jadi pergi aja

Sana !”

Iqbal : “Astaqfirullah , saya bukan peminta sumbangan mek , saya ustad Taher masa kamu lupa ?”

Amek : “ Oh , ustad yang suka nyanyi –nyanyi ga’ jelas itu , mau ngapain kemari ?”

Iqbal : “Terserah kamu mau bilang apa tentang saya , tapi bertobatlah karena Allah melihat dan

Mendengar semua yang kamu lakukan “

Amek : “Ah males , ngapain juga harus bertobat lebih enak hidup kayak gini “

Iqbal : “Tapi semua yang kamu lakukan adalah dosa Mek !”

Amek : “Ah pergi-pergi !”

Iqbal : “Astagfirullah “

Setelah itu ...

Tok-tok-tok...

Amek : “Siapa lagi lah ni ?”

Ayi : “Polisi ! angkat tangan !”

Amek : “Ampun pak “


Ozi : “Ampun pak “

Ayi : “Kalian akan dibawa ke kantor polisi setelah itu kalian akan disidang di pengadilan , ayo
bawa mereka”

Orang tua Ozi datang ke penjara ....

Cici : “Ozi ! kenapa kamu bisa seperti ini nak ?”

Ozi : “Ini karena kalian berdua , kalian tidak pernah memperhatikan aku “

Rezi : “Maafkan papa ozi , mulai sekarang papa akan memperhatikanmu !”

Cici : “Mama juga ozi , mama minta maaf “

Ozi : “Iya ozi maafin pa , ma . Ozi juga minta maaf karena melakukan hal ini “

Rezi : “Iya nak , kami memaafkanmu “

Ayi : “Ozi dan Amek akan disidang , kami akan membawanya !”

Cici : “Baik pak “

Di persidangan ....

Iqbal : “sidang saya buka !” tok tok tok

Ayi : “Berdasarkan saksi-saksi dan bukti-bukti yang dikumpulkan , tersangka ozi dan tersangka
amek terbukti Bersalah “

Iqbal : “Tersangka boleh melakukan pembelaan !”

Cici : “Terima kasih pak hakim , menurut saya ozi dan amek belum bisa divoniskan bersalah ,
karena tidak ada bukti-bukti maupun saksi kunci dalam perkara ini .”

Ayi : “Maaf , kami telah mendapatkan seorang saksi kunci tersebut , dia adalah seorang
tetangga dari amek ,

Ayi : “Bolehkah diperkenankan pak hakim ?”

Iqbal : “Silahkan !”

Ayi : “Silahkan masuk rezika !”

Rezi : “Saya berjanji akan mengatakan semua yang saya lihat dan saya dengarkan dengan
sejujurnya “

Ayi : “Ceritakan bagaimana kronologis peristiwanya !”

Rezi : “Saya tinggal di dekat kos kosan amek , saya selalu melihat amek berpesta miras dan
narkoba setiap hari “
Ayi : “Bagimana dengan Ozi ?”

Rezi : “Awalnya ozi hanya ingin menginap sementara di kos kosan Amek , dia hanyalah terjebak
oleh perangkap Amek , dia tidak bersalah “

Ayi : “Apakah kamu yakin ?”

Rezi : “Ya saya yakin , ozi saja tidak tahu itu narkoba , dia hanya tahu bahwa barang yang
diberikan amek bisa Menghilangkan sters “

Iqbal : “Menurut saksi-saksi dan bukti-bukti , amek terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman
selama 20 tahun Penjara , sedangkan ozi dimasukkan ke panti rehabilitasi sampai dia sembuh dan
tidak memakai narkoba Lagi .” tok tok tok (memukul palu )

Begitulah akhir dari cerita oziku sayang oziku malang . Amek dipenjara sedangkan ozi
hidup berbahagia dengan kedua orang tuanya meskipun dia masih berada di panti
rehabilitasi . Kesimpulannya , janganlah mudah menerima apa yang diberikan orang lain
walaupun itu teman kita sendiri bisa jadi itu adalah barang haram seperti narkoba , jika
terjadi , badan kita perlahan lahan akan hancur dan bisa mendatangkan kematian .
Sinopsis

Babak 1 : Ozi baru pulang bermain bola . Tiba saat membuka pintu ia mendengar papa dan
mamanya bertengkar . Hal ini pada mulanya hanya dibiarkan oleh ozi.

Babak 2 : Ozi datang ke ruang makan. Setibanya ruang makan ucapan salam Ozy
dihiraukan oleh mama dan papanya dan merekapun tetap bertengkar. Ozy yang merasa
kesal karena baru pulang bermain sepak bola, badan capek-capek malah orang tua pula
yang bertengkar. Ozy pun mengambil tindakan. Tindakan apakah yang dilakukan Ozy?
Apakah pertengkaran itu akan berhenti setelah Ozy bertindak?

Babak 3 : Karena orang tua tidak selesai-selesai bertengkar, Ozy pun ingin
menghilangkan stresnya. Cara yang dilakukan Ozy adalah kabur dari rumah melalui
jendela kamarnya. Hal ini dilakukan agar orang tua mereka sadar akan perbuatannya.

Babak 4 : Ozi menginap sementara di rumah Amek , Ozi tidak tahu menahu apa yang
dilakukan Amek setiap harinya. Lalu , Amek membawa Ozi ke tempat yang Ozi pun tidak
tahu tempat apa itu .

Babak 5 : Pak ustad dan pak RT saling bermusyawarah tentang bagaimana cara Amek
bertobat dan tidak memakai narkoba lagi .

Babak 6 : Polisi sedang berusaha menyelidiki keberadaan amek , tiba-tiba mama ozi
datang untuk melapor hilangnya ozi .

Babak 7 : Pak ustad datang ke rumah amek dan menasehatinya tetapi amek tidak
menurutinya dan malah mengusirnya . Setelah itu, polisi datang ke rumah amek dan
menangkap amek .

Babak 8 : Amek dan ozi dipenjarakan . Lalu , orang tua ozi datang menjenguk ozi ke
penjara dan mereka saling meminta maaf atas kesalahan masing-masing.

Babak 9 : Di pengadilan jaksa mendatangkan saksi , yaitu seorang gadis remaja yang juga
merupakan saksi kunci yang memberatkan amek .

Babak 10 : Dari keterangan saksi , terbukti bahwa amek bersalah dan dipenjarakan
selama 20 tahun. Sedangkan Ozi terbukti sebagai korban dan dimasukkan ke panti
rehabilitasi sampai dia sembuh. Walaupun ozi masuk panti rehabilitasi , tapi dia sangat
bahagia karena orang tuanya kembali berdamai.
Akibat Keluarga Broken Home

NAMA :

Cichy Mutia Anggraini

Rezika Sri Rahmadhika

Ahmad Rizki

Falah Aqba Rayi

M.Iqbal Taheras

Ozi Wahyuni

X.8

SMAN 8 PEKANBARU

T.A.2008-2009