Anda di halaman 1dari 54

PATOLOGI

TRAKTUS URINARIA
EKOWATI HANDHARYANI

BAGIAN PATOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN IPB
2009

TRAKTUS URINARIA
1. GINJAL
2. URETER
3. VESIKA URINARIA
4. URETRA

HEMORAGI GINJAL OLEH BAHAN TOKSIK, P19/07

HEMORAGI PADA PERMUKAAN GINJAL; P07/07

UROLITH DAN INFARK PADA GINJAL , P44/07

PETEKHIAE PADA GINJAL; POMERINIAN, P47/07

PERDARAHAN GINJAL; POMERINIAN, P47/07

CAT, ANGORA-PERSIAN; KIDNEY WAS PALE,


SUSPECT SLE (GLOMERULONEPHRITIS) P72/07

CYSTITIS HEMORAGI PADA VESIKA URINARIA, P44/07

HEMORRHAGIC CYSTITIS; P 51/07


LABRADOR RETRIEVER

FUNGSI GINJAL
- Menghasilkan urin,
sisa metabolisme
- regulasi asam-basa
- konservasi air
- pengaturan ion K ekstrasel
- fungsi endokrin: erythropoi
etin, renin, angiotensin, vit D

ANATOMI
- berpasangan
- spesifik pada hewan
(anjing, kucing, kuda, sapi)
- bagian ginjal: korteks,
medula, pelvis

HISTOLOGI
GLOMERULUS; kapiler darah
yang masuk melalui a. afferent
dan keluar melalui a. efferent
TUBULI; parenkim yang
bersama glomerulus memben
tuk nefron, yaitu satuan
terkecil pada ginjal

Urinary System Anatomy


Vena cava
Adrenal
Renal artery
Renal hilus
Renal vein

Aorta
Kidney
Ureter

Urinary bladder

Canine Kidney
kidney

GINJAL NORMAL

INTERSTISIUM; pembuluh
darah, limfe dan saraf

GAGAL GINJAL
AZOTEMIA: terjadi
peningkatan sisa metabolisme Nitrogen, urea, kreatinin,
di dalam plasma atau serum

GAGAL GINJAL
yang terjadi karena kondisi
toksikosis disebut uremia;
uremia adalah sindroma
yang berhubungan dengan
gejala klinis dan lesio
multisistemik

LESIO UREMIA NON-RENAL


Edema pulmonal
Perikarditis fibrinus
Gastritis ulseratif & hemoragi
Stomatitis ulseratif & nekrosis
Trombosis atrial & aorta
Anemia hipoplastik
Mineralisasi jaringan lunak
lambung, paru-paru, pleura, ginjal
Osteodystrofia fibrosa *
Hiperplasia parathyroid *

gagal ginjal akan menyebabkan


kardiotoksisitas karena level
K dalam serum meningkat asidosis metabolik - edema
pulmonal

KEMATIAN

PEMERIKSAAN P A
perhatikan: besar, bentuk,
warna, konsistensi
ginjal membesar; darah,
edema, urin, tubuli meluas,
hipertrofi, radang (akut)

bentuk ginjal; infark, radang


kronis (lekukan dan jaringan
parut, perlekatan kapsula,
perubahan difus, fokal,
multifokal, kiri dan kanan,
neoplasia

bidang sayatan; batas kortek


dan medula, batu

warna ginjal; belang,


petekhiae, perdarahan difus,
bintik-bintik putih

konsistensi; meningkat,
menurun

Leptospirosis

Leptospirosis

PEMERIKSAAN

HP

perhatikan komponen
ginjal: korteks, medula,
pyelum (glomeruli,
tubuli, interstisium)

KELAINAN PERTUMBUHAN
HIPOPLASIA
DISPLASIA
SISTIK RENAL
(KONGENITAL)

HIPOPLASIA
Pertumbuhan tidak sempurna,
misalnya jumlah nefron sedikit
sejak lahir; unilateral atau bilateral

Kriteria agak sulit, kondisi ginjal


kecil tanpa kehadiran penyakit

DISPLASIA
Pertumbuhan ginjal secara
mikroskopik tidak seimbang,
diferensiasi nefron, jaringan
mesenchym persisten,
interstisium tersusun oleh daerah
myxomatous, atypical adenomatoid
pada tubuli, ditemukan jaringan
tulang atau tulang rawan

SISTIK RENAL
Ginjal secara makroskopik
ditemukan single atau multipel
sistik (babi, anjing, sapi, kucing),
dinding tipis dan berisi cairan
seperti air
Penyebab: obstruksi nefron,
defektif membran basal tubuli,
fokal hiperplasia epitel tubuli

POLISISTIK RENAL, P 34/07

GANGGUAN SIRKULASI
(HIPEREMI KONGESTI)
hiperemi dan kongesti dapat
terjadi karena fisiologis, aktif, pasif
atau hipostatik.
Hiperemi; ginjal berwarna lebih
merah, bengkak, pada bidang
sayatan

HEMORAGI
Hemoragi pada ginjal pada
umumnya mempunyai hubungan
dengan penyakit septikemik dari
kondisi vaskulitis atau nekrosis
vaskular.
Contoh: petekhiae pada kasus
hog-cholera, erysipelas,
African swine fever ,
herpes - neonatal, etc.

INFARK
terbentuk daerah nekrosis
koagulatif sebagai akibat
dari iskemia

sebab: trombosis atau


emboli aseptik

PA: hemoragi, kelabu-kuning


pucat (2-3hari, lisis eritrosit
dan keluarnya Hb)

infark pucat: daerah sentral


nekrosis koagulatif dikelilingi
oleh zona pembendungan atau
perdarahan

TUBULAR NECROSIS
Acute Tubular Necrosis
(Nephrosis)
KLINIS: oligouria atau anuria;
berasal dari nekrosis
pada tubuli
Renin-angiotensin system ber
pengaruh pada nephron

Sirkulasi glomeruli turun,


sehingga mengurangi
produksi urin

PA: sangat sulit dikenali

HISTOPATOLOGI
- epitel tubuli bengkak
- mikrovili hilang
- sitoplasma bervakuol atau
bergranul (eosinofilik),
terjadi nekrosis koagulatif
- inti: piknotis, reksis, lisis
- hiposeluler tubuli, lumen
meluas, konsentrasi ribosom

pada sitoplasma & RER


meningkat
- kadang ditemukan masa
protein pada lumen tubuli
KAUSA: iskemik dan
nephrotoxic

HIPOTENSI & SHOCK


Preglomerular vasokonstriksi,
filtrasi glomerular turun
ischemic tubular necrosis
(proximal convoluted tubules)

KEMATIAN SEL
oleh
- produksi ATP turun
- permeabilitas membran turun
- influx ion Ca
- aktifitas fosfolipase
- generasi radikal oxygen
- kerusakan membran basal

(tubulorrhectic necrosis)

kadang TN berhubungan
dengan hemoglobinuria atau
myoglobinuria
cooper toxic (domba)
leptospirosis, babesiosis
(sapi)
red maple toxicity (kuda)

NEPHROTOXIC TUBULAR
NECROSIS

kausa: logam berat, antibakteri, anti-fungal, mycotoxin,


tanaman, oxalat, antineoplasia

kerusakan mitokondria oleh


toxin, terjadi interaksi dengan
sulfidril; misal akumulasi Hg
pada RER
vili hilang, dispersi ribosom,
kebengkakan mitokondria,
kematian sel

GLOMERULAR DAMAGE
Reduction in urinary output
Proteinuria
Hematuria

Mechanism
swelling of endothelium

diminished blood flow


reduction in urine

Inflammation
altering
permeability
of layers

PROTEINURIA

Focal loss of
epithelium and
endothelium

HAEMATURIA

3 Main Clinical Syndrome


nephritic syndrome
moderate proteinuria, haematuria,
edema, oligouria, hypertension

nephrotic syndrome
heavy proteinuria, hypoalbuminemia.
---------- edema

renal failure
usually chronic in type

GANGGUAN GLOMERULAR
kerusakan pada glomeruli akan
berpengaruh pada ginjal dan
beberapa manifestasi klinis,
misal: terlepasnya protein dg BM
rendah pada urin: protein
loosing nephropaties

Protein plasma seperti albumin


yg melalui barrier filtrasi atau
kelebihan reabsorbsi protein
akan keluar bersama dengan
urin atau munculnya
hyalin droplet
HP: perluasan tubuli, berisi
material protein