Anda di halaman 1dari 8
Wisata Legenda Budaya Palembang-Cina “ Pulau Kemaro “ Disusun oleh : Masdiaty Mulya 0671500353 Kel.AA

Wisata Legenda Budaya Palembang-Cina

“ Pulau Kemaro “

Disusun oleh :

Masdiaty Mulya

0671500353

Kel.AA

Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan

Wisata Legenda Budaya Palembang-Cina “ Pulau Kemaro “

Berwisata tentu tak lepas daripada namanya suatu tempat rekreasi yang akan menyajikan macam- macam suasana bahagia bersama - sama teman, sahabat, juga keluarga anda. Namun, untuk mendapatkan wisata yang menawarkan beberapa hal yang khas dengan dibalut pengetahuan bahkan sesuatu yang anda belum tau sebelumnya, saya rasa itu hal yang unik dan menarik maka dalam kesempatan ini saya ingin mengajak pembaca untuk larut dengan keindahan Budaya Palembang-Cina “Pu- lau Kemaro” yang menjadi kota kelahiran saya ini.

Sumatra merupakan salah satu pulau yang dimiliki Negara Republik Indonesia dengan budaya berkultur melayu. Sumatra terbagi atas beberapa bagian wilayah yakni Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Riau, Jambi, Palembang, Bengkulu, Lampung beberapa ba- gian ini memiliki kultur melayu yang khas indonesia

Pada pembahasan ini saya haturkan wisata yang menjadi legenda cinta Kota Palembang yak- ni bercampurnya

Pada pembahasan ini saya haturkan wisata yang menjadi legenda cinta Kota Palembang yak- ni bercampurnya budaya Palembang-Cina yang menjadi obyek wisata. Palembang yang terke- nal dengan Sungai Musi-nya memberikan sua- sana rekreasi akan wisata airnya. Salah satu wi- sata di timur Sungai Musi Jembatan Ampera yang sangat menarik adalah Pulau Kemaro. Pulau yang terletak di sebelah timur Kota Palembang sekitar lima kilo meter sebelah hilir Jembatan

Ampera,denganluaswilayahkuranglebih24hektar.

Pulau kemaro dalam bahasa Indonesia be- rarti kemarau karena pulau ini tidak pernah di- genangi air walaupun air di Sungai Musi sedang meningkat. Singkat cerita yang akan diceritakan oleh Harun, pemandu wisata di Pulau Kemaro, Pulau Kemaro ini memiliki legenda tentang kisah cinta seorang putri Palembang yaitu Siti Fatimah dengan anak seorang putra raja di Cina berna- ma Tan Bun Ann. Kisahnya dimulai saat Tan Bun Ann ketika itu melamar Siti Fatimah untuk diperistri. Ayah Siti Fatimah, seorang raja di Sriwijaya, mengajukan syarat kepada Tan BunAnn untuk menyediakan sembilan guci berisi emas, keluarga Tan Bun Ann bersedia menerima syarat itu, maka disediakanlah sembilan guci berisi emas.

Lalu karena khawatir akan ancaman perampok, tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann, keluarganya menaruh sayur-mayur di atas emas- emas di dalam guci itu. Lalu sampainya di Sriwijaya, ketika akan menyerahkan kesembi- lan guci tersebut Tan Bun Ann memeriksa isinya.

Terkejut dan marahnya dia ketika melihat isi guci tersebut adalah sayur-mayur. Tanpa memer- iksa lebih dahulu, guci- guci tersebut dilemparkan ke sungai Musi. Ketika guci-guci tersebut dilem- parkan, ada satu guci yang pecah, sehingga me- nampakkan kepingan emas yang ada di dalamnya.

Melihat hal itu, Tan Bun Ann menyesali per- buatannya dan menceburkan diri ke Sungai Musi. Siti Fatimah pun lalu ikut menceburkan diri sem- bari berkata “Bila suatu saat ada tanah yang tum- buh di tepian sungai ini, maka di situlah kuburan saya”. Itulah legenda asal-usul Pulau Kemaro.

Lalu bangunan di bawah ini adalah kuil yang menjadi tempat peribadatan warga-warga ketu- runan Cina, dan di dalamnya ada makam Siti Fati- mah, berupa gundukan tanah dan ada dua gundukan tanah yang agak kecil yaitu Panglima dan dayang Siti Fatimah, kata Harun sang pemandu wisata.

Memasuki Pulau Kemaro terasa dengan nuansa mistis. Walau dari legenda Siti Fatimah dan Tan Bun

Memasuki Pulau Kemaro terasa dengan nuansa mistis. Walau dari legenda Siti Fatimah dan Tan Bun An, Pulau Kemaro sering dibicara- kan sebagai tempat untuk meminta jodoh. Pen- jaga Pulau Kemaro, Linda mengatakan secara gaibnya bahwa makam Siti Fatimah didampingi panglima dan dayang, depannya adalah suami nya. Menurutnya masalah jodoh adalah tergan- tung dari niat manusianya. “Jika kita sudah ada niat, walaupun hanya dipulaunya saja jika dia pulang maka jodoh akan didapatkan” kata Linda.

Linda juga menceritakan, bahwa di pulau yang sudah ada sejak 400 tahun yang lalu ini pernah ada dua orang tukang becak yang ingin mendapatkan istri. Mereka mendatangi Pulau Kemaro. “Ada yang membawa satu pasang angsa, dan ada yang membawa satu pasang burung. Saat mereka pulang, mereka mendapatkan jodohnya masing-masing, tetapi itulah, masalah jodoh tidak terlepas dari kehendak yang kuasa” katanya.

Wisata Palembang yang lainnya yaitu :

- Adanya Jembatan Ampera sebagai icon kota Palembang. Biasanya digunakan orang banyak un- tuk berfoto bersama kerabat, keluarga dan lainnya selain menjadi jembatan penghubung untuk lalu- lalangnya kendaraan :

un- tuk berfoto bersama kerabat, keluarga dan lainnya selain menjadi jembatan penghubung untuk lalu- lalangnya kendaraan

- Adanya obyek wisata air menggunakan getek ‘perahu kecil’ di Sungai Musi :

air menggunakan getek ‘perahu kecil’ di Sungai Musi : - Adanya obyek Benteng Kuto Besak sebagai

- Adanya obyek Benteng Kuto Besak sebagai

sejarah keberadaan penjajahan terjadi di Bumi Sriwijaya Palembang :

Musi : - Adanya obyek Benteng Kuto Besak sebagai sejarah keberadaan penjajahan terjadi di Bumi Sriwijaya