Anda di halaman 1dari 7

Organisasi Sistem Komputer

Port Serial

Ditulis Oleh :

Ria Anggraeni (10060204004) Taufik Saleh (10060207002) Fenny Maslia U (10060204006) Gita Rakhmalia (10060204015)

Universitas Islam Bandung

2008

Pada sebuah CPU komputer terutama di bagian belakangnya terdapat sejumlah slot. Slot-slot tersebut memiliki beberapa bentuk, dari yang bulat kecil hingga kotak persegi panjang. Slot-slot tersebut adalah tempat peralatan-peralatan lain seperti printer, monitor, keyboard, dan mouse terhubung ke CPU. Komputer memang dirancang untuk dapat “menerima” alat-alat lain tersebut. Keyboard dan monitor adalah alat yang harus ada pada sebuah komputer, sedangkan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna komputer. Istilah yang baku untuk slot-slot tersebut adalah gerbang antarmuka (port interface), atau kita sebut saja port, maksudnya adalah gerbang bagi komputer berhubungan dengan peralatan-peralatan pendukungnya. Setiap port memiliki standar sendiri, sesuai dengan jenis alat yang akan menggunakannya. Ada dua jenis port yang sangat populer yaitu port serial dan port paralel. Port serial hanya dapat menerima atau membaca data satu-persatu dalam ukuran 1 bit melalui satu kabel tunggal. Port serial lebih cocok untuk peralatan yang tidak banyak melakukan perpindahan data. Port serial popular digunakan oleh mouse dan keyboard. I/O adalah Input/Output. Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data keluar sistem. Peralatan-peralatan input dan output seperti yang tercantum di atas terhubung melalui port ini. Pada tipe AT, port serial dan paralel tidak menyatu dalam satu motherboard tetapi disambungkan melalui kabel. Jadi, pada motherboard tersedia pin untuk menancapkan kabel. Port serial biasanya digunakan untuk menyambungkan dengan kabel modem atau mouse. Ada juga piranti lain yang dapat dihubungkan ke port serial. Dalam motherboard tipe ATX, port paralel dan serial sudah terintegrasi dalam motherboard, sehingga tidak perlu menancapkan kabel-kabel yang merepotkan. Soket jenis ini biasanya digunakan untuk mouse, modem, dan beberapa piranti lainnya untuk berhubungan dengan computer. Sekarang soket serial ini kebanyakan digunakan oleh handheld computer atau computer genggam, untuk sinkronisasi data ke computer.

Sebutan lain soket ini adalah port 9-pin, paling banyak digunakan oleh ,mouse. Namun mouse terbaru ? terutama yang optikal ? sudah menggunakan port PS/2 yang khusus untuk mouse dan keyboard saja. Tipe mouse terbaru malah menggunakan colokon USB. Untuk menghubungkan piranti digital ke computer, anda memerlukan kabel serial yang masuk ke port serial. Transfer rate data yang didapat dengan menggunakan port serial maksimum sekitar 0,14 Mb per detik. Tentu saja waktu transfer ini bisa dibilang lambat. Untuk memindahkan informasi data sebesar 1 Gb, missal, diperlukan waktu lebih dari 3 jam.

ini bisa dibilang lambat. Untuk memindahkan informasi data sebesar 1 Gb, missal, diperlukan waktu lebih dari
ini bisa dibilang lambat. Untuk memindahkan informasi data sebesar 1 Gb, missal, diperlukan waktu lebih dari
ini bisa dibilang lambat. Untuk memindahkan informasi data sebesar 1 Gb, missal, diperlukan waktu lebih dari

Konsol Serial dan Terminal Konsol serial dan terminal adalah alat yang digunakan untuk melakukan komunikasi dengan peralatan yang terkoneksi melalui port serial. Terminal serial dapat digunakan untuk memonitor dan melakukan konfigurasi berbagai jenis peralatan – termasuk modem, peralatan jaringan (termasuk router MikroTik), dan perlatan lain yang dapat dihubungkan melalui port serial (asynchronous).

Konsep Komunikasi Serial Pada PC / laptop standar, biasanya terdapat sebuah port untuk komunikasi serial. Pada prinsipnya, komunikasi serial ialah komunikasi dimana pengiriman data dilakukan per bit, sehingga lebih lambat dibandingkan komunikasi paralel seperti pada port printer yang mampu mengirim 8 bit sekaligus dalam sekali detak. Beberapa contoh penerapan komunikasi serial ialah mouse, scanner dan sistem akuisisi data yang terhubung ke port serial COM1/COM2.

Komunikasi Serial AT89S51/52 Mikrokontroler AT89S51/52 atau mikrokontroler standar lainnya mempunyai On Chip Serial Port yang dapat digunakan untuk komunikasi data serial secara Full Duplex sehingga Port Serial ini masih dapat menerima data pada saat proses pengiriman data terjadi. Untuk menampung data yang diterima atau data yang akan dikirimkan. Keluarga MCS-51 mempunyai sebuah register yaitu SBUF yang terletak pada alamat 99H di mana register ini berfungsi sebagai buffer sehingga pada saat mikrokontroler ini membaca data yang pertama dan data kedua belum diterima secara penuh, maka data ini tidak akan hilang.

Pada kenyataannya register SBUF terdiri dari dua buah register yang memang menempati alamat yang sama yaitu 99H. Register tersebut adalah Transmit Buffer Register yang bersifat write only (hanya dapat ditulis) dan Receive Buffer Register yang bersifat read only (hanya dapat dibaca). Pada proses penerimaan data dari Port Serial, data yang masuk ke dalam Port Serial akan ditampung pada Receive Buffer Register terlebih dahulu dan diteruskan ke jalur bus internal pada saat pembacaan register SBUF sedangkan pada proses pengiriman data ke Port Serial, data yang dituliskan dari bus

internal akan ditampung pada Transmit Buffer Register terlebih dahulu sebelum dikirim

ke Port Serial. Pada Mikrokontroler keluarga MCS-51, vektor interupsi untuk komunikasi

serial ialah 23H.

Pengontrol Alat berbasis port Serial Anda dapat mengontrol sekumpulan alat berbasiskan PC melalui port serial,

dengan bantuan mikrokontroler. Kit yang dibutuhkan pada aplikasi ini terdiri dari:

1. Kit Mikrokontroler Smart51 beserta kabel ISP Programmer

2. Kit Relay Board dari Innovative Electronics

3. Kabel serial (sudah diberikan jika memiliki kit Smart51).

ARSITEKTUR SERIAL PORT MCS-51

Sebelum melangkah lebih lanjut kita harus mengetahui bagaimana arsitektur serial port MCS-51, serial port memiliki beberapa register antara lain SBUF ,SCON, SMOD, untuk kecepatan transfer data di tentukan oleh clock yang di berikan ke serial port yang di generate oleh Timer1 atau oleh Timer2 yang ada pada family dengan akhiran

52 mis: AT89S52, oleh karena itu kecepatan transfer data akan ditentukan oleh nilai yang

di programkan ke Timer1/Timer2 ini. Family dengan akhiran 52 dapat memilih clock

source untuk serial portnya apakah dari Timer1/Timer2, Timer yang tidak dipakai dapat digunakan untuk aplikasi lainnya. Tapi yang dibahas disini adalah yang menggunakan clock source dari Timer1, berikut penjelasan register serial port :

· SBUF, berfungsi sebagai register untuk menerima dan mengirim data, jadi data yang diterima akan disimpan di SBUF, dan data yang dikirim ditulis ke SBUF, sebenarnya SBUF merupakan dua register yang terpisah untuk penerimaan dan pengiriman data

· SCON, berfungsi untuk mengontrol serial port, isi dari register ini akan menentukan mode dari serial port(SM2,SM1,SM0), pengaktifan penerimaan data (REN), penerimaan dan pengiriman bit ke 9 pada mode 2 dan 3(TB8,RB8), dan bit status dari

penerimaan (RI) dan pengiriman data (TI). Bit RI akan bernilai "1" jika suatu data di terima oleh serial port, bit TI akan bernilai "1" jika pengiriman data sudah selesai dilaksanakan

· SMOD, SMOD merupakan bit yang ada pada register PCON yang mana bila nilainya di set (1) maka kecepatan data (baud rate) akan dikalikan 2

INISIALISASI SERIAL PORT Disini hanya dibahas penggunaan serial port pada Mode1 karena mode lainnya sangat jarang digunakan mode 1 artinya transmisi data 8 bit tanpa parity dan 1 stop bit, sebelum digunakan serial port harus lebih dahulu diinisialisasi, berikut merupakan langkah-langkah inisialisasi serial port:

1. Menghitung berapa baud rate / kecepatan transfer data dengan rumus yang ada pada datasheet mikrokontroller yang digunakan , nilai ini akan di gunakan untuk nilai reload dari timer 1, usahakan menggunakan Xtal dengan frekuensi yang tidak menimbulkan error dalam perhitungan diatas mis: xtal 11.0592 MHz

2. Set timer 1 pada mode 2 (auto reload)

3. Set serial port mode 1 dan receiver di aktifkan

4. Jalankan Timer 1

5. Jalankan Interrupt Serial Port (ES) jika digunakan

6. Jalankan Interrupt Global (EA) jika digunakan

Referensi :

http://202.152.31.170/modul/multimedia_web/hard

http://www.forummikrotik.com/man/konsol_serial.php

http://www.toko-elektronika.com/tutorial/kontrolserial.html

http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=267

ware/ch1/1_1_3/content.html

http://mcprogrammer.blog.m3-access.com/posts/36734_ARSITEKTUR-SERIAL-

PORT-MCS-51.html

http://www.krakatau-

it.co.id/world/index.php?option=com_content&task=view&id=48&Itemid=158