Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAKSI

Ferry Setya Budi, 2008, Evaluasi Sistem dan Prosedur Pemberian


Kredit Sebagai Upaya Mengurangi Resiko Kredit Macet Pada Bank
studi kasus kredit komersial pada PT. BRI (PERSERO), Tbk cabang
Lamongan, Pembimbing: Drs. Chalim Chalil Jusuf, M.Si dan Drs. Darminto,
M.Si. Hal 73 + vii.
Sistem dan prosedur yang tepat sangat diperlukan dalam pemberian kredit
sebagai upaya mengurangi risiko kredit macet. PT. BRI (PERSERO), Tbk cabang
Lamongan sebagai salah satu bank pelaksana yang memberikan kredit
kepada masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan
tentang sistem dan prosedur pemberian kredit komersial yang dilakukan
PT. BRI (PERSERO), Tbk cabang Lamongan untuk mengurangi resiko kredit
macet.
Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian deskriptif dengan
metode studi kasus. Masalah yang dibahas terbatas pada proses pengajuan kredit
sampai dengan realisasi dana. Fokus penelitian pada sistem dan
prosedur pemberian kredit komersial serta evaluasi terhadap sistem dan prosedur
pemberian kredit komersial yang dilakukan PT. BRI (PERSERO), Tbk
cabang Lamongan. Sumber data berasal dari sumber data primer
yaitu
wawancara pada supervisor kredit PT. BRI (PERSERO), Tbk cabang
Lamongan dan sumber data sekunder yaitu dengan mengambil data sistem
dan prosedur kredit pada PT. BRI (PERSERO), Tbk cabang Lamongan.
Teknik analisis yang digunakan meliputi: analisis terhadap struktur
organisasi, analisis sistem dan prosedur pemberian kredit, dan analisis
terhadap formulir yang digunakan, sehingga merupakan alat analisis non
statistik.
Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa: sistem dan prosedur
pemberian kredit komersial yang dilakukan PT. BRI (PERSERO), Tbk
cabang Lamongan sudah baik dan sudah dapat mengurangi kredit macet.
Tingkat kredit macet yang terjadi pada tahun 2006 relatif kecil yaitu sebesar
1,23% atau 5 dari
407 nasabah dan tahun 2007 turun menjadi 0,94 atau 4 dari 427 nasabah. Tingkat
klredit lancar yang terjadi pada tahun 200-6 sebesar 93,12% atau 379 dar1
407 nasabah dan tahun 2007 meningkat menjadi 95,32% atau 407 dari 427
nasabah. Struktur organisasi PT. BRI (PERSERO), Tbk cabang Lamongan
sudah baik tetapi masih punya beberapa kelemahan pada bagian administrasi
kredit (ADK), account officer (AO), dan manager Pemasaran (MP).
Pelaksanaan sistem dan prosedur pemberian kredit juga sudah baik, namun
masih memiliki kelemahan pada beberapa bagian yang perlu ditingkatkan lagi,
yaitu pada: tahap permohonan kredit, tahap pencatatan data, pemeriksaan
data, wawancara I, tahap survey lapangan, tahap analisis survey dan
penerbitan proposal kredit, tahap persetujuan pimpinan
cabang,
tahap
perjanjian kredit, tahap pembuatan rekening dan pencairan dana, dan tahap
pengarsipan.
Pelaksanaan sistem dan prosedur pemberian kredit komersial PT. BRI
(PERSERO), Tbk cabang Lamongan perlu ditingkatkan lagi yaitu:
operasional kegiatan ADK hendaknya sampai pada proses wawancara I serta
membuat tanda terima atas permohonan kredit, tugas AO hendaknya lebih fokus
kie lapangan, dan perlunya peran MP dalam menganalisis ulang hasil laporan AO.
Kata Kunci: Sistem dan Prosedur Pemberian Kredit, Risiko Kredit Macet