Anda di halaman 1dari 2

Kurva Stephan

Setelah setiap konsumsi karbohidrat cepat dapat difermentasikan (glukosa,


fruktosa, sakarosa, dan laain-lain) pH di dalam [lak turun dalam beberapa menit (5-10
menit) sampai nilai yang cukup rendah (5 a 5,5) untuk mendekalsifikasi email. Ini
disebut pH kritis.
Perubahan pH dalam plak setelah mengonsumsi glukosa (gula) dan bahan pengganti
gula (xilitol dan sorbitol)

Gambar 4-14. Penurunan pH di dalam plak, setelah konsumsi gula.


Stephan (1938 dan 1940) adalah yang pertama memperlihatkan ini dalam
penyusunan eksperimental in vivo. Penelitian-penelitian Stephan dan Hemmens yang
lebih kemudian memperlihatkan bahwa pembungkusan sel yang padat dan besar jumlah
permukaan dinding sel bakteri ini dapat menerangkan dengan baik produksi asam yang
sangat cepat. Sekalipun ditunjukkan bahwa kebanyakan vakteri pada gula yang
berlebihan meneruskan dengan pembentukan asam sampai pH terendah tercapai yang
masih dapat ditoleransi (ukuran resistensi asam). Tetapi apabila gula habis seperti yang
terjadi didalam plak sesudah beberapa waktu, maka sejumlah bakteri yang dapat
melakukan (seperti : Veillonella alcalescens) akan merusakkan kembali asam yang telah
terbentuk.
Seperti yang diperlihatkan gambar 4-14 pH didalam plak setelah beberapa waktu
akan naik lagi. Pada tabel 4.3 proses-proses yang bertanggungjawab disini disebutkan
berturut-turut. Terutama Stalfors (dari Swedia) yang karena penelitian eksperimental
dan pandangan teoritis telah mendalami tentang pengertian plak. Angkutan gula dan
ion-ion buffer didalam plak tejadi dalam suatu lapisan, yang pada sisi yang satu dibatasi
permukaan email yang relatif rertutup sedang pada sisi yang lain dijumpai bidang batas

terbuka yang dilalui oleh cairan mulut. Makin tinggi konsentrasi gula terhadap sisi luar
plak, makin cepat dan makin banyak gula berdifusi ke dalam.
Tabel 4.3
Proses Kenaikan pH
Proses Penurunan pH
1. Bufer didalam plak
1. Fermentasi karbohidrat
2. Bufer yang berdifusi dari ludah
2. Perusakan polisakarida intraseluler
3. Difusi ion H+ dari plak
3. Perusakan levan dan dekstran
4. Peningkatan sekresi ludah
4. Stagnasi ludah kare akurang fungsi
5. Konveksi ludah oleh fungsi
5. Reineralisasi email (reaksi terbalik)
6. Pembentukan asam yang lebih
lemah dari asam susu
7. Perusakan asam
8. Perusakan ureum
9. Dekarboksilasi asam-asam amino
10. Pelarutan email
Sumber ;
Houwink, B et all. Ilmu Kedokteran Gigi dan Pencegahan. Yogyakarta: Gajahmada
University Press. 1993. Hal : 86-87.