Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

2.2

PROYEK GEDUNG RUMAH SAKIT PENDIDIKAN RSUP Dr.


KARIADI SEMARANG
Kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan semakin meningkat.
Sehingga setiap rumah sakit selalu melakukan pengembangan-pengembangan
di semua bidang kesehatan. Salah satunya adalah sarana tempat yaitu gedung.
Pembangunan gedung dilakukan untuk menunjang sarana dan prasarana lain
dapat berjalan dengan baik.

2.2.1 LATAR BELAKANG


Rumah sakit merupakan salah satu sarana yang wajib dibangun di suatu
kota terutama kota-kota besar. Keberadaanya ini mempunyai tujuan utama yaitu
untuk melayani masyarakat, khususnya kesehatan. Dahulu bangunan rumah sakit
sangat jarang sekali keberadaannya, namun seiring perkembangan zaman telah
banyak rumah sakit yang telah didirikan di suatu kota. Dengan keadaanya yang
sudah semakin banyak ini, timbulah persaingan diantara rumah sakit yang ada.
setiap rumah sakit yang ada berlomba-lomba dalam menawarkan fasilitas
kesehatan yang mereka tawarkan , untuk menarik minat dari masyarakat kota.
Rumah sakit Dr. karyadi merupakan rumah sakit umum yang sudah cukup
lama berdiri di Kota Semarang. Melihat telah banyak rumah sakit yang telah
didirikan di semarang , maka dari pihak Rumah Sakit Dr. Karyadi berniat untuk
meingkatkan fasilitas kesehatan mereka agar dapat bersaing dengan rumah sakit
yang lain dan untuk bisa lebih meningkatkan pelayanan mereka terhadap
masyarakat. Maka dalam hal ini pihak Rumah Sakit menambah fasilitas pelayanan
dengan emanmbah satu infrastruktur baru berupa gedung.

2.2.2

MAKSUD DAN TUJUAN PROYEK

2.2.2.1 Maksud proyek


Menyediakan prasarana infrastruktur berupa gedung dan kelengkapannya
sehingga dapat digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan untuk
masyarakat luas.

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

24

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

2.2.2.2 Tujuan Proyek


Untuk meningkatkan pelayanan pengguna jasa kesehatan di rumah sakit
Dr. Kariadi sebagai rumah sakit propinsi terbesar sejawa tengah dan
memberikan fasiitas-fasilitas yang maksimal kepada masyarakat luas.

2.2.3 DISKRIPSI PROYEK


2.2.3.2 Data proyek
A. Data Umum
Nama Proyek

: Pembangunan Gedung Rumah Sakit Pendidikan RSUP


DR.Kariadi Semarang

Lokasi Proyek

: Jl. Dr. Soetomo NO.16 Semarang

Pemilik

: RSUP Dr. Kariadi Semarang

Perencana

: PT. Cakra Panggilingan Jaya

Konsultan MK

: PT. Perentjana Djaja

Tipe Kontrak

: LUMP SUM

Waktu pelaksanaa

: 480 hari kalender

Tanggal Mulai Kerja : 08 Desember 2011


Tanggal Selesai

: 04 April 2013

Sumber Dana

: APBN dan BLU

B.Data Teknis
A. Jenis Bangunan

: Gedung Bertingkat

B. Jumlah Laantai

: 8 Lantai

C. Konstruksi Bangunan
a. Pondasi : Tiang pancang diameter 50 cm panjang 10 m dengan
system pemancangan hydraulic jacking dan hummer
b. Struktur bangunan Beton bertulang
c. Penutup atap Daak Beton
d. Dinding : Dinding bata diplester aci, partisi gypsumboard 12 mm
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

25

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

e. Lantai : Keramik, Vinyl floor hardener warna putih, hospital plint


f. Kusen : Aluminium
g. Plafon : Gypsumboard, exposed
D. Lingkup pekerjaan : Struktur, Arsitektur, Mekanikal, Elektrikal dan Lensekap

2.2.3.3 LINGKUP PEKERJAAN


Lingkup pekerjaan Pembangunan gedung IRNA meliputi :
1. Struktur
2. Arsitektur
3. Mekanikal
4. Elektrikal
5. Lansekap

Dengan detail pakerjaan adalah :


1. Struktur
a) Pekerjaan Pemancangan
b) Pekerjaan Pondasi
c) Pekerjaan Kolom
d) Pekerjaan Balok dan Plat
2. Arsitektur
a) Pekerjaan Dinding Bata dan Plesteran
b) Pekerjaan Keramik
c) Pekerjaan Plafond
d) Pekerjaaan Kusen
e) Pekerjaan Pengecatan
3. Pekerjaaan Mekanikal dan Elektrikal
4. Sistem Manajemen Waktu, Mutu dan K3:

Adapun yang pekerjaan yang ditinjau pada saat kuliah lapangan adalah
pekerjaan Struktur yang meliputi pekerjaaan-pekerjaan :
a. Pekerjaan stryktur Kolom lantai 2 dan 3
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

26

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

b. Pekerjaan struktur Balok dan Plat Lantai 2 dan 3

2.2.4 PELAKSANAAN KONTRUKSI


2.2.4.2 Peralatan Konstruksi
A. Hidraulic Injecton Jacking
Hidraulic injection jacking adalah alat untuk
B. Hydraulic Hummer
Hydraulic Hummer adalah alat untuk pemancangan pile concrete
C. Crane
Crane adalah alat untuk memindahkan barang yang akan dibawa ke atas
D. Excavator
Alat ini digunakan untuk menggali, memindahkan, meratakan dan
memuat tanah. Semua sistem peralatannya digerakkan secara hidrolik,
prinsipnya alat ini mempunyai

gerakkan mengisi

bucket, mengayun,

membongkar, dan mengayun balik. Kelemahan alat ini adalah tidak dapat
dipakai untuk menggali pada celah sempit atau tempat yang terlalu terjal.

2.2.4.3 Pekerjaan Struktur


A. Pelaksanaan Pekerjaan Tanah
Dalam pekerjaan tanah di daerah ini didapati bahwa lapisan tanah yang
berada pada permukaan tanah, sekitar kedalaman 1 m merupakan lapisan tanah
yang kurang baik. Maka untuk mengatasi hal tersebut dilakukan dengan
menggali atau menghilangkan lapisan tersebut dengan menggunakan excavator
dan dibuang ke disposal area menggunakan dump truck.

B. Pelaksanaan Pemancangan tiang pancang


1. Pekerjaan pemancangan tiang pancang

Jumlah tiang pancang dalam proyek ini adalah 275 titik dengan
kedalaman 10 m. direncanakan kapasitas pemancangan per hari adalah 20
titik.

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

27

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Alat pancang ( hydraulic jacking hammer) + pile dia dll dipersiapka pada
titik-titik yang telah disiapkan koordinatnya sesuai gambar yang telah
disetujui owner + MK

Pemancangan di lakukan pada titik yang telah ditentukan


Dilakukan penyambungan tiang pancang jika sampai tiang tiang pancang
habis belum mencapai kedalaman yang disyaratkan

dilakukan penyambungan dengan las

pemancangan dilanjutkan hingga mencapai titik tekan yang telah


ditentukan (final set)

2. Pekerjaan Pondasi
Pertama dilakukan pemasangan panel bekesting precast sesuai dengan
shop drawing yang telah disetujui oleh owner dan pelaksana
Kemudian dilakukan pembesian atau pemasangan tulangan sesuai dengan
detail rencana tulangan pondasi yng ada.
Sebelum dilakukan pengecoran, dilakukan pembersihan area pengecoran
pondasi.
Seteleh pembersihan, dilakukan pengecoran precast dengan mutu beton
yang telah disepakati bersama.
3. Pekerjaan Plat, Kolom dan Balok

Plat lantai menggunakan metode precast halfslab

Balok dan kolom menggunakan pembesian system pre-fab sehingga


mempercepat waktu pelaksanaan

Bekisting balok dan kolom menggunakan rangka besi hollow serta


adjustable untuk beberapa ukuran kolom dan balok, sehingga dapat
mengurangi pemakaian kayu serta awet digunakan.

2.2.5 MANAJEMEN KONTRUKSI


Adapun pihak-pihak yang berkerja sama terkait dalam pelaksanaan
proyek Gedung Rumah Sakit Pendidikan RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah :
1. Pemilik proyek

: RSUP Dr. Kariadi Semarang

2. Konsultan pengawas

: PT. CAKRA MANGGILINGAN JAYA

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

28

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

3. Kontraktor pelaksana

:PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Persero)

Tbk.
Sedang struktur organisasi pelaksanaan proyek proyek Gedung Rumah
Sakit Pendidikan RSUP Dr. Kariadi Semarang adalah sebagai berikut :
Manajer Proyek

: Rudi Wahyu PW.

Manajer HSE

: Ilmadhona

Manajer Konstruksi

: Erwin

Safety Officier

: Agus Dwiantoro

Pelaksana Utama

: Agus siswanto

Pelaksana

: Waris Musi
Junaedi
Ipung
Jasman
Arif S.
Pramudhito

Kepala Seksi Engineering

: Trianto

Surveyor

: Mario Frankista
Wahyu Setyo

Drafter

: Donny Catur

Ka. Seksi Dana & Peralatan : Yuliawan


Logistik

: Anwar Sadat

Elektrik/Mekanik

: Yuni Setiawan
Malikus

Kepala Seksi Komersial

: Fafan Khoirul F

Quantity Survey

: Sugiri Heksa S
Dwi Dian Pratama

Pengendalian

: Wibowo

Administrasi Kontrak

: Wibowo

Ka. Sie. Keuangan & Adm.

: Sulhadi

Keuangan/Kasir

: Surendro Agus P

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

29

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Akuntansi

: M Solikhin

Personalia & Umum

: Dwi Tidar H

Gudang

: Hadi Susanto

Humas

: M Handoyo

2.2.6 SISTEM PENGENDALIAN PROYEK


2.2.6.2 Evaluasi dan Monitoring
Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan tiap pekerjaan pada suatu
proyek. Pengawasan adalah mengawasi tiap pekerjaan seberapa jauh
realisasinya, apakah sudah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Sedangkan pengendalian adalah mengatur dan mengendalikan pelaksanaan
pekerjaan agar tetap sesuai dengan rencana. Pengandalian merupakan tindak
lanjut dari pengawasan agar tercapai kualitas pekerjaan sesuai dengan rencana.
Pelaksanaan proyek dapat dibilang berhasil apabila pekerjaan yag
diaksanakan sesuai dengan rencana kerja. Hal ini akan didapatkan dengan
adanya pengendalian proyek yang dilakukan oleh pengawas dan unsur
pengendali.
Dalam pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, adalah wajar apabila
timbul suatu permasalahan atau beberapa kendala yang mungkin berpengaruh
terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek.
Persiapan, pengorganisasian, pelaksaan, serta pengendalian proyek
merupakan suatu rangkaian kegiatan yang tidak biasa satu dengan yang lainnya
dengan tujuan proyek dapat diselesaikan sesuai dengan mutu, waktu dan biaya
yang telah direncanakan dan merupakan tuntutan utama dari para pemilik/
owner.
Pengendali dan pengawasan proyek yang dilakukan bermaksud untuk
mengurangi kemungkinan terjadinya penyimpangan serta mencari solusi jika
terdapat masalah di lapangan. Adapun tujuan dari pengawasan dari
pengendalian proyek untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan
yang telah direncanakan (quality control), waktu untuk menyelesaikan
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

30

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan (time control), dan biaya
yang tidak over budget (cost control). Beberapa hal yang ditinjau dalam
pengendalian proyek ini adalah:
1. Pengendalian mutu bahan dan peralatan
2. Pengendalian tenaga kerja
3. Pengendalian waktu
4. Pengendalian biaya
5. Pengendalian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
6. Kemajuan Proyek

2.2.6.3 Mutu Bahan dan Peralatan


Pengendalian mutu bahan dan peralatan dilakukan untuk mengarahkan
pembangunan fisik agar sesuai syarat dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Pengendalian ini meliputi pengawasan terhadap mutu dari bahan dan peralatan
pekerjaan.
Pengendalian mutu bahan dilakukan dengan cara pemeriksaan dan
pengujian bahan bangunan yang dipakai dalam proyek. Pengendalian mutu
bahan dan pekerjaan dilakukan dengan berpedoman pada peraturan-peraturan
yang berlaku tentang syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan dan standar dari
kontrktor. Mutu dan kualitas bahan yang digunakan untuk menentukan hasil
pelaksanaan pekerjaan proyek memerlukan pengawasan dalam hal:
a. Ketersediaan Bahan
Tersedianya bahan yang sesuai dengan spesifikasi termasuk
didalamnya persetujuan dari masing-masing pihak yang terlibat dalam
pengendalian mutu bahan.
b. Mutu Material
Pengujian terhadap mutu material harus dilakukan secara berkala
untuk mengetahui kualitas material yang digunakan dalam proyek.
c. Jadwal Pengadaan Bahan
Jadwal pengadaan bahan harus tepat karena seluruh waktu yang
digunakan untuk melaksanakan proyek tergantung satu sama lain.
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

31

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

d. Penyimpanan Bahan
Bagian logistik sangat berperan dalam mengatur penempatan dan
penyimpanan bahan agar terpenuhi dari segi keamanan, tidak menggangu
pekerjaan serta terjamin mutunya.
Pengendalian peralatan pada proyek Pembangunan proyek Gedung
Rumah Sakit Pendidikan RSUP Dr. Kariadi Semarang ini dilakukan oleh pihak
kontraktor, yaitu PT. PEMBANGUNAN PERUMHAN (PP). Semua peralatan
dan setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab dari pihak
kontraktor, termasuk servis rutin dan perbaikan-perbaikan bila ada kerusakan.
Peralatan adalah bagian terpenting dari pelaksanaan pekerjaan suatu
struktur, kerusakan pada alat dapat mengakibatkan tertundanya pekerjaan, oleh
karena itu bafian mekanik mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam
menjaga dan mengatur penggunaannya.
Pada proyek ini kerusakan yang masih dapat ditangani oleh mekanik
dapat dikerjakan sendiri , sedangkan jika tingkat kerusakannya cukup parah
diserahkan pada bengkel pusar. Pembangunan peralatan pengganti perlu
dipertimbangkan lebih lanjut agar efisiensi waktu bisa tercapai.

2.2.6.4 Tenaga Kerja


Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan jumlah dan kemampuan
dapat menunjang tercapainya efisiensi suatu pekerjaan proyek (the right man in
the right place). Oleh karena itu diperlukan suatu pengendalia mutu tenaga
kerja. Pada proyek ini, seluruh pengadaan pekerja diserahkan pada tim
pelaksana. Pemilihan dan penunjukan mandor dilakukan berdasarkan reputasi
ketika menyelesaikan proyek yang pernah ditangani.
Sedangkan untuk staff seperti pada bagian quality control dan
engineering, rekruitmen yang dilakukan adalah dengan merekrut mahasiswa
yang berkualitas yang pernah teruji pada saat kerja praktek. Apabila masih
kekurangan staff, maka pihak kontraktor akan membuka lowongan pekerjaan di
universitas-universitas.
2.2.6.5 Waktu
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

32

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Pada dasarnya pengendalian waktu dimaksudkan agar pekerjaan dapat


selesai tepat pada waktunya sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Pada Pembangunan proyek Gedung Rumah Sakit Pendidikan RSUP Dr. Kariadi
Semarang ini pengendalian waktu didasarkan pada network planning, time
schedule, dan kurva S yang dibuat oleh kontraktor atas persetujuan konsultan
pengawas dan pihak bagian proyek.
1. Network Planning
Dalam network planning dicantumkan sennua rincian pekerjaan dari
awal sampai akhir pelaksanaan proyek serta waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pekerjaan dalam suatu urutan pekerjaan yang telah direncanakan
dengan pertimbangan yang sangat matang.
Network Planning dalam pengendalian waktu berperan untuk
memberikan gambaran awal tentang banyaknya pekerjaan yang harus
diselesaikan dengan batasan waktu tertentu pada masing-masing pekerjaan.
Network planning dalam pembuatannya harus benar-benar memperhitungkan
besarnya volume pekerjaan dan tingkat kesulitan yang akan dihadapi selama
pelaksanaan pekerjaan di lapangan terhadap waktu. Kekeliruan dalam
memperhitungkan waktu pelaksanaan pada salah satu pekerjaan dapat
mengakibatkan kekeliruan dalam menentukan perkiraan waktu penyelesaian
proyek secara keseluruhan. Adanya network planning ini akan lebih cepat
mempercepat penyelesaian pekerjaan, hal ini terjadi karena ada item-item yang
dapat dikerjakan secara bersamaan. Dalam network planing juga terdapat
pembatasan waktu suatu item sehingga jika keterlambatan pada suatu item akan
mempengaruhi item lain.
Fungsi dari network planning ini antara lain:
Menentukan urutan-urutan pekerjaan proyek
Menentukan durasi proyek
Menentukan jalur dan kegiatan kritis
Menentuka kemajuan pelaksanaan proyek
Untuk pengendalian proyek

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

33

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

2. Time Schedule
Time Schedule merupakan jadwal/waktu dimana dimulainya suatu
pekerjaan hingga selesainya pekerjaan itu. Time schedule ini disusun
berdasarkan urutan pelaksanaan pekerjaan dan merupakan pedoman yang
berfungsi agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, efisien dan tepat waktu.
Keterlambatan pekerjaan pada suatu proyek akan berpengaruh pada anggaran
proyek. Agar dapat berlangsung tepat waktu, time schedule disusun sebagai alat
kontrol untuk mengukur tingkat prestasi pekerjaan dengan lamanya pelaksanaan.
Pekerjaan apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan kapan harus dimulai
dapat terlihat dengan jelas pada time schedule, sehingga keterlambatan pekerjaan
sebisa mungkin dihindari. Manfaat dari time schedule, yaitu:
a. Sebagai pedoman kerja bagi pelaksana terutama menyangkut batasanbatasan untuk masing-masing pekerjaan.
b. Sebagai alat koordinasi bagi pemimpin
c. Sebagai tolok ukur kemajuan pekerjaan yang dapat dipantau setiap saat
d. Sebagai evaluasi tahap akhir dari setiap pekerjaan yang dilaksanakan.

3. Kurva S
Kurva S meerupakan terjemahan lanjutan dari time schedule yang
isinya memuat akumulasi pekerjaan pada waktu tertentu yang dituangkan dalam
grafik. Grafik akumulasi ini jika dibuat sampai akhir proyek akan membentuk
kurva yang menyeruapai huruf S. Semakin kurva tersebut menyeruapai huruf S
maka semakin baik pula rencana penggunaan waktu yang diterapkan pada
proyek tersebut. Dalam kurva S dimuat semua yang ada dalam time schedule
dan dilengkapi dengan pengakumulasi bobot pekerjaan pada interval waktu
tertentu.
Pada kuva S ini yang dipantau adalah penggunaan waktu pada
keseluruhan pekerjaan proyek terhadap volume pekerjaan yang harus
diselesaikan dan dibandingkan dengan rencana waktu yang dibuat unuk
menyelesaikan pekerjaan sampai volume tertentu.

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

34

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Beberapa kendala dalam pembuatan kurva S yang baik adalah bahwa


kadang-kadang ada pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dalam waktu yang
telah direncanakan namun terhambat oleh perubahan cuaca ataupun kurang
lancarnya ketersediaan bahan dan material, sehingga interval waktu untuk
pekerjaan tersebut menjadi panjang dan bertabrakan dengan jadwal kegiatan
selanjutnya. Hal ini menyebabkan ada bagian dari kurva S tersebut yang
berbentuk landai atau hampir lurus sehingga tidak menyerupai huruf S.
2.2.6.6 Biaya
Pengendalian biaya dimaksudkan untuk mengetahui besarnya biaya
yang telah dikeluarkan dengan melihat tahap pekerjaan yang telah dicapai.
Besarnya biaya ini dapat dibandingkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
dan

Rencana

Anggaran

Pelaksana

(RAP)

yang telah

disusun.

Dari

pembandingan ini, dapat diketahui apabila pada pekerjaan yang telah


dilaksanakan tersebut terjadi pembengkakan biaya sehingga dapat dilakukan
evaluasi biaya.
Pengendalian

biaya

ini

biasanya

dilakukan

dengan

membuat

rekapitulasi biaya yang telah dikeluarkan. Setiap dilakukan pembelian material,


bagian logistik mencatat jumlah material yang dibeli dan besarnya biaya yang
digunakan. Sedangkan pengendalian biaya tenaga kerja dilakukan dengan
memeriksa daftar presensi pekerja selama satu minggu dan besarnya biaya yang
dikeluarkan untuk membayar gaji pekerja.
Besar total biaya inilah yang akan selalu dikontrol dan dievaluasi
sebagai pengendalian biaya. Selain itu, total biaya yang telah dikeluarkan ini
juga dapat digunakan untuk menyusun kurva S realisasi dan untuk
memperkirakan prosentase pekerjaan proyek yang telah dicapai. Dari total biaya
yang telah dikeluarkan dijadikan bobot pekerjaan untuk disusun sebagai kurva S
realisasi yang dibandingkan dengan kurva S rencana.

2.2.6.7 Keamanan dan Keselamatan Kerja

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

35

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Perlindungan tenaga kerja dalam suatu proyek dimaksudkan agar


tenaga kerja dapat secara aman melakukan pekerjaannya sehari-hari sehingga
dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pekerjaan.
Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu
perlindungan dari segi fisik yang mencakup perlindungan kesehatan dan
keselamatan dari kecelakaan kerja serta adanya pemeliharaan moril kerja dan
perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama, sebagaimana
telah ditegaskan pada pasal 9 UU No. 14 tahun 1969 tentang KetentuanKetentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja.
Perencanaan

K3

berkaitan

dengan

penyusunan

Safety

Plan,

Pengamanan Proyek (Security Plan), dan pengelolaan ketertiban serta


kebersihan proyek (House Keeping) dengan target zero accident (tidak ada
kecelakaan kerja).
Safety Plan
Safety Plan dibuat denga mengikuti ketentua-ketentuan maupun arahan
yang dikeluarkan oleh Depnakertrans selaku instansi yang melakukan kontrol
terhadap hal ini. Safety Plan bertujuan agar pelaksanaan proyek nantinya dapat
berjalan denga aman dari kecelakaan dan penyakit sehingga menghasilkan
produktivitas yang tinggi. Safety Plan berisi antara lain:
1. Pembukaan yang berisi: gambaran proyek dan pokok perhatian dalam
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
2. Resiko kecelakaan dan pencegahannya (resiko yang mungkin terjadi dalam
proyek tersebut)
3. Tata cara pengoperasian peralatan
4. Alamat instansi yang terkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
seperti Rumah Sakit, Kantor Polisi, Depnaker dan Pemadam Kebakaran.
Security Plan
Security Plan mencakup prosedur keluar masuk bahan proyek, prosedur
penerimaan tamu, identifikasi daerah rawan di wilayah sekitar proyek, prosedur
komunikasi di proyek.
Ketertiban dan Kebersihan Proyek
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

36

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Pengelolaan kebersihan dan ketertiban proyek adalah meliputi


penempatan bak sampah, lokasi penempatan dan jumlah toilet yang pekerja,
pengaturan kantor, gudang, los kerja, barak pekerja, jalan masuk sementara, dan
lain-lain.
Pelaksanaan K3 tersebut diatas diawasi oleh seorang inspektor HSE.
HSE Inspektor berdiri secara independen dan dalam melaksanakan tugasnya
selalu berhubungan dengan Departemen / Dinas Tenaga Kerja setempat dan
Project Manager. Inspektor HSE mengawasi dan mengevaluasi apakah
pelaksanaan K3 sudah sesuai dengan rencana dan zero accident untuk kemudian
dilaporkan kepada Project Manager dan Departemen/Dinas Tenaga Kerja
setempat.

2.2.6.8 Mekanisme Pengendalian di Lokasi Proyek


Konsultan perencana, kontraktor, dan pengawas mengirimkan tim
maupun seseorang untuk mengontrol pelaksanaan di lapangan. Hal ini
dimaksudkan agar pekerjaan dapat termonitor dengan baik setiap harinyaa. Hasil
pengawasan tersebut digunakan untuk pembuatan laporan kemajuan dan
hambatan-hambatan yang timbul dalam suatu proyek. Dengan pengecekan
silang terhadap hasil masing-masing akan didapat pengendalian yang terpadu.
Dengan pengendalian yang terpadu akan didapat hasil yang sesuai dengan
perencanaannya.

2.2.7 PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH PROYEK


2.2.7.2 Permasalahan
1. Pemancangan pile cab
Karena lokasi proyek dilakukan di sekitar rumah sakir Dr. Kariadi maka proes
pemancangan tidak boleh mengganggu kegiaan rumah sakit dikarenakan akan
mengganggu para pasien yang sedang sakit.
2. Proses Pengecoran
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

37

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Lokasi proyek terletak di pusat kota semarang dengan lalu lintas yang sangat
padat pada siang hari, sehingga mengganggu proses lalu lintas ready mix
untuk menuju proses pengecoran.
3. Penumpukan Material
Lokasi proyek yang sangat padat oleh lalu lintas pengguna rumah sakit terjadi
kesulitan dalam distribusi material ke lokasi proyek dan juga lokasi proyek
yang sempit menyebabkan tidak dapat terjadi penumpukan material di lokasi
proyek.

2.2.7.3 Pemecahan Masalah


1. Pemancangan Pile Concrete
Karena lokasi proyek terletak di sekitar rumah sakit mengakibatkan tidak
boleh terjadi getaran atau suara bising dalam proses pemancangan pile cab
sehingga dari pihak kontraktor melakukan tindakan dengan menggunakan alat
pancang yaitu hydraulic jacking hammer sehingga minim getaran dan suara
bising.
2. Proses Pengecoran
Karena lalu lintas di sekitar proyek pada siang hari sangatlah padat sehingga
mengakibatkan keterlambatan dalam proses distribusi beton segar ( ready
mix) yang mengakibatkan mutu beton menjadi berkurang maka kontraktor
melakukan tindakan dengan melakukan pengecoran pada malam hari. Selain
distribusi beton segar dapat berjalan lancar selain itu juga tidak mengganggu
proses kegiatan rumah sakit pada malam hari.
3. Penumpukan Material
Proses distribusi material juga sangat sulit dilakukan pada siang hari karena
arus lalu lintas yang padat dan juga kegiatan rumah sakit yang ramai maka
tidak mungkin dilakukan pada siang hari sehingga kontraktor melakukan
tindakan dengan mengirim material pada malam hari. Untuk penumpukan
material di lokasi proyek dilakukan dengan bertahap, tergantung kebutuhan
atau tergantung pada material yang dibutuhkan pada pekerjaan yang akan
dilakukan.
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS
Dr.Kariadi semarang

38

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

2.2.8 KESIMPULAN DAN SARAN


2.2.8.2 Kesimpulan
1. Pembangunan Gedung IRNA ini adlah sebagai infrastruktur berbentuk gedung
yang dapat digunkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat
2. Dalam pelaksanaannya di lapangan pihak kontraktor telah berhasil dalam
manajemen proyek , hal ini bisa dilihat dari progress proyek yang tercapai

2.2.8.3 Saran.
1.Quality control senantiasa menjaga dan mengawasi agar output yang
dihasilkan tetap sesuai dengan spek.
2.Tuntutan warga dan pemerintah harap diperhatikan dan dilaksanakan seperti
berkaitan dengan masalah penghijauan di lokasi sekitar proyek.
3. Pengendalian proyek selalu diperhatikan agar nantinya proyek yang
dilaksanakan tepat mutu dan tepat waktu.
2.2.9 DOKUMENTASI KEGIATAN DI PROYEK

Gambar 2.2.1 Penjelasan melalui Presentasi dari tim proyek

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

39

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Gambar 2.2.2 Penjelasan saat di lapangan

Gambar 2.2.3 Penyerahan kenag-kenangan kedapa pihak Proyek oleh Bapak Sukamta

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

40

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN 2012


JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

Gambar 2.2.4 Foto Bersama Pesrta KKL dengan Tim proyek

PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IRNA RS


Dr.Kariadi semarang

41