Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM IV

PENYELESAIAN AKAR PERSAMAAN NON-LINIER (2)

OLEH :
WAHYU AGUNG PRAYITNO (101011007)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2013
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahuataala yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan

laporan

praktikum

komputasi

yang

berjudul

PENYELESAIAN AKAR PERSAMAAN NON-LINIER (2) ini yang


alhamdulillah tepat pada waktunya.
Diharapkan laporan ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
aplikasi perhitungan akar persamaa non linier dalam bentuk pemrograman
komputer dalam hal ii adalah bahasa pemrograman matlab. Dalam menghitung
akar persamaan non-liner dari suatu fungsi banyak sekali cara yang dapat
digunakan namun pada praktikum ini hanya menitik beratkan pada 2 metode saja
yaitu bisection dan newton rapson. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
Subhanahuataala senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Yogyakarta, 30 Juni 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
COVER ............................................................................................................. 1
KATA PENGANTAR ..................................................................................... 2
DAFTAR ISI

.................................................................................................. 3

PENDAHULUAN ........................................................................................... 4
ALGORITMA DARI TUGAS AKHIR

..........................................................8

FLOW CHART ............................................................................................... 9


LISTING PROGRAM..................................................................................... 10
HASIL RUN..................................................................................................... 12
LAMPIRAN...................................................................................................... 17

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam penyelesaian persoalan-persoalan di bidang teknik kimia, sering
dijumpai persamaan matematis berbentuk persamaan non-linier, yang dapat
diselesaikan antara lain dengan cara/metoda Bisection atau Newton-Raphson.
A. Metoda Bisection
Misal diketahui persamaan matematis: y = f(x) = 0, x = ?
y
ypositip------------------------------------------------------------------------

xA

xM

xB

y = f(x)

ynegatif ------------------------

Penentuan harga x dengan metoda Bisection melalui langkah-langkah:


1. Mula-mula ditentukan dua (2) nilai tebakan awal, yaitu x A dan xB.
Selanjutnya ditentukan nilai xM, dengan xM = (xA + xB)/2. Diperkirakan
harga x yang dicari (akar persamaan) berada di antara xA dan xB.
2. Dengan mengsubsitusikan nilai xA dan xB ke dalam persamaan semula
dapat dihitung nilai yA, yB, dan yM. Apabila pengambilan harga awal betul
(harga x berada di antara harga xA dan xB), sehingga diperoleh nilai yA dan
yB yang berlawanan tanda (positif dan negatif atau sebaliknya)
3. Ada dua kemungkinan yang berkaitan dengan tanda yA dan yB, yaitu:
a. Apabila tanda yM sama dengan yA; interval xA sampai xM dibuang
dan selanjutnya xM menggantikan nilai xA yang baru ((xM ----> xA).
4

b. Apabila tanda yM sama dengan yB; interval xM sampai xB dibuang


selanjutnya xM menggantikan nilai xB yang baru (xM ----> xB).
4. Langkah di atas dilakukan berulang kali sampai diperoleh jarak xA dan xB
relatif kecil sekali atau dapat dikatakan hampir sama.
5. Akar persamaan diperoleh dengan persamaan x = (xA + xB)/2.
3.2. Metoda Newton-Raphson
Mula-mula diperkirakan satu tebakan awal yaitu xold dan

selanjutnya

diperkirakan harga x yang lebih baik, yaitu xnew dengan persamaan:

xnew xold
f ' ( xold )

f ( xold )
f ' ( xold )

............................................................

f ( xold ) f ( xold )
2

...................................

(3.1)

(3.2)

Dengan merupakan bilangan yang relatif kecil, misalnya diambil = 0,001.


Perhitungan selanjutnya dilakukan dengan nilai xnew dipakai sebagai xold. Dengan
cara yang sama dapat dicari nilai x yang lebih baik lagi, yaitu x new hasil
perhitungan yang baru. Demikian seterusnya sampai diperoleh nilai x sebagai akar
persamaan non-linier, yang ditandai dengan nilai xnew mendekati xold atau
diperoleh nilai f (x)new

0.

Contoh 1.
Ingin dicari nilai x yang memenuhi persamaan: f(x) = x3 8 = 0 ----> x = ?
a. Metoda Bisection
Diambil dua harga tebakan awal: xA = 1 dan xB = 6, selanjutnya dilakukan
perhitungan dan hasilnya ditabelkan berikut:

xA

xM

xB

yA

yM

yB

3,5

-7

34,875

208

2,25

3,5

-7

3,3907

34,875

1,625

2,25

-7

-3,70899

3,3907

1,625

1,9375

2,25

-3,70899

-0,72681

3,3907

1,9375

2,09375

2,25

-0,72681

+1,17856

3,3907

1,9375

2,015625

2,09375

-0,72681

0,188969

+1,17856

1,9375

1,976563

2,015625

-0,72681

-0,277967

0,188969

1,976563

1,996094

2,015625

-0,277967

-0,046784

0,188969

1,996094

2,005859

2,015625

-0,046784

0,0705187

0,188969

1,996094

xM

2,005859

-0,046784

yM

0,188969

Hasil perhitungan: harga x = xM = (1,996094 + 2,005859)/2 = 2,000977.


b. Metoda Newton-Raphson
f(x) = x3 8 = 0; nilai turunan fungsi x yaitu f(x) = 3x2; diambil xold = 1,0.

xnew xold

xnew 1

f ( xold )
f ' ( xold )

(13 8)
3,3333
3.12

xnew 3,3333

(3,33333 8)
2,4622
3.3,33332

xnew 2,4622

( 2,4622 3 8)
2,08134
3.2,4622 2

X new 2,08134

(2,081343 8)
2,00314
3.2,08134 2

xnew 2,00134

( 2,00134 3 8)
2,000005 .
3.2,00134 2

Hasil perhitungan: harga x = xnew = 2,000005.

BAB II
ALGORITMA DARI TUGAS AKHIR
Algoritma pemrograman untuk pencarian nilai persamaan dari metode NewtonRapson :

1. Mulai
2. Definisikan persamaan tak linier dan turunannya
f(x) = x3 - 8

Misalkan :

F(x)= 2x2
3. Tetapkan harga tebakan awal (x0) dan besar toleransinya
Misalkan :

x0=0.1, tol = 1e-5

4. Nyatakan x=x0 dan x0 = x+1


X= 0.1
X0= 0.1+1=1.1
5. Periksa kinerja iternasi [(x-x0)/x] > tol. Jika kinerja iternasi terpenuhi
proses dilanjutkan. Jika kinerja iternasi tidak maka terpenuhi proses
dihentikan. Akar pembuat nol diperoleh.
6. Nyatakan x=x0.
7. Hitung harga f(x0) dan f(x).
F(0.1)= -7,999
F(0.1)= 0,02
Hitung harga x=x0 f(x0)/f(x0)
x= 0.1- (-7,999)/0,02 = 400,05
8. Kembali ke langkah 5.
9. Selesai.

BAB III
FLOW CHART

MULAI
8

Definisikan f(x)
dan f(x), x0, tol
as

Nyatakan :
x=x0
x0=x+1

tidak

[(xx0)/x]>tol

Nyatakan :

Tampilkan
X*= X

SELESAI

X0=X

Hitung harga :
F(x0)= x3-8 dan f(x0)=2x2

Hitung harga :
x=x0 f(x0)/f(x0)

BAB III
LISTING PROGRAM
A. Latihan
Kasus yang digunakan

Y=x2 + 4x +3 = 0
dy/dx= 2x +4
jawab :
1. NewRap.m
%NewRap.m
function[x iter]=NewRap(fungsi,dfungsi,x0,tol)
%fungsi=fungsi yang akan dicari akar-akarnya
%dfungsi=turunan pertama fungsi
%x0=tebakan awal
%tol=toleransi
itermax=100;
iter=0;
x=x0;
x0=x+1;
%loop iterasi
while abs((x-x0)/x)> tol && iter<=itermax
iter=iter+1;
x0=x;
fx=feval(fungsi,x);
df=feval(dfungsi,x);
%rumus newton rapson
x=x0-fx/df;
end

2. Kuadrat.m
%kuadrat.m
function y=kuadrat(x)
y=x.^3-8;

3. Dkuadrat.m
%dkuadrat.m
function dy=dkuadrat(x)
dy=3.*x.^2;

Kasus : akan ditentukan temperatur pada saat Cp = 1 kJ/kg.K


Dengan fungsi : f = 1-0.716+4257e-6T-15.04/akar(T)=0
4. Fungsi.m
function f = fungsi(T)
%fungsi yang akan di-nol-kan
f = 1 - 0.716 + 4257E-6*T - 15.04/sqrt(T);

10

B. Tugas
1. Fungsi2.m
%tugas2.m
%Kondisi operasi
P = 56;
T = 450;
R = 0.08206;
Tc = 405.5;
Pc = 111.3;
%Hitung konstanta a & b
a = (27/64)*R^2*Tc^2/Pc;
b = (1/8)*R*Tc/Pc;
%definisikan koefisien polinomial
VdW=[P,-(P*b + R*T), a, -a*b];
vol = roots(VdW)
z = P*vol / R*T

2. Fungsi2b.m
%tugas2b.m
%Kondisi operasi
Pr = input('masukan tekanan, Pa = ');
T = 450; %K
R = 0.08206; %L.atm/mol.K
Tc = 405.5; %atm
Pc = 111.3; %K
%Hitung konstanta a & b
a = (27/64)*R^2*Tc^2/Pc;
b = (1/8)*R*Tc/Pc;
%Tekanan reduksi
P = Pr.*Pc;
%definisikan koefisien polinomial
VdW=[P,-(P.*b + R.*T), a, -a*b];
vol = roots(VdW)
%liter/mol
z = P.*vol / R.*T

BAB IV
HASIL RUN
A. Latihan
1. NewRap

11

2. Fzero
Dengan mengetik f zero di comand widow :
fplot('fungsi',[100 300])

12

B. Tugas
PersamaanVan der Waals, ketika tugas 2bdi running, maka akan muncul
command window seperti dibawah ini dengan (Pr = 1, 2, 4, 10, 20) :

13

14

15

16

LAMPIRAN
Diketahui :
R : 0,08206 L.atm/(mol.k)
Tc : 405,5 K
Pc : 111,3 atm
P : 56 atm
T : 450 K
Persamaan Tekanan Reduksi :

Faktor komprebilitas :

Persamaan Van Der Waals :


F(v) = P*v^3-(P*b+R*T)*v^2+a*v-a*b = 0
Ditanya :
a. Volume molar ?
b. Tekanan Reduksi untuk Pr : 1, 2, 4, 10, 20 ?
c. Faktor komprebilitas dan tekanan reduksi?

Penyelesaian :
a. Mencari volume
1) M-file
%tugas2.m
%Kondisi operasi
P = 56; %atm
T = 450; %K
R = 0.08206; %L.atm/mol.K
Tc = 405.5; %atm
17

Pc = 111.3; %K
%Hitung konstanta a & b
a = (27/64)*R^2*Tc^2/Pc;
b = (1/8)*R*Tc/Pc;
%definisikan koefisien polinomial
VdW=[P,-(P*b + R*T), a, -a*b];
vol = roots(VdW)
%liter/mol
z = P*vol / R*T

2) Command window
>> tugas2
vol =
0.5749
0.0609 + 0.0340i
0.0609 - 0.0340i
z=
1.0e+005 *
1.7654
0.1872 + 0.1045i
0.1872 - 0.1045i

18

3) Print screen m-file & command window :

b. Tekanan reduksi (Pa = 1, 2, 4, 10, 20)

1) M-file :

19

%tugas2b.m
%Kondisi operasi
Pr = input('masukan tekanan, Pa = ');
T = 450; %K
R = 0.08206; %L.atm/mol.K
Tc = 405.5; %atm
Pc = 111.3; %K
%Hitung konstanta a & b
a = (27/64)*R^2*Tc^2/Pc;
b = (1/8)*R*Tc/Pc;
%Tekanan reduksi
P = Pr.*Pc;
%definisikan koefisien polinomial
VdW=[P,-(P.*b + R.*T), a, -a*b];
vol = roots(VdW)
%liter/mol
z = P.*vol / R.*T

2) Command window
>> tugas2b
masukan tekanan, Pa = 4
vol =
0.0298 + 0.0701i
0.0298 - 0.0701i
0.0607
z=
1.0e+005 *
0.7283 + 1.7122i
0.7283 - 1.7122i
1.4808
>> tugas2b
masukan tekanan, Pa = 1
vol =
0.2335
0.0678 + 0.0379i
0.0678 - 0.0379i
z=
1.0e+005 *
1.4252
0.4139 + 0.2312i
0.4139 - 0.2312i
>> tugas2b
masukan tekanan, Pa = 2
vol =
0.0630 + 0.0718i
0.0630 - 0.0718i
0.0773
z=
1.0e+004 *
7.6899 + 8.7605i
7.6899 - 8.7605i
9.4320
>> tugas2b
masukan tekanan, Pa = 10

20

vol =
0.0509
0.0098 + 0.0517i
0.0098 - 0.0517i
z=
1.0e+005 *
3.1052
0.6004 + 3.1557i
0.6004 - 3.1557i
>> tugas2b
masukan tekanan, Pa = 20
vol =
0.0462
0.0039 + 0.0389i
0.0039 - 0.0389i
z=
1.0e+005 *
5.6366
0.4752 + 4.7447i
0.4752 - 4.7447i

3) Print screen

21