Anda di halaman 1dari 2

PENTINGNYA SOSIOLOGI PENDIDIKAN

BAGI CALON GURU


Guru merupakan orang yang memberikan ilmu pengetahuannya kepada peserta didik,
sedangkan peserta didik merupakan orang yang menerima ilmu pengetahuan yang diberikan oleh
seseorang untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu menjadikan dan mempersiapkan peserta
didik di kehidupan yang akan datang. Pendidik dan peserta didik merupakan dua aktor yang
tidak dapat dipisahkan satu sama lain, khususnya dalam sebuah pendidikan. Apabila salah satu di
antara keduanya tidak ada maka proses pendidikan pun tidak bisa terlaksana dengan baik.
Dengan adanya pendidik dan peserta didik timbulah suatu interaksi antara keduanya. Agar
interaksi ini berjalan dengan baik, maka keduanya punharus mengetahui dan menguasai ilmu
sosial. Ilmu sosial inilah yang sering disebut dengan istilah sosiologi.
Sosiologi merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu kehidupan,
karena sosiologi inilah yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. Begitu pula
dalam sebuah pendidikan. Guru menjelaskan sebuah materi, siswa bertanya, dan dalam proses
pembelajaran yang lain merupakan suatu tindakan untuk berhubungan dan berkomunikasi satu
sama lain.
Pada dasarnya proses pendidikan yang ada di sekolah, terutama pendidikan yang
dilaksanakan di kelas merupakan suatu interaksi sosial. Hal tersebut tidak dapat dielakkan dalam
sebuah pembelajaran. Interaksi siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru adalah hal yang
wajib dilaksanakan pada setiap proses pembelajaran. Hal ini menjadi dasar bahwa seorang guru
harus menguasai sosiologi dalam sebuah pendidikan agar nantinya ia dapat berinteraksi dengan
baik kepada semua siswanya. Interaksi yang baik akan menimbulkan kenyamanan bagi peserta
didik sehingga ilmu yang disampaikan mudah di terima.
Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Oleh
karenanya, seorang guru harus bisa mengetahui karakteristik dari setiap peserta didik. Setiap
peserta didik pasti memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Agar semua ini tercapai, seorang
guru harus pandai bergaul dan menyesuaikan terhadap karakteristik sisiwa. Maksudnya adalah
bahwa seorang guru harus pandai dalam mendekati peserta didik sehingga dapat menuntun
semua siswanya untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut.
Di samping bisa bergaul dengan para siswanya, seorang guru juga harus bisa
menempatkan dirinya sebagai seseorang yang memiliki kewibawaan, sehingga peserta didik
tidak meremehkannya. Apabila seorang guru tidak memiliki kewibawaan, maka peserta didik

pun tidak begitu memperhatikan apa yang diajarkannya sehingga tujuan pendidikan yang
diinginkannya pun menjadi terhambat. Seorang guru juga harus bisa menguasai kelasnya dengan
baik. Dengan penguasaan yang baik, peserta didik pun juga dapat dikontrol dengan baik pula.
Hal ini sangat perlu dan wajib dikuasai oleh seorang pendidik guna menunjang keberhasilan
dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut. Seorang pendidik juga harus bisa melihat situasi
dari peserta didik, kapan ia bercanda dan kapan pula ia serius dalam sebuah pembelajaran.
Semua itu tidak akan dimiliki oleh seorang pendidik apabila tidak diberi bekal terlebih dahulu
tentang sosiologi dalam pembelajaran.
Sebagai calon guru, belajar sosiologi pendidikan sangatlah perlu. Dengan bekal sosiologi
pendidikan, mahasiswa dapat mempersiapkan lebih dini agar nantinya ketika sudah mendapat
tugas sebagai guru sudah tidak lagi sulit dalam berinteraksi dengan peserta didik. dengan
interaksi yang baik inilah peserta didik lebih mudah menangkap ilmu yang dipelajarinya.