Anda di halaman 1dari 11

METODE SUDUT KONTAK

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kimia Fisika yang diampu oleh :
Bapak Yoga W. Wardhana, M.Si

Disusun oleh (NPM) :

260110140094; 260110140095; 260110140096; 260110140097


260110140098; 260110140099; 260110140100; 260110140101;
260110140102; 260110140103; 260110140104; 260110140105;
260110140106; 260110140107; 260110140108

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014

FENOMENA SUDUT KONTAK DAN WETTING


Beberapa Fenomena Wetting
Tetes air hujan di jendela
Dispersi serbuk coklat dalam susu
Spreading tinta di atas kertas, pelapisan dan cat, distribusi herbisida di
permukaan daun (complete wetting)
Pakaian anti-hujan seharusnya tidak mudah terbasahi oleh air, road
pavement juga tidak boleh mudah basah dan menyerap air sehingga cepat
rusak, dll (avoid wetting)

Persamaan Young Sudut Kontak


Persamaan Young adalah dasar dari uraian kuantitatif fenomena wetting
Jika satu tetes liquid ditempatkan di permukaan solid, akan ada 2
kemungkinan (1) liquid spreads diatas permukaan secara sempurna (sudut
kontak = 0o) atau (2) terbentuk sudut kontak tertentu, pada kasus ini
terbentuk garis kontak 3 fase disebut juga wetting line
Pada garis kontak ini, ada 3 fase yang saling berkontak, solid, liquid dan
uap
Persamaan Young menghubungkan sudut kontak dengan tegangan
permukaan S, L dan SL

L . cos S SL

Jika tegangan interface permukaan solid lebih tinggi dari interface solidliquid (S > SL) sisi kanan persamaan Young positif
Sehingga cos haruslah positif dan sudut kontak kecil dari 90o, liquid
membasahi solid secara parsial

Jika interface solid-liquid energetically less favorable dibanding


permukaan solid ((S < SL) sudut kontak akan melebihi 90o karena cos
akan bernilai negatif

Line Tension
Spreading biasanya disertai perubahan panjang dari wetting line
Misalnya: jika satu tetes dengan area kontak bundar spread, panjang garis
kontak 3 fase meningkat sebesar 2a da.
Seperti halnya pembentukan luas permukaan baru, pembentukan wetting
line baru juga membutuhkan energi
Energi per unit panjang disebut line tension . Untuk tetes yang jauh lebih
kecil dari 1 mm, line tension harus diperhitungkan dan suku kedua
persamaan Young menjadi:

L . cos S SL

Complete Wetting
Kita bisa re-arrange persamaan Young
cos

S SL
L

Cosinus tidak bisa lebih besar dari 1, sehingga timbul pertanyaan apa yang
terjadi jika S - SL - L > 0 atau S - SL lebih besar dari L? apakah hal ini
tidak melanggar persamaan Young?
Hal diatas tidak melanggar persamaan Young karena dalam kesetimbangan
termodinamika S - SL - Ltidak akan pernah positif
Jika kita bisa membuat situasi S > SL + L, maka energi bebas Gibbs
sistem turun dengan pembentukan continuous liquid film di permukaan
solid
At first glance S = SL + L terlihat seperti pengecualian, namun itu
tidaklah demikian
Dalam kesetimbangan, dengan adanya uap jenuh S tidak pernah lebih
besar dari L + SL

Sehingga jika sistem berada dalam kesetimbangan dan kita mendapatkan


complete wetting maka S = SL + L
Dalam prakteknya sistem sering tidak dalam kesetimbangan dan kita akan
menemui koefisien spreading S = S - SL - L bisa bernilai positif.
Koefisien ini mengukur sekuat apa liquid dapat spread di atas permukaan.
Untuk S < 0, sudut kontak akan terbentuk pada nilai tertentu.

Capillary Rise
Naiknya liquid dalam pipa kapiler adalah contoh aplikasi persamaan
Young sekaligus salah satu cara mengukur sudut kontak
Jika kapiler diturunkan kedalam liquid, liquid seringkali naik hingga
ketinggian tertentu
Untuk kapiler dengan jari-jari rC tinggi naiknya liquid didefinisikan
dengan:
h

2 L cos
rC g

Important Wetting Geometries

Contoh :
Air dalam pohon naik melalui kapiler yang disebut xylem, xylem memiliki jarijari 5-170 m dan completely wetted ( = 0). Berapa tinggi maksimum air dapat
naik dalam sistem kapiler demikian? Jika jari-jari kita pilih 5 m, maka:
h

2.0,072 Nm 1
2,9 m
5 x10 6 m.9,81ms 2 .997 kgm3

Partikel dalam Liquid-Gas Interface


Partikel kecil terikat pada interface liquid-gas jika sudut kontak tidak nol
Misalkan ada partikel kecil berbentuk bola/sphere (kecil berarti kita bisa
mengabaikan pengaruh gaya gravitasi dan daya apung)
Contoh diatas valid untuk partikel dengan diameter 100 m
Untuk > 0 partikel akan stabil di permukaan liquid, posisinya di
permukaan didasarkan fakta bahwa permukaan liquid tidak terganggu
Permukaan liquid yahg planar juga akan planar dengan partikel teradsorb

Partikel kecil spheris pada interface liquid-gas dimana gavitasi diabaikan


(kiri). Bentuk interface tidak berubah oleh kehadiran partikel.
untuk partikel yang lebih besar (kanan) interface liquid berubah dan gaya
kapiler bersih menstabilkan partikel dan mencegahnya dari tenggelam
Kerja yang dibutuhkan untuk memindahkan partikel dari interface liquidgas dapat dihitung dari perubahan energi bebas Gibbs
Kerja ini penting diketahui dalam aplikasi mis: flotasi
G R 2 L .cos 1

Network of Fibres
Perilaku wetting jaringan fiber penting untuk dipelajari dalam aplikasi
misal: daya tolak akain terhadap air
Kain kita modelkan dengan sekumpulan silinder paralel dipisahkan oleh
jarak tertentu, jarak diasumsikan kecil dibanding konstanta kapiler
sehingga permukaan liquid ditentukan oleh persamaan Laplace

Untuk tekanan eksternal kecil, air tidak dimungkinkan lewat kecuali sudut
kontak nol
Liquid membentuk sudut kontak dengan solid yang akan menentukan
sejauhmana liquid penetrasi kedalam jarak antar serat/fiber

Fiber silindris paralel dengan liquid diatasnya.


Dalam kasus pertama tidak ada tekanan eksternal sehingga permukaan
liquid planar
Sudut kontak besar dari 90o dicontoh pertama namun kecil dari 90o (besar
dari nol) pada kasus kedua
pada contoh ketiga ada tekanan hidrostatik eksternal sehingga permukaan
melengkung

Pengukuran Sudut Kontak

Metode alternatif pengukuran sudut kontak adalah dengan mengukur tepi


gelembung, metode ini disebut captive atau sessile bubble
Pada metode ini gelembung diposisikan diatas sel atau diisi dengan liquid

Teknik yang umum digunakan adalah metode Wilhelmy plate, jika sudut
kontak besar dari nol, gaya yang menarik piringan ke liquid sebesar
2Llcos
Dimana l adalah lebar piringan

Sudut kontak beberapa liquid pada beberapa padatan pada 25oC

Hysteresis dalam pengukuran sudut kontak


Sejauh ini kita menganggap permukaan ideal, namun pada permukaan riil
kita harus menghadapi hysteresis
Jika kita mengukur sudut kontak saat volume tetes membesar, kita akan
dapat sudut kontak advancing adv
Jika kemudian volume tetes kita kurangi dan sudut kontak diukur saat itu,
maka kita akan mendapatkan sudut kontak receding rec.
Biasanya adv lebih besar dari rec, selisih adv - rec disebut hysteresis
sudut kontak dan memiliki nilai berkisar 5-20o

Penyebab Hysteresis
Surface roughness
Heterogenitas atau kontaminasi permukaan padatan
Adanya zat terlarut pada garis kontak tiga fasa
Adanya gaya yang menekan permukaan pada garis kontak 3 fasa yang
menyebabkan perubahan struktur permukaan
Adsorpsi dan desorpsi molekul liquid saat spreading atau receding liquid
yang disertai pelepasan energi

Tetes advancing di permukaan padatan dengan tonjolan mikroskopis

Dinamika Wetting
Dalam dinamika wetting, liquid menggantikan fluida lain (udara) dari
permukaan solid, ada 2 jenis wetting dipaksa/forced dan spontan

Dalam forced wetting, gaya mekanis atau hidrodinamik diberikan dan


memaksa area interfacial solid-liquid meningkat diatas kondisi setimbang
Forced wetting memainkan peran penting dalam industri coating, dimana
lapis tipis liquid didepositkan secara kontinyu dipermukaan padatan yang
bergerak
Forced wetting juga berperan dalam polymer processing dan enhanced oil
recovery
Wetting spontan adalah menyebarnya liquid pada permukaan solid sesuai
arah kesetimbangan termodinamika
Wetting spontan berperan penting dalam aplikasi cat, adhesive, lubricants,
detergensi dan flotasi
Dalam beberapa aplikasi, lapisan di permukaan padatan hanya stabil pada
ketebalan tertentu saja atau metastabil
Contoh kasus ini adalah lapisan logam yang disiapkan dengan evaporasi
juga pada film/lapisan polimer
Ada 2 cara pelapisan polimer (1) dip coating dan yang ke (2) spin coating

Dip and spin coating are two common techniques to form polymer films
on solid surfaces

Flotasi
Flotasi adalah metode untuk memisahkan partikel padatan satu sama lain

Dalam prosesnya, biji material dihancurkan hingga dibawah ukuran 0,1


mm
Partikel2 ini dicampur dengan air membentuk sol, sol ini dinamakan juga
pulp
Pulp dialirkan dalam kontainer dan gelembung udara juga dimasukkan
Partikel kaya akan mineral terikat pada gelembung udara oleh gaya
hidrofobik dan terbawa ke permukaan kontainer
Busa stabil yang disebut froth terbentuk dan dapat diambil untuk
dipisahkan

Gelembung biasanya lebih besar dari partikel sehingga interface air-udara


planar terhadap partikel

Detergensi
Detergensi adalah terkait teori dan praktek pemisahan material asing dari
padatan dengan bantuan zat surface active
Partikel kotoran secara spontan akan meninggalkan permukaan padatan
jika secara energetika memungkinkan mengganti interface kotoran-solid
(SD) oleh dua interface; kotoran-larutan (DW) dan solid-larutan (SW),
perubahan energi bebas Gibbs haruslah negatif
G = A.(DW + SW - SD) 0
A adalah area kontak, kondisinya dapat disederhanakan : SD DW + SW
Surfaktan yang efektif harus mampu menurunkan SW dan DW tanpa
menurunkan SD secara signifikan

Turunnya tegangan permukaan air (dengan terbentuknya gelembung) tidak


menjadi bukti surfaktan efektif untuk detergensi
Karakteristik lain yang penting adalah kemampuan surfaktan untuk
menjaga partikel kotoran dalam larutan
Tanpa kemampuan ini, proses pencucian hanya akan menyebabkan
uniform distribution dari partikel kotoran