Anda di halaman 1dari 9

I.

DATA PENGAMATAN
Metode Analitis
No.

Kondisi proses

Pengamatan

1.

Kondisi mula-mula

Tout = 295.58661 K

2.

Jika Ux diubah menjadi 1.5 m/s dan suhu Tout = 298.540 K


ditambah 20 K

4.

T1= 642.5 K

Jika suhu Tout diinginkan 320 K

Metode Numeris
Kondisi Mula-mula
Inlet Large:
Mencari bilangan Reynold angka Prandtl
Pr =

Red =
=

= 50.800

= 4,982

(Aliran Turbulen)
Mencari bilangan Nusselt
Nu= 0,023.Red0,8.Prn

Mencari h dari persamaan Nu sebagai berikut:

n=0,4 (pemanasan)

Nu=

0,8

Nu= 0,023.Red .Pr

0,4

= 0,023x(50.800)0,8x (4,982)0,4
= 0,023x5.816,891x1,9

254,198 =
h

= 1693,819 W/m2.K

= 254,198
Lalu mencari nilai q melalui persamaan berikut:
q/L = h.d..(Tout T0)
q= [1693,819 x 0,1016 x 3,14 x (Tout 293,15)] x 0,2032
q= [540,369 Tout -158.409,17 ] x 0,2032
q = 109,802 Tout 32.188,743 ........... (1)

Inlet Small:
Mencari bilangan Reynold dan angka Prandtl
Pr =

Red =

=
=

= 4,982

= 38.100
(Aliran Turbulen)
Mencari bilangan Nusselt
Nu= 0,023.Red0,8.Prn

Mencari h dari persamaan Nu sebagai berikut:

n=0,3 (pendinginan)

Nu=

0,8

Nu= 0,023.Red .Pr

0,3

= 0,023x(38.100)0,8x (4,982)0,3
= 0,023x4621,042x1,619

172,073=
h

= 4586,355 W/m2.K

= 172,073
Lalu mencari nilai q melalui persamaan berikut:
q/L = h.d..( T1Tout)
q= [4586,355 x 0,0254 x 3,14 x (313,15 Tout)] x 0,0762
q= [114.546,9285 - 365,789 Tout] x 0,0762
q = 8.728,4759 27,873 Tout........... (2)
Pers.1 & 2)
109,802 Tout 32.188,743 = 8.728,4759 27,873 Tout
40.847,218 = 137,675 Tout
Tout = 296,693 K
Jika Ux diubah menjadi 1.5 m/s
Inlet Large:
Red =

Pr =

= 190.500

= 4,982

(Aliran Turbulen)

Nu= 0,023.Red0,8.Prn

Mencari h dari persamaan Nu sebagai berikut:

n=0,4 (pemanasan)

Nu=

0,8

Nu= 0,023.Red .Pr

0,4

= 0,023x(190.000)0,8x (4,982)0,4
= 0,023x32.983,55x1,9

731,808 =
h

= 4.876,32 W/m2.K

= 731,808

Lalu mencari nilai q melalui persamaan berikut:


Telebih dahulu mencari L
L=LI+L2+L3
L=0,2032+0,0797+0,2032
L=0.486
q/L = h.d..( T1Tout)
q= [4.876,32 x 0,1016 x 3,14 x (Tout -293,15 )] x 0,486
q= [765.052Tout 221.636,72]
q =7650,52Tout 221.636,72........... (3)

Jika suhu T1 dinaikkan 20 K


Inlet Small:
Pr =

Red =
=

= 38.100

= 4,982

(Aliran Turbulen)
Nu= 0,023.Red0,8.Prn

Mencari h dari persamaan Nu sebagai berikut:

n=0,3(pendinginan)

Nu=

0,8

Nu= 0,023.Red .Pr

0,4

= 0,023x(38.100)0,8x (4,982)0,4
= 0,023x4.621,042x1,9
= 201,939

201,939 =
h

= 1.345,60W/m2.K

Lalu mencari nilai q melalui persamaan berikut:


Mencari L terlebih dahulu
L=0,5L2+L3
L=0,039+0,2032+0,0762+0,0127
L=0,3311
q/L = h.d..(Tout T0)
q= [1.345,60 x 0,0254 x 3,14 x (333,15- Tout)] x 0,3311
q= 11.838,00-35,533 Tout
q =11.838,00-35,533 Tout........... (4)

Pers.3&4)
765,052Tout 221.636,72= 11.838,00-35,533 Tout
233.474,32 = 791,585 Tout
Tout = 294,945 K

II.

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN


Pada praktikum aliran fluida ini digunakan software CFD yaitu ANSYS.
Tujuan praktikum ini adalah untuk menghitung suhu fluida yang keluar dari pipa
mixing elbow dengan properti seperti pada gambar berikut ini.

Gambar I.1 Aliran fluida dalam pipa mixing elbow


Pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa sebuah cairan dingin (air) yang
mempunyai suhu T0 K mengalir ke pipa melalui inlet besar dengan kecepatan Ux
dan campuran dengan cairan hangat (air) bersuhu T1 K masuk melalui inlet kecil
yang terletak di siku dengan kecepatan Uy. Keduanya bercampur dan kemudian
mengalir ke atas dan keluar melalui outlet besar dengan diameter yang sama dengan
inlet besar. Target yang diinginkan dalam praktikum ini adalah menghitung suhu
fluida yang keluar dengan menggunakan metode analitis menggunakan software
ANSYS dan metode numeris menggunakan perhitungan manual. Variabel yang
diubah adalah sebagai berikut:
a. Jika Ux diubah menjadi 1.5 m/s
b. Jika T1 dinaikkan 20 K
c. Berapakah suhu T1 yang harus dimasukkan untuk memperoleh outlet bersuhu
340 K.

Kondisi Mula-mula
Pada kondisi awal air dengan suhu 293.15 K masuk ke dalam pipa mixing elbow
melalui inlet large yang berdiameter 4 inchi dengan kecepatan 0.4 m/s, sedangkan air
yang lebih hangat dengan suhu 313.15 K masuk melalui inlet small yang ber diameter
1 inchi dengan kecepatan 1.2 m/s. Keduanya fluida tersebut bercampur dan keluar
melalui outlet besar yang berdiameter 4 inchi. Berdasarkan hasil analisa dengan
ANSYS diperoleh bahwa suhu outlet adalah 295.58661 K. Vektor kecepatan dan
kontur temperature dapat dilihat pada gambar .metode numeris menggunakan rumus
perpindahan panas konveksi dengaan aliran turbulen dalam pipa. Pertama-tama
mencari bilangan Reynold

dan angka Prandtl. Bilangan Reynold dicari guna

mengetahui jenis alirannya, sedangkan angka Prandtl yaitu parameter yang


menghubungkan ketebalan relatif antara lapisan batas hidrodinamik dan lapisan batas
termal. Selanjutya adalah mencari bilangan Nusselt dengan dua persamaan. Bilangan
Nusselt adalah rasio perpindahan panas konveksi dan konnduksi normal terhadap
batas dalam kasus pindah panas pada permukaan fluida. Dengan persamaan tersebut
dapat ditemukan nilai koefisien perpindahan panas konveksi (h). Dengan begitu dapat
dicari nilai q sehingga didapatkan suatu persamaan. Lakukan cara yang sama untuk
kedua pipa, maka akan didapat dua persamaan yang mempunyai variabel suhu outlet.
Dari kedua persamaan tersebut diperoleh nilai suhu outlet (Tout) nya. Hasil yang
diperoleh yaitu 296,693 K. Langkah-langkah tersebut digunakan untuk perhitungan
bagi pengubahan-pengubahan yang berikutnya.
a. Jika Ux diubah menjadi 1,5 m/s dan T1 di tambah 20 K
Pada kondisi ini fluida yang berupa air dengan suhu 293.15 K masuk ke dalam pipa
mixing elbow melalui inlet large yang berdiameter 4 inchi,kecepatannya diperbesar
menjadi 1.5 m/s, sedangkan air yang lebih hangat dengan suhu 333.15 K masuk
melalui inlet kecil

berdiameter 1 inchi dengan kecepatan 1.2 m/s. Keduanya

bercampur dan keluar melalui outlet besar dengan diameter 4 inchi. Berdasarkan hasil
analitis menggunakan software ANSYS diperoleh bahwa suhu outlet adalah 298.540
K. Vektor kecepatan dan kontur temperature dapat dilihat pada gambar di Lampiran 1
dan lampiran 2.
Berdasarkan perhitungan numeris suhu outlet adalah 294,945 K.
Maka terjadi perbedaan perhitungan antara metode numeris dan analitis menggunakan
ansys sebesar 3,595 K.

b. Jika suhu Tout 340 K


Pada kondisi ini air dengan suhu 293.15 K masuk ke dalam pipa mixing elbow
melalui inlet besar yang berdiameter 4 inchi dengan kecepatan seperti semula yaitu
0.4 m/s. Diharapkan air yang keluar melalui outlet besar dengan diameter 4 inchi
memiliki suhu sebesar 340 K. Air hangat yang dimasukkan melalui inlet kecil
memiliki kecepatan tetap yaitu 1.2 m/s. Berdasarkan hasil analitis dengan ANSYS
diperoleh data bahwa untuk mendapatkan suhu 340 K pada outlet maka air hangat
yang dimasukkan harus bersuhu 642,5 K. Vektor kecepatan dan temperature dapat
dilihat pada gambar di Lampiran 1dan lampiran 2.
Berdasarkan perhitungan numeris suhu air hangat adalah 440,509 K.
Berdasarkan hasil analisa praktikum aliran fluida di atas,bahwasanya fluida
yang mengalir di dalam pipa tersebut terjadi perpindahan panas secara konveksi,dan
ada hubungan antara kenaikan suhu dan velocity vektor,semakin tinggi suhu,maka
semakin cepat pula velocity vektornya.Perpindahan panas secara konveksi pada aliran
fluida dalam pipa mixing elbow tersebut di sebut juga konveksi paksa,karene fluida
yang lebih panas di alirkan dari inlet small menggunakan alat tertentu,biasanya dalam
industri

untuk

mengalirkan

fluida

terutama

air

banyak

menggunakan

pompa.Berdasarkan perhitugan dengan analitis menggunakan software ANSYS,aliran


dalam pipa adalah laminer,tetapi dengan perhitungan secara numeris(manual),aliran
dalam pipa adalah turbulen.

III.

SIMPULAN DAN SARAN


SIMPULAN
1. Pada kondisi awal, suhu fluida yang keluar melalui pipa mixing elbow adalah
295.58661 K dengan metode analitis menggunakan software ANSYS, dan suhu
fluida yang keluar sebesar 296,693 K berdasarkan metode numeris.
2. Jika Ux diubah menjadi 1.5 m/s dan T1 dinaikkan 20 K,maka suhu fluida yang
keluar melalui pipa mixing elbow adalah 298.540 K berdasarkan metode analitis,
dan 294,945 K berdasarkan metode numeris.
3. Untuk menghitung suhu fluida yang keluar dengan perhitungan secara manual
digunakan rumus perpindahan panas konveksi untuk aliran turbulen pada pipa.
4. Dengan menggunakan software ansys,di dapatkan gambar temperatur dan
kecepatan vektor yang terjadi di dalam pipa mixing elbow.
5. Metode analitis dan numeris dalam menghitung suhu keluar pada pipa mixing
elbow tersebut menunjukkan hasil yang berbeda yaitu berbeda 3,595 K.
SARAN
1. Dalam mengoperasikan software ANSYS harus dengan teliti, karena salah
memasukkan data karena akan berakibat pada hasil perhitungan dan akan merubah
gambar dari proses tersebut.
2. Pada metode numeris sebaiknya gunakan trial berbagai rumus untuk mengetahui
rumus mana yang hasilnya paling dekat dengan metode analitis.
3. Setelah perhitungan selesai,jangan lupa untuk menyimpan gambar,agar mudah
untuk di analisa.
4. Untuk menghitung suhu inlet,dengan suhu outlet yang sudah di ketahui,harus
menggunakan trial sebagai data dan akhirnya di interpolasi untuk mempercepat
perhitungan.