Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

KIMIA FISIKA
ISOTERM FREUNLICH (ISOTERM ADSORBSI FREUNLICH)

DISUSUN OLEH:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

KURNIA AINI
M. YUDA PRATAMA
MALATI FITRI
MELINDA DAMAYANTI
PUTRI INGGIT ISTIQOMAH
RAMEYZA AROHMAN
RIZKY HERLIANA NISWITA

KELAS
KELOMPOK
JURUSAN
INSTRUKTUR

:
:
:
:

(061330401059)
(061330401060)
(061330401061)
(061330401062)
(061330401064)
(061330401065)
(061330401068)

2 KF
II (DUA)
Teknik Kimia
Dr. Martha Aznury, M.si

Politeknik Negeri Sriwijaya


2014/2015

V. CARA KERJA
1. Menyiapkan 5 buar Erlenmeyer 250 ml
2. Memasukkan masing-masing 0,5 gram karbon aktif. Sebelumnya
dipanaskan selama 15 menit pada suhu 60oC.
3. Pada tiap Erlenmeyer dimasukkan 20 ml asam oksalat atau asam
asetat untuk masing-masing komponen.
4. Mengocok campuran tersebut selama 10 menit kemudian didiamkan
selama 1 jam.
5. Dikocok lagi selama 1 menit.
6. Menyaring larutan tersebut dengan kertas saring, mengukur volume
filtrate.
7. Menitrasi filtrate dengan larutan NaOH 0,1N (boleh alikot saja,
misalnya 10 ml) dan ditambahkan indicator pp (phenolphtalin)
sampai terjadi perubahan warna (jumlah filtrate yang dititrasi
sebaiknya tidak sama antara konsentrasi asam tertinggi dan yang
terendah).

VI. DATA PENGAMATAN

No

1
2
3
4
5

m
karbon
aktif
(gram)
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5

Konsentrasi
Awal
Akhir

X
(gram)

(X/m)

Log
(X/m)

Log C

1N
0,8 N
0,6 N
0,4 N
0,2 N

0,66
0,93
0,426
0,3
0,096

1,32
1,86
0,852
0,6
0,192

0,120
0,2695
-0,069
-0,222
-0,7166

-0,1079
-0,3098
-3391
-0,5228
-0,7746

0,78 N
0,49 N
0,458 N
0,30 N
0,168 N

PERHITUNGAN

Pembuatan larutan asam asetat 1N pada 500 ml


Pada asam asetat Molaritas = Normalitas

M1 . V1 = M2 . V2
16,784 mol/L . V1

= 1M . 500 ml

V1 = 29,79 ml

Pembuatan larutan NaOH 60% , 0,1N , 250 ml


60% w/v

= 15 M

V1 . M1 = V2 . M2
V1
V1 = 1,66 ml

Menghitung konsentrasi awal CH3COOH (Menghitung volume


CH3COOH yang harus dipipet)
1.
V1 . N1 = V2 . N2
50 ml. 1N = 1N . V2
V2 = 50 ml
2.

V1 . N1 = V2 . N2
50 ml. 0,8N = 1N . V2
V2 = 40 ml

3.

V1 . N1 = V2 . N2
50 ml. 0,6N = 1N . V2
V2 = 30 ml

4.

V1 . N1 = V2 . N2
50 ml. 0,4N = 1N . V2
V2 = 20 ml

5.

V1 . N1 = V2 . N2
50 ml. 0,2N = 1N . V2
V2 = 10 ml

Menghitung X (gram)
1. Pada konsentrasi awal 1N
V1 . N1 = V2 . N2
78 ml. 0,1N = 10 ml . N2
N2 = 0,78 N

2. Pada konsentrasi awal 0,8N


V1 . N1 = V2 . N2
49 ml. 0,1N = 10 ml . N2
N2 = 0,49 N

3. Pada konsentrasi awal 0,6N


V1 . N1 = V2 . N2
45,8 ml. 0,1N = 10 ml . N2
N2 = 0,458 N

4. Pada konsentrasi awal 0,4N


V1 . N1 = V2 . N2
30 ml. 0,1N = 10 ml . N2
N2 = 0,3 N

5. Pada konsentrasi awal 0,2N


V1 . N1 = V2 . N2
16,8 ml. 0,1N = 10 ml . N2
N2 = 0,168 N

Membuat grafik antara log (X/m) terhadap log C


Misalkan:
log (X/m) = y
log C
=x
y
x
x2
0,120
-0,1079
0,011642
0,2695
-0,3098
0,09597
-0,069
-0,3391
0,11499
-0,222
-0,5228
0,27332
-0,7166
-0,7746
0,6000
2
y = -0,6181
x = -2,0542
x = 1,095922

)
(

(
)

)( )
( )

)(
)

)(
(

)
)

) ( )(
) ( )
)(
(

xy
-0,01295
-0,08345
0,02340
0,11606
0,5550
xy = 0,59806

)
)

(
(

)(
)

GAMBAR ALAT

Pengaduk

Spatula

Pipet Ukur

Gelas Ukur

Labu Ukur

Bola Karet

Gelas Kimia

Erlenmeyer

Kaca Arloji

GAMBAR ALAT

Gelas Kimia

Erlenmeyer

Labu Ukur

Pipet Tetes

Hotplate

Perangkat Reflux

Pipet Ukur

Spatula

Circulating Bath

Bola Karet

Corong

Kertas Saring

GAMBAR ALAT

Erlenmeyer

Pipet Ukur

Bola Karet

Pipet Tetes

Spatula

Labu Ukur

Circulating Bath

Buret

Corong

y=log (x/m)

y = 1.3658x + 0.4375
0.4
0.2
0

-0.9

-0.8

-0.7

-0.6

-0.5

-0.4

-0.3

-0.2

-0.1

0
-0.2
-0.4
-0.6
-0.8

Menghitung harga K dan n


Slope (m)
n

= 1/n
= 1 / slope (m)
= 1/1,365
= 0,7326

Intercept (c) = log k


K

= anti log c
= anti log (0,437)
= 2,7352